NovelToon NovelToon
Di Bawah Sepatu, Di Atas Tahta

Di Bawah Sepatu, Di Atas Tahta

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di balik sapu yang digenggamnya, Bagas menyimpan kecerdasan yang tak pernah disadari siapa pun. Ia pun diam-diam memendam rasa pada Naya, wanita yang dunianya terasa sejauh langit dan bumi darinya. Dihimpit kemiskinan dan biaya pengobatan ibu yang mahal, ia bertekad mengubah setiap informasi yang didengarnya menjadi jalan keluar. Cintanya yang tulus perlahan meluluhkan hati Naya, meski harus berhadapan dengan penghinaan, saingan licik, dan larangan tegas orang tua. Saat segalanya tampak mustahil dan terhalang tembok kasta tinggi, Bagas pergi membangun kerajaan bisnisnya sendiri dari nol. Ia kembali bukan lagi sebagai OB yang diremehkan, melainkan pengusaha sukses yang membuat semua orang terdiam kagum. Bukti nyata bahwa kesabaran dan ketajaman akal mampu mengangkat derajat setinggi langit. Akhirnya, ia bersanding dengan pujaan hati, hidup bahagia, dan membuktikan bahwa nasib buruk bisa diubah menjadi kemewahan yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Menjadi Pengusaha Muda & Persaingan Baru

Dua tahun berlalu dalam sekejap mata, membawa perubahan besar yang tak pernah terbayangkan oleh Bagas saat pertama kali menginjakkan kaki di kota itu dengan tas ransel sederhana dan modal nyali semata. Kini, nama Bagas bukan lagi sekadar nama pendatang yang dulu sering dipandang sebelah mata. Ia telah menjelma menjadi sosok pemimpin PT Mitra Sejahtera, sebuah perusahaan distribusi barang yang pertumbuhannya menjadi sorotan banyak kalangan. Dari awalnya hanya menyewa satu gudang kecil dan mengandalkan satu dua kendaraan pinjaman, kini ia memiliki jaringan yang tersebar di beberapa wilayah, gudang penyimpanan yang luas dan berstandar baik, puluhan unit armada pengangkut sendiri, serta ratusan mitra usaha kecil dan menengah yang menggantungkan kelangsungan hidup mereka pada kerja sama yang adil dan jujur.

Namun seiring dengan melesatnya kesuksesan dan meluasnya jangkauan pasar, tantangan yang dihadapi pun berubah total. Jika dulu musuh utamanya hanyalah Dimas dan jaringan usaha lokal yang sempit, kini lawan yang harus ia hadapi jauh lebih besar, lebih kuat, dan memiliki sumber daya yang tak terbatas. Lawannya adalah perusahaan-perusahaan raksasa nasional yang sudah puluhan tahun menguasai jalur perdagangan di wilayah itu. Mereka merasa posisi dan keuntungan yang selama ini mereka nikmati tanpa gangguan perlahan tergerus oleh kehadiran Mitra Sejahtera. Gaya usaha Bagas yang menawarkan harga lebih wajar, kualitas terjamin, dan pembagian keuntungan yang adil bagi pedagang kecil membuat banyak pelanggan setia perusahaan besar itu mulai beralih haluan.

Tidak terima dengan keadaan itu, perusahaan-perusahaan raksasa itu mulai melancarkan serangan dengan cara yang jauh lebih halus, terstruktur, dan berbahaya dibandingkan ancaman fisik atau sabotase barang seperti yang dilakukan Dimas dulu. Mereka bermain di jalur hukum, birokrasi, dan opini publik. Berbagai tuduhan mulai bermunculan secara bertahap: ada yang menuduh Bagas melakukan praktik persaingan tidak sehat demi menjatuhkan harga, ada yang menyebarkan isu bahwa ia menyogok pejabat daerah agar mendapatkan izin usaha dengan mudah, bahkan ada yang memutarbalikkan fakta hingga menuduh operasional perusahaannya merusak lingkungan sekitar dan mengganggu kenyamanan warga. Isu-isu ini disebarkan secara masif melalui media massa, media sosial, dan lingkaran birokrasi dengan tujuan tunggal, meruntuhkan nama baik Bagas dan menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaannya.

