warning!!
terdapat umpatan dan **** ***** bijaklah dalam berkomentar
karya ini merupakan karya asli author!
jika ada kesamaan tempat, nama dan waktu itu bukan kesengajaan!!
Aurora steffani Leandra, seorang gadis yang terpaksa menerima takdir jika dirinya telah dijual oleh sang ibu tiri demi uang, dirinya dilelang pada sebuah perkumpulan mafia dan bos besar. hingga akhirnya seorang mafia kejam bernama Liam Emiliki Kyler membelinya. bagaimana nasib Aurora??
silahkan membaca kelanjutanya berikut..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Storyku_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkara tamu bulanan
Pagi hari ditempat tidur aurora memegangi perutnya yang melilit dan mood yang benar benar tak karuan melihat liam saja sudah membuat nya benci.
Tapi laki laki tampan itu tak memghiraukan nya. Ia duduk bersandar pada headboaed tempat tidur menatap aurora yang terus memegangi perutnya.
Tak tahan melihat wanitanya liam pun berniat menelfonbdokter jimmy namun dengan cepat aurora mencegahnya.
“Kau gila aku sedang datang bulan, tak perlu memanggil dokter jimmy”
“Bukankah kau perlu bantuan untuk menghilangkan sakitmu itu?”
“Ck.. kau berlebihan liam aku cuma datang bulan, bukan mau mati!” Geram aurora
“Siapa bilang kau akan mati, kalau kau mati aku juga ikut denganmu” goda liam
Namun bukannya mendapatkan senyum liam malah mendapatkan tatapan tajam dari aurorra.
Hingga tiba tiba pintu diketuk lima beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu sedikit. Terliat dori yang sudah rapi dengan setelan kerjanya, ia cukup terkejut dengan liam yang biasanya pagi pagi sudah rapi namun sekrang liam tampangnya yang kusut dengan tidak memakai baju dan hanya menggunakan celana piama pendek saja. Ingin bertanya namun ia langsung menepisnya
“Ada apa??” Tanya liam
“Tuan apa anda lupa, jika hari ini ada perdagangan senjata dan barang lainnya”
“Ahh... iya aku lupa baiklah aku akan bersiap siap, oh kau cari makanan dan minuman yang bisa meredakan sakit saat datang bulan”
“Apa!” Dori menganga tak percaya dengan apa yang dengan apa yang ia dengar, lagi pula dia laki laki bagaimana ia tau “tapi tuan... saya-“
“Aku tau kau tak tau, tapi kau bisa tanya maid atau perempuan lainnya. Sudah sana kau cari saja apa yang aku suruh” liam menutup pintu kamarnya
“Ish..i dasae tuan liam seenaknya ada. Sabar sabar” dori pun bergegas bertanya pada maid ia berjalan turun dan melihat maid yang sedang membersihkan ruanh utama
“Ehem...” beberapa maid menoleh saat mendengar suara dori termasuk laila dan menghentikan aktivitasnya “apa kalian tau makanan dan minuman yang bisa meredakan nyeri saat datang bulan?” Tanya dori yang menahan malu.
Para maid tak percaya dengan apa yang diucapkan dori mengenai hal yanh sensitif.
“Ada tuan..” ucap salah satu maid
“Apa itu?”
“Minuman kunuit asem yang biasa dipakai kami”
Dori menoleh pada laila “laila buatkan minuman itu dan antarkan pada nona aurora”
“Baik tuan”
Dori berbalik badan ia sungguh malu dengan pertanyaan yang ia lontarkan tadi
“Semoga tak ada lagi permintaan gila dari tuan liam.. argghhhh” teriaknya frustasi namun dalam hati
Didapur laila menyiapkan minuman untuk nona mudanya. Ia tersenyum kala mengingat kejadian tadi malam seprai yang bernoda darah ia kira nona mudanya dan tuan liam sudah melakukan itu dan akan ada aurora dan liam junior dimansion ini.
...----------------...
Liam keluar dari kamar mandi dan menggunakan bathdrope. Ia melihat aurora yang masih meringkuk diatas tempat tidur sesekali meringis memegangi perutnya.
“Masih sakit?”
Aurora mengangguk ia juga tak nyaman karena tak menggunakan pembalut sehingga sebentar saja celana yanh ia pakai sudah penuh dengam darah.
“Menjauhlah nanti kau kena darah...” ucap aurora saat liam mendekat
“Tak apa apa baby, aku sudah biasa berkutat dengan darah. Dan aku lebih suka darahmu baby”
“Dasae gila....” cibirnya
“Ya, bukan kah aku pernah bilang kalau kau membuatku gila”
Aurora tak menjawab dan malas bersebat dengan sang mafia. Liam membawa aurora kedalam pangkuannya dan tanpa ia sadari handuk yang ia pakai sudah terkena darah yang menembus lewat gaun aurora.
