NovelToon NovelToon
Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang tidak diinginkan, di tuntut untuk selalu mengalah dalam segala hal, menyerahkan apapun yang dimiliki untuk orang lain bahkan orang yang di cintai sekalipun harus ia lepaskan? Selalu salah dan di anggap pembawa sial.

Itulah penderitaan yang di rasakan oleh seorang wanita bernama Ayla, ia tumbuh di keluarga yang serba berkecukupan, punya dua kakak laki-laki dan orang tua yang masih lengkap, namun sayang sekali, meskipun memiliki semua itu Ayla sama sekali tidak memiliki kasih sayang dan kebahagiaan.

Di mata keluarga Ayla adalah pembawa sial, sosok yang selalu salah dalam segala hal, berbanding terbalik dengan Alena yang selalu menerima kasih sayang penuh dan selalu di utamakan oleh semua orang.

Siapa Alena? Dan kenapa Ayla memiliki nasip berbeda dengan nya? Cus baca kisah mereka di sini, bersama author Nadia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21# Bekas Luka Di Tubuh Ayla

"Aku harus memanggilmu dengan sebutan apa?" tanya Gavin yang saat itu berjalan beriringan dengan Ayla. Usai makan, Gavin benar-benar memaksa Ayla untuk berkeliling kediaman keluarga Aditama bersamanya.

"Apa saja," jawab Ayla dengan nada sedikit cuek.

"Apakah aku harus memanggilmu kakak ipar?" tanya Gavin untuk yang kesekian kalinya.

"Terserah kau saja," jawab Ayla, tak ingin berbicara banyak dengan sosok yang dianggapnya menyebalkan itu.

"Tunggu, kenapa kau sesungguhnya se-cuek ini, persis seperti kakakku? Bukankah baru semalam kau tidur bersamanya?" tanya Gavin sambil memegang lengan Ayla.

"Kau ini benar-benar menyebalkan! Bisa tidak kalau bicara jangan sambil memegang orang?" omel Ayla yang mulai memperlihatkan rasa kesalnya.

"Nah, baru sekarang banyak bicara. Apakah aku harus membuatmu kesal dulu supaya mau mengobrol?" ujar Gavin lagi.

"Baiklah, aku menyerah. Mari kita berdamai saja. Aku akan memanggilmu Gavin, dan kau panggil aku Ayla. Bukankah itu tidak terasa berat? Setuju?" ucap Ayla sambil menyodorkan tangannya sebagai tanda kesepakatan.

"Baiklah, begitu baru wajar. Ayla kecil," jawab Gavin sambil menyambut uluran tangan itu.

"Oh ya, kata 'kecil'-nya dibuang saja. Cukup panggil Ayla," tambah Ayla, lalu berjalan mendahului Gavin.

"Baiklah, tunggu aku!" seru Gavin sambil segera menyusul.

Mereka tampak seperti kakak dan adik kandung yang sesungguhnya.

Perjalanan mengenal lingkungan kediaman Aditama dimulai dari bagian luar rumah, atau lebih tepatnya dari halaman depan. Memang Valen yang meminta Gavin untuk menemani Ayla sekaligus memperkenalkan seluruh area rumah itu agar gadis itu tidak merasa asing.

"Ini kolam ikan milik Kak Valen," ucap Gavin saat mereka tiba di halaman samping.

Terlihat kolam itu berisi ikan koi dengan berbagai jenis dan warna. Hewan-hewan itu tampak sehat dan lincah berenang ke sana kemari.

"Dia suka memelihara hewan?" tanya Ayla dengan rasa penasaran.

"Sangat suka. Hobi ini dia warisi dari ibunya... eh, maksudku, almarhum ibunya juga memiliki kesukaan yang sama," jelas Gavin.

"Ternyata dia punya hobi seperti itu. Aku juga suka hewan, tapi tidak dengan ikan. Menurutku, hewan ini terlalu berbahaya untuk disentuh," gumam Ayla pelan sambil menatap ikan-ikan yang berenang dengan riang.

