NovelToon NovelToon
Goresan Takdir

Goresan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Dikhianati oleh pria yang sangat ia cintai demi sebuah tahta, membuat Ningmas Danastri Kartawidjaja benar-benar terluka.
Dibawah aturan keluarga, Raden Dwipa Soeradiningrat, tak bisa berbuat apa-apa demi tahta sebagai pewaris dari Trah Soeradiningrat. Ia bahkan harus kehilangan Ningmas Danastri yang sangat ia cintai.
Namun, takdir justru membawa Ningmas Danastri ke arah yang tak disangka-sangka. Karena keterpurukannya, ia justru tanpa sadar menghabiskan malam dengan pria yang memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya.
Selain itu, satu persatu rahasia dua Trah (Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja) yang tak pernah akur pun terbuka. Hal yang menyebabkan dua generasi terakhir selalu bersitegang itu, ternyata karena ada masa lalu yang masih belum selesai.
Bagaimanakah kelanjutan hidup Ningmas Danastri Kartawidjaja?
Akankah ia jatuh cinta pada orang yang tepat?
Apakah rahasia masa lalu dari dua keluarga yang masih belum tuntas?
Simak terus keseruan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Duda Hot

"Mas memangnya sudah bicara dengan Ibu, kalau Sasa mau disekolahkan di sekolah umum?" Tanya Astri.

"Sudah, Dek Ayu." Jawab Raden Daksa.

Mereka sedang bersiap untuk pergi ke Perusahaan masing-masing. Namun, sebelum itu, mereka akan datang ke salah satu sekolah yang direkomendasikan oleh beberapa teman untuk Sasmaya.

"Ibu ndak marah?" Tanya Astri.

"Tentu awalnya gak setuju. Tapi, sudah Mas beri pengertian." Jawab Raden Daksa.

"Lalu?" Tanya Astri yang bisa menebak kelanjutannya.

"Ya masih belum setuju. Tapi Mas akan tetap menyekolahkan Sasa ke sekolah biasa." Kata Raden Daksa, sesuai dengan prediksi Astri.

"Mas, aku cuma takut, nantinya Ibu akan menuduhku menghasut Mas untuk menyekolahkan Sasa di sekolah biasa." Kata Astri.

"Memang kenapa? Kamu Ibunya sekarang. Kamu juga berhak untuk memberikan yang terbaik untuk Sasa. Lagi pula, Sasa yang meminta, bukan kita yang memaksa." Jelas Raden Daksa.

Astri hanya menghela nafas. Ia tau pasti akan dijadikan sasaran oleh Ibu mertuanya. Tapi, mau bagai mana lagi? Memang seperti itulah perangai ibu mertuanya.

"Ini rumah tangga kita, Dek Ayu. Yang berhak mengatur rumah tangga ini adalah kita sendiri. Gak perlu dengarkan apa kata orang luar yang gak sejurus dengan pemikiran kita." Ujar Raden Daksa dengan lembut.

"Mas percaya denganmu. Kamu pasti mau memberikan yang terbaik untuk Mas dan Sasa. Jadi, jangan ragu untuk melakukan hal yang terbaik dari versimu." Imbuh Raden Daksa.

Kata-kata suaminya itu, terasa begitu melegakan bagi Astri. Ia menjadi lebih percaya diri untuk menjadi Ratu di rumahnya ini.

"Matur suwun, karena sudah percaya denganku, Mas." Ucap Astri.

"Sami-sami, Sayangku." Jawab Raden Daksa yang sudah tak canggung lagi mengungkapkan cintanya melalui panggilan-panggilan sayang.

"Dek, parfum yang kemarin malam mas pakai, mana?" Tanya Raden Daksa.

"Sepertinya masih di tasku, Mas." Jawab Astri.

"Mas mau pakai?" Tanyanya kemudian.

"Iya. Wanginya terasa lebih nyaman." Jawab Raden Daksa.

Astri segera mengambilkan parfum yang dipakai Raden Daksa saat acara jamuan makan malam. Setelah itu, ia menyemprotkan parfum itu di beberapa titik tubuh Raden Daksa.

