"Dia hanya orang asing di zebra cross."
Kataku dulu.
Sampai 3 hari kemudian aku melihat wajahnya di TikTok.
Dengan caption: "Duke termuda Spanyol. CEO. Milyader."
Gila. Yang nolongin aku nyebrang itu... orang sekaya itu?!
Aku Bintang. 17 tahun. Ketua kelas. Calon dokter.
Dia Mateo. 25 tahun. Duke. Orang yang bahkan tidak seharusnya aku temui.
Pertemuan kami singkat. 10 detik.
Tapi kenapa rasanya seperti sudah mengenal selama 10 tahun?
Cinta tidak akan kemana-mana pertemuan singkat itu membawa cinta pada diriku hingga suatu hari kami bertemu dan menikah tetapi perang terjadi dan negara itu merdeka dan kami gugur setelah nya
kami di akui dan di kenang oleh warga warga sebagai pahlawan dan cinta kita melukiskan sejarah manapun.
pencipta, penulis, penerbit, pengarang: bintang_nrl28 star.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari yang Manis
𝗞𝗲𝗲𝘀𝗼𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗠𝗮𝘁𝗲𝗼 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗸 𝗕𝗶𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗸𝗲 𝗺𝗮𝗹𝗹 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗯𝗮𝗷𝘂 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝘁𝗶𝗻.
Saat menemukan toko nya aku dan Mateo langsung memasuki, kami di sambut oleh banyak pelayan tokonya, banyak baju-baju yang bagus-bagus tetapi mungkin harganya mahal untuk orang yang hidup nya sederhana seperti diriku.
Pelayan 1 mendekati dan berkata "ingin mencari baju model apa nona? " tanya nya, lalu aku bingung dan menoleh kepada Mateo, pelayan yang melihat wajah Mateo langsung terkejut karena yang dia layani adalah seorang Duke, lalu pelayan itu menunduk dan menyapa dengan hormat, lalu Mateo berkata dengan nada datar "adakah baju pasangan untuk nikahan? " tanya nya, lalu pelayan itu bergegas menunjukkan baju nikah berpasangan.
"Sayang, itu baju nya bagus, tapi baju perempuan nya agak terbuka, aku tidak suka, bagaimana kalau yang lengan panjang tertutup sedikit? " tanya nya, lalu aku mengangguk setuju.
Lalu pelayan menunjukkan yang lengan panjang dan mewah, Mateo setuju sekali, lalu aku juga.
Pelayan lain yang berada di kasir berbisik "itu cewek nya dokter yang terkenal tau, cantik juga, setara! " bisik mereka, aku mengetahuinya karena telinga ku selalu mendengar bisikan orang, dan aku langsung tersenyum.
"Coba pakai dulu sama kamu, muat tidak! " perintah Mateo, lalu aku langsung berjalan dengan pelayan ke ruang ganti, dan Mateo duduk di sofa memainkan ponselnya dengan santai.
𝘋𝘪 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪...
"Pakai ini baju dulu non! " ucap pelayan itu, lalu aku mengikuti langkah-langkah yang dia bicarakan, hingga akhirnya selesai, lalu pelayan itu memegang pita besar, "untuk apa itu? " tanya ku, lalu pelayan itu menjawab "ini di taruh di belakang pinggang nona, biar keliatan imut dan anggun! " ucap pelayan itu, lalu aku menuruti nya.
Saat selesai aku keluar dari ruang pengganti, rok baju nya sangat besar dan mengembang seperti seorang putri, lalu ketika aku keluar dan Mateo langsung melihat ku dan pelayan lain juga, lalu Mateo menatap ku tanpa berkedip, ponsel yang ia pegang langsung terjatuh ke meja, dan pelayan-pelayan yang lain langsung bengong, aku langsung tidak pede, lalu Mateo mendekati ku dan berkata "cantik sekali sayang.. Kamu bidadari atau manusia? " ucapnya, lalu aku malu dan menjawab "manusia lah! " ucapku, muka ku me merah karena malu dan salah tingkah.
"J-jelek ya... Tidak pantas... " ucapku sambil gugup, lalu ia mengelus pipi ku dengan lengannya, "sayang dengarkan, kamu itu cantik di mata aku dan di mata semua orang, kamu cantik lebih dari sekedar apapun! " ucapnya dengan lembut tapi ada sedikit nada tegas, lalu aku langsung tersenyum.
Pelayan-pelayan di kasir langsung menepuk tangan, "cantik banget sumpah...!!!!! " seru mereka, lalu aku tertawa pelan, dan Mateo melirik lalu tersenyum tipis dan kembali kepadaku, "Pitanya lucu sekali, pantes sama kamu, sekarang setuju gaun nya ini? " tanya nya sambil merapihkan rambutku yang tergerai, dan aku mengangguk "iya aku setuju sayang! " ucapku, lalu ia mengangguk.
