NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Bertahun-tahun setelah sebuah pembantaian menghapus keluarga Black Rose dari dunia mafia, Elena kembali dengan identitas sebagai seorang pelayan.

Tidak seorang pun tahu siapa dirinya atau alasan sebenarnya ia memasuki keluarga Bianchi.

Namun, putra pertama keluarga Bianchi, Leon mulai mencurigai wanita itu. Kebiasaan aneh dan tato yang wanita itu miliki, membangkitkan potongan ingatan dari masa lalu yang tidak pernah bisa ia pahami.

Sampai sebuah kesalahpahaman memaksa mereka untuk menikah.

Leon melihat kesempatan untuk mengawasi Elena lebih dekat. Sementara Elena menerima pernikahan itu demi satu tujuan yaitu membalas dendam.

Dua orang dengan tujuan tersembunyi terikat dalam satu pernikahan.

Dan, tanpa mereka sadari, pernikahan itu akan membuka rahasia yang menghubungkan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Victor Dengan Sosok Misterius

Di tempat lain, Victor Bianchi baru saja memasuki sebuah restoran mewah di pusat kota.

Langkahnya terdengar tenang, tetapi sorot matanya terus bergerak mengawasi keadaan sekitar. Restoran itu sengaja dipilih karena memiliki ruangan privat di bagian belakang, jauh dari pandangan para tamu.

Saat Victor berhenti, seorang pelayan segera menghampirinya.

"Tuan Victor," sapanya.

Victor menatap pria itu lalu, mengangguk pelan.

"Meja sudah disiapkan, Tuan. Mari, saya antar."

Victor mengikuti pelayan tersebut hingga berhenti di depan sebuah pintu kayu berwarna gelap. Pelayan itu mengetuk pintu tiga kali, sebelum membukanya.

Victor melangkah masuk. Sementara, pelayan di belakangnya kembali menutup pintu.

Ia berhenti sejenak. Tatapannya langsung tertuju pada seorang pria yang sudah duduk menunggunya.

Pria itu memakai jas hitam panjang dan, duduk santai sambil memutar gelas berisi minuman di tangannya.

"Duduklah, Victor."

Suara berat itu membuat Victor kembali melangkah. Lalu, ia menarik kursi di seberang pria tersebut dan duduk.

"Apa yang ingin kau bicarakan?"

Sosok itu terkekeh pelan. "Seperti biasa. Langsung pada intinya."

Pria itu mengangkat pandangan. "Bagaimana perkembangan The Raven?"

Victor menarik napas pelan. "Semua berjalan sesuai rencana. Wilayah kami semakin luas. Anggota bertambah, dan beberapa perusahaan besar mulai memilih bekerja sama dengan kami."

"Beberapa?" ulang pria itu dengan suara rendah. "Itu bukan jawaban yang ingin aku dengar."

Pria itu meletakkan gelasnya di atas meja. "Dua puluh tahun lalu, The Raven hanyalah organisasi kecil yang bahkan nyaris tidak diperhitungkan. Sekarang, namanya disegani banyak orang."

Tatapan pria itu menajam. "Jangan pernah lupa siapa yang membuat semua itu menjadi seperti sekarang."

Jari-jari Victor mengepal di bawah meja. Tapi, wajahnya tetap berusaha tenang.

"Aku tidak pernah melupakan bantuanmu," ucap Victor.

"Bagus." Sosok itu bersandar santai. "Karena, tanpa aku, The Raven tidak akan pernah menjadi seperti sekarang."

Hening.

Victor tahu betul maksud di balik kalimat itu. Ia juga tahu bahwa pria di hadapannya bukan seseorang yang boleh dianggap remeh.

"Dan, ada satu hal lagi," lanjut pria tersebut dengan suara yang berubah lebih rendah. "Tentang rahasia dua puluh tahun yang lalu.... Pastikan rahasia itu tetap terkubur."

Tatapan keduanya bertemu. "Tidak ada seorang pun yang boleh mengetahui apa yang sebenarnya terjadi malam itu."

Victor menelan ludah. Tubuhnya menegang.

"Termasuk orang-orang terdekatmu dan, juga keluargamu sendiri."

Mendengar kata keluarga, wajah Victor berubah. Tangannya mengepal erat. "Bagaimana ini? Aku sudah menceritakan semuanya pada Daniel," batin Victor gemetar.

