NovelToon NovelToon
KAK DINDA

KAK DINDA

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Petualangan / Misteri / Contest / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:84.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dice Mariyetti

Diangkat dari kisah nyata seorang gadis yang terbelenggu kebodohan cinta hingga hamil.

Namaku adalah Mia, seorang gadis yang beranjak dewasa merasa naluri ku berontak melihat yang terjadi di depan mata.Walau sebenarnya aku pun dari keluarga yang tak sempurna.

Sedangkan Kak Dinda adalah korban dari seorang lelaki yang memanfaatkan keluguan dan tubuhnya hanya untuk kesenangan sesaat.

Berbagai macam prahara ku hadapi bersama Kak Dinda untuk mencapai kebahagiaan semu.

Mampukah Aku dan Kak Dinda menghadapi hidup yang penuh lika liku ini.
Ikuti terus kisahnya, jangan lupa like dan komen serta vote. Agar menulisnya lebih semangat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dice Mariyetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34.

“Apa aku harus ikut,mi?”tanya Kak Dinda.

“Kak Dinda harus ikut ,agar saat bertemu Boy, tak ada alasan buat Dia  menghindar lagi,”

Kali ini aku harus tegas dalam mengambil keputusan . Hanya ini cara meluruskan segala masalah, baik yang dihadapi Kak Dinda maupun masalahku sendiri. Aku juga ingin kepastian atas hubunganku dan Brandon. Tak mungkin suatu hubungan akan berlanjut dengan perasaan curiga antara kami.

Walau nanti pada kenyataannya semua yang kusangkakan benar tentang ayahnya. Tak mengapa ,asal tak ada lagi yang ditutupi.

“Kak Dinda tak perlu cemas dengan ongkos transport. Kebetulan aku punya tabungan.  Mudah-mudahan cukup untuk biaya kita pulang pergi,”jelasku membujuknya.

“Tapi...kita mau ngapain disana.sedangkan disini kita sudah bahagia.Lagian aku masih trauma dengan ancaman orang itu. Sudahlah,lupakan saja orang itu. Aku tak mau mengingatnya lagi”

Keluh Kak Dinda.Terlihat dari raut wajahnya tidak setuju dengan rencanaku.

“No..no..nggak bisa begitu saja. Kita harus berjuang kalau kita benar. Aku tak berharap akan mendapat uang dari Boy Dillan untuk Upik. Tapi aku hanya butuh pengakuan Dia saja”

Kak Dinda terdiam dan duduk di kursi. Kubiarkan Ia berfikir lebih matang dan objektive. Namun lebih sepuluh menit kumenunggu , tak sebuah kata pun keluar dari mulutnya. Kak Dinda malah lebih kelihatan tambah gelisah.

“Sebenarnya rencana ini kulakukan demi hubunganku dengan Brandon. Apakah  lanjut kejenjang selanjutnya atau tidak, keputusannya ada saat kita bertemu dengan Boy Dillan”

“Apa kamu kecewa karena Brandon anak Boy Dillan?” tanya Kak Dinda.

Seandainya Brandon bukan anak Boy Dillan tentu semuanya berjalan tak serumit ini.

“Kecewa sih nggak . Tak ada di dunia ini segala sesuatu terjadi secara kebetulan. Pasti ada tujuannya”

“Lagian kalau kamu kecewa dengan Brandon berarti kamu juga kecewa sama si Upik dong?”

Aku tertawa dengan lelucon Kak Dinda yang ada benarnya juga.

“Memangnya kapan rencana kita berangkat?”

“Awal bulan depan. Bertetapan dengan libur kuliah selama dua Minggu.Jadi cukup untuk menemui Boy Dillan. Maunya sih,urusan dengan Boy Dillan disana cepat selesai”

Rencanaku sudah mantab untuk menemui Boy Dillan dikota Jambi. Apapun resikonya akan dihadapi. Aku memandang Kak Dinda, menunggu persetujuannya.

“ Baiklah. Karena ini perjalanan jauh pertamaku dan Upik,aku akan menyiapkan segala sesuatunya untuk bekal kami dalam perjalanan nanti”

Kuancungi jempolku pada Kak Dinda.

“Huh pasti perjalanan yang melelahkan. Duduk diatas mobil dalam waktu yang lama.Bikin badan pegal-pegal”

Sebelumnya sudah kuberi tahu ,untuk kesana Kami akan menggunakan bus kota antar provinsi. Waktu tempuhnya sekitar sepuluh jam dari kota kami. Memang perjalanan yang melelahkan. Tapi apa mau dikata,hanya itu cara satu satunya untuk sampai di Jambi. Alternatif lain yaitu naik pesawat. Kuhitung biaya yang dibutuhkan lebih besar dibanding jalur darat.

Urusanku dengan Kak Dinda hari ini  telah jelas. Akhirnya dengan berat hati ,Ia menyetujui untuk ikut denganku pergi menemui Boy Dillan.

Dasar Kak Dinda yang tak pernah berpisah dengan Mak Suardi.

“Emak ikut kan,Mi? Kalau nggak aku bakalan repot bawa Upik”

“Sebaiknya Mak Suardi tinggal. Kak Dinda kan tahu tabunganku hanya cukup untuk kita berdua”

“Aduuuh..Aku semakin takut,Mi. Hanya kita yang masih muda ke tempat yang belum tahu rimbanya. Apalagi menghadapi Pak Boy yang umurnya jauh diatas kita. Kalau nanti kita diculik bagaimana? Terus dibunuh, mayatnya dibuang ke sungai. Hiiiii”

“Husssst..Kak Dinda tak usah mikir macam-macam dulu. Semua sudah kupikirkan dengan matang. Paling lama satu Minggu kita berada di sana. Kita akan menginap di hotel murah saja”

“Janji ya,Mi “

“Tenang aja,Kak,”kataku sambil menepuk bahunya kemudian pamit pulang.

