Xuan Han terbangun di dalam gua sembari mengingat kalimat tentang cinta. Ia hanya tahu namanya, tidak ada yang lain, kecuali kalimat itu.
Berbekal rasa penasaran tentang identitasnya ia mulai menelusuri hutan, bertemu para kultivator, hewan-hewan buas dan berbagi hal unik di dunia itu.
Perlahan-lahan ingatannya kembali pulih dan pada saat ia tahu jika kebenarannya menyakitkan, akankah ia mau menerimanya?
Ikuti perjalanannya yang memegangkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemampuan Meng Chahua
Namun tidak lama sembari mengamati aliran sungai, tiba-tiba Xiao Meimei mendongak. Tiba-tiba suara desingan pedang muncul. Bersamaan dengan itu, pohon yang kering itu hancur dan serpihannya berserakan. Xuan Han di sampingnya terkejut. Pedang terbang itu melesat ke arahnya.
Melihatnya, Xiao Meimei berdiri di depannya dan mengayunkan tangannya. Pedang dikirim ke depan. Kedua pedang beradu di atas sungai dan membuat suara ledakan, serta air sungai bergejolak kacau. Lalu kedua pedang itu hancur menjadi beberapa kepingan yang tersebar.
Xiao Meimei mengerutkan keningnya menatap ke depan. Perlahan-lahan seorang wanita bergaun merah muda berjalan tenang membawa seekor kucing yang tidur di dadanya. Melihatnya, gadis itu tanpa sadar bergumam, "Murid Istana Langit."
Xuan Han yang melihatnya tahu siapa wanita ini, ia juga terkejut mendengar ucapan Xiao Meimei. Murid Istana Langit? Sebelumnya ketika ia bertanya tentang itu, Meng Chahua menjawab tidak. Apakah ia berbohong waktu itu?
Namun walau berbohong atau tidak, sepertinya gadis itu datang dengan niat yang buruk.
Ia berhenti di permukaan sungai. Menatap ke depan. Lalu perlahan-lahan membelai kucing di tangannya. Mengerutkan kening menatap Xiao Meimei, lalu agak tersenyum saat melihat Xuan Han dan berkata tenang, "Lama tidak berjumpa, Saudara Han."
Xiao Meimei menatap heran Xuan Han. Pemuda itu juga memperlihatkan keterkejutan. Ia dipanggil saudara? Sejak kapan Meng Chahua yang dingin bisa seperti ini? Apakah ada maksud lainnya?
Gadis itu segera melompat dan beberapa kali kakinya menyentuh permukaan air. Ia melakukannya dengan mudah, bahkan tidak membuat kedua kakinya basah.
Dalam sekejap ia telah tiba di seberang dan menatap Xuan Han juga Xiao Meimei. Tatapannya dingin.
Xiao Meimei menatapnya tajam. Ia waspada dan bersiap-siap melakukan apa saja.
Meng Chahua mengangkat tangannya tinggi ke langit. Tangannya yang putih dan lembut itu menarik perhatian. Xuan Han memang selalu memuji kecantikannya, namun selama perjalanannya, hanya Meng Chahua yang tidak memperlihatkan kekuatan. Bagaimana kemampuannya? Itu membuatnya takut dan gadis ini juga tidak bisa diprediksi.
Melihatnya, Xiao Meimei mendengus. Tiba-tiba zither muncul dan ia mengayunkan kelima jarinya ke depan. Empat pedang melesat ke arah Meng Chahua.
Melihatnya, Meng Chahua sedikit memiringkan tangannya ke depan.
Saat itu Xiao Meimei sedikit menatapnya tajam. Xuan Han tidak tahu, tapi sepertinya Meng Chahua memang orang yang paling kuat di antara Wang Hao dan Nona Xie. Hanya dengan tangannya ia dapat menghentikan empat pedang yang melaju.
Pedang itu bergetar di udara dan berusaha masuk. Menatap Xiao Meimei, Meng Chahua berkata, "Aku kembalikan."
Ia melambaikan tangannya dan segera empat pedang itu berbalik melesat ke arah Xiao Meimei dan Xuan Han. Melihatnya, gadis itu segera mengangkat tangannya dan zither-nya melesat, memblokir keempat pedang itu. Lalu keempat pedang itu menghilang, dan zither-nya kembali.
