NovelToon NovelToon
Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

“Aku tidak akan menceraikanmu, Tiara.”

Haikal mengucapkan kalimat itu tanpa sedikit pun keraguan.

“Dan aku mengizinkanmu tetap tinggal di rumah ini.”

Air mata Tiara mulai mengalir lagi.

“Tapi, izinkan aku untuk menikah lagi.”

Tiara menatap pria yang selama ini menjadi tempatnya menggantungkan seluruh hidup. Pria yang baru saja ia kira akan menerima kekurangannya yang divonis mandul oleh Dokter.

Ternyata, Haikal hanya tidak ingin kehilangan istrinya. Ia ingin mempertahankan Tiara sebagai istri pertama sekaligus mengambil wanita lain sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sore hari, Intan akhirnya datang menjenguk Rumi di rumah sakit.

Di tangannya ada satu kantong plastik berisi bubur ayam dan beberapa kotak buah-buahan yang dibelinya dalam perjalanan. Wajahnya terlihat sedikit masam ketika memasuki kamar rawat inap.

Rumi yang sedang berbaring langsung menoleh.

“Intan?”

“Iya, Bu.” Intan meletakkan bubur dan buah di atas meja. “Aku bawakan makanan.”

Rumi menatap makanan itu sekilas, lalu tersenyum tipis.

“Terima kasih, Nak. Kau sudah repot-repot datang.”

“Tidak apa-apa.”

Intan duduk di kursi dekat tempat tidur. Namun, bukannya menanyakan keadaan Rumi, ia justru melihat jam tangannya.

“Jangan lama-lama di rumah sakit, ya, Bu. Aku tidak ada waktu untuk bolak-balik menjengukmu.”

Suasana kamar mendadak hening.

Haikal yang sejak tadi berdiri di sisi tempat tidur langsung menatap istrinya dengan tajam.

“Intan!”

“Apa?” Intan mengangkat wajah.

“Kau bicara yang sopan kepada Ibu!”

“Aku memang bicara apa?”

“Cara bicaramu itu!”

Intan mengembuskan napas panjang. Sejak beberapa hari terakhir, ia merasa Haikal terlalu sering membela Rumi. Setiap kali dirinya mengeluh, Haikal selalu mengatakan bahwa ia harus lebih sabar terhadap ibunya.

“Bela saja ibumu terus, Mas!”

Rumi langsung memejamkan mata.

“Intan,” tegur Haikal.

“Kenapa?” Intan semakin kesal. “Wanita itu memang merepotkan. Suka mengatur dan terlalu banyak menyuruhku. Melakukan ini lah, melakukan itu lah. Aku harus memasak, harus membereskan rumah, harus menyiapkan makanan. Bahkan ketika aku mau keluar bertemu teman-teman, Ibu selalu bertanya aku mau ke mana.”

“Itu karena Ibu hanya ingin kamu belajar menjadi istri yang baik!”

“Aku tidak perlu diajari terus-menerus!”

“Cukup!”

Suara Rumi akhirnya terdengar.

Wanita tua itu membuka mata dan menatap keduanya dengan wajah lelah.

“Sudah. Jangan bertengkar kalian berdua. Kalian membuat kepalaku bertambah pusing.”

Haikal terdiam.

Intan memalingkan wajah.

Rumi menarik napas panjang.

“Lebih baik kalian berdua pulang saja. Biar Ibu ditemani perawat malam ini.”

Haikal terlihat tidak enak hati.

“Tapi, Bu—”

“Pulanglah. Ibu ingin istirahat.”

Intan justru berdiri lebih dulu.

“Nah, lihat itu, Mas. Dia mengusir kita. Lebih baik kita pulang saja!”

“Intan, jangan bicara seperti itu.”

“Sudahlah!”

Intan mengambil tasnya lalu berjalan keluar kamar.

Haikal akhirnya terpaksa mengikuti istrinya.

Mereka berjalan menuju area parkir dalam diam. Begitu sampai di gerbang rumah sakit, Intan tiba-tiba menggandeng tangan Haikal dan menariknya agar segera berjalan.

Namun, baru beberapa langkah, Haikal berhenti.

Tangannya perlahan melepaskan gandengan Intan.

Intan menoleh.

“Kenapa berhenti?”

Haikal menatapnya dalam-dalam.

“Kenapa kau berubah setelah menikah denganku?”

Pertanyaan itu membuat Intan terdiam.

“Berubah bagaimana?”

“Dulu kau tidak seperti ini.”

Haikal menghela napas.

“Dulu kau begitu manis. Begitu lembut. Kau selalu bicara dengan sopan. Bahkan ketika Ibu memintamu melakukan sesuatu, kau tidak pernah mengeluh.”

Intan mulai gelisah.

“Sekarang sedikit-sedikit kau marah. Sedikit-sedikit kau merasa terganggu.”

“Mas—”

“Kenapa, Intan?”

Haikal melangkah mendekat.

“Apa karena sekarang kau sudah mendapatkan rumah dan mobil dariku?”

Jantung Intan berdegup lebih cepat.

Ia sama sekali tidak menyangka Haikal akan menyinggung hal itu.

Namun, ia segera tertawa kecil untuk menutupi kepanikannya.

“Tidak kok, Sayang.”

“Lalu?”

Intan memegang perutnya.

“Aku hanya sedang PMS.”

“PMS?”

“Iya.” Intan mengangguk cepat. “Perutku sakit. Mood-ku naik turun. Bawaannya ingin marah-marah terus.”

