"Jangan terus mendekatiku jika hanya ingin membuatku terluka. Dan jangan mengajari aku apa itu cinta jika pada akhirnya hanya akan menggoreskan luka dan jangan beri aku harapan jika itu hanya harapan palsu dan jangan berjanji jika kamu tak bisa menepati." Ungkap Cinta yang masih menangis tersedu-sedu...
"Maafkan aku cin." Hanya itu kata-kata yg keluar dari mulut Ivan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir Kehidupan
1 Minggu setelah kematian istrinya. Taufiq belum juga bisa melepaskan kepergiannya. Dadanya masih terasa sesak. Ia tak menyangka bahwa istrinya akan meninggal secepat itu. Padahal ia menikah baru 24 jam tapi kenapa tuhan memanggil istrinya dengan begitu cepat. Kenapa tuhan tak memberikan kesempatan untuk dirinya membahagiakan istrinya. Sungguh, ia tak sanggup menerima kenyataan yang begitu pahit. Ia berharap semua ini hanya mimpi.
Kedua orang tua Cintapun juga tidak menyangka bahwa putri kesayangannya akan meninggalkan mereka secepat itu. Padahal baru kemaren ia menyaksikan Putrinya menikah tapi sekarang ia sudah tiada. Ia sudah tak lagi bersamanya. Berat rasanya untuk ayah dan ibunya Cinta menghadapi kenyataan bahwa putri satu satunya sudah meninggalkakn mereka untuk selama lamannya. Sekarang hanya tinggal kenangan demi kenangan yang mereka punya.
Elsa, ia menangis ketika mengetahui sahabatnya sudah tiada. Awalnya ia gak percaya tapi setelah ia datang kerumahnya dan melihat secara langsung, ia pun langsung menangis seketika. Ia tak menyangka bahwa pertemuan kemaren di kantin adalah pertemuan terakhir antara ia dan dirinya. Andai ia tau, ia tak akan membiarkan sahabatnya pergi meninggalkan dirinya. Ia sangat menyayangi Cinta seperti saudara kandungnya sendiri.
Di pemakaman itu, bukan hanya Elsa yang hadir tapi juga guru gurunya, teman temanya. Bahkan Ibu pengurus panti dan juga anak anak yang ada di panti itu datang melihat Cinta untuk yang terakhir kalinya. Bahkan Bu Wati dan juga anaknya hadir di sana. Taufiq emang sengaja memberitahukan mereka semua karna Taufiq tak ingin mengecewakan mereka karena menutuupi kematian istrinya.
Ivan, ia merasa bersalah karena telah membunuh orang yang ia sayang. Kemaren saat Cinta datang ke kantin bersama suaminya. Ivan merasa hatinya begitu sakit, ia cemburu melihat Cinta begitu bahagia dngan laki laki lain. Sehingga entah setan apa yang sudah membuat ia buta. Ia merencanakan ingin membunuh suaminya karna jika ia tak bisa mendaparkan Cinta maka ia tak akan membiarkan orang lain memilikinnya. Saat itu ia sedang nongkrong di warung bersama teman temannya. Ketika melihat ada mobil mogok dan ia tau bahwa itu Cinta dan suaminnya, Ivan pun merencakan untuk menabrak laki laki itu. Tapi ia tak menyangka bahwa Cinta yang akan menjadi korban keegoisannya. Sekarang ia hanya bisa diam di kamar, ia tak berani untuk keluar. Ia takut polisi akan menangkapnya. Ia jga benar benar merasa berdosa. Ia sudah menjadi pembunuh. Ivan benar benar tersiksa dengan rasa bersalahnya. Ia tak tau apa yang harus ia lakukan jika orang lain tau bahwa yang menabrak Cinta itu adalah dirinya. Mungkin semua orang akan membencinya, mungkin semua orang akan menghujatnya. Ivan gak bisa membayangkan itu semua. Ivan gak bisa.
Ia pun melihat ada racun tikus yang sering di pakai oleh ayahnya. Ia mengambil itu lalu meminumnya tanpa berfikir panjang. Dan akhirnya ia jatuh dengan busa yang tak henti hentinya keluar dari mulutnya. "Cin, aku akan menyusulmu." Ucap IVan dalam hati lalu ia tak sadarkan diri.
Bagi yang ingin cerita ini terus berlanjut jangan lupa untuk komen di bawah ya karena jujur saya masih bingung cerita ini mau di lanjutin atau tidak. Oh ya bagi kalian yang suka dengan ceritaku jangan lupa untuk ngasih like kalian dan jangan lupa untuk follow akun ku. Oke. Makasih..................
--------------------------------------------------------------------------------
Fb : Evi Tamala
IG :evita_jember
Twitter :@evitajember
paling asik tu ngidam ngelus burung suami 🤣🤣🤣
tapi mengapa begitu singkat kebahagiaan cinta
kalau aq mending alvin ama cinta...