NovelToon NovelToon
Harusnya Aku Yang Disana

Harusnya Aku Yang Disana

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Dua tahun menjalani hubungan rahasia (backstreet) dengan Dimas—pria matang keturunan darah biru—Kirana rela mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia melepaskan masa lalu, melawan restu keluarganya sendiri, hingga meruntuhkan tembok perbedaan besar demi menyamakan arah masa depan dan bersiap melangkah ke jalan yang sama dengan sang kekasih.
Namun, tepat di hari saat ia siap menyerahkan seluruh hidupnya, takdir menghempaskannya tanpa belas kasihan. Di sebuah gedung pesta yang megah, dunia Kirana seolah runtuh. Di atas pelaminan mewah, Dimas justru bersanding dengan wanita lain yang merupakan atasannya sendiri. Tanpa ada kata putus, tanpa perpisahan hangat. Kirana ditinggalkan begitu saja dalam kehampaan oleh pria yang berjanji menjadi kompas hidupnya.
Sanggupkah Kirana bertahan dan menemukan kembali jati dirinya setelah pengorbanan tulusnya diinjak-injak? Dan bagaimanakah takdir menjemput penyesalan terdalam sang lelaki darah biru tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keangkuhan Darah Wijaya dan Skakmat sang Mualaf

Istana megah keluarga besar Wijaya sore itu dilingkupi oleh hawa ketegangan yang teramat sangat pekat. Di dalam ruang keluarga yang dihiasi lampu kristal gantung dan interior mewah, suara tangisan histeris Ibu Ratna menggema tanpa henti. Dengan air mata yang menghapus riasan mahalnya, Ratna bersimpuh di dekat kursi kebesaran milik Ayah Dimas, mengadu dengan segala manipulasi fakta yang keji.

"Ayah... tolong Ratna, Ayah! Dimas sudah berubah total semenjak perempuan yang memeluk keyakinan baru itu pindah kota!" ratap Ibu Ratna dengan suara melengking parau, memegang ujung jubah rumahan Ayah Dimas. "Dimas berani membentak dan menghina Ratna di rumah kami sendiri! Dia menyebut Ratna pelakor! Dia membela perempuan gatel itu, Ayah! Padahal Ratna tahu kalau Kirana itu diam-diam masih merayu Dimas lewat belakang, makanya Dimas tidak pernah sudi menganggap Ratna sebagai istri sahnya! Hati Ratna tidak pernah tenang, Ayah!"

​Mendengar aduan menantunya yang membawa-bawa nama Kirana, wajah tua Ayah Dimas seketika berubah menjadi merah padam. Sepasang matanya yang tajam menyiratkan keangkuhan kasta dan otoritas absolut seorang kepala keluarga yang tidak boleh dibantah. Dadanya kian bergemuruh hebat, tersulut emosi tingkat tinggi. Dia merasa otoritasnya dicoreng karena perjodohan yang ia paksakan dengan ancaman nyawa tempo hari ternyata digoyang oleh bayang-bayang masa lalu Dimas.

"Kurang ajar! Perempuan itu benar-benar tidak tahu diri!" desis Ayah Dimas, memukul sandaran kursi kayunya dengan teramat keras. "Sudah untung dia tidak saya tuntut karena sempat mengacaukan pikiran anak saya, sekarang dia berani mengganggu rumah tangga anakku setelah memeluk keyakinan baru?! Benar-benar tidak punya harga diri!"

​Ibu Ratna diam-diam mengulas senyum kelicikan di balik tangisannya. Dia belum kapok walau sudah dipermalukan Kirana di depan ruko tempo hari. Kebutaan hatinya membuat Ratna ingin menggunakan tangan keluarga Wijaya untuk menggilas Kirana sampai hancur.

​"Lalu kita harus bagaimana, Ayah? Apakah kita harus mendatangi ruko konveksinya dan memberi perempuan itu pelajaran?" tanya Ratna memprovokasi.

​Ayah Dimas mendengus kasar, menolak mentah-mentah dengan keangkuhan setinggi langit. "Tidak! Saya tidak akan pernah sudi merendahkan harga diri dan kasta keluarga Wijaya dengan melangkah kaki mendatangi ruko kumuh milik perempuan kelas bawah seperti dia! Itu terlalu terhormat untuk ukuran perempuan seperti Kirana!"

