Siapa bilang pria dingin yang telah tumbuh dewasa itu tidak menyimpan rasa pada sang adik angkat, yang jelas-jelas dirinya hanyalah kakak angkat yang kebetulan di rawat oleh keluarga Satuan.
"Siapa suruh kamu begitu menarik, jangan salahkan kakak jika kamu selama ini jadi fantasi kakak, kamu cantik dannnn menarik Sea. " Delane menatap bingkai foto milik Sea.
Tapii, hubungan itu telah membawa keduanya ke jenjang yang seharusnya tidak di lakukan. Apalagi setelah itu mereka terpisah negara dan juga waktu, belum lagi lantaran kesalah pahaman yang berujung retaknya sebuah hubungan yang sudah berjalan dengan baik selama itu.
"ya aku memang tergoda akan pesonamu Sea, tapi hanya tubuhmu. Setelah insiden ulang tahunmu itu aku merasa jijik melihat dengan bajing@n itu. "
Deg.
Mampukah Sea meyakinkan dan memulihkan kepercayaan Delane kembali setelah insiden itu, apa keputusan terakhir yang Sea ambil setelah segala usahanya tidak di anggap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.lebih dalam lagi
"aaahhh aahhh lebih dalam lagi baby. "
Sea berusaha memasukkan inti Delane dalam mulutnya, ia mau muntah saat benda besar itu masuk.
"jangan di paksa baby, pasti gak muat dalam mulut kamu baby. " menyentuh pipi kiri Sea dengan diiringi usapan lembut nya.
tapi Sea masih berusaha untuk memuaskan meski mulutnya tak muat lagi, ia keluarkan inti itu lalu berganti menjilati batangnya berulang dan kemudian kedua bijinya, Delane di buat kelonjotan. Kenapa Sea begitu hyper, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran serta suasana hatinya.
"aaahh Sea, aku mau sampai, " menaik turunkan tubuh bawahnya.
Sea langsung mengocok nya dengan cepat menggunakan tangannya.
Crot crot.
"huft huft huft, " Delane sampai terengah-engah. "terimakasih kesayangan ku, " ia duduk bersender.
Sebenarnya saat melakukan tadi, dar@h yang keluar dari tubuh Sea sangatlah deras bahkan sepertinya ini sudah penuh.
Intinya masih berdiri tegak belum mau turun, tapi ia segera mengenakan dalaman dan celananya cepat-cepat setelah membersihkan cairan yang ada dimana-mana, banyak sekali bahkan tidak hanya satu dua tisu basah yang ia gunakan.
"kak, kalau nanti kakak ke Harvard jangan cari pelampiasan ke wanita lain ya. " manjanya.
"untuk apa, cukup melihat fotomu Baby. dan sini aku perlihatkan baby. "
Membuka galeri di ponselnya, terlihat area inti seorang wanita di situ, bentuknya cantik dan menggod@ sekali untuk di cicipi.
"kak ini, ini milik siapa. Kenapa kakak menujukkan nya ke aku dan mengajakku melihat ini? " sedikit meninggikan nada bicaranya.
Cup.
"milikmu, apa kamu lupa aku sudah memotretmu sana sini hem? "
Wajahnya merona, kenapa Delane begitu.
Bahkan semua di foto, apalagi intinya yang di buka dengan kedua jari Delane tak luput dari jepretan juga, saat dirinya nungging juga ada. Terus, saat Delane memasukkan dua jarinya kedalam intinya juga ada, tidak hanya satu tapi banyak. lalu selanjutnya ada video juga ternyata saat Delane mengocok intinya sampai keluar cairannya juga ada, benar-benar diluar prediksi.
Tapi yang lebih mengejutkan ada video Delane menyentuh kan intinya ke inti Sea dengan cara menggesekkan inti itu sampai pelepasan juga ada, jadi kamera kecil di kaosnya itu untuk inikah, betapa hebat pengambilan gambarnya bisa sedetail ini.
"Sea, dan ada satu lagi baby. lihatlah. "
Blush.
Wajahnya merah padam, itu barusan terjadi juga ada. Ya ampunnn wajah nya hilang di telan bumi, malu banget tapi demi menebus rasa bersalah karena ia datang bulan hari ini.
"bagaimana baby, kamu suka tidak intimu aku abadikan begini? " terlihat begitu sayang.
Delane ini pria idaman, tidak ada satupun yang kurang darinya hanya untuk sekarang masih sangatlah muda untuk menikah, Delane masih berumur 18 tahun sedangkan dirinya menginjak usia 17 tahun.
"suka, tapi malu. " cicitnya.
"oh ya, tapi saat menjilat dan berusaha memasukkan dalam mulut mungil mu ini tidak malu hem? " mengangkat dagu Sea dan mengecupnya di sertai lumatan.
"kakkkk sudah, jangan seperti ini, " malu banget.
