––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(34) Bucket?
Mobil Haikal sudah terparkir rapi di halaman rumah yang baru saja Haikal buka gerbang nya.
"Yang, bukain pintu garasi dong terus nyalain lampu garasi nya ya" pinta Haikal saat sudah masuk ke dalam mobil lagi setelah menutup pagar.
Ailena mengangguk tanpa protes karena masih merasa berutang pada Haikal yang sudah membawa nya pergi keluar malam ini.
Haikal membuka kaca mobil nya dan menatap Ailena yang nampak mengotak-atik kunci dan mendorong pintu garasi hingga terbuka lebar.
Sret
Pintu garasi Ailena dorong hingga merasa mobil Haikal cukup untuk masuk ke dalam.
"Sudah bisa kah segini?" tanya Ailena membuat Haikal tersenyum tipis dan mengangguk.
"Lampu nya jangan lupa ya Sayang" sahur Haikal di angguki Ailena yang mulai melangkah masuk ke dalam garasi mencari saklar lampu.
Klik
Ailena terdiam dengan tubuh tegak membelakangi mobil Haikal.
"Apa ini?" tanya Ailena dengan nada bergumam, sebuah bucket berukuran besar dengan warna cream membuat isi bucket nya nampak bersinar menyala.
"Bucket? Uang?" gumam Ailena mata nya mulai melotot saat melihat isi bucket yang diisi bunga mawar beberapa tangkai dan sisa nya uang berwarna kertas merah yang di lipat menyerupai bunga.
"Kenapa Sayang?" tanya Haikal yang sudah keluar dari mobil setelah memasukkan mobil ke dalam garasi dan menghampiri Ailena.
"Ini dari siapa?" tanya Ailena sembari memperhatikan bucket di depan nya tanpa mengalihkan sedikitpun mata nya.
"Nggak tau Sayang, kayaknya ada penggemar kamu deh" jawab Haikal dengan santai sembari berjalan menuju pintu rumah.
"Kamu ya penggemar aku?" tebak Ailena langsung menuding Haikal dengan tangan membawa bucket dan mengekori Haikal.
"Menurut kamu, siapa yang bisa taruh bucket segede itu di dalam garasi yang kunci nya cuma ada satu dan yang megang cuma aku?" tanya Haikal balik membuat Ailena tersenyum.
"Ribet banget kamu tuh, tinggal bilang iya itu dari aku buat istri ku tercinta, pakai sok-sokan penuh teka-teki" cibir Ailena sembari mengikuti Haikal masuk ke dalam.
Grep
Ailena tanpa sengaja menabrak tubuh Haikal yang berbalik dan berhenti tepat di depan nya.
"Ish, kalau ngerem tu pakai aba-aba dong" ketus Ailena dengan memberontak, ia takut bucket yang ada di tengah-tengah mereka jadi gepeng dan rusak.
"Lagi rusak, belum di bawa ke bengkel" balas Haikal dengan ngelantur.
"Ih serius ih" sungut Ailena lalu mengecek bucket yang nampak baik-baik saja.
Haikal terkekeh. "Kan kamu yang mulai duluan tadi Sayang" sahut Haikal dengan nada santai.
Ailena berdecak sebal. "Ini bikinan kamu sendiri? Nggak mungkin sih, mana ada cowok yang se effort ini--"
"Nggak percaya ya? Mantan mu dulu nggak gini ya Sayang, makanya kamu sampai nggak percaya kalau yang bikin sendiri" cela Haikal.
Deg
Ailena terdiam, memang benar adanya. Ardian tak se effort Haikal yang benar-benar membuat Ailena salah tingkah terus-menerus.
"Kamu serius belum pernah pacaran? Kok aku jadi nggak percaya gini sama kamu ya"
"Pacaran nya belum pernah, baru kali ini aku pacaran sama kamu secara halal. Tapi kalau deket nya doang pernah waktu masih SMA dulu" ungkap Haikal dengan jujur.
Ailena manggut-manggut. Kedua nya jika membahas tentang masalalu tak ada yang akan terbawa perasaan karena masalalu ya masalalu, mereka hanya mengenang.
"Kok bisa kamu seromantis ini belajar dari siapa?"
"Dari asisten ku di kantor Sayang. Dia buaya kelas kakap jadi semua rencana ini karna pendapat dia" ungkap Haikal dengan jujur.
Ailena berdecak kagum. "Harus ku balas pakai apa kalau kayak gini?"
"Pakai kata aku siap aja udah cukup sih buat ku" jawab Haikal sembari melangkah duduk di sofa.
Ailena mengernyit. Mencerna jawaban Haikal yang menurut nya ambigu.
"Siap apa?" tanya Ailena membuat Haikal menghela nafas pelan.
"Nggak papa kok Sayang, nanti kamu juga tau" jawab Haikal semakin membuat Ailena penasaran.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️