"Berbahaya? Sama sekali tidak. Ini bukan ikan hiu yang suka memangsa orang. Mau coba memegangnya?" tanya Gavin. Ia kemudian mengambil segenggam makanan ikan dan menaburkannya ke permukaan air, sehingga ikan-ikan itu segera berenang naik ke atas untuk memakannya.

"Ayo, cobalah," ajak Gavin sambil menatap Ayla.

Perlahan Ayla mendekati tepi kolam lalu berjongkok. Ia baru saja akan menyentuh ikan-ikan yang terlihat cantik itu, namun tiba-tiba ujung gaunnya terangkat tertiup angin. Hal itu membuat bagian lutut dan betisnya sedikit terlihat.

"Ayla..." panggil Gavin, yang tanpa sengaja melihat bekas luka di kulit lutut dan kaki Ayla.

Menyadari hal itu, Ayla segera berdiri tegak dan menutup bagian tubuhnya dengan cepat.

"Gavin, aku kembali ke kamar dulu," ucapnya tergesa, lalu segera pergi meninggalkan Gavin.

"Tapi Ayla! Kita belum selesai berkeliling!" seru Gavin hendak menahannya, namun Ayla sudah menghilang dari pandangan.

"Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Kenapa dia bereaksi secepat itu? Mengapa kakinya banyak tertutup bekas luka?"

Berbagai pertanyaan terus berputar di benak Gavin.

 

Malam harinya...

Sepanjang hari, pikiran Gavin tak lepas dari apa yang dilihatnya. Ia tak menyangka gadis seumur Ayla memiliki banyak bekas luka di bagian kakinya.

"Tuan Muda Gavin?"

Suara itu membuyarkan lamunannya. Leo baru saja tiba kembali ke rumah bersama Valen. Beberapa saat sebelumnya, mereka memperhatikan Gavin yang melamun di salah satu sudut ruangan.

"Ah, ada Kak Valen dan Leo. Kapan kalian pulang?" tanya Gavin, terkejut.

"Sudah dari tadi," jawab Valen singkat.

"Kenapa Tuan Muda melamun sendirian di sini?" tanya Leo penasaran.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya sedang memikirkan kejadian tadi siang," jawab Gavin terus terang.

"Ada yang terjadi?" tanya Valen, yang mulai merasa ingin tahu.

"Kak, sebenarnya istri Kakak itu... apa yang pernah dialaminya?" tanya Gavin sambil menatap wajah kakaknya.

Valen dan Leo pun saling berpandangan. Keduanya juga belum mengetahui hal itu.

"Maksudmu apa?" tanya Valen balik.

Gavin lalu menjelaskan secara rinci apa yang dilihatnya di tepi kolam, serta fakta bahwa setelah kejadian itu Ayla tidak pernah keluar dari kamar lagi.

"Jadi begitulah keadaannya," ujar Gavin polos. Ia memang belum banyak mengetahui masa lalu Ayla.

"Leo, berikan waktu satu jam untuk menyelidiki hal ini," perintah Valen setelah mendengar penjelasan adiknya.

"Siap, Tuan!" jawab Leo sigap.

"Kak, kalau sudah tahu jawabannya, ceritakan juga padaku ya?" pinta Gavin dengan rasa penasaran yang memuncak.

"Kalau begitu, lebih baik kau saja yang menjadikannya istri. Sudahlah, jangan terlalu ikut campur urusan orang lain. Sebaiknya kau bersiap-siap; sebentar lagi Ibu yang terkenal galak itu akan segera pulang," jawab Valen singkat, lalu bergerak pergi menggunakan kursi rodanya.

Gavin hanya terdiam. Rasa penasaran bercampur kesal meluap mendengar jawaban kakaknya.

"Dasar kakak tua yang menyebalkan! Untung saja kau masih saudaraku," gerutunya pelan, lalu berjalan masuk menuju kamarnya.

Sementara itu, Valen juga melaju menuju kamarnya. Tak butuh waktu lama, ia pun tiba di depan pintu dan masuk ke dalam.

Terlihat Ayla sedang duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya. Gadis itu tampak lebih tenang dan nyaman berada di dalam kamar dibandingkan saat berjalan-jalan di luar tadi.