Ia tersenyum. "baiklah baiklah, aku tidak akan menggodamu lagi, " mengacak-acak rambut Sea.
Makanan sudah selesai dan kini keduanya keluar dari kamar tersebut dan bertingkah biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa di antara keduanya.
Sky berada di ruang game bermain dengan Skala.
"tumben Bumi gak datang Sky. "
"sibuk mungkin, maklum punya cewe. mana mau kumpul sama kita-kita, "
"iya kah? " skala tak percaya.
Pacar yang mana, yang ada jomblo gak mau buka hati, tiba-tiba ada cewek.
"iya, kemarin post di instastory nya, tapi gak kelihatan cewe nya. "
Skala langsung meletakkan stik ps dan melihat ke ponselnya, benar saja tapi kenapa tubuh gadis itu tidak asing dan familiar sekali.
"kayak kenal. " Skala mengingat ingat.
"iya kah, siapa? "
Skala terlihat berpikir, lalu ia menggebrak lantai.
"Olivia, "
Sky geleng-geleng kepala. "jangan ngaco kamu, memangnya tubuh modelnya gitu cuma si Olivia doang, banyak kali. Gak mungkin Bumi dengan Olivia dan berbagi dengan sepupunya si Kenzo itu. " gamblang nya tak percaya.
Iya, benar juga itu.
"iya ya, kok baru kepikiran, "
"nah kan, yuk kita lanjutin main game nya. " Sky sudah memulai bermain game lagi melawan Skala.
Delane menatap ke arah ruang game itu dan terlihat Sky serta Skala seru bermain disana.
"seru banget, gabung dong. "
Skala tak percaya dengan apa yang didengar.
"kak Delane, ayo. boleh-boleh. " Sky senang bukan main.
Akhirnya ada lawan yang sulit di kalahkan.
Permainan berjalan seru sekali dengan masing-masing di depan komputer bermain permainan yang sedang viral hingga kini tidak padam.
Sea membuat sesuatu untuk Delane dan Sky seperti juga ada suara Skala tadi, tapi entah satunya lagi kemana si Bumi, biasanya bagaikan surat dan perangko yang tidak terpisahkan.
"kak, tadi ada yang neror. kakak denger gak? " Sky memastikan.
"Dengar, tapi samar-samar gak terlalu jelas. Mengenai area rumah yang bagian mana, terus daddy dan mommy gimana keadaannya? "
"semua oke sih seperti biasanya, cuma kali ini lewat udara pengirimannya lewat helikopter, " sky menjelaskan yang ada.
Meski sudah siap siaga sejak awal jika sewaktu-waktu ada teror berulang, Orang-orang itu selalu ada cara untuk berbuat demikian, meski teror sudah terjadi puluhan tahun tapi tetap saja mereka tak henti dan tetap gencar saja hingga kini.
Delane berpikir, Kira-kira siapa lagi yang meneror jika orang biasa sepertinya bukan sebab menggunakan helikopter, tapi tetap saja akan ketahuan siapa itu, pasti saat ini daddy sudah mengantongi siapa orang itu. masalah uang bukan masalah bagi daddy untuk melacak orang.
"Sea."
"eh mommy, terkejut Sea mom, " menebah dadanya berulang kali.
Padahal sedari tadi ia berusaha konsentrasi dan melebarkan telinganya agar tidak terkejut saat ia membuat camilan begini, namun tetap saja reflek membuatnya terkejut bukan main.
"kamu ini, Sea apa mommy boleh bicara sesuatu nak? "
"boleh mom, apa? " meletakkan sendok yang barusan ia gunakan untuk mengaduk.
"sebentar lagi Delane kakakmu berangkat, apa kamu sudah siap menjalani LDR lama Sea. mommy sudah sering melihat gerak gerik kalian yang mencurigakan, mommy benar-benar khawatir jika kalian sudah bermain jauh dan menghancurkan masa depan kalian. tapi sekali lagi mommy percaya bahwa kalian tidak akan sampai seperti itu sebelum kalian menikah, pahamkan maksud mommy Sea? " menyentuh bahu kanan Sea.
Sea mengangguk pelan. "paham mom, tapi percayalah mom, kak Delane gak akan berkhianat kok mom, lagi pula kak Delane tau batasan mom, "
"iya, mommy percaya. Dari caranya memperhatikan kamu dan lainnya mommy percaya akan semua itu Sea. " ia tersenyum lega.
Rasa khawatir nya kini hilang dan tidak resah lagi, anak-anak seperti mereka ini memang dalam masa penasaran yang tinggi, tapi sebagai orang tua apa salahnya membimbing anaknya agar tidak salah mengambil langkahnya seperti saat pertama kali mereka melangkah saat kecil dulu.
"terimakasih mom, mommy mau cicipin ini? " menyuapi Gea.
Gea tersenyum dan senang sekali, putrinya begitu perhatian.