​Ayah Dimas memutar pandangannya, menatap ke arah putra sulungnya—kakak laki-laki Dimas yang bernama Pramudya—yang sejak tadi duduk diam menyimak di sofa seberang. Pramudya adalah sosok pria yang berkarakter persis seperti ayahnya: kaku, arogan, merasa paling benar, dan menganggap status sosial adalah segalanya.

​"Pram! Ayah perintahkan kamu untuk mendatangi ruko perempuan itu sekarang juga!" perintah Ayah Dimas dengan suara bariton yang teramat tegas dan penuh penekanan. "Temui Kirana! Bicaralah secara tegas sebagai perwakilan keluarga besar Wijaya. Katakan pada perempuan itu untuk menjauhkan tangan dan pesonanya dari Dimas! Jangan biarkan dia merusak nama baik keluarga kita!"

​"Baik, Ayah. Serahkan urusan ini pada Pram. Pram akan memastikan perempuan itu tahu diri dan sadar di mana tempatnya berdiri," sahut Pramudya dengan senyuman tipis yang teramat sangat merendahkan, langsung bangkit berdiri dan merapikan jas formalnya.

Keesokan harinya, suasana di ruko konveksi busana ibadah premium milik Kirana sedang sangat teduh. Kirana baru saja selesai menunaikan ibadah pagi di dalam ruangan khusus. Wajahnya yang bersih tanpa sapuan riasan tampak memancarkan kedamaian batin yang teramat sangat anggun.

Dia sedang membantu Aisyah mengecek ulang kualitas benang rajut pada busana ibadah pesanan komunitas spiritual ketika tiba-tiba sebuah mobil sedan hitam mewah berpelat nomor ibu kota berhenti tepat di depan ruko.

​Pintu mobil terbuka, dan melangkah turun sosok Pramudya dengan langkah kaki yang teramat angkuh dan berwibawa tinggi. Dia melangkah masuk ke dalam ruko konveksi tanpa mengetuk pintu, memandang sekeliling ruangan dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh rasa jijik yang mendalam.

​"Yang namanya Kirana, yang mana?!" tanya Pramudya dengan suara lantang, ketus, dan teramat sangat kasar memotong ketenangan di dalam ruko.

​Aisyah langsung mengernyitkan dahi, emosinya seketika tersulut melihat kesopanan pria asing ini yang minus. "Maaf, Anda siapa ya?! Datang-datang tidak mengetuk pintu, tidak mengucap salam, malah berteriak-teriak tidak sopan?!"

​Pramudya mengabaikan Aisyah, sepasang matanya langsung mengunci sosok Kirana yang berdiri tenang di belakang meja kayu. "Kamu Kirana, kan? Mantan kekasih Dimas yang tidak tahu diri itu?"

​Mendengar kalimat pembuka yang teramat kurang ajar dan merendahkan itu, Kirana tidak terpancing emosi sedikit pun. Jiwanya yang sudah ditempa oleh hidayah Allah, tegak laksana karang. "Benar, saya Kirana. Dan Anda... siapa?"

"Saya Pramudya, kakak kandung dari Dimas Wijaya!" ucap Pramudya dengan dagu terangkat setinggi langit, memamerkan otoritas darah Wijaya di hadapan Kirana.

"Saya diutus langsung oleh Ayah saya untuk memperingatkan kamu, Kirana! Tolong, sadar diri! Kamu sudah memilih jalan keyakinan baru, tapi kenapa kelakuanmu murahan dengan terus-menerus menjadi pelakor pengganggu rumah tangga adik saya?! Gara-gara kamu merayu Dimas, adik saya berani membentak Istri sahnya dan tidak pulang ke rumah! Berapa harga yang kamu butuhkan agar kamu sudi berhenti mengemis perhatian dari adik saya, hah?!"

​Aisyah di samping Kirana sudah mengepalkan tangannya kuat-kuat, siap untuk memaki pria arogan di hadapan mereka. Namun, Kirana dengan sangat anggun menahan lengan Aisyah.

​Kirana menarik napas dalam-dalam, menatap lurus tepat ke dalam manik mata Pramudya dengan sepasang mata yang teramat jernih, dingin, sekaligus memancarkan wibawa tingkat dewa yang sanggup meruntuhkan keangkuhan pria di hadapannya.

​"Pramudya yang terhormat, kakak dari Mas Dimas yang agung," ucap Kirana, suaranya terdengar teramat sangat tenang, lambat, namun setiap kosakatanya laksana godam baja yang menghantam langsung ke ulu hati Pramudya.

