NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:31.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebaikan Hati Kevin

Di koridor rumah sakit yang berbau antiseptik tajam, dua petugas sipir penjara berdiri dengan cemas di depan ruang perawatan intensif. Setelah berkonsultasi dengan dokter yang menangani Galang, salah satu petugas segera merengkuh ponselnya dan menelepon Kepala Sipir di lapas untuk melaporkan situasi terkini.

​"Selamat siang, Pak. Melaporkan dari rumah sakit. Kondisi tahanan atas nama Galang sangat kritis. Dokter bilang ada komplikasi serius pada organ dalam dan malnutrisi akut. Saat ini dia masih belum sadarkan diri," lapor petugas itu dengan suara berbisik.

​Di ujung telepon, Kepala Sipir menghela napas panjang, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut. "Bagaimana dengan keluarganya? Apa sudah ada yang bisa dihubungi untuk administrasi dan pendampingan?"

​"Itu dia masalahnya, Pak. Kami sudah memeriksa berkas data kunjungan. Mantan istrinya, Dita, sudah resmi bercerai dan memutus kontak sama sekali. Nomor keluarganya yang lain tidak ada yang aktif. Dia benar-benar sebatang kara di sini."

​Kepala Sipir terdiam sejenak, membolak-balik lembaran arsip lama di mejanya. Hingga akhirnya, pandangannya tertuju pada satu nama di berkas kasus masa lalu Galang. "Hanya ada satu nomor yang tersisa di sini, nomor mantan istri pertamanya, Arini Samudera. Dia yang melaporkan Galang dulu. Biar saya coba hubungi, siapa tahu dia masih memiliki rasa kemanusiaan atau setidaknya tahu nomor kerabat Galang yang lain."

****

​Di dalam kamar apartemen mereka yang hangat, matahari pagi baru saja meninggi. Arini sedang berada di dalam kamar mandi, bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Di atas nakas, ponsel Arini bergetar dan berdering nyaring dari nomor yang tidak dikenal.

​Kevin yang baru saja selesai merapikan dasinya berjalan mendekat. Melihat ponsel istrinya terus berdering, ia akhirnya memutuskan untuk mengangkatnya.

​"Halo, selamat pagi," ucap Kevin dengan nada suara yang berat dan berwibawa.

​"Selamat pagi. Betul ini dengan Ibu Arini Samudera?" tanya suara di seberang sana dengan nada formal.

​"Saya Kevin, suami dari Ibu Arini. Ada yang bisa saya bantu? Istri saya saat ini sedang tidak bisa memegang ponsel," jawab Kevin, sengaja menekankan statusnya untuk melindungi Arini dari hal-hal yang tidak diinginkan.

​Pria di seberang telepon terkejut sejenak, namun segera menguasai keadaan. "Ah, salam hormat, Pak Kevin. Saya Baskoro, Kepala Sipir Lapas tempat saudara Galang ditahan. Mohon maaf mengganggu waktu Anda, namun kami terpaksa menghubungi nomor ini karena situasi darurat. Saudara Galang baru saja tumbang di lapas dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan koma. Kami tidak bisa menghubungi satu pun anggota keluarganya."

​Kevin tertegun. Sorot matanya mendadak berubah serius. Ia melirik ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup, mendengar gemercik air di dalam.

​"Kritis? Apa yang terjadi dengannya?" tanya Kevin setengah berbisik, menjauh dari pintu kamar mandi menuju balkon apartemen.

​Kepala Sipir pun menjelaskan kondisi fisik Galang yang merosot drastis akibat komplikasi dan tekanan batin, hingga akhirnya tak sadarkan diri di masjid penjara. Mendengar penjelasan itu, Kevin sebagai pria yang logis dan bijaksana, ia tidak pernah memelihara dendam yang buta. Malah berterima kasih kepadanya karena sudah menjadu suami yang buruk, sehingga sekarang ia bisa menikahi wyajita yang dicintainya itu.

