Zevanya terpilih menjadi lulusan terbaik di kota ini, masa depan yang cemerlang serta paras cantik membuatnya menjadi wanita yang nyaris sempurna, namun secara mengejutkan ia mengalami kecelakaan fatal yang mengubahnya menjadi seorang wanita buta, hingga harus dikirim keluar negeri untuk menjalani perawatan.
Tapi saat kepulangannya, ia tiba-tiba diculik dan dipaksa menikah dengan Aezar, pria yang sama sekali tidak ia kenal.
Keluarganya telah bangkrut secara tragis, ayahnya dipenjara, dan dikabarkan orang yang menghancurkan keluarganya adalah suaminya sendiri, begitu banyak hal yang terjadi membuatnya bingung.
Siapa sebenarnya pria ini? apa motif sebenarnya menikahi Zevanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mufli cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
Ini adalah hari pertama Zevanya merasakan hidup seperti orang normal setelah berbulan-bulan, membayangkan bisa berinteraksi dengan banyak orang membuatnya sangat bersemangat.
"Kau gugup?" Aezar mengenggam tangannya, Zevanya mengalihkan pandangannya dari jendela mobil dan melirik kearah pria itu.
Gadis itu menggeleng, dua menit kemudian mobil mereka berhenti agak jauh dari kantor, ia telah berdebat dengan Aezar pagi ini ingin diturunkan jauh dari kantor agar tidak ada yang curiga, akhirnya dengan terpaksa Aezar menuruti permintaannya.
"Aku menunggumu disana" pria itu masih tidak rela istrinya turun.
Gadis itu mengangguk kemudian ia menatap pria pendiam di kursi depan, "Antoni terimakasih atas bantuanmu pagi ini,"
Zevanya merasa bersalah karena harus membuat pria malang itu berkeliling pagi hari buta demi mendapatkan pakaian untuknya.
Antoni merasa suhu di mobil turun dengan drastis, ia menemukan tatapan Aezar seperti ingin membelahnya menjadi dua.
"Itu memang tugasku Nyonya," jawabnya gemetaran.
Jika kau sungguh ingin berterimakasih, sebaiknya kau berhenti tersenyum kearah ku, pintanya di dalam hati.
"Baiklah ini hari pertamaku, aku tidak boleh terlambat"
Ia berjalan menjauhi mobil dan bergabung dengan kerumunan orang untuk menyeberang.
Maybach itu kemudian melesat, melewatinya dengan pelan. Dari dalam tampak Aezar masih tidak mengalihkan pandangannya.
Zevanya tiba lima menit kemudian dan langsung mencari departemen personalia, sebenarnya ia cukup kaget karena gedung besar yang kerap ia lewati ternyata merupakan kantor Aezar sejak tiga tahun yang lalu, itu bangunan dengan tinggi sepuluh lantai.
"Nona Zevanya" manager personalia mengamati gadis didepannya dengan seksama, ia punya kulit putih dan wajah cantik dengan postur tubuh yang bagus.
Siapa dia? kenapa ia direkomendasikan sendiri oleh tuan Aezar?
"Apa kau punya hubungan khusus dengan tuan Aezar?" ia bertanya dengan lembut,
Namun di telinga Zevanya itu lebih kedengaran seperti, Apa kau simpanannya?
"Aku menolongnya secara tidak sengaja, dia membantuku mendapat pekerjaan sebagai tanda terimakasih" gadis itu menyemburkan kebohongan dengan rapih.
Manager personalia hanya mengangguk, itu benar. Dikabarkan tuan Aezar sangat mencintai istrinya, ia tidak mungkin bermain dibelakangnya.
"Kau sudah bisa kerja hari ini, karena kau direkomendasikan sendiri oleh tuan Aezar tidak perlu ada seleksi lebih lanjut. Kau bisa mulai dari departemen penjualan"
Wanita berusia lebih dari tiga puluh tahun itu mengangkat tangan, mengajak Zevanya untuk berjabat tangan, kemudian mengarahkannya ke lantai empat.
Departemen penjualan adalah yang tersibuk karena perusahaan Aezar ada dibidang e-commerce dan home shopping.
Tiba disana, pandangan orang-orang sontak tertuju pada gadis disebelah manager personalia. Itu seperti buah segar dipadang tandus yang bisa mengundang semua binatang mendekat.
"Perkenalkan ini nona Zevanya, dia akan menjadi rekan kalian mulai hari ini"
Zevanya mengedarkan pandangannya sambil tersenyum manis ia memperkenalkan diri dengan sopan, butuh waktu tiga puluh menit kemudian hingga ruangan menjadi tenang kembali karena beberapa rekan pria mulai mendekatinya secara langsung.
Gadis itu bergidik ngeri jika Aezar tahu kejadian ini, untungnya pria itu terjebak diruangannya dengan setumpuk dokumen yang menyebalkan hingga siang.