“Belikan aku pembalu”
“Apa itu pembalut” ucap liam membulatkan mata
“Pembalut untuk aku pakai agar darahku tidak merembes kemana mana”
“Lali dimana aku bisa menemukan pembalut itu??” Tanya liam dengan wajah yang bingung
“Kau bisa menemukan dimana saja, suruh maid saja. Sudahlah liam kai membuatku pusing….”
Aurora beranjak dari pangkuan liam benar saja handuk yang dipakai liam terdapat noda darah. Namun itu tak mambuat liam jijik ia beranjak dari tempat tidur dan masuk kamar mandi dan menganti handuknya.
Aurora kembali meringkuk diatas tempat tidur kali ini ia menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut karena terlihat noda darah pada gaunnya.
Liam keluar dari kamar mandi kali ini ia menggunakan bathdrobe dan melangkah keluar dan membuka pintu.
Ia melihat zeus didepan pintu
“dimana dori??” Tanyanya
“Sepertinya ada dibawah tuan”
“Cepat panggilkan dia sekarang juga”perintahnya
“Baik tuan”
Zeus sampai dilantai bawah dengan cepat ia langsung menemui dori
“Maaf tuan, tuan liam sedang mencari anda”
“Baiklah” jawab dori singkat
Dori melangkah menuju lift namun ia melihat zeus yang akan menaiki tangga dengan cepat ia memanggilnya “kemarilah naik lift bersamaku, nanti kau akan lama”
Zeus mengangguk dan mengikuti dori dibelakangnya
“Apa lagi yang diinginkan liam, semoga dia tak menginginkan hal yang mengerikan lagi” batin dori
Lift pun terbuka zeus dan dori segera menuju kamar liam. Ia mengetuk singkat dan tak lama liam keluar dari kamarnya dengan memakai bathdrobe dori menatap heran padahal mereka sudah akan pergi namun liam belim bersiap dan masih menggunakan bathdrobe.
“Anda memanggil saya tuan?”
“Iya aku memanggilmu, cepat carikan aku pembalut”
Dori menatap bingung setahunya pembalut itu digunakan oleh seorang wanita yang datang bulan. Ia tak pernah berfikir jika sang mafia menginginkan barang tersebut.
“Maksud tuan pembalut” tanya dori memastikan nya.
“Apa aku harus mengulanginya lagi?” Terlihat wajah liam yang sudah tak bersahabat.
“Baik tuan, berapa banyak yang anda inginkan”
“Banyak mungkin, atau kau ambil semua satu toko”
Setelah mengatakan itu liam kembali menutup pintu dan menginggalkan dori yang membisu.
“Ya tuhan apa lagi ini, ternyata jika seorang mafia bucin akan seperti ini, kau benar benar sial dori” teriak dori merasa frustasi
Dori dengan cepat tuyn kebawah dan mencari keberadaan maid aurora ia pun menuju dapur dan mendapati laila.
“Laila apa kau sudah selesai?”
“Ya tuan sudah selesai saya akan mengantarkannya pada nona aurora”
“Ya cepatlah antarkan minuman itu, setelah itu kau turun dan belikan sesuatu untuk nona aurora”
“Baik tuan”
Singkat cerita laila sudah mengantarkan minuman kunyit asam itu ke kamar aurora dan kini laila sedang berada didalam mobil bersama dengan dori.
Sedangkan dikamar aurora liam memberikan minuman itu kepada aurora
“Sayang bangunlah dan minum ini”
Aurora membuka mata dan mendudukan dirinya diatas tempat tiduri ia menatap segelas minuman yanh diberikan liam.
“Apa itu diminum sekarang atau masih panas?”
“Sepertinya bisa diminum sekarang karna ini hangat”
“Baiklah” aurora mengambil gelas minuman itu dan meminumnya hingga tandas dan benar saja itu membuat perutnya hangat namun tetap merasakan nyeri.
“Liam kemarilah” Ia pun meminta liam untuk mendekat Dan menyuruhnya ngelus pungungnya hingga membuatnya sedikit nyaman dan rasa nyeri itu beransur sedikit mereda. Namun akan kembali nyeri saat tangan liam berhenti mengelus.
Teman teman jangan lupa like komen dan subscribe yaa... biar aurthor semangat terus...
Maksa nih
kata sayang dan cinta tapi kasarnya luar biasa STUPID
baca dari awal