Haikal masih menatapnya dengan curiga.

“Benarkah?”

“Benar.”

Intan tersenyum, meskipun jelas terlihat dipaksakan.

“Jangan terlalu dipikirkan. Aku memang sedang tidak enak badan.”

Ia kemudian menunjuk mobil yang terparkir di depan.

“Kamu pulang sendiri saja. Kamu bawa mobil, kan?”

Haikal terdiam.

“Kalau tidak, aku pesankan taksi.”

Belum sempat Haikal menjawab, Intan sudah berbalik.

“Intan!”

Wanita itu tidak menoleh.

Ia berjalan cepat meninggalkan Haikal tanpa berkata sepatah kata pun.

Haikal hanya berdiri mematung di dekat gerbang rumah sakit.

Tatapannya mengikuti punggung istrinya yang semakin menjauh.

Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Dulu, sebelum menikah, Intan selalu bisa membuatnya merasa menjadi pria paling dicintai di dunia. Senyumnya lembut. Kata-katanya selalu terdengar manis. Ia bahkan sering mengatakan bahwa dirinya akan menjadi istri yang selalu menuruti suami.

Namun, semua itu seolah berubah setelah pernikahan.

Haikal mengusap wajahnya.

“Mungkin benar dia sedang PMS,” gumamnya, berusaha meyakinkan diri sendiri.

Ia kemudian masuk ke dalam mobil.

 

Malam harinya, rumah terasa begitu sunyi.

Intan sudah masuk kamar sejak beberapa jam lalu. Ia bahkan tidak banyak berbicara kepada Haikal setelah mereka pulang.

Haikal duduk sendirian di ruang keluarga.

Entah mengapa, pikirannya justru kembali kepada masa lalu.

Kepada rumah yang dulu ditempatinya bersama Tiara.

Kepada wanita yang selalu menyambutnya ketika pulang.

Kepada makanan hangat yang selalu tersedia.

Kepada kopi yang bahkan sudah dibuat sebelum ia memintanya.

Dulu ia menganggap semua itu biasa.

Kini, ketika tidak lagi mendapatkannya, ia baru menyadari betapa banyak hal yang telah dilakukan Tiara untuknya.

Haikal meraih ponselnya.

Jarinya bergerak membuka daftar kontak.

Tanpa banyak berpikir, ia mencari satu nama.

Tiara.

Ia menatap nama itu beberapa detik.

Kemudian menekan tombol panggil.

Tuut...

Tuut...

Lalu terdengar suara operator.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Haikal mengernyit.

Ia mencoba sekali lagi.

Hasilnya sama.

“Tidak tersambung?”

Haikal mencoba untuk ketiga kalinya.

Tetap tidak bisa.

Ia mendengus kesal.

“Apa wanita itu memblokir nomorku?”

Rahangnya mengeras.

“Keterlaluan dia!”

Bersambung....

1
merry
knp gk mau ngerepotin haikal ajj tu 🤭🤭🤭cm haikal duduk di kursi roda susah jg si
Dokkan Battle
A.I ?
Dokkan Battle
NICE JA
Aretha Shanum
ko males y bca, ular kadut ga punya urat malu
Uyen Uyen
ini sih Haikal yang kelewat goblok, kenapa tidak dilaporkan saja ke polisi manusia benalu itu
Ma Em
Selamat untuk Tiara dan Permana sekarang Tiara sdh sah menjadi istri Permana , semoga langgeng pernikahan nya dan segera diberi momongan , untuk Haikal nikmati saja karma yg kamu terima itu balasan karena kamu sdh menyakiti wanita yg baik sabar dan setia meskipun Tiara selalu dihina dan tdk dianggap serta diperlakukan seperti babu dirumah mu .
sunaryati jarum
Intan lagi
sunaryati jarum
🙏
sunaryati jarum
Walaupun ada kebencian masih ada sisi kemanusiaan kamu,Tiara.Orang- orang sombong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantu dihina dan diinjak-injak , akhirnya dapat karma
sunaryati jarum
Kamu percaya Intan wanita ular yang mengingkari hartamu,maka memanipulasi hasil tes kesuburan Tiara.
sunaryati jarum
Haduh , sudah jatuh tertimpa tangga.Js
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 percaya dirimu patut diacungi jempol Haikal, sayang tidak sesuai dengan ekspektasi kamu
sunaryati jarum
Keputusan apa Haikal,kau hampir bangkrut,kan
sunaryati jarum
Memangnya Tiara mau kembali padamu?
sunaryati jarum
Nikmati kebodohan kamu , Haikal
sunaryati jarum
Untuk selingkuhannya mungkin, Haikal.Selamat menyesal telah membuang berlian dan memungut kerikil dari limbah busuk.
sunaryati jarum
Nikmati saja pilihan kamu Haikal,kamu ganti istri berapa kal pun mungkin ,nggak akan punya anak
Ma Em
Nikmati saja kan Intan istri pilih Hanum Haikal jadi jgn menyesal rasakan saja manis getirnya rumah tanggamu bersama Intan pilihanmu , semoga rencana pernikahan Tiara dgn Permana dilancarkan sampai hari H dan tdk ada gangguan .
sunaryati jarum
Syokoooor rasain, Haikal! Perempuan jika marah merusak perabotan atau apapun, alamat cepat kismin
sunaryati jarum
Kali ini usahamu akan gagal Intan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!