NovelToon NovelToon
Vintage Heartbeats

Vintage Heartbeats

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Pernikahan Kilat
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu komentar mengubah hidup Dr. Briella Zamora dalam semalam.

Berniat menghancurkan reputasi mantan kekasihnya, Lexington Valerio—Briella justru terjebak dalam skandal yang mengancam Dirinya Sendiri.

"Kau tahu apa yang paling lucu, Lex? Aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki wajah orang lain agar terlihat sempurna, hanya agar aku bisa melupakan betapa hancurnya aku karena pria sepertimu."

"Rupanya waktu belum juga merubah kecerobohanmu, Briella Zamora."—Lexington Valerio.

Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#34

Setelah sepuluh menit yang "produktif" di meja kerja, Lexington terpaksa kembali berkutat dengan tumpukan dokumen audit perusahaan otomotifnya yang harus selesai sebelum makan siang.

Briella, yang merasa energinya justru bangkit setelah kegilaan singkat tadi, merasa bosan hanya duduk diam melihat suaminya mengerutkan kening di depan laptop.

"Lex, aku izin berkeliling sebentar ya? Aku ingin melihat-lihat bagaimana suasana kampus sekarang," ucap Briella sambil mencium pipi suaminya.

Lexington mendongak, matanya masih sedikit sayu namun penuh proteksi. "Boleh, tapi jangan jauh-jauh. Dan Bri, jangan lari-lari. Ingat, kau sedang Hamil sayang."

"Siap, Profesor!" Briella memberikan hormat konyol lalu melenggang keluar.

Namun, tujuan Briella bukan kantin atau perpustakaan. Insting "detektif" asmaranya membimbingnya untuk mencari tahu di mana ruangan Late Vera. Ia tahu Vera sudah mengundurkan diri, namun kabarnya wanita itu masih berada di kampus untuk membereskan barang-barangnya di ruang asisten departemen.

Setelah bertanya pada beberapa mahasiswa yang menatapnya kagum (mungkin karena dress pastelnya yang tampak sangat mahal), Briella sampai di depan sebuah ruangan dengan pintu kaca buram.

Di sana, Late Vera sedang memasukkan buku-buku tebal ke dalam kardus.

Vera terlihat sempurna seperti biasa. Rambutnya disanggul rapi tanpa ada satu helai pun yang berantakan, dan pakaian formalnya tampak sangat kaku. Berbeda dengan Briella yang masuk dengan sedikit tersandung ambang pintu—khas kecerobohannya—namun tetap terlihat cantik alami.

"Ups," umpat Briella pelan saat tasnya menyenggol kursi.

Vera mendongak. Matanya menyipit melihat istri sang Profesor berada di wilayahnya.

"Ada yang bisa kubantu, Nyonya Valerio? Atau kau tersesat karena terlalu sibuk... merayakan kemenanganmu?"

Briella tersenyum manis, sangat manis hingga terasa beracun. Ia berjalan mendekati meja Vera. "Aku tidak tersesat, Vera. Aku hanya ingin melihat dari dekat seperti apa wanita yang merasa dirinya paling sempurna di samping suamiku."

Vera meletakkan bukunya dengan dentuman pelan. "Aku memang sempurna untuk pekerjaan ini. Dan jujur saja, melihatmu yang ceroboh dan selalu berantakan ini, aku heran bagaimana Lexington bisa tahan."

"Oh, dia sangat tahan," Briella mencondongkan tubuhnya ke depan, suaranya merendah. "Bahkan dia hanya akan 'hidup' jika bersamaku. Jadi, jangan berpikir aku tidak tahu kau pernah menggoda suamiku di balik meja kerja itu."

Vera tidak terlihat gugup. Ia justru tertawa sinis, menyilangkan lengannya di dada.

"Menggoda? Jangan samakan aku dengan gadis-gadis murahan, Briella. Aku sama sekali tidak menggodanya. Aku menawarkan diri. Ada perbedaan besar di sana. Itu adalah cara berkelas untuk menunjukkan sebuah proposisi nilai. Jika dia tidak mengambilnya, itu kerugiannya."

Briella tertawa terbahak-bahak mendengar istilah 'proposisi nilai'. "Kau menyebut nafsu sebagai proposisi nilai? Kau benar-benar gila, Vera."

"Aku tidak gila. Aku hanya realistis," balas Vera. Ia menatap wajah Briella dengan teliti, seolah sedang mencari cacat. "Tapi kalau bicara soal gila, mungkin kau yang gila. Ngomong-ngomong, berapa biaya yang kau habiskan untuk operasi plastik itu? Hidung dan bibirmu... tampak terlalu sempurna untuk ukuran wanita yang sering jatuh tersungkur."

Mata Briella membelalak. "Apa? Kau menuduh wajahku palsu?"

Tanpa aba-aba, Briella melangkah maju. Sebelum Vera sempat bereaksi, Briella menarik wajah Vera dan mendaratkan sebuah kecupan keras di pipi Vera.

Cup!

Vera mematung. Wajahnya yang pucat karena dingin mendadak merah padam. "KAU GILA! Apa yang kau lakukan?!" teriak Vera sambil mengusap pipinya.

"Hanya memastikan," Briella menyeringai puas. "Bagaimana? Apa rasanya seperti plastik? Tidak kan? Bibirku asli, Vera. Tapi kau tahu apa yang paling asli?"

Briella membusungkan dadanya dengan bangga. "Payudaraku. Ini asli pemberian Tuhan dan sedikit bantuan dari hormon kehamilan. Tidak seperti milikmu yang kaku seolah terbuat dari silikon kelas dua."

Vera, sang asisten yang selalu menjaga citra sempurnanya, akhirnya meledak. Umpatan keluar dari bibirnya yang biasanya hanya mengucapkan istilah teknis.

