NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cup..Cupp

Mobil mewah milik Arjuna sudah sampai di kediaman Raharja.

Kedatangan Yura di sambut dengan baik layak nya anak sendiri oleh keluarga Raharja.mengetahui Arjuna akan mengajak Yura ikut sarapan bersama keluarga mereka.Ningsih sampai rela melawan aturan sang suami untuk kembali masuk ke dapur membuat kan berbagai makanan enak untuk sang menantu.

" Ma, lihat siapa yang datang?"teriak Pak Raharja dari arah depan.

Pebisnis kelas kakap ini pun akan ikut menikmati sarapan bersama keluarga nya,biasa nya di jam segini seluruh anggota keluarga sudah berpencar dengan kesibukan masing-masing, hari ini mereka sengaja meluangkan waktu untuk membuat Yura bahagia.

Yura mencium punggung tangan Raharja dengan sopan,lalu di balas oleh Raharja dengan mengelus puncak kepala calon menantu nya.

" Silahkan duduk nak." ajak Raharja mengabaikan Arjuna yang masih berdiri menatap ke arah mereka dengan wajah datar.

" Terimakasih Pa." Yura tidak berani langsung duduk begitu saja.ia beralih menatap Arjuna untuk meminta pendapat laki-laki itu mengenai kursi mana yang harus dia duduki selama menumpang makan di rumah ini.

Kebiasaan di rumah orang tua nya Yura bawa hingga keluar rumah.Yura tidak mau di anggap lancang oleh pemilik rumah.

" Duduk di sini saja,di rumah ini Kamu bebas duduk di mana pun yang Kamu mau.termasuk yang di sini juga." ujar Arjuna sambil menunjuk kursi paling ujung dimana selama ini selalu di tempati oleh sang kepala keluarga yang tidak bukan adalah ayah nya sendiri Malik Raharja.

" Jangan bikin Yura nggak nyaman sama candaan mu itu." Bu Ningsih tiba-tiba datang dari arah dapur dengan aroma kue yang begitu manis menyegarkan.

Yura dan Arjuna langsung menoleh ke arah sumber suara.dahi Arjuna mengernyit melihat sang Ibu yang masih memakai celemek dengan banyak adonan tepung yang menempel di sana.

" Ma! Jangan lupa kan kesehatan Mama." ucap Arjuna memberi peringatan.

" Mama masih kuat kalau hanya menyiapkan makanan lezat untuk Yura,Mama senang bisa sarapan bareng menantu Mama."ujar Ningsih membuat Arjuna bungkam sambil menatap sang Ayah yang juga tidak bisa berbuat apa-apa jika sang Nyonya besar sudah berkehendak.

Yura perlahan bangkit lalu mencium tangan Ningsih dengan sopan, meskipun Ningsih sudah melarang Yura untuk melakukan nya karena kedua tangan nya masih sangat kotor oleh bahan makanan,namun Yura tetap melakukan nya tanpa merasa jijik.

Acara sarapan pagi pun di mulai dengan tenang dan damai.tak ada drama yang sering Yura jumpai di tengah-tengah keluarga Wijaya.Ningsih bahkan dengan sangat cerewet memperkenalkan semua nama makanan yang ia racik menggunakan tangan nya sendiri.

" Besok pernikahan kalian akan di adakan di rumah ini.Kamu nggak mau pilih dekorasi untuk hari esok? Barangkali saja Kamu mau menggunakan warna kesukaan mu?" tanya Ningsih membuka pembicaraan.

Sebenarnya sejak tadi Ningsih mulai merasa tidak nyaman dengan tubuh nya,tapi berusaha ia tutupi karena tidak mau merusak acara kumpul keluarga ini.Ningsih yakin gejala ini tidak langsung muncul,pasti ada sebab nya.Ningsih sudah berulang kali di peringati oleh dokter agar tidak melakukan aktivitas berat dan harus banyak istirahat,namun nyata nya pagi ini sejak pukul lima pagi tadi Ningsih sudah sibuk di dapur untuk memasak banyak makanan lezat.semua ia lakukan untuk sang menantu kesayangan.

" Aku ikut sama pilihan Mama saja." jawab Yura menyerahkan semua nya kepada Ningsih karena memang dia tidak kepikiran mencari dekorasi untuk pernikahan nya besok.

Hidup nya sejak lama sudah rumit,Yura tidak mau tambah rumit lagi jika harus di sibukkan dengan dekorasi pernikahan.belum lagi waktu nya sangat mepet, untuk melakukan fitting baju saja sudah membuat tubuh dan pikiran nya lelah.yang penting pernikahan ini sah di mata hukum dan negara itu saja sudah sangat cukup bagi Yura.

" Mama senang akhirnya Arjuna bisa menikah dengan wanita yang tepat, cantik dan juga pintar seperti Kamu."ucap Ningsih lagi.

Yura tak bisa menjawab,dia hanya bisa tersenyum saja.baru kali ini ada yang memuji nya cantik dan pintar,biasa nya yang Yura dengar dari orang tua nya hanya lah anak nakal, tidak tahu terimakasih .suka membangkang dan masih banyak kata-kata kasar lain nya.

