NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 7: Pesta Penyambutan

Lampu-lampu kristal raksasa memancarkan cahaya keemasan di Grand Ballroom Hotel Ritz-Carlton. Malam itu, karpet merah terhampar megah menyambut ratusan pebisnis papan atas, pejabat pemerintah, dan kalangan elit kota. Semua orang berkumpul untuk satu alasan: menghadiri pesta penyambutan CEO baru Adhitama Group.

​Di luar gedung, deretan mobil mewah mengular panjang. Di antara antrean kendaraan tersebut, sebuah sedan Mercedes-Benz hitam tampak sedikit melambat. Di dalamnya, Siska sedang sibuk merapikan gaun malam hitamnya yang penuh dengan hiasan payet berkilau. Di sampingnya,

Danang tampak gelisah, berulang kali merapikan dasi kupu-kupunya sambil memeriksa ponsel.

​"Nang, kamu yakin tiket undangan yang kita dapat ini valid?" tanya Siska dengan raut cemas.

"Ayah bilang, kalau sampai kita gagal ketemu sama CEO baru Adhitama malam ini, perusahaan keluarga kita benar-benar bisa gulung tikar minggu depan. Semua bank mendadak membekukan pinjaman!"

​"Tenang saja, Sis," sahut Danang berusaha tampil percaya diri, meski peluh dingin menetes di pelipisnya.

"Keluargaku harus membayar lima ratus juta di pasar gelap cuma buat dapat satu lembar undangan VIP ini. CEO baru itu masih muda dan rumornya sangat agresif di dunia bisnis. Begitu aku perkenalkan proyek kelautan keluarga kita, dia pasti tertarik."

​Danang menggenggam tangan Siska dengan erat.

"Malam ini, kita harus tampil sempurna. Setelah pesta ini selesai dan investasi kita aman, kita langsung tentukan tanggal pernikahan kita."

​Siska tersenyum lega, membayangkan masa depannya yang bergelimang harta bersama

Danang. Rasa bersalah atau ingatan tentang Rendy yang ia siram anggur dua hari lalu sama sekali tak berbekas di pikirannya. Bagi Siska, Rendy hanyalah kecelakaan kecil di masa lalu yang sudah tidak penting lagi.

​Begitu melangkah memasuki ballroom, mata Siska dan Danang dimanjakan oleh kemewahan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Seluruh pelayan mengenakan pakaian formal yang sangat rapi, menyajikan minuman anggur paling mahal dan hidangan berkelas dunia.

​"Luar biasa..." bisik Siska terkagum-kagum.

"Kekayaan keluarga Adhitama benar-benar tidak ada tandingannya."

​"Tentu saja," timpal Danang sombong. "Makanya, kalau kita bisa menempel pada CEO baru ini, posisi keluarga kita di kota ini tidak akan ada yang berani menggoyahkan."

​Namun, di tengah kemegahan itu, Siska mendadak merasakan gelombang kegelisahan yang aneh. Dadanya terasa sesak tanpa alasan yang jelas. Ia melirik ke sekeliling ruangan, merasa seolah ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya dari kejauhan dengan tatapan yang sangat dingin.

​"Ada apa, Sis?" tanya Danang menyadari perubahan raut wajah tunangannya.

​"E-nggak apa-apa, Nang. Cuma... mendadak perasaanku kurang enak," bisik Siska pelan.

​Ting! Ting! Ting! ​Suara dentingan gelas kristal membentur ruangan. Lampu utama ballroom yang tadinya terang benderang perlahan meredup, menyisakan lampu sorot (spotlight) putih yang mengarah tepat ke panggung utama di depan ruangan.

​Pak Irwan, dengan setelan jas abu-abu yang sangat berwibawa, melangkah naik ke panggung membawa mikrofon. Seluruh tamu undangan seketika menghentikan pembicaraan mereka. Suasana ballroom menjadi hening mencekam.

​"Selamat malam, Ladies and Gentlemen," suara Pak Irwan bergema melintasi pengeras suara bergengsi itu.

"Atas nama Adhitama Group, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anda sekalian. Dan malam ini, dengan bangga saya persembahkan untuk pertama kalinya ke hadapan publik...

Pemimpin Baru sekaligus Pewaris Tunggal Adhitama Group, Tuan Muda Rendy Adhitama!"

​Tepuk tangan riuh seketika membahana di seluruh ruangan. Siska dan Danang ikut bertepuk tangan dengan antusias di barisan depan, menjulurkan leher mereka penasaran ingin melihat sosok pria paling berpengaruh di kota itu.

​Dari balik tirai beludru merah di samping panggung, seorang pria tegap melangkah keluar menyongsong lampu sorot.

​Siska yang tadinya tersenyum lebar, mendadak membeku. Tepuk tangannya terhenti di udara.

Matanya membelalak sempurna menatap postur tubuh, gaya berjalan, dan profil wajah pria di atas panggung yang tampak begitu familiar baginya.

​Jantung Siska berdegup kencang secara tidak terkontrol. T-Tidak... Tidak mungkin... batinnya histeris.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!