NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata CEO" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31.

Namun, bukan Bu Retno namanya, jika akan semudah itu percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Karena baginya Nyonya Kirana dan Kahiyang adalah dua orang yang statusnya sangat rendah di matanya.

"Nggak mungkin, pasti mereka sudah kongkalikong sebelumnya dengan pegawai salon ini!" sergahnya dengan wajah mengeras.

Cantika yang masih merasa tidak terima ikut mengangguk. “Iya, Bu. Mana mungkin mereka member VIP di sini?”

Mendengar ucapan Bu Retno dan Cantika yang masih saja keras kepala serta sulit menerima kenyataan, manajer salon yang berdiri tak jauh dari situ pun seketika mengernyitkan keningnya. Wajah ramahnya berubah menjadi serius dan sedikit tersinggung mendengar tuduhan sembarangan itu.

"Maaf, Bu. Di tempat kami, profesionalitas adalah harga mati. Kami sangat mengenali siapa saja pelanggan setia kami, apalagi anggota VIP utama seperti Nyonya Kirana," ujarnya dengan mimik serius.

"Beliau sudah menjadi pelanggan kami jauh sebelum salon ini sebesar sekarang. Tidak ada istilah kongkalikong atau sandiwara di sini. Ibu sebaiknya hati-hati berbicara, karena tuduhan Anda ini, bisa merugikan nama baik kami dan juga Nyonya Kirana sendiri," lanjutnya menegaskan.

Bu Retno terdiam. Meski ucapan manajer salon cukup membuatnya terpojok, ia masih belum sepenuhnya percaya. Dalam hati, ia terus mencari alasan untuk membantah penjelasan tersebut. Baginya, tetap saja sulit menerima kenyataan bahwa Nyonya Kirana dan Kahiyang bisa mendapatkan perlakuan istimewa di salon itu.

Cantika yang berdiri di sampingnya pun ikut terdiam, meski raut wajahnya masih menunjukkan ketidakpuasan.

Namun, sebelum keduanya kembali menyampaikan sanggahan, Nyonya Kirana yang sedari tadi diam kini berbalik badan perlahan. Tatapannya langsung tertuju pada Bu Retno dan Cantika, tajam tetapi tetap tenang dan berwibawa.

"Masih belum percaya, ya?" tanya Nyonya Kirana pelan. "Memang sulit bagi orang-orang yang hanya bisa menilai sesuatu dari luarnya saja."

"Tapi itu tidak penting, kalian mau percaya atau tidak. Karena kami nggak butuh validasi untuk dianggap sebagai orang mampu," sambungnya tegas, suaranya terdengar menusuk di telinga Bu Retno dan Cantika.

Kemudian Nyonya Kirana mendekat satu langkah membuat ibu dan anak itu tanpa sadar mundur selangkah ke belakang.

"Kalian bilang kami tak pantas ada di tempat mewah ini, tapi lihatlah kenyataannya... kami justru disambut layaknya tuan rumah di sini. Sementara kalian...?"

Nyonya besar Rafsanjani itu tersenyum miring lalu memperhatikan sekeliling. "Siapakah yang sebenarnya tidak pantas berada di sini?"

Bu Retno menelan ludah, kerongkongannya terasa kering. Ia ingin membantah untuk mencari alasan lain, tetapi lidahnya terasa kelu. Semua perkataannya tadi kini berbalik menampar dirinya sendiri dengan sangat keras.

"Satu lagi...kalian ini keluarga dekat Kahiyang, seharusnya kalian mendukung dan menghargainya. Tapi yang kalian lakukan justru ingin selalu menjatuhkannya," ucapnya seraya menunjuk ke wajah Cantika dan Bu Retno.

"Kalian pikir dengan merendahkan menantuku, derajat kalian akan naik? Salah besar... karena kalian malah terlihat sangat rendah dan tidak berharga di mata semua orang!" Kata-kata Nyonya Kirana begitu dingin seolah ingin menegaskan bahwa Kahiyang adalah seseorang yang begitu istimewa bagi keluarganya.

Cantika dan Bu Retno diam terpaku dengan muka merah padam. Kedua tangan mereka mengepal kuat di sisi tubuh.

Nyonya Kirana menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis tak lagi mempedulikan mereka berdua. Ia kembali berbalik menghadap Kahiyang yang sedari tadi hanya diam menyaksikan dengan perasaan campur aduk—antara sedih, terharu, dan bangga memiliki ibu mertua sehebat ini.

"Ayo, Sayang. Kita masuk," ucap Nyonya Kirana lembut sambil menggenggam tangan menantunya dengan erat dan hangat. “Jangan pikirkan ucapan mereka. Hari ini kamu harus menikmati waktu bersenang-senang.”

"Dan ingat selalu... bagi kami kamu sangatlah berharga, jauh lebih berharga daripada apa pun yang ada di dunia ini. Dan siapa saja yang menyakitimu maka akan berhadapan dengan kami!" ujarnya meyakinkan.

