Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sombong di tempat yang salah.
*Aula istana*
"Hormat kami, Ratu."
pangeran dan putri kerajaan Qing memberi hormat dengan nada sinis dan sombong.
"Apa kiranya yang membuat para petinggi ataupun utusan kerajaan Qing ke kerajaan Xangui?" tanya Chang-yu.
Pangeran Qun-Rong menatap sosok Ratu yang terkenal sangat dingin dan tidak lama ini ditinggal oleh sang Kaisar meninggal. Sosok yang sorot matanya begitu tajam dengan kata-kata yang tajam pula.
"Kami ke kerajaan ini karena kami ingin melihat dan memantau situasi kerajaan ini, sebagai kerajaan tetangga kami ingin melihat apakah kerajaan Xangui layak menjadi bagian dari kerajaan Qing." sahut Putri Xania.
Semua orang yang ada di ruang aula mereka saling menatap satu sama lain, tiba-tiba beberapa kalimat langsung meluncur dari mulut para menteri kerajaan Xangui.
'Menjadi bagian dari kerajaan Qing?' itulah kalimat yang terucap dari mulut para menteri.
"Apa maksud utusan kerajaan Qing mengatakan itu? apa maksudnya dengan memantau situasi kerajaan Xangui dan pantasnya kerajaan ini menjadi bagian dari kerajaan Qing?" tanya menteri Mang-di.
Kalimat yang terucap dari mulut Putri Xania langsung memicu amarah menteri Mang-di.
"Mohon ampun Ratu, bukan maksud dari hamba mengatakan hal itu, adik hamba masih mudah dan kata-katanya masih belum tertata dengan baik." kata pangeran Qun-rong.
"Tidak pantas sekali bagi anggota kerajaan untuk meremehkan kerajaan lain di tempat mereka, apakah kalian ingin memprovokasi atau kalian ingin menyerang kami secara langsung?!" seru menteri Yu-xin.
Chang-yu mengangkat tangannya. "Tenanglah, menteri." pintanya.
"Terima kasih atas pengertian Yang mulia Ratu." pangeran Qun-Rong menundukkan kepalanya.
"Karena utusan kerajaan Qing sudah sampai di kerajaan ini, maka aku akan mempersilahkan para utusan untuk menginap di kerajaan Xangui." kata Chang-yu.
Para menteri yang ada di ruangan itu nampak tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Chang-yu, mereka nampak sangat kesal dengan kedatangan orang-orang dari kerajaan Qing, mereka begitu sombong dan menganggap kerajaan Xangui lemah di hadapan mereka.
"Prajurit, antar utusan kerajaan Qing ke paviliun tamu." perintah Chang-yu.
"Baik, Yang mulia." jawab prajurit.
"Ternyata Ratu kerajaan Xangui benar-benar sangat menawan." gumam pangeran Bong Guan.
"Sorot matanya sangat tajam, lebih tajam dari serigala." gumam pangeran Qun-rong yang terpesona.
"Wanita ini sok cantik." gumam putri Xania yang terus mengejek Chang-yu.
Prajurit itu mengantarkan rombongan kerajaan Qing.
Setelah rombongan kerajaan Qing pergi, para menteri sayap kanan dan kiri langsung meminta penjelasan kepada Chang-yu.
"Jelaskan kepada kami, apa yang sebenarnya terjadi? sebenarnya apa yang Yang mulia rencanakan hingga Yang mulia Ratu mengijinkan utusan kerajaan Qing masuk ke kerajaan ini?" tanya menteri Mang-di.
"Benar sekali Yang mulia, kenapa utusan kerajaan Qing dibiarkan masuk ke kerajaan Xangui. Mereka adalah orang-orang jahat yang terus berusaha untuk menjatuhkan kerajaan ini, jika mereka dibiarkan di kerajaan ini kami yakin mereka akan merencanakan rencana jahat." sahut menteri Yu-xin.
Baru kali ini menteri sayap kanan dan menteri sayap kiri sedikit kompak, mereka terus menanyakan mengenai situasi yang terjadi. alasan Chang-yu membiarkan orang-orang kerajaan Qing tinggal di kerajaan Xangui.
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku mempunyai alasan untuk membiarkan mereka tetap berada di kerajaan ini. Anggap saja mereka memakan umpan yang tidak pernah kita berikan namun mereka sengaja datang untuk masuk ke jebakan kita." jawab Chang-yu.
"Maksud yang mulia?" tanya menteri Mang-di.
"Kalian bisa lihat sendiri kan bagaimana sifat dari keturunan kaisar kerajaan Qing, mereka tidak mempunyai sopan santun sama sekali. mereka sangat sombong dan menganggap kita ini kerajaan bawahan mereka." jawab Chang-yu.