​"Baik, Pak Baskoro. Terima kasih informasinya," ucap Kevin dengan tegas. "Saya minta tolong, jangan hubungi nomor istri saya lagi terkait masalah ini. Saya tidak ingin dia kembali terbebani oleh masa lalunya. Mulai sekarang, jika ada perkembangan atau urusan administrasi mengenai Galang, hubungi saya langsung. Catat nomor pribadi saya."

​Setelah Kepala Sipir mencatat nomornya, Kevin menutup sambungan telepon tepat saat Arini keluar dari kamar mandi dengan rambut yang dibungkus handuk.

​"Siapa yang menelepon, Kev?" tanya Arini sambil tersenyum.

​Kevin dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya menjadi sehangat biasanya. "Oh, hanya rekan bisnis, Sayang. Menanyakan beberapa berkas untuk rapat siang nanti. Kamu bersiap-siaplah, kita berangkat bersama." Kevin memilih untuk merahasiakan hal ini sementara waktu, demi menjaga ketenangan hati istrinya.

​Siang harinya, setelah menyelesaikan rapat yang cukup menguras energi di kantor, Kevin tidak langsung kembali ke ruangannya. Ia mengambil kunci mobil dan berkendara menuju rumah sakit umum daerah yang disebutkan oleh Kepala Sipir tadi pagi.

​Dengan langkah tegap, Kevin menyusuri koridor rumah sakit hingga tiba di depan kamar rawat intensif tempat dua petugas sipir berjaga. Begitu melihat kedatangan Kevin yang berpenampilan sangat rapi dan berwibawa, kedua petugas itu langsung berdiri dan membungkuk hormat.

​"Pak Kevin? Terima kasih sudah bersedia datang," ucap salah satu petugas.

​Kevin mengangguk pelan. "Bagaimana kondisinya?"

​"Silakan lihat sendiri di dalam, Pak."

​Kevin melangkah masuk ke dalam ruangan yang sunyi, hanya didominasi oleh suara dari mesin pemantau detak jantung. Di atas ranjang putih, terbaring sosok pria yang hampir tidak dikenali lagi oleh Kevin.

​Kevin tersentak di tempatnya berdiri. Matanya menatap tidak percaya pada sosok di depannya. Pria yang ada di atas brangkar pasien itu adalah Galang, pria yang dulu begitu sombong, selalu merendahkan orang lain, dan merasa dirinya paling berkuasa. Kini, Galang tampak begitu ringkih dan tak berdaya. Badannya sangat kurus, tulang-tulang selangkanya menonjol di balik baju rumah sakit, dan wajahnya pucat pasi dengan berbagai selang medis menancap di tubuhnya.

​Sebagai seorang pria yang kini hidup bahagia dan memiliki segalanya, Kevin tidak merasakan kepuasan sedikit pun melihat kehancuran orang yang sudah melukai istrinya masa lalu. Sebaliknya, rasa iba yang mendalam menyeruak di dalam hatinya. Bagaimanapun juga, Galang adalah manusia yang kini sudah membayar mahal semua kesalahannya.

​Tak lama kemudian, seorang dokter spesialis masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa perkembangan pasien. Kevin segera menghampiri dokter tersebut.

​"Dokter, saya Kevin Mahendra. Saya yang bertanggung jawab atas administrasi pasien ini untuk sementara waktu. Bagaimana kondisi sebenarnya?" tanya Kevin.

​Dokter itu menghela napas, melihat papan rekam medis Galang. "Kondisinya sangat lemah, Pak Kevin. Fungsi organ dalamnya menurun drastis karena dia menolak makan dengan benar selama berbulan-bulan di dalam sel. Tubuhnya kekurangan nutrisi parah, memicu komplikasi pada lambung dan jantungnya. Jujur, jika tidak ditangani dengan obat-obatan terbaik, peluangnya untuk bertahan sangat tipis. Dan kemungkinan besar ada sesuatu yang memicu semua itu.

​Kevin menatap kembali ke arah Galang yang masih memejamkan mata dengan damai dalam komanya. Kevin mengembuskan napas panjang, lalu memantapkan hatinya.