Sebelum pulang akupun mampir ke rumah sahabatku, Yani.

“Nekat banget kamu,Mi!”

Yani terkejut mendengar rencanaku.

“Lah buat apa aku bohong “

“Trus gimana pendapat Brandon”

“Sama seperti kamu. Awalnya Dia tak setuju , setelah kuberi alasan panjang lebar akhirnya setuju”

“Aku bukannya tak setuju. Tapi kamu sudah tahu kan resiko yang bakal dihadapi”

“Gimana mau tahu apa yang akan terjadi kalau belum dilakukan “

“Ya,ampun. Bahaya banget. Percaya deh sama aku”

“Cuma itu cara yang harus ditempuh saat ini”

“Stop sampai disini. Tak perlu terseret sampai jauh berurusan dengan orang itu”

“Sudah terlanjur,Yan. Ini juga menyangkut Brandon”

“Pacar baru mu yang anak Boy Dillan.Ada apalagi dengan Dia. Jangan berurusan lagi dengan apapun yang berhubungan dengan Boy Dillan. Buah tak bakal jauh dari pohonnya”

Aku terdiam mendengar penuturan Yani. Walau Yani adalah sahabat lamaku tapi Yani tetaplah Yani yang selalu mengungkapkan isi hatinya dengan blak-blakan tanpa menghiraukan perasan orang lain akan tersinggung atau tidak.

“Maaf,Mi.Aku tahu kamu lagi jatuh cinta. Tapi cukup sampai disini saja berhubungan dengan Brandon. Kalian harus putus sekarang juga sebelum terlambat”

 “Maksudmu aku harus putus dengan Brandon dan putus asa melihat kebahagiaanmu dengan Roy!!!”pekikku dalam hati. Ah, andai Yani tahu perasaanku pada Roy, apakah Yani juga bersedia berpisah dari Roy dan memilihku.

“Aku mengatakan semua ini demi kebahagiaanmu,Mi. Sebagai teman aku tak akan membiarkan temanku dalam keadaan bahaya”

“Jika benar perhatian sama aku,kenapa nggak ikut aja ? Daripada liburan nggak ada kegiatan mending ikut my trip “

Seulas senyuman kemenangan kuukir diwajah. Ayo, Yan buktikan ucapanmu itu . Yani gelagapan ,tak menyangka akan dapat tawaran yang tak masuk akal baginya.

“Ogah ah. Mending di suruh berkebun sama ibu daripada capek-capek urus yang gituan”

“Oh jadi gitu. Terbukti kamu bukan teman yang baik. Ada disaat senang-senang aja. Kalau susah bakal menjauh”

“Nggak gitu juga kali. Ingatkan dulu aku nemenanin kamu diam-diam ngikutin Kak Dinda”

“Kanapa sekarang nggak mau ikut. Apa karena sudah ada Roy? “

“E..em”

“Aku paham kok ,Yan. Roy telah membuat hari-harimu lebih indah dan bermakna . Jadi apa aku salah berjuang untuk bahagia seperti kamu”

Perkataanku seakan menohok jantung Yani hingga Ia terdiam beribu bahasa.

“Baiklah aku pulang dulu. Doakan aku dan Kak Dinda selamat di sana”

Yani langsung memegang tanganku.

“Maafin aku,Mi. Jujur aku mengkuatirkan mu. Namun jika ini adalah yang terbaik, aku akan mendukung”

“Aku tahu koq ,Yan.Kamu teman aku satu-satunya yang paling baik”

Kami berpelukan. Tak terasa air mata kami tumpah tak berbendung.  Begitu juga dengan Yani yang menghapus air mata di pipinya saat kami melepaskan pelukan.

“Tapi janji kamu bakal hati-hati disana. Jika ada apa-apa langsung hubungi aku. Dan kalau si Boy Dillan mulai mencakar dengan cakaran buayanya ,tak perlu nunggu waktu lama untuk laporin Dia ke polisi”

“Iya..iya laksanakan komandan,”kataku memberi salam hormat.

 

Bersambung...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
loh kok dah tamat saja.... ceritanya gantung.
Rezanazwa Rezanazwa
lama kli lanjutannya min🤔
MARY DICE: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Handayani
ah senang nya hatiku.....
Handayani
seperti makan buah simalakama....
Handayani
hehehe ibunya Yani lucu...tapi kan benar yang dikatakan kak Dinda.... gimana lagi itu urusan hati nggak bisa dipaksakan...(dilema)
Handayani
Benar lebih baik, jujur daripada lama2 tambah tersakiti.....
Handayani
keren....
Handayani
Alhamdulillah ya kak Dinda ada teman yang care ,jadi sedikit meringankan beban....salut
Amalia Zamena
jadi ikut terharu... semoga ayah dari UPIK sadar
Handayani
jangan 2 ayah Upik adalah ROY teman mereka
Amalia Zamena: Maaf thour salah,BOY aku kira Roy.. hehehe
total 1 replies
Yoko Yunita
kok critanya gak berlanjut yaa
delissaa
Dukungan 🌷 sudah mendarat ya Ka semangat terus 💪
delissaa
aku mampir ka saling dukung yuk langsung aku fav semangat ya ❤️
Mia Puspita
lanjut ya thor karakter mia di cerita kamu jadi nyata nih minta buat diterusin hehe😄
marlia xavier
kutunggu lanjutannya ya thor...
Arsyi Kumia
up lagi Thor😭
RN
like tertinggal kk slm totok pembangkit
Awin Istifaiyah
Up
Awin Istifaiyah
Suka sama jalan ceritanya 👍
Asima Sitanggang
hayu donk di lanjut..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!