"Sebenarnya apa yang direncanakan oleh wanita ini? melihat senyumnya yang begitu licik itu aku yakin dia mempunyai rencana yang sangat menakutkan. Saat ini aku tidak boleh melawannya, posisiku sudah sangat berbahaya. Jika sampai aku menentangnya maka kekuasaanku akan lenyap." gumam menteri Wang Ji-bai.
"Maksud Yang mulia kita akan membuat utusan kerajaan Qing masuk tanpa bisa keluar?" tanya menteri Jang-suk.
"Wanita ini benar-benar sangat menakutkan, bahkan sorot matanya dan otaknya Yang licik itu membuat aku tidak berani mengeluarkan pendapat. Jika sampai para menteri sayap kiri menekan, makan hasilnya akan hancur lebur." gumam menteri Ji-xan.
"Kalian tenanglah, rencana ini akan berjalan dengan sangat bagus, lagi pula mereka sudah masuk kemari jadi kita buat mereka tidak bisa keluar." jawab Chang-yu yang kemudian pergi meninggalkan aula istana.
"Yang mulia Ratu benar-benar tidak bisa ditebak apa isi pikirannya, Aku kira dia akan takut dengan kedatangan para utusan kerajaan Qing. Tapi malah dia membuat rencana yang sangat menakutkan seperti ini." gumam jenderal Fu.
"Sudahlah, kalian kembalilah ke tempat kalian masing-masing, aku benar-benar harus beristirahat hari ini." kata Chang-yu yang membuat para menteri akhirnya bubar.
Ketika jenderal Fu hendak pergi Chang-yu meminta Jenderal untuk berbicara dengannya mengenai permasalahan kerajaan. "Memangnya apa yang sedang yang mulia pikirkan?" tanya Jenderal Fu.
"Menurut Jenderal, apakah rencana ini akan berjalan baik?" tanya Chang-yu.
Jenderal Fu sedikit menghela nafasnya. "Yang mulia Ratu mempunyai rencana yang tidak pernah dipikirkan oleh siapapun, kita akan tinggal menunggu apa yang akan mereka lakukan." jawab Jenderal Fu.
"Mereka benar-benar sombong, mereka sombong di tempat yang salah." ucap Chang-yu yang kemudian tersenyum.
Jenderal Fu membalas senyuman Chang-yu, pria itu jantungnya tiba-tiba berdebar begitu kencang, dia tidak berani menatap Chang-yu. Jenderal Fu hanya menganggukkan kepalanya sembari menyeruput teh yang sudah tersaji, dia harus segera menetralkan jantungnya dan menghindari tatapan mata Chang-yu yang benar-benar membuatnya kebingungan.
"Yang mulia Ratu." panggil Yura.
"Ada apa, Yura?" tanya Chang-yu.
"Yang mulia, pangeran Qun-rong ingin bertemu dengan yang mulia Ratu." jawab Yura.
"Pangeran Qun-Rong?" tanya Chang-yu yang bingung karena dia bukanlah tipe orang yang suka menghafal nama-nama musuhnya.
"Dia adalah pangeran dari kerajaan Qing." lanjut Jenderal Fu.
"Ada apa pria itu ingin bertemu denganku? aku bilang saja kalau aku tidak ingin bertemu dengan pangeran kerajaan Qing." jawab Chang-yu.
"Baik yang mulia." jawab Yura yang kemudian keluar dari paviliun ratu dan memberitahu pangeran Qun-rong kalau Chang-yu tidak bisa menemuinya saat ini karena sedang sibuk dengan urusan kerajaan.
"Kenapa yang mulia tidak ingin bertemu denganku?" tanya Qun-rong.
"Yang mulia Ratu sedang sibuk memeriksa urusan kerajaan, jadi lebih baik pangeran kembali ke tempat pangeran." jawab Yura.
"Tapi aku ingin sekali berbicara dengan yang mulia Ratu, apakah besok yang mulia Ratu bisa berbicara denganku?" tanya pangeran Qun-rong yang bersikukuh, dia terus berusaha untuk mendekati Chang-yu.
"Nanti akan aku sampaikan kepada yang mulia Ratu, lebih baik pangeran sekarang kembali ke tempat pangeran." pinta Yura.
Pangeran Qun-Rong akhirnya kembali ke paviliun tamu, hari ini pria itu gagal untuk bertemu dengan Chang-yu, pangeran Qun-rong tidak akan pernah menyerah begitu saja, pandangan pertama dia langsung jatuh hati kepada Chang-yu. "Aku pasti akan mendapatkan wanita itu, aku pasti akan menjadikannya istriku." ujarnya.
*bersambung*