Anugrah adalah anak laki-laki yang miskin dengan kehidupan yang pas pasan dari ayah yang kenah PHK dan akhirnya menjadi pengemudi becak Mesin sedangkan ibunya sudah lama meninggalkannya sejak dia Sekolah Dasar. Kehidupan serba susah membuat dirinya terus di ejek dan di bully oleh kawan-kawan sekolahnya apalagi ketika dapat beasiswa bersekolah di sekolah elit di kotanya hingga caci maki bahkan bully terus dia terima dan dia terima dengan kuat dengan pembuktian dia tidak gampang menyerah hingga suatu hari semuanya berubah ketika dia tanpa sadar di bawa ke alam astral yang mempertemukan dengan arwah ibunya yang membuka takbir siapa dirinya sesungguhnya yang memiliki kemampuan luar biasa sebagai penguasa langit yang di takuti semua orang namun kehidupan belum berhenti ketika dia harus membuktikan jatih dirinya dan mengangkat martabat keluarganya dengan segala pembuktian kemampuannya, sanggupkah Anugrah membuktikan dirinya? Sanggup kah Anugrah mengangkat Martabat keluarganya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Bertobatlah
Mirza terus minta maaf dan minta ampun kepada Anugrah yang kina terus menatapnya
"Ma ma ma af kan kami Anugrah, aku jan ji tidak mengulang lagi"
"Janji"
Tiba-tiba terdengar jawaban dari Nugrah dengan suara besar yang membuat Mirza tambah merinding dan keringat dingin yang minta Mirza berjanji
"Iya aku janji"
"Tepati janji mu Mirza"
"Aku akan tepati untuk tidak mengulang lagi"
"Baik, ku ingat kata-kata mu atau setiap malam aku akan datang ke kamar mu untuk menagi janji agar kau tobat melakukan kesalahan lagi kepada siapa pun atau aku akan terus datang dalam kesendirian dan malam malam mu"
"Iya aku tobat, aku tobat, aku tobat"
Mirza terus mengulang untuk dia tobat hingga tiba-tiba Anugrah menghilang dalam pandangannya dan Mirza akhirnya tidak sadarkan diri hingga suasana dalam mobil sunyi senyap tanpa suara apapun kecuali suara dengkur dari ketiga orang kawan Mirza yang ternyata mengalami kehadiran Anugrah dalam mimpi mereka agar mereka berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan mereka dan segera tobat
"Iya kami janji, kami tobat, kami tobat"
Sambil mereka mendengkur mulut mereka mengucapkan kata janji dan tobat sedang mobil Alphard yang mereka naiki akhirnya sampai ke rumah mereka masing-masing dan supir mobil orang tuanya Mirza membangun mereka satu persatu ketika mereka sudah sampai rumah mereka namun setiap orang yang dibanguni langsung lari ketakutan
"Ampun, ampuni aku, aku janji, aku tobat"
Satu persatu lari dan segera masuk ke dalam rumah mereka masing-masing sambil bicara minta ampun dan tobat hingga akhirnya sampai ke rumah Mirza sebagai tujuan terakhir dan Mirza pun melakukan hal yang sama seperti kawan-kawannya yang langsung lari ke dalam rumah rumah dan mengunci kamarnya seolah-olah Anugrah mengikuti hingga langsung bersembunyi di dalam selimut tempat tidurnya sementara para orang tua yang melihat kehadiran anaknya dalam tingkah laku aneh jadi heran
"Apa yang terjadi pada anakku"
Sementara itu ditempat lain, Anugrah sudah sampai di rumah sambil tersenyum dan teringat dengan semua yang sudah dia lakukan yang saat ini dia bergerak super cepat hingga terlihat seperti orang menghilang bahkan dia bisa berpindah tempat sesuai apa yang dia inginkan hingga dia kembali tersenyum
"Apakah yang ku lakukan salah ya kepada mereka?, tujuanku agar mereka tobat dan tidak mengulang perbuatan mereka atau baiknya ku jumpa kembali dengan ibu di alam astral"
Anugrah mengangguk dan berpikir dengan apa yang dia lakukan hingga dia menengadah ke langit