Astri kemudian merapikan tatanan rambut Raden Daksa. Ia juga kembali memastikan jika kemeja yang dikenakan suaminya itu sudah rapi.

"Sudah rapi." Ujar Astri sambil tersenyum.

"Matur suwun, Sayang." Ucap Raden Daksa yang diakhiri dengan mengecup dahi Astri.

Mereka berdua kemudian keluar dari kamar untuk sarapan bersama. Raden Daksa langsung menuju ke meja makan, sementara Astri menghampiri putrinya yang ada di kamar.

"Bunda..."

"Dalem, Nak." Jawab Astri.

"Sasa mau main ke rumah Mbah Uti, boleh atau tidak? Sasa mau main dengan Mbah Uti, Mbah Kung dan Om Tirta. Kemarin malam kan Sasa gak sempat main dengan Mbah Uti." Tanya Sasmaya dengan hati-hati.

"Kalau Bunda, ya tentu boleh. Tapi, kita minta izin sama Ayah dulu ya, Nduk." Jawab Astri yang tak bisa memberikan keputusan.

Sasmaya mengangguk mengerti. Dengan semangat, ia menghampiri Ayahnya yang sudah menunggu di meja makan.

"Ayah... Ayah..." Panggil Sasmaya yang sudah berdiri di sebelah Ayahnya.

"Dalem, Nduk." Jawab Raden Daksa. Ia meletakkan ponselnya dan memfokuskan perhatiannya pada Sasmaya.

"Sasa mau main ke rumah Mbah Uti, boleh tidak, Ayah?" Tanya Sasmaya.

"Ke rumah Mbah Uti?" Tanya Raden Daksa untuk memperjelas.

"Iya, Ayah. Ke rumah Bunda yang lama. Tempat Ayah dan Bunda menikah." Jawab Sasmaya yang memperjelas tempat tujuannya.

"Memangnya Ayah lupa, rumah Mbah Uti dan Mbah Kung?" Tanya Sasmaya yang justru membuat Astri dan Raden Daksa tertawa.

"Enggak lah, Nak. Ayah gak lupa rumah mertua Ayah." Jawab Raden Daksa.

"Boleh ya, Ayah..." Pinta Sasmaya dengan penuh permohonan.

"Memangnya Sasa sudah membuat janji dengan Mbah Uti? Kalau Mbah Uti gak ada di rumah, bagaimana?" Ujar Raden Daksa.

Mendengar itu, Sasmaya langsung menatap ke arah Astri yang sedang mengambilkan nasi, lauk dan sayur untuk suaminya.

"Bunda, boleh tidak telfon Mbah Uti. Sasa mau membuat janji dengan Mbah Uti." Lirih Sasmaya.

"Kita sarapan dulu, ya. Setelah itu baru telfon Mbah Uti." Kata Astri yang dijawab anggukan setuju oleh Sasmaya.

Setelah selesai sarapan dan membuat janji, mereka kemudian berangkat menuju ke calon sekolah baru Sasmaya terlebih dulu.

Sasmaya tampak senang saat melihat sekolah barunya. Ia langsung bergabung dengan beberapa orang anak yang sedang bermain di taman bermain.

"Ibu benar gak keberatan kalau Sasa disana, Dek Ayu?" Tanya Raden Daksa. Ia masih merasa sungkan jika Sasa 'dititipkan' disana.

"Ndak apa-apa, Mas. Ibu justru senang karena ada yang menemani di rumah. Lagi pula, ada Sus Sari bersama Sasa." Jawab Astri yang meyakinkan.

"Yasudah kalau begitu. Biar Gareng standby denganmu saja. Mas hari ini full di Perusahaan." Kata Raden Daksa.

"Harusnya tadi aku bawa mobil saja, Mas." Ujar Astri.

"Enggak, Sayang. Mas sudah carikan supir untukmu. Jangan menyupir mobil sendiri, Mas khawatir. Besok, supir pribadimu mulai bekerja." Ujar Raden Daksa.

"Kapan Mas carikan supir? Siapa orangnya?" Tanya Astri dengan tatapan bingung.

"Mas memang sudah mencarikanmu supir beberapa hari sebelum kita menikah. Sepupu Rama yang akan menjadi supir pribadimu. Namanya Yekti." Jawab Raden Daksa.