​"Dok, lakukan semua tindakan medis yang terbaik untuknya," ucap Kevin dengan nada suara yang tegas namun penuh ketulusan. "Gunakan obat-obatan paling bagus dan fasilitas terbaik yang ada di rumah sakit ini agar dia bisa pulih. Jangan khawatirkan soal biaya. Seluruh tagihan rumah sakit dan pengobatannya, pindahkan atas nama saya. Saya yang akan menanggung semuanya hingga dia dinyatakan sehat."

​Dokter itu sempat terkejut, namun segera mengangguk penuh hormat. "Baik, Pak Kevin. Kami akan melakukan yang terbaik demi keselamatan pasien."

​Setelah dokter keluar, Kevin berjalan mendekati sisi ranjang Galang. Ia menatap pria yang pernah menjadi duri dalam hidup istrinya itu.

​"Galang... bertahanlah," bisik Kevin lirih. "Tuhan sudah mengampunimu dengan mengubah hatimu di penjara. Sekarang, berjuanglah untuk sembuh. Aku tidak melakukan ini untuk memamerkan kekayaanku, tapi karena aku tahu, Arini yang sekarang sudah bahagia, dan aku ingin memastikan tidak ada lagi luka atau penyesalan yang tertinggal di antara masa lalu kita."

​Dengan langkah yang mantap, Kevin berbalik dan keluar dari ruangan, meninggalkan ruang rawat dengan hati yang lapang. Ia telah membuktikan bahwa kekuatan sejati seorang pria bukan terletak pada seberapa kejam ia bisa membalas dendam, melainkan pada seberapa besar ia mampu memberikan pengampunan dan uluran tangan kepada mereka yang telah runtuh tak berdaya.

1
Ade Chubi
pede banget si Galang
partini
nipu kamu aja yg gampang jadi laki 50/50 lah kalian berdua
Mefiani
semoga galang mau sembuh biar bisa membalas perbuatan dita...
Anita Rahayu
Thor karma dita kapan nich di tuli penasaran kali
Eys Resa: hehehe, nanti kak.
total 1 replies
I Love you,
mati ajah biar 🤔😤ga siksa
Ma Em
Selamat untuk Arini ternyata Arini tdk mandul dan sekarang Arini sdh hamil , vonis mandul itu ternyata hanya kebohongan dari Galang agar Arini mau merawat anak Galang bersama perempuan lain dan sekarang Galang nya sdh dapat balasan nya .
Eys Resa: nanti kejutannya di bab 41 kak
total 1 replies
Mefiani
rasane q melu terharu n bahagia..😘
Mefiani: ok...gak sabar nunggu..
total 2 replies
I Love you,
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰🥰 sehat sehat ya .!
Eys Resa: aamiin❤
total 1 replies
Mefiani
selamat...selamat...arini dan kevin...calon ortu baru..😘
Mefiani
tanda2 hamidun itu...semoga saja
Mefiani: sorry...sorry..baru tau q...q kira sama aja artine sama hamil biasa...terima kasih dah beritau..😘
total 2 replies
Ayudya
mampir kak
Eys Resa: makasih kak🌹
total 1 replies
Titien Prawiro
Kevin, Arini. selalu bahagia ya
Titien Prawiro
Senjata makan tuan.
Titien Prawiro
Enak Lang jadi miskin, kembali ke asal.
Titien Prawiro
Tunggu tgl mainnya Galang, kamu bisa menikmati kemiskinnanmu
Titien Prawiro
tulllll
Titien Prawiro
Galang kamu jgn kaget kalau kamu gk punya apa2 lagi ya. selamat Galang.
Titien Prawiro
perusahaannya Galang diambil alih ke Arini, Galang jadi miskin.
Titien Prawiro
Hancurkan perusahaan Galang Arini, balas dendam dengan elegan.
Titien Prawiro
Kalau Galang minta gono gini gk perlu soalnya gk ada surat nikahnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!