Ia terus melotot pada Antoni yang berdiri disisinya, "Aku menyuruhmu menyelesaikan masalah di perusahaan tapi apa ini? kau menodongku dengan berkas-berkas menyebalkan di hari pertama" pria itu mengomel,
Antoni hanya bisa tersenyum kecut, "Aku sudah menyelesaikannya, kau hanya perlu menandatangi"
"Tetap saja, ini sudah hampir jam makan siang. Aku ingin makan siang dengan istriku" gerutunya, Antoni mengejeknya diam-diam.
Siapa suruh kau meninggalkan kantor begitu lama
"Tidak bisakah kau memalsukan tanda tanganku?" Aezar bertanya dengan santai.
Asistennya itu hanya mengedipkan mata tidak percaya, apakah ada orang yang menyuruh asistennya sendiri memalsukan tanda tangan?
"Aku mungkin akan merebut perusahaanmu suatu saat nanti" jawabnya pelan.
"Ya rebut saja, paling-paling aku akan tinggal di pulau pribadiku, menjadi nelayan dan petani. Zevanya akan menungguku setiap hari sambil beternak ayam dirumah"
Serius bos, apakah ada yang salah dengan otakmu?
Beberapa menit kemudian ponsel Aezar berkelip menandakan ada pesan masuk.
"Kau sudah makan siang?"
Itu pesan dari Zevanya, sudut mulut Aezar ditarik sedikit, tersenyum seolah ia baru menang undian.
"Belum"
"Ini sudah waktunya makan siang, kau harus makan dulu"
"Aku sangat sibuk" ia melirik berkas yang menggunung di meja kerjanya sebelum mengetik lagi.
"Kau makan siang duluan, aku mungkin akan makan dikantorku"
"Ehmm.. bisakah aku mengantar makanan kesana?"
Aezar membalas tanpa berfikir panjang, "Tentu saja"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Zevanya tersenyum saat melihat balasan Aezar, ia berniat turun mencari makanan untuk suaminya saat bahunya ditepuk,
"Kau tidak makan siang?" seorang pria menghampirinya ramah sambil bertanya, itu adalah salah satu teman kerja barunya, dia terlihat seperti pria baik dan sopan.
"Tidak, kau bisa duluan aku masih ada urusan" jawabnya singkat, ia mengambil tas dan langsung keluar meninggalkan pria itu yang masih kebingungan "Apa dia sudah punya pacar?"
Zevanya memutuskan untuk pergi ke restoran terdekat membeli 3 kotak bento, ia ingat mungkin Antoni juga masih belum makan, mereka bisa makan bersama kalau begitu.
Kembali ke kantor dengan cepat ia langsung menuju lift ke lantai sepuluh, beberapa orang di lift bingung melihatnya menekan angka sepuluh, karyawan biasa jarang ada yang pergi kesana secara langsung.
"Kau yakin tidak salah menekan?" tegur seseorang, Zevanya mengerjap bingung sambil menggeleng.
"Itu kantor bos besar, kau bisa kena masalah jika berkeliaran disana sembarangan" orang dibelakangnya ikut menasihati,
Zevanya tidak tahu harus menjawab apa, dia tidak pernah berfikir sampai situ, benar juga. Pasti aneh karyawan baru sepertinya keluar masuk ke kantor bos.
"Aku mengantarkan pesanan pak Antoni" ia mengangkat kotak bento ditangannya sambil tersenyum canggung.
"Oh.. kau kenal dengan pak Antoni?" mereka mulai mengerumuninya dengan penasaran.
"Itu, ya aku sedikit mengenalnya. Kami beberapa kali bertemu" gadis itu mulai pandai mencari alasan sekarang.
"Syukurlah, kukira kau berniat mendekati bos.. Kuberi saran jangan banyak tingkah didepannya dia benci wanita berisik"
"Benarkah?" Zevanya mengingat selama ini malah Aezar yang selalu menyemburkan omong-kosong didepannya.
Yang lain mengangguk membenarkan, "Model terakhir untuk brand ambassador kita bahkan diusir saat ia bicara lebih dari kata tiga kata di depannya"
Mereka akhirnya berhenti berkerumun saat pintu lift terbuka, satu-persatu keluar dan hanya tersisa Zevanya sampai di lantai atas.
Lantai atas benar-benar luas dan senyap, kecuali Aezar, Antoni, dan sekretaris yang menjaga tepat di depan pintu kantor Aezar, selebihnya itu adalah ruang meeting untuk para tamu yang penting.
Aula depan ini mungkin bisa digunakan untuk bermain bola.
Bahkan sekretarinya pun seorang pria, biasanya para bos akan mempunyai sekretaris cantik disisi mereka, Zevanya entah mengapa merasa senang.
"Nyonya, tuan telah menunggu di dalam"
Pria berwajah serius itu menyapanya dengan sopan, Zevanya mengangguk canggung dan berjalan melewatinya, ia mengetuk pintu kantor Aezar dan bergegas masuk.
.
.
.
.
Minta vote nya dong.. maaciww