"Sungguh, saya merasa terhormat dikunjungi oleh perwakilan keluarga Wijaya yang katanya terpandang dan berpendidikan tinggi."

​Pramudya bersedekap dada, mengira Kirana ketakutan dan mulai mengalah. "Bagus kalau kamu benar-benar paham—"

"Tapi maaf," potong Kirana dengan cepat, matanya kian tajam menghujam. "Melihat kedatangan Anda yang tanpa salam, tanpa etika, dan langsung memuntahkan fitnah keji tanpa bukti di ruko saya, saya jadi tersadar satu hal... Ternyata, kasta tertinggi dan harta melimpah milik keluarga Wijaya tidak otomatis bisa membeli yang namanya adab dan keluhuran budi!"

​Wajah Pramudya seketika langsung menegang kaku, tangannya yang bersedekap mendadak turun dengan tubuh yang bergetar menahan kejut.

"Anda sekeluarga kompak menuduh saya sebagai pelakor yang merayu Dimas? Demi Tuhan, silakan Anda ambil ponsel adikmu itu, periksa apakah ada satu saja huruf yang saya kirimkan untuknya! Adikmu... Dimas Wijaya, yang seperti orang gila meratap mengirim pesan rindu ke nomor saya karena dia tersiksa hidup di dalam neraka rumah tangga hasil paksaan ancaman bunuh diri ayahmu!" urai Kirana dengan intonasi yang teramat sangat berkelas tapi mematikan batin.​

Kirana melangkah maju satu tapak, tersenyum sinis yang teramat sangat agung.

"Dan mengenai tuduhan Ibu Ratna... sampaikan pada wanita perebut itu, harga diri saya sebagai seorang yang memeluk keyakinan baru teramat sangat mahal untuk mengemis pada suami orang lain! Jika keluarga Wijaya merasa terhormat, tolong didik adikmu agar berhenti mengemis cinta pada wanita yang sudah membuangnya ke tempat sampah! Jadi sekarang, Pramudya... silakan angkat kakimu yang angkuh itu dari ruko saya, sebelum wibawa mahal saya membuatmu pulang dengan menanggung malu yang jauh lebih besar daripada yang dibawa oleh Ibu Ratna kemarin!"

1
falea sezi
🤣🤣 nenek tua gatel
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
iya ini keputusan yang besar,Kirana tidak cerita ke keluarga
pasti ada kekecewaan disitu ,wajar sih kalau mereka marah
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ayahnya Dimas udah berjuang untuk membalas Ratna
malahan Ratna lebih peduli kehilangan Dimas,kalau ayahnya Dimas koid,Dimas bebas haha,dsar otak nya 😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas korban keegoisan keluarga tapi Kirana ga ada hubungannya malahan kena juga karena dimas
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas Dimas sadar Kirana udah bukan hak mu lagi weh
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga ada otak😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keluarga kaya tapi minim adab😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna itu emang ga ada sadar dirinya
dia yang salah tapi tidak mau disalahkan
hasil merebut itu ga awet bu, inget umur
kamu wanita kaya ,mandiri knp harus merebut hak orang lain. percuma hartamu😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna ga sadar diri banget
udah merebut malahan dia merasa korban😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
itu hasil yang kalian tanam sndri
kan bisa dibicarakan baik" ,kalian sudah mendzolimi kirana
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
wkwkwk Ratna itu hasil kerja kerasmu itu merebut hak yang awalnya bukan milikmu
rasakan akibatnya sendiri
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
mau alasan kaya apa aja
setidaknya harus ada omongan, Ratna juga ksian hasil merampas itu ga akan tenang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga tau masa lalu
kalau kamu itu seorang yang tau agama
tidak akua menawarkan nikah siri ,padahal baru 3hari
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Kirana Tuhan tau kamu kuat makanya diksh cobaan ini
ayo tetap semangat
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
penyesalan emang diakhir kirana
tapi semoga ini bisa jadi pelajaran buat kamu iya
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
anjay Dimas lebih memilih menikah dengan Ratna secara diam diam
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ceritanya bagus
cinta beda agama apakah mereka akan bahagia
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas udah banyak alasan ini
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
demi Dimas dia rela ninggalin agamanya iya😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
pst ada sesuatu sama Dimas itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!