Xiao Meimei menggertakan giginya, "Apa yang kamu inginkan?"
Meng Chahua memperhatikan Xuan Han sebentar. "Xuan Han, lama tidak berjumpa."
Tubuh Xuan Han mendadak terasa dingin. Dan ia ingat sebelumnya Meng Chahua memang terluka, sekarang sepertinya ia telah pulih. Apa yang akan dilakukannya? Apakah ia tahu ada pusaka di dalam tubuhnya?
Xuan Han menarik napasnya. "Nona Meng, apa yang akan kamu lakukan?"
Xiao Meimei bertanya penasaran, "Xuan Han, kamu mengenalnya?"
Xuan Han hanya bisa mengangguk.
Meng Chahua berkata dingin, "Ikutlah denganku."
Xuan Han sepertinya menebak apa yang akan terjadi. "Bagaimana jika aku tidak mau?"
"Aku akan memaksamu."
Xuan Han hanya bisa menghela napas. Lagi-lagi ia kesulitan membela diri.
"Nona Meng, apa yang kamu inginkan?"
Meng Chahua tidak menjawabnya. Namun segera Qi di seluruh tubuhnya merembes keluar. Tatapannya menjadi dingin. Xiao Meimei yang melihatnya segera waspada dan perlahan-lahan mengeluarkan Qi di tubuhnya.
Meng Chahua melambaikan tangannya, sepuluh pedang muncul. Perlahan-lahan aura dingin keluar dari sepuluh pedangnya. Itu seperti asap tipis yang muncul di rumput ketika cahaya matahari pagi menyentuhnya. Lalu bunga-bunga magnolia putih bermunculan di bilahnya dan tumbuh merambat di seluruh pedangnya.
Xuan Han tidak pernah melihat Meng Chahua melakukan ini, dan ini pertama kali ia melihatnya. Seberapa kuat gadis itu?
Dari tempatnya berdiri, ia merasa tubuhnya bergetar ketakutan. Ia tidak bisa mengontrol tubuhnya.
Sementara Xiao Meimei mengangkat tangannya dan zither-nya melayang-layang lalu diam di depannya. Empat pedang terbang di sekitarnya. Perlahan-lahan Qi kuning menyelimuti keempat pedangnya.
Saat Meng Chahua berkata hancur, segera sepuluh pedang itu melesat ke depan dengan sangat cepat.
Xiao Meimei mengayunkan tangannya ke depan memetik senar. Lalu tangan kirinya mulai memetik dengan lembut. Segera ujung empat pedang itu menyatu lalu seluruhnya berputar dan melesat ke depan. Itu perlahan-lahan menjadi sebuah pedang Qi kuning dengan panjang lima meter dan lebar tiga meter.
Segera pedang itu menabrak sepuluh pedang Meng Chahua hingga menimbulkan gelombang kejut dan mengacaukan riak air sungai.
Keduanya terlihat sengit, tapi tidak lama perlahan-lahan sepuluh pedang Meng Chahua mendominasi lalu mendorongnya.
Melihatnya, Xiao Meimei mempercepat pemetikan senarnya. Namun itu tidak banyak membantu; segera empat pedangnya patah, Xiao Meimei memuntahkan darah, sementara pedang Meng Chahua melesat ke arahnya. Ketika melihatnya, gadis itu terbelalak dan ingin melambaikan tangannya, tapi tiba-tiba cahaya kuning melesat, menghadang. Sepuluh pedang langsung menabraknya dan segera sepuluh pedang itu patah, tapi dari sana sepuluh ujung tanaman rambat segera melesat dengan bunga-bunga magnolia putih yang bermekaran melepaskan serbuk kuning ke udara.
Xiao Meimei dan Xuan Han tidak tahu harus melakukan apa, tapi segera seorang wanita bergaun kuning berdiri di depannya dan melemparkan jimat, segera kubah pelindung muncul, menghalangi sepuluh tanaman rambat itu.
Meng Chahua mengelus kucing di dadanya dan menatap tenang ke depan. Gadis itu nampaknya tidak terkejut dengan siapa yang baru datang.
Xiao Meimei yang melihatnya berseru, "Kakak Li!"