"Hah?! Brengsek! Beraninya kau!" teriak Vera, suaranya melengking hingga keluar ruangan. "Kau menuduh payudaraku palsu? Ini asli, kau tahu! Ini bukan hasil jahitan dokter manapun!"

Demi membuktikan ucapannya, Vera yang biasanya sangat tertutup itu secara impulsif membusungkan dadanya ke depan, hampir menyentuh wajah Briella. "Lihat baik-baik! Ini asli! Tidak ada bekas luka, tidak ada silikon! Kau saja yang iri karena milikmu hanya membesar karena hamil!"

Briella sempat tertegun melihat reaksi Vera yang begitu emosional. Ternyata di balik topeng kesempurnaan itu, Vera tetaplah wanita yang mudah tersulut jika kecantikan alaminya diragukan.

"Wah, wah... santai saja, Vera," Briella terkekeh, melangkah mundur perlahan. "Aku percaya. Tapi jujur saja, melihatmu mengumpat dan membusungkan dada seperti itu... kau terlihat jauh lebih 'manusia' daripada saat kau berpura-pura menjadi robot asisten suamiku."

Vera menarik napas panjang, mencoba menata kembali emosinya yang berantakan. Ia merapikan jasnya dengan tangan gemetar. "Keluar dari ruanganku, Briella. Sebelum aku benar-benar kehilangan kendali."

"Baiklah, aku pergi. Sampai jumpa di pesta kesuksesan Lexington nanti," Briella melambai sambil berjalan menuju pintu. Namun, sebelum benar-benar keluar, ia berbalik sekali lagi. "Oya, Vera. Kau cantik saat marah. Mungkin kau butuh pria yang lebih 'keras' daripada Lexington untuk menanganimu. Seseorang seperti... Kensington, mungkin?"

Briella tidak menunggu jawaban. Ia lari kecil meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Vera yang masih berdiri mematung dengan wajah memerah, antara malu dan marah yang luar biasa.

"Dasar wanita gila!" gerutu Vera pelan, namun tanpa sadar ia melihat bayangannya di kaca, memastikan kembali bahwa semuanya memang masih terlihat asli dan sempurna.

Sementara itu, Briella kembali ke ruangan Lexington dengan senyum kemenangan. Ia baru saja menyadari bahwa menghadapi rival wanita jauh lebih menyenangkan jika dilakukan dengan sedikit kegilaan dan kejujuran vulgar._

1
mini
sama aku juga merasa begitu🤣
Ros 🍂: hihi kak🤭 semoga betah ya🫶 Kalo ada Masukkan ataupun saran Author Terima 🥰 happy reading 🌷
total 1 replies
Dev..
kentang thor
Ros 🍂: Di Tunggu kak🫶
total 1 replies
Almeera
Air mataku murahan swkali🥲
Ros 🍂: huhu kenapa kak🥲
total 1 replies
Almeera
fanbase nomor satu hadir😍😍
Ros 🍂: Wiiiiiihhhhh Ma'aciww 🥰🫶
total 1 replies
Dev..
Lexington thor bukan Kensington..🙂
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶 sudah diperbaiki 🥰hehehe Sikembar kadang tertukar 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tere anak tunggal thorr,, gk di bikinin adek sama dady lex,, 😄kirain punya adek kembar,, 🤭
Ros 🍂: nggak ada anak kembar Ya Kak🙏🏻🤭🥰
total 1 replies
winpar
oh hoh ceritanya tmbh seru nih💪
Ros 🍂: hihihi Ma'aciww kak. semoga tetap Singgah ya kak🤭🫶🥰
total 1 replies
azzura faradiva
masa udah SMA teresa blom punya adik,katanya tiap tahun mau mencetak anak valerio
Ros 🍂: heheh Ma'apin Author ya kak🤭 adiknya nyusul Di bab berikutnya 🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk pake mukodimah dulu thor,, tau2 di ruang operasi,, lahiran! 🤭
Ros 🍂: hihihi Ma'afin Author ya🫶🤭🌷
total 1 replies
Almeera
kaaaannn udah queen bee lagi aja
Almeera
bucin dibalut gengsi
Ros 🍂: hehe silent aja kak🤭
total 1 replies
Almeera
awas aja kalau nanti bucin aku getok yaa
Ros 🍂: heheh🤭 tahan kak tahan🤣
total 1 replies
azzura faradiva
tau² udah lahiran aja☺️
Ros 🍂: hihihi biar debay cepat launching kak🫶🤭
total 1 replies
Almeera
sabarrrr sabarrr sabaaarrrrr
Ros 🍂: hihihi terimakasih sudah mampir Kak🌷
total 1 replies
nayla tsaqif
Salam knl othor,, baru nemu karya2 mu nih,, on ngoingnya udah q save di pustaka,, marathon bacanya,,, cerita berlatar luar negri ke 2 setelah othor zarin v.. Semangat💪
Ros 🍂: Hallo kak, Terimakasih Sudah Mampir Baca Cerita ku 🫶
semoga betah Ya kak🌷
jangan lupa baca Cerita ku yang sudah Tamat juga kak, Happy Reading 🥰🫶
total 1 replies
winpar
cerita. ini lucu pollll🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: kak,🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
azzura faradiva
keren banget ceritanya,sekali up langsung banyak 👍🏻🙏🏻
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
semoga betah ya kak, happy reading 🌷
total 1 replies
Dewi Mashita
menarik dari awal
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶🌷
total 1 replies
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: kak 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Dev..
BRI + Ken yg ada malah jd BESTie buat ngejulid.in Lexington yg perfeksionis..😌/Joyful/
Ros 🍂: hihihi 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!