Kahiyang mengangguk mantap, menatap wajah ibu mertuanya dengan mata berkaca-kaca penuh rasa sayang dan hormat. Ia meremas balik tangan itu, mengikuti langkah Nyonya Kirana masuk ke dalam ruangan VIP yang mewah, dingin, dan nyaman. Di sana, segala fasilitas terbaik sudah disiapkan khusus untuk mereka berdua.

Di dalam ruang VIP, suasana perlahan kembali hangat. Kahiyang duduk nyaman sementara seorang terapis mulai menyiapkan peralatan perawatan.

Nyonya Kirana duduk di sampingnya sambil tersenyum. “Nah, sekarang jangan pikirkan kejadian tadi lagi. Santai saja.”

Kahiyang mengangguk. “Iya, Ma.”

“Kalau ada perawatan lain yang kamu inginkan, bilang sama Mama. Jangan sungkan,” ujar Nyonya Kirana lagi sambil menepuk lembut tangan menantunya.

Kahiyang tersenyum. “Mama benar-benar memanjakan aku hari ini.”

“Memangnya kenapa? Mama senang melihatmu bahagia.” Nyonya Kirana terkekeh kecil. “Lagian, nanti kalau Sultan melihat istrinya makin cantik, pasti dia akan semakin bucin sama kamu.”

Kahiyang langsung tersipu malu hingga pipinya bersemu merah. “Mama ini ada-ada saja.”

Selanjutnya mereka pun mulai menikmati perawatan sambil terus berbincang ringan.

“Ma...” panggil Kahiyang pelan.

“Hmm?” Nyonya Kirana menoleh.

“Terima kasih sudah mengajakku bersenang-senang hari ini. Aku benar-benar merasa lebih baik.”

Nyonya Kirana tersenyum puas. “Nah, itu yang mama mau. Mama ingin kamu pulang dengan hati yang lebih ringan.”

Kahiyang mengangguk sambil tersenyum.

...

Sementara itu, Bu Retno dan Cantika masih bergeming di tempatnya. Beberapa pengunjung lain yang menyaksikan kejadian itu kini memandang mereka dengan pandangan merendahkan, seolah berkata, "Rasain tuh, sekarang baru kena batunya."

Bu Retno akhirnya menarik napas panjang. Ia merasa tidak nyaman dengan tatapan orang-orang di sekitarnya.

“Sudahlah, Cantika. Kita pulang saja,” ajaknya dengan suara pelan.

Cantika mengangguk tanpa banyak bicara. Mereka pun segera berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.

Namun, baru beberapa langkah, Cantika berhenti. Pandangannya kembali tertuju pada pintu ruang VIP tempat Kahiyang dan Nyonya Kirana masuk.

“Bu...” gumamnya pelan.

“Apa?” Bu Retno menoleh.

Cantika mengepalkan tangan. “Aku masih nggak terima, Bu. Kenapa Kahiyang bisa hidup semewah itu setelah menikah? Bahkan ibu mertuanya kelihatan sangat menyayanginya.”

Bu Retno ikut menatap pintu tersebut. Rasa kesal di wajahnya kembali muncul. “Jangan khawatir. Kita cari tahu siapa sebenarnya keluarga suaminya,” jawabnya dengan suara rendah.

“Maksud Ibu?” tanya Cantika seraya menoleh ke arah ibunya.

“Selama ini kita cuma tahu Kahiyang menikah dengan laki-laki bernama Rafa si pemuda culun itu. Kita nggak pernah tahu siapa keluarganya.” Bu Retno menyipitkan mata. “Kalau memang keluarganya sekaya itu, untuk apa dia pura-pura miskin seperti itu? Pasti ada sesuatu yang disembunyikan.”

Cantika terdiam. Ia mulai memikirkan perkataan ibunya. Semakin dipikirkan, rasa penasaran dan iri di dalam hatinya justru semakin besar. Begitu pula dengan Bu Retno. Keduanya berencana ingin mencari tahu siapa sebenarnya keluarga pria yang telah menjadi suami Kahiyang.

1
Agunk Setyawan
ntar kalo Udah tau semaput lagi🤣🤣
Agunk Setyawan: pinsan mom🤣
total 2 replies
Oma Gavin
makanya punya mulut jgn lemes banget sekarang kicep
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biasalah itu😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
baru aja minum obat ya? 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin😂
total 1 replies
vj'z tri
loh kok tumben pinter /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terpaksa
total 1 replies
vj'z tri
wahhh saran w ambil pacul terus gali lubang kubur Lo sekarang /Hammer/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
vj'z tri
bukan anda salah bukan nenek moyang tapi suami moyang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
vj'z tri
ayo mami bikin huru hara biar ada yg kejang kejang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/kompor nya meleduk beneran
Nar Sih
beruntung nya kmu ayang punya suami seperti rafka
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pengin dong
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah semua udah terselesaikan masalah di kantor, sekarang tinggal nunggu resepsi pernikahan mereka...
lanjuut thor
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
Nar Sih
sdh tenang sekarang kerja nya ya ayang,anton atasan yg jht sdh tertangkap
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kasian kamu Anton kali ini salah pilih mangsa 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo😂
total 1 replies
Patrick Khan
kaget kan kau anton🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!