Di tengah badai fitnah dan tuduhan itu, Bagas tetap berdiri tegak dengan kepala dingin dan hati yang tenang. Ia tidak terpancing emosi untuk membalas dengan cara yang sama kotornya. Suatu sore di ruang kerjanya yang rapi dan sederhana, ia duduk bersama tim manajemen dan penasihat hukum, menatap berkas-berkas tuduhan yang masuk sambil tersenyum tipis.

“Kita harus paham satu hal,” ucap Bagas dengan suara tegas namun tenang, “Mereka menyerang kita bukan karena kita melakukan kesalahan, tapi justru karena kita melakukan hal yang benar. Cara kita berusaha menguntungkan banyak pihak, tidak menumpuk keuntungan untuk diri sendiri, dan membuka kesempatan bagi pengusaha kecil. Hal itulah yang mengganggu kenyamanan mereka yang selama ini terbiasa berkuasa dan mengambil untung sebesar-besarnya tanpa memikirkan orang lain.”

Bagas kemudian menyusun strategi yang jelas dan bersih. “Kita tidak perlu membuat cerita atau memutarbalikkan fakta. Cukup buka semuanya secara transparan. Tunjukkan laporan keuangan yang diaudit secara resmi, lengkapi dan perlihatkan semua dokumen izin yang sah, sajikan data nyata mengenai dampak usaha kita bagi lingkungan dan masyarakat, serta kumpulkan kesaksian dari para mitra dan pelanggan yang merasakan manfaat kerja sama dengan kita. Biarkan fakta yang berbicara, biarkan kebenaran yang membungkam segala kebohongan mereka.”

Langkah itu terbukti jitu. Satu per satu tuduhan yang dilontarkan terbantahkan dengan bukti nyata. Justru sebaliknya, masyarakat dan para pengusaha kecil semakin menghormati dan mempercayai integritas Bagas. Nama perusahaan pesaing yang berusaha menjatuhkannya malah perlahan tercoreng karena kedok cara berusaha mereka yang tidak sehat mulai terbongkar sedikit demi sedikit.

Namun, di tengah kesibukan yang nyaris menyita seluruh waktunya dan tekanan persaingan bisnis yang semakin ketat, Bagas tidak pernah membiarkan dirinya terlewatkan untuk menjaga dua hal terpenting dalam hidupnya, kesehatan Ibu dan janji suci yang pernah ia ucapkan kepada Naya.

Setiap sore sepulang kerja atau saat hari libur tiba, ia selalu menyempatkan diri pulang ke rumah untuk menemani Ibu. Berkat pengobatan rutin, pola makan yang teratur, dan terutama ketenangan hati melihat anaknya tumbuh menjadi sosok yang sukses dan terhormat, kondisi kesehatan Ibu kini membaik secara signifikan. Wanita tua itu tidak lagi sering terbangun ketakutan atau jatuh sakit seperti masa-masa sulit dulu. Saat duduk berdampingan di teras rumah sambil menikmati udara sore, Ibu sering menatap wajah anaknya dengan pandangan penuh rasa syukur dan bangga.

“Nak, Ibu sangat bersyukur melihatmu seperti ini. Kau berhasil membuktikan pada dunia bahwa anak yang dulu diremehkan itu ternyata bisa berdiri tegak dan bermanfaat bagi banyak orang,” ucap Ibu lembut sambil mengusap punggung tangan Bagas. “Namun Ibu tahu, di balik kesibukan dan senyumanmu itu, ada satu nama yang selalu kau simpan rapi di sudut hatimu, bukan? Naya...”

Bagas terdiam sejenak, lalu mengangguk perlahan dengan senyum yang mengandung banyak makna. “Benar, Bu. Dan syukurlah, kabar baik selalu menyertai kami.”

Sejak lama, mereka tetap menjalin komunikasi secara diam-diam melalui pesan singkat dan panggilan telepon di waktu-waktu yang aman. Dari cerita Naya, Bagas mengetahui bahwa wanita itu benar-benar berjuang sekuat tenaga mempertahankan hati dan pilihannya. Naya berani menolak lamaran demi lamaran yang diajukan keluarga besarnya, meski harus menanggung tekanan, cemoohan, dan desakan yang tak pernah berhenti. Ia beralasan ingin merawat ayahnya yang meski kondisinya kini sudah stabil namun tetap membutuhkan perhatian khusus. Pelan-pelan, ayahnya pun mulai memahami keteguhan hati putrinya dan tidak lagi memaksakan kehendak sekeras dulu. Naya memilih untuk tetap setia, menunggu saat yang tepat hingga Bagas benar-benar siap untuk datang kembali dan mempertanggungjawabkan janji mereka.