"Tuhan, aku mohon petunjukmu"
Anugrah berdoa pada Tuhan dan berharap petunjuknya hingga dia yang saat ini sudah sampai rumah dan ingin membuka pintu rumah ternyata Ayahnya sudah membuka pintu rumah
"Syukurlah kamu sudah pulang nak, Ayah pikir kamu akan pulang malam lagi"
"Tidak Yah tadi pulang cepat hanya ada jumpa kawan di jalan hingga agak lama sedikit"
"Ya sudah masuk ke dalam rumah dan itu sudah Ayah belikan nasi untuk makan malam kita, mau di makan sekarang atau kamu mau mandi dulu"
"Anugrah mandi dulu ya, baru setelah itu kita makan malam, setelah itu belajar dan latihan dasar ke 8 Yah"
"Yes anak Ayah memang tahu diri"
"Iya dong Ayah karena Anugrah harus cepat jadi yang orang yang bisa melindungi diri dan Ayah suatu hari nanti"
"Bagus kalau begitu, sana cepat mandi"
Ayahnya Anugrah tertawa melihat respon anaknya yang terasa lucu buat dirinya sedangkan bagi Anugrah merasa senang kalau sudah membuat Ayahnya tersenyum dan tertawa membuat dirinya tambah semangat mengikuti arahan Ayahnya yang setiap malam mengajari dia berlatih silat
"Ayo Ayah kita latihan"
"Siap"
Anugrah terlihat semangat untuk latihan walaupun sebenarnya dia tidak perlu lagi untuk latihan semua itu karena semua sudah dilakukan Anugrah di alam astral selama satu tahun dan sudah dia kuasai dengan baik bahkan sampai di tingkat kuasa yang bagi orang di bumi ini kalau tingkatan ini tidak akan pernah mereka bisa kuasai sedangkan tingkatan dasar dunia akhir seperti Ayahnya sudah dianggap jawara atau yang terhebat di kelurahan ini namun dia ingin natural atau alami di hadapan Ayahnya seperti anak biasa yang ingin punya kemampuan bela diri hingga akhirnya aktifitas di rumah dilaksanakan dengan baik hingga akhirnya dia bisa istirahat untuk tidur
"Kamu sudah bisa istirahat ya nak kelihatan Ayah ngantuk berat jadi Ayah tidur duluan ya"
"Iya Ayah, Anugrah bersih-bersih dulu baru tidur"
Ketika dia sudah selesai dan bersihkan tubuhnya untuk istirahat, dia lihat Ayahnya sudah tidur maka saatnya dia kembali ke alam astral untuk jumpa ibunya
"Ibu, Anugrah datang bu"
"Iya nak, akhirnya kamu datang karena ibu juga sudah kangen untuk jumpa kamu nak namun kamu tidak bisa lama karen tengah malam Ayahmu akan bangun untuk lihat kamu tidur"
"Iya bu tapi kalau Anugrah sebentar saja, kan di alam dunia hanya beberapa detik"
"Iya benar nak dan kamu mau curhat pada ibu tentang kamu mengerjai kawan kamu yang sudah mengunci kamu di ruangan OSIS itu kan nak"
"Ya ibu kenapa sudah tahu sih"
Anugrah bicara seperti bermanja dengan ibunya walaupun dia tidak bisa lihat ibunya hingga ibunya Anugrah terdengar tertawa mendapat respon anaknya
"Bukankah ibu terhubung langsung ke dirimu nak jadi ibu tahu apa yang kamu lakukan"
"Iya ya ibu jadi apa pendapat ibu tentang apa yang sudah Anugrah lakukan bu?"
"Tidak apa-apa nak, sepanjang niatmu bukan karena lampiaskan dendam tapi untuk membuat orang untuk berubah menuju kebaikan maka apa yang kamu lakukan tetap ibu dukung"
"Makasih ya bu"
Tiba-tiba tidak ada suara ibunya lagi hingga Anugrah heran dan memanggil ibunya namun tidak terdengar lagi hingga beberapa menit hingga Anugrah terus memanggilnya
"Bu, ibu, ibu dimana?, jawablah bu jangan diam saja"
Anugrah terus memanggil dengan sikap manjanya hingga akhirnya tiba-tiba terdengar suara ibunya lagi yang nadanya sedikit serak seperti baru menangis hingga Anugrah heran namun dia tidak bertanya hanya mendengar kata-kata ibunya dulu
"Sudah saatnya ibu cerita rahasia ibu kepadamu nak setelah kamu menguasai kemampuan yang ibu miliki nak"
"Rahasia?, rahasia apa bu?"