"Perempuan, Mas?" Tanya Astri yang dijawab anggukan oleh Raden Daksa.

"Dia pandai bela diri. Jadi bisa menjagamu juga." Ujar Raden Daksa.

Astri sendiri hanya mengangguk dengan patuh. Ia tak ingin menolak kebaikan suaminya yang ingin membuatnya merasa nyaman.

...****************...

"Mbak Astri....." Seru Gendis sambil menghampiri dan memeluk Astri.

"Kangen banget sama pengantin baru ini. Akhirnya, bisa ke Perusahaan juga." Ujar Gendis.

"Kamu ini, kayak lama ndak ketemu saja. Baru kemarin kita zoom meeting." Kekeh Astri.

"Beda, Mbak. Aku kan selalu rindu kalau lama gak lihat Mbak Astri di Perusahaan. Biasanya setiap hari lihat Mbak Astri di Perusahaan, waktu gak lihat Mbak Astri, rasanya sepi banget." Kekeh Gendis yang menular pada Astri.

"Gimana, Mbak? Keponakanku sudah jadi belum?" Tanya Gendis dengan tatapan menggoda.

"Sudah itu, satu. Usia tiga tahun." Jawab Astri.

"Bukan Sasmaya. Maksudku keponakan dari sini. Adiknya Sasmaya." Kata Gendis sambil mengusap perut Astri.

"Ngawur kamu ini, Ndis! Baru satu minggu menikah, kok mau langsung hamil saja." Sahut Astri.

"Lho! Siapa tau sudah jadi." Kata Gendis.

"Raden Daksa gak mungkin santai kan, Mbak? Katanya, duda hot kalau sudah menikah lagi, pasti akan seperti balas dendam 'permainannya' itu." Kata Gendis lagi.

"Astaghfirullah. Anak gadis kok pikirannya udah traveling kemana-mana." Kata Astri sambil menyentil dahi Gendis.

"Kan kata orang-orang, Mbak." Ujar Gendis.

"Eh! Tapi bener gak, Mbak?" Tanya Gendis kemudian.

"Nikah sama duda hot, kalau mau tau jawabannya." Sahut Astri yang terkekeh sambil berjalan meninggalkan Gendis.

1
Nur Wakidah
Dwipa apa Serayu 😒😒😒
kan wong 2 kui podo2 ne , , ,
Ayunda
walah kok Yo culas y di Dwipa Dwipa itu
Rahmawati
masa sih ini ulah raden dwipa,, kl bener dia sudah keterlaluan tdk mau menerima kenyataan
citraalief
lah.. mbok yo jujur ae too🤦‍♀️ takut ketauan ma orang laen terus laporan ke pasangannya beda😬
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dwipa kek bocah. maen serang dari belakang. pengecut
This Is Me
Parah kelakuan Dwipa kalau benar ini ulahnya😤😤
Santi Seminar
panas membara
Fisca vis vis
novel ini bnyak adegan mantap2nya 🤣, mngkin karna raden daksa pak duda sndiri di bnding tokoh novel yg lain jdi dibuat beda 🤣🤣🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
novel yang ini lebih byk adetan mantap2nya dr yang sebelum nya. pasangan hp mereka.
Rahmawati
hareudang hareudang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Ealah, kenapa gini terus adrgannya
This Is Me
Jadi kepikiran, apakah Yg dikandung istrinya itu anak Dwipa?
🤔🤔
ika
Peh ...
othor kie...🤣😄
Sukarti Wijaya
cuaca sudah panas tambah panas...🤭😄🤣
Intan Nurwulan
Hareudang gini ka othor,,jdi pengen honeymoon lg😂😍
citraalief
fanasss oeyyyy.... fanasss...🤣🤣🤣 maternuwun Kak sampun up seng puanass... puanassss🥰🙏
Reni Setia
hot hot haredang 😄😄
citraalief
😘 Semangat Up Kakk👍🙏💪
Nur Wakidah
pasangan teruwuuuuu😍😍😍😄😄😄
Rahmawati
itulah rasa iri timbul karna ketidakadilan, , tambah lope lope deh sama raden daksa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!