Dalam pesan terakhir yang diterima Bagas, tertulis kalimat yang membuat semangatnya selalu terjaga: “Bagas, aku tidak berani menjanjikan waktu yang pasti, tapi selama aku masih diberi kesempatan untuk memilih, selama aku masih bisa menolak apa yang bukan menjadi keinginan hatiku, aku akan tetap menunggumu. Bangunlah pondasi yang kuat untuk dirimu, untuk Ibu, dan untuk masa depan kita. Aku percaya, suatu hari nanti jalan itu akan terbuka lebar untuk kita berdua.”

Membaca pesan itu, rasa lelah Bagas seketika hilang tergantikan oleh tekad yang semakin membara. Kini ia membagi waktunya dengan sangat disiplin.

Pagi hingga siang ia curahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk memimpin perusahaan, menyusun strategi, dan menghadapi segala tantangan bisnis.

Sore harinya ia luangkan waktu khusus untuk menemani dan merawat Ibu. Sedangkan malam hari, saat suasana sudah tenang, ia selalu menyempatkan diri berkomunikasi dengan Naya, berbagi cerita, saling menguatkan hati, dan merancang gambaran masa depan yang mereka impikan sejak dulu.

Di tengah persaingan yang semakin ketat dan dunia usaha yang penuh intrik, Bagas tetap berpegang teguh pada prinsipnya, menjadi kuat bukan untuk menindas, melainkan untuk melindungi.

Menjadi sukses bukan untuk dipuja, melainkan untuk membahagiakan orang-orang yang dicintainya.

Ia sadar, perjalanan ini belum berakhir. Masih ada satu babak besar yang menantinya.

Kembali ke Jakarta, menemui Naya, dan menepati janji yang telah ia simpan dengan sepenuh hati selama bertahun-tahun lamanya.

1
🌺⃟ SasMaya
Pikiran wanita Realistis...

tapi beda lagi kalau udah bucin ... 🤣🤣
🌺⃟ SasMaya
cie...Bagas .... tunjukan pesonamu 🤭
🌺⃟ SasMaya
bisa pingsan di dlm Naya... mana lantai itu jarang di kunjungi 🫣
🌺⃟ SasMaya
kamu udah nolongin ... ngapain minta maaf ... 🫠
🌺⃟ SasMaya
Waduh... kasian bngt si Naya... untung aja ada orang yang denger
🌺⃟ SasMaya
jangan-jangan ini Naya ya??
🌺⃟ SasMaya
tetep elegan ya... kalau gembar-gembor jatuhnya sombong 🤭
🌺⃟ SasMaya
Wahhh... modal nih 🤭
Lenny Utami
semangat gus
Agatha soul
kasian banget
arsyila putri
sayang sekali padahal pintar
mama Al
semangat Bagas siapa tahu hari esok adalah keberhasilan kamu
Tulisan__mawar
Otak gue langsung sakit mikirinya. langsung merinding yah gas, betul juga sih kata Naya. nasib karyawan bergantung di perusahaan ini soalnya, Yupz.... sangat rumit🥱🫠
🌺⃟ SasMaya
resiko di berduit begitu ya, di pandang sebelah mata
🌺⃟ SasMaya
bagas ini cinta pada pandangan pertama
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: betul. cinta pertama tapi beda kelas. jd penuh tantangan
total 1 replies
🌺⃟ SasMaya
yupz.... pd aja dulu
🌺⃟ SasMaya
Wahh... kesempatan ini ...
🌺⃟ SasMaya
Ayo Bagas tunjukan kejeniusanmu
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: siaaap kaka😄
total 1 replies
Aii Flow🌷
Baru baca udah terharu sama Bagas🥲 semoga sukses ya, dan ibumu panjang umur
Mingyu gf😘
kasihan banget😭semoga kamu sukses ya gus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!