Lalu aku ke ruang ganti lagi untuk membuka gaun tersebut, setelah itu Mateo melakukan pembayaran.
"𝘐𝘯𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘸𝘢 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘪? " 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘯𝘺𝘢, 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 "𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘸𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯! " 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘯𝘺𝘢, 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘔𝘢𝘵𝘦𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘬 𝘱𝘢𝘩𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢 "𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘸𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 8 𝘔𝘢𝘳𝘦𝘵! " 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘔𝘢𝘵𝘦𝘰, 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘬 𝘱𝘢𝘩𝘢𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵.
Saat aku mendekati obrolan itu selesai, lalu Mateo melingkari pinggang ku dengan 1 tangan, lalu kami berjalan keluar.
"Mau beli apa? " ucap Mateo, lalu aku melirik toko ice cream, "aku mau ice cream! " ucapku, lalu Mateo membawaku ke toko ice cream.
Lalu aku memilih ice cream sementara Mateo duduk di sofa, tiba-tiba pelayan laki-laki yang di kasir lalu menyapaku, pandangan nya seperti berbeda, seperti orang yang menyukai ku, lalu aku gugup dan membalas sapaan itu, lalu dia bertanya "kamu cantik sekali, belum nikah kan? Bagaimana jika dengan ku.. Aku bisa memberimu cinta yang dalam! " ucapnya sambil menggoda, pelayan perempuan yang di sampingnya melihat tatapan Mateo, lalu menepuk pelayan laki-laki itu.
Mateo Langsung mendekati ku dan berdiri di belakang ku "ini tunangan saya, mengapa anda seperti itu?! " ucapnya dengan nada tegas, pelayan laki-laki langsung menoleh dan membeku "y-yang mulia... Maafkan aku, aku tidak tau..." gugup dan ketakutan, lalu pelayan perempuan menghindar.
"T-tapi ini tidak mungkin... " ucapnya, lalu Mateo mengambil tangan kanan bintang, menunjukkan cincin yang berada di jari tengah dan artinya tunangan, lalu pelayan itu makin membeku.
"Kamu bisa memberinya cinta? Sedangkan saya bisa memberinya semua yang dia mau. " ucap nya dengan nada tegas.
Aku terdiam, lalu Mateo langsung mengubah ekspresi nya menjadi lembut di depan ku "sudah jadi kah ice cream nya, sayang? " tanya nya dengan lembut, aku menoleh dan berkata "ini mau jadi! " ucapku, lalu Mateo mengusap kepalaku dengan lembut.
Pelayan perempuan langsung memberikan ku ice cream dan Mateo membayarnya menggunakan blackcard, pelayan laki-laki yang melihat kartu itu langsung malu karena dia tidak pantas untuk memperebutkan bintang.
Setelah itu Mateo langsung membawaku keluar, aku makan ice cream di sepanjang jalan di mall, Mateo langsung meminta ice cream tersebut lalu aku suapin, dan dia langsung memakan ice cream itu "enak sekali manis! " ucapnya, lalu aku mengangguk setuju "iya benar manis! " ucapku, lalu Mateo tersenyum dan berkata "kayak kamu manis! " ucapnya, lalu aku menoleh dan muka ku me merah karena salah tingkah, lalu aku berkata "apaan sih! " ucapku sambil buang muka, lalu tiba-tiba Mateo mencium pipi ku dengan singkat dan berkata "jangan buang muka, nanti aku cium lagi! " ucapnya, lalu aku langsung malu.
"Besok kita belanja perhiasan! " ucapnya, lau aku terkejut dan berkata "jangan... Kamu udah banyak pengeluaran! " ucapku dengan nada khawatir, lalu ia tersenyum dan berkata "uang aku tidak akan habis sayang, tenang saja, aku sudah pernah bilang bahwa aku bakal membahagiakan kamu dan melindungi kamu, paham?! " ucapnya dengan lembut tapi ada ketegasan di dalamnya, lalu aku tersenyum dan berkata "paham! ".
" Yasudah ayuk pulang! " ajak Mateo, lalu aku mengangguk bersemangat setuju, kami ke parkiran mobil lalu setelah masuk ke dalam mobil, Mateo menyetir mobil dengan sangat hati-hati, dan kami pulang.
Mateo mengantarkan ku pulang, saat di perjalanan aku di izinkan untuk bermain ponselnya, lalu aku mengecek semua aplikasi dan pesan-pesan yang masuk, lalu setelah itu aku mendownload game, dan aku bermain game di ponsel nya.
Setelah itu mobil berhenti dan tiba di depan rumahku, lalu aku turun dan Mateo izin langsung pulang, dan aku mengangguk dan dia pun pulang.