"Hem..."

Valen mengeluarkan suara sebagai kode kehadirannya.

Ayla segera menoleh dan meletakkan ponselnya.

"Maaf, aku tidak menyadari kalau kau sudah kembali," ucapnya sambil memperhatikan Valen.

"Siapkan air hangat," perintah Valen tanpa menanggapi ucapan Ayla.

"Untuk mandi?" tanya Ayla memastikan.

"Ya," jawab Valen singkat.

"Baiklah," jawab Ayla. Baginya, tugas itu terasa sangat ringan untuk dikerjakan.

Ia segera berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.

"Patuh sekali..." gumam Valen pelan.

Ia kemudian bangkit dari kursi rodanya, membuka laci di sisi tempat tidur, mengambil sebuah buku, lalu mulai membaca dengan fokus. Sebenarnya Valen memiliki gangguan sulit tidur, atau sering disebut insomnia. Itulah sebabnya setiap malam ia selalu membaca terlebih dahulu sebelum beristirahat.

Lima menit berlalu.

"Airnya sudah siap," lapor Ayla yang baru keluar dari kamar mandi.

Valen melirik sekilas, lalu meletakkan bukunya dan berjalan masuk ke kamar mandi.

"Tatapan sedingin es batu... apa maksudnya?" batin Ayla, merasa sedikit kesal.

Di dalam kamar mandi, Valen segera melepaskan pakaiannya dan masuk ke dalam bak mandi. Berendam dengan air hangat setelah seharian bekerja adalah rutinitas wajibnya agar tubuh terasa lebih rileks dan mudah terlelap.

Sementara itu, Ayla kembali menyibukkan diri dengan ponselnya.

Tiga puluh menit kemudian...

"Astaga, di mana handukku?" gumam Valen sambil memandangi sekeliling ruangan.

Baru ia sadari satu hal: ia lupa membawa handuk.

"Sial," umpatnya dalam hati.

"Ayla!" serunya sambil membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengintip ke luar.

 

****

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
putmelyana
next Thor ceritanya
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
Valen Angelina
jgn jdi lemah ok....
Author Nadia🪷: okeee
total 1 replies
Adi Sudiro
salah satu cerita dgn segala kebodohan dan ketololan pemeran utama
bukan satu atau dua alur cerita begini jadi udah malas ma ceritanya
Author Nadia🪷: iya maaf ya kak 🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Author Nadia🪷: iya kak makasih ya
total 1 replies
Valen Angelina
semoga ayla cepat sembuh😍
Author Nadia🪷: udah gak sabar yaaa🤭🤭🤭🤭 btw sekarang aku juga punya Kanaya, ramekan ya kak, meskipun baru satu bab aja wkwkwkwkw
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛𝚒𝚗 𝚎𝚖𝚐 𝚎𝚗𝚊𝚔
Author Nadia🪷: terkapar deh🤭🤭
total 1 replies
Valen Angelina
𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚋𝚞𝚌𝚒𝚗 𝚖𝚞 𝚠𝚔𝚔𝚠
Valen Angelina
tenang aylia... suamimu ganteng bbgt lo wkkwk😂
Author Nadia🪷: kalau aku jadi Ayla udah gas Ken banget 🤣🤣🤣
total 1 replies
Valen Angelina
𝙷𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚢𝚕𝚒𝚊... 𝚘𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒𝚙𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒
Author Nadia🪷: betul dan itu sakit banget, kita kalau dibedain orang tua sama saudara kandung sendiri aja sakit hati apalagi sama saudara angkat
total 1 replies
Valen Angelina
𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜
Author Nadia🪷: makasih kak
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚊𝚢𝚕𝚊..... 𝚜𝚊𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚕𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖
Author Nadia🪷: makasih kak🥰
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚟𝚊𝚕𝚎𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊... 𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚔𝚠𝚔𝚔𝚠🤣
Author Nadia🪷: awokawok ngakak, mana iya lagi sama nama nya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulfah Fiza
luar biasa
Author Nadia🪷: terimakasih kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!