Pria itu tersenyum tipis. "Jangan khawatir. Aku tidak berniat menyentuh mereka. Selama kau tidak mengkhianati ku."

Nada suaranya terdengar begitu tenang, tetapi justru terdengar lebih dari sekedar mengancam.

"Kau tenang saja, aku tidak akan memberitahu siapapun," ucap Victor.

Pria itu tersenyum miring. "Aku harap, juga begitu, Victor. Tapi sayangnya, aku mendapat laporan jika ada yang mengawasi Demon."

Victor melebarkan kedua matanya. "A-apa?"

"Demon mengirim pesan, ia merasa di awasi. Tapi, saat anggotanya mengecek sekitar, tidak ada yang mencurigakan," seru pria itu.

"Mu-mungkin, itu semua hanya salah paham. Atau mungkin, dia hanya terlalu waspada saja," ucap Victor.

"Ya, semoga saja. Bagaimanapun juga, kau yang memegang dokumen itu. Jika kau berani berkhianat, Victor, aku akan memastikan keluarga Bianchi kehilangan semuanya."

Victor menatapnya tanpa berkedip.

"Bisnis, kekuasaan, nama besar..." Sosok itu sedikit mencondongkan tubuhnya. "Dan jika diperlukan… nyawa kalian."

Ruangan seketika terasa jauh lebih dingin.

Victor mengepalkan tangannya semakin kuat. Tapi, pada akhirnya ia menundukkan kepala.

"Aku mengerti."

"Bagus."

Pria itu berdiri. Tapi, sebelum meninggalkan ruangan, ia berhenti sejenak di samping Victor.

"Jaga The Raven tetap berada di jalannya." Ia menepuk bahu Victor pelan. "Dan, jangan pernah mencoba menggali kembali masa lalu."

Victor mengangguk patuh. "Ba-baik."

Setelah itu, sosok pria itu berjalan keluar tanpa menoleh lagi.

Pintu tertutup. Suara langkahnya perlahan menghilang di balik lorong restoran.

Victor masih duduk diam. Beberapa detik kemudian, tangannya yang sejak tadi berada di bawah meja mengepal erat dan menggebrak meja.

BRAKH!

Urat-urat di punggung tangannya terlihat menonjol. Rahangnya mengeras. Tatapannya berubah penuh amarah.

"Bajingan!"

Selama bertahun-tahun, ia sudah membangun The Raven menjadi organisasi yang disegani. Ia memiliki kekuasaan, uang, pengaruh, dan orang-orang yang siap mematuhi perintahnya.

Tapi, saat di hadapan pria itu, Victor tetap tidak lebih dari seseorang yang harus patuh.

Semua yang ia miliki, seolah bukan benar-benar miliknya.

Ia masih terikat pada masa lalu. Terikat pada sebuah rahasia yang sudah dikubur selama dua puluh tahun.

Dan, yang paling membuatnya muak adalah kenyataan bahwa satu-satunya orang yang mengetahui seluruh kebenaran itu masih memegang kendali atas hidupnya.

Victor mengangkat kepalanya perlahan. Sorot matanya dipenuhi kebencian.

"Suatu hari nanti, aku akan terbebas darimu. Aku tidak akan tunduk padamu lagi."

1
Kustri
lanjuuuut thor
Kustri
kau terlalu cerdik el, beli brg" lelang dgn uang hasil nyuri
disinilah jackson dibunuh
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ky x kau el🤣🤣🤣
Kustri
eumm... seberapa kaya kau elena🤔🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Duit hasil nyolong/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kustri
nyogok pkai☕ biar crazyup🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Applaud//Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kok bs
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Bisa/Grin/
total 1 replies
Kustri
kasian emily dong jd tersangka
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tenang aja, Aman😌
total 1 replies
Kustri
jgn bilang penari itu elena ya thor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Yessss, jempol untuk kakak👍🏻
total 1 replies
sakura
...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn blg itu el
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Yeesss!!
total 1 replies
diga pues
lagi☻️
diga pues
hukum dia☻️
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
leon moga km tau kbnrn ny jg
🇦 🇵 🇷 🇾👎
marco pa kah itu kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
xan msik trjg... trs np gk lgsg cr tau taik
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Serangan dadakan. gak sempet 🤧
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
uda mulai curiga dgn seorg🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!