Sejak kejadian kebakaran itu, Arga Mahendra jatuh cinta pada gadis yang menyelamatkan hidupnya. Amira, gadis belia yang masih berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku kelas XII SMA.
Keduanya kemudian terlibat dalam hubungan terlarang, dimana Amira diam-diam menikahi Amira tanpa sepengetahuan Stella yang tak lain adalah istri sahnya.
Lantas bagaimana kehidupan mereka ? Siapakah yang akan Arga pertahankan dalam hidupnya ? Amira atau Stella ? Disaat Stella sudah sembuh dari penyakit gangguan mentalnya.
Simak ceritanya di novel "Istri Simpanan Guruku" karya Dewi KD, jangan lupa berikan like dan komentar kalian untuk mendukung author 🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi KD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
“Apa Kau tidak punya uang untuk membeli rumah, sampai harus membawa putri Ku tinggal bersama kedua orang tua mu ?” ucap Herlya pada Arga.
“Aku keberatan tinggal bersama kedua orang tua Arga, Bu !” bukan Arga yang menjawab melainkan Amira.
“Aku tidak bertanya padamu, Amira ! Lagi pula tahu apa Kau rasanya tinggal serumah dengan mertua ?” oceh Herlya
“Ibu, Aku yakin kedua orang tua Arga pasti memperlakukan ku dengan baik !” kata Amira meyakinkan Herlya.
Herlya tertawa mendengarnya,
“Sebaik-baiknya dan seenak-enaknya tinggal dirumah mertua, lebih baik dan enak tinggal di rumah sendiri, Amira !” jawab Herlya yang membuat Amira terdiam.
“Nyonya tidak perlu khawatir, Ibu ku telah menerima Amira dia yang meminta Ku untuk membawa Amira ke rumah kami ! Jika pun bukan karena permintaan Ibu ku, Aku pasti membawa Amira ke rumah Ku sendiri yang sudah Aku siapkan untuk Amira !” kata Arga apa adanya.
“Oh, berarti Kau tipe anak yang sangat menurut pada Ibu rupanya !” jawab Herlya yang membuat Arga hanya bisa menghela nafasnya.
Tidak akan menang jika bicara dengan Herlya.
“Ya sudah, kalau begitu ! Pergilah ! Bawa putri Ku pergi, bahagiakan dia ! Tapi sekali saja Kau membuat putri Ku menangis, maka tak akan ku biarkan Kau bisa menemui putri Ku lagi !” ucap Herlya mengeluarkan ultimatumnya.
Amira merasa senang karena mendapatkan izin dari Herlya untuk pergi bersama Arga.
“Terimakasih Nyonya, Aku akan pastikan Amira bahagia bersama Ku !” jawab Arga dengan tulus.
Malam itu, Arga membawa Amira pergi dari hadapan Herlya. Dan Herlya mau tidak mau melepaskan kepergian putrinya. Ada perasaan sedih karena ia harus berpisah dengan anak yang selama ini ia rawat dengan kasih sayang sejak dari dalam kandungannya hingga sampai menemukan lelaki yang ia cintai.
“Aku pergi Ibu.” Ucap Amira dengan lembut.
“Jaga dirimu, Sayang !” ucap Herlya dengan mata yang berkaca-kaca.
“Aku pasti sangat merindukan Ibu !” kata Amira lagi.
Setelah Amira dan Arga masuk ke dalam mobil, tak terasa air mata Herlya jatuh begitu saja. Namun dengan cepat Herlya langsung menghapusnya.
Herlya masuk ke dalam rumahnya, dan melihat fotonya bersama mendiang suaminya yang terpasang di ruang keluarga.
“Lihat, putri mu sudah pergi bersama pria yang dia cintai ! Aku harus apa sekarang ? Aku seharusnya bahagia bukan ? Tapi mengapa Aku tidak benar-benar merasa bahagia ? Karena pria yang di cintai oleh putri kita adalah anak dari lelaki di masa lalu ku ! Dimana kata mu Kau tidak akan pernah bisa menggantikan posisinya sampai kapan pun !” ucap Herlya seorang diri.
Malam itu, perasaan Herlya berkecamuk. Ia hanya bisa menghibur dirinya dengan meminum sedikit demi sedikit anggur yang ada di rumahnya. Sampai ia merasa lelah sendiri dan tertidur di sofa ruang keluarga.
Sedangkan Arga dan Amira yang telah tiba di rumah orang tua Arga. Langsung di sambut oleh dua orang pelayan yang bekerja di rumah Mahendra.
“Cantik sekali !”
seloroh Miti yang langsung menutup mulutnya, ia memuji Amira yang begitu cantik.
“Miti, Mina ! ini Amira, dia adalah istri ku !” ucap Mahendra memperkenalkan Amira pada mereka.
“Oh, halo. Nona Amira !” sapa Miti dan Mina
“Halo !” jawab Amira sedikit gugup.
“Sini biar kami yang bawa barangnya, Tuan !” ucap Mina mengambil koper yang di pegang oleh Arga.
Sonya yang melihat kedatangan Arga pun langsung menyambutnya dengan penuh semangat.
“Arga ! Kau datang, Nak !”
“Ibu ! Aku sangat merindukan Ibu !”
Keduanya saling berpelukan dan Amira hanya bisa tersenyum melihat pemandangan Ibu dan anak tersebut terlihat begitu hangat.
“Ibu, perkenalkan ini Amira, istri Ku !” ucap Arga memperkenalkan Amira pada Sonya.
Sonya menatap Amira dan Amira hanya tersenyum. Sonya kemudian mengulurkan tangannya meminta Amira untuk mencium tangannya.
Amira yang terkejut melihat sikap Sonya padanya, dengan senang hati langsung menerima tangan Sonya dan mencium tangan Sonya dengan lembut.
“Kalau Aku tidak bisa membalaskan rasa sakit ku pada Herlya, setidaknya Herlya bisa merasakan sakit itu lewat putrinya !”
“Tak akan pernah ku biarkan putrinya bahagia bersama putra Ku. Aku akan membuatnya seakan ingin pergi dari rumah ini meninggalkan Arga untuk selamanya !” ucap Sonya dalam hati.
...****************...
bukan seorang ibu yang baik.
napsu jadinya....
gimana rasanya posisi Dia menjadi Amira.
nanti juga akan ada balasannya.
tetep Amira pertahankan..Libas saja jalang mah. jangan kasih ampun.
apa sekama ini pura2 sakit jiwanya.
jadi aja jiwanya bener2 sakit.