" Yura,anak Mama ini memang sangat keras kepala, sulit di atur dan memiliki wajah datar.tapi percayalah sayang,demi Mama yang sudah melahirkan dia ke dunia ini,Arjuna memiliki hati yang lembut dan sangat posesif terhadap orang - orang terdekat nya."ucap Ningsih pada Yura.

" Kalau bisa nanti! Kalian jangan punya anak satu aja ya,rasa nya sangat tidak enak Yura.Mama tidak akan memaksa karena itu adalah pilihan kalian sendiri,tapi saran Mama lebih dari dua itu jauh lebih bagus sayang."Ningsih terlihat banyak bicara untuk menutupi rasa tidak nyaman pada tubuh nya.

Sayang nya, seorang Raharja yang sudah menemani nya tiga puluh tahun lebih mulai menyadari gerakan aneh dari sang istri.Raharja memantau dari jauh ingin melihat sejauh mana sang istri bertahan dengan rasa sakit nya.

" Mama tenang saja! Aku berencana punya 6 anak .Yura sudah setuju dengan rencana itu." kata Arjuna ceplas-ceplos sementara Yura mendelik kaget dengan rencana dari Arjuna.

Enam anak? Gimana cara mewujudkan nya? Cinta saja nggak sama calon suami nya,ini sudah bahas anak segala.hftttt Yura meremas erat kedua jari yang bertaut di bawah meja.pembahasan tentang anak membuat Yura jadi kikuk.

Pembicaraan berlanjut hingga ke susunan acara untuk hari rabu.semua nya sudah di persiapkan oleh Arjuna dengan sangat baik dan Yura hanya tinggal datang saja mengikuti serangkaian acara lalu pulang dengan status yang baru,yaitu istri sah dari seorang Arjuna Raharja.

" Malam ini Kamu tidur di sini saja sayang,supaya besok nggak perlu capek-capek bolak-balik. " tawar Ningsih atas permintaan dari suami nya,namun Raharja tidak mengatakan apapun kepada Ningsih.

" Jangan Ma, nanti Mama Rahmi gimana?" tanya Yura kebingungan.

" Nanti Arjuna sendiri yang akan minta izin sama Mama kamu,malam ini Kamu nginap di sini sekalian kita melakukan perawatan,Mama sudah lama ingin melakukan perawatan tubuh dengan di temani menantu,mau kan sayang?" tanya Ningsih lagi dan Yura tetap tidak memberikan jawaban melainkan langsung beralih menatap ke arah Arjuna.

" Yura akan menginap di sini malam ini, nanti biar Aku yang pindah ke apartemen untuk malam ini saja,Yura bisa tidur di kamar Aku." bukan Yura yang menjawab melainkan Arjuna yang lagi-lagi tidak mengajak serta Yura untuk berdiskusi.

Tch...Yura kesal melihat Arjuna yang melakukan semua nya sesuka hati nya,tapi Yura juga senang karena tidak perlu lagi pulang ke rumah orang tua nya.

Setelah kejadian tadi pagi,Yura sangat yakin pasti Rahmi sudah menyiapkan banyak kata-kata pedas untuk menyambut kepulangan nya nanti.

 "Kamu nggak mau jelasin sesuatu sama Aku? Tentang yang tadi pagi?" tanya Yura begitu mereka sampai di kamar Arjuna yang ada di lantai dua.

" Banyak yang harus saya jelaskan,tapi tidak sekarang karena waktu nya tidak cukup.inti nya Kamu jangan datang ke rumah itu lagi tanpa ada yang mendampingi.ingat jangan mudah di tipu dengan bujuk rayu mereka." ujar Arjuna belum ingin menjelaskan apapun takut Yura syok.

" Terus kapan dong? Aku penasaran banget ini Pak Arjuna yang terhormat." rengek Yura seperti anak kecil.

Cup...

Cupp

" Panggil Pak sekali lagi,Saya cium Kamu sampai bengkak." ancam Arjuna menggunakan jurus baru.

" Kamu...Ihhh Ciuman pertama Aku." geram Yura tak terima.

" Bagus dong! Terimakasih sudah menjaga ciuman pertama Kamu untuk saya, sana istirahat dulu.nanti pegawai salon akan datang memanjakan tubuh Kamu,Saya harus ke kantor dulu." pamit Arjuna dengan kaku tangan nya membelai rambut Yura.

Yura yang mendapat kan belaian di kepala nya mendadak mengangguk patuh.lalu sedetik kemudian Yura meraba bibir nya sendiri.

" Kenapa rasa nya aneh banget ya.mana nafas dia wangi cowok banget lagi." gumam Yura dag dig dug ser.

" Ehh tunggu dulu,nafas Aku nggak bau bangkai kan?"Yura guling-guling di atas tempat tidur milik Arjuna karena kepikiran dengan bau nafas nya sendiri.

" Jangan sampai dia ilfil sama bau jigong Aku,belum juga malam pertama..." resah nya menutupi seluruh wajah karena merasa malu.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!