NovelToon NovelToon
VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: yunyun veganezth

Vanya, Gadis SMA berusia 18 tahun terpaksa menjalani pernikahan dengan Daffin, Laki-laki yang telah menodainya, Yang ternyata adalah lelaki yang selalu bertindak semaunya dan juga kasar.
Namun siapa sangka setelah pernikahan itu secara perlahan Daffin mulai berubah dan juga mulai mencintai Vanya.
Bagaimana usaha yang Daffin lakukan untuk meluluhkan hati Vanya yang selalu bersikap dingin kepadanya?

Bukan cerita CEO, Hanya sebuah cerita perjuangan lelaki yang telah menghancurkan hidup wanita yang menjadi istrinya, Agar wanita itu dapat menerima ia dengan sepenuh hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunyun veganezth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inikah Akhirnya?

Vanya masuk ke dalam kelas, Ia duduk terdiam di kursinya perasaanya campur aduk bahkan ia masih belum percaya dengan apa yang didengarnya tadi.

Harus gimana sekarang batin Vanya

"Va woi lo kenapa? Dari tadi dipanggilin diem aja" teriak Meta

"Oh enggak apa-apa kok" jawab Vanya setelah sadar dari lamunannya

"Beneran enggak apa-apa? Lo bikin salah apa emang sama Pak Daffin?" tanya Meta

Belum sempat Vanya menjawab Guru pelajaran selanjutnya telah datang lebih dulu.

Buat salah? Dia yang udah buat kesalahan besar ke gue batin Vanya

Sepulang sekolah Vanya menunggu Mamanya di gerbang sekolah, Sementara teman-temannya yang lain sudah pulang lebih dulu termasuk Niko.

"Mama mana sih" gumam Vanya

"Sambil jalan pelan-pelan deh nanti juga ketemu dijalan" ucap Vanya pada dirinya sendiri

Ia pun mulai berjalan menyusuri trotoar tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya.

"Kamu mau kemana? Aku antar ya?" ucap orang tersebut yang ternyata adalah Daffin.

"Ga perlu !" jawab Vanya sambil menepis tangan Daffin dan mulai berjalan lagi

Tapi Daffin tak habis akal, Ia tetap membuntuti Vanya dari belakang

"Vanya kamu kenapa sih?" tanya Daffin

Vanya menghentikan langkah, Lalu berbalik

"Apa kamu bilang ? Kenapa??" ucap Vanya dengan marahnya

"Tanya sama diri kamu sendiri!" ucap Vanya lagi

"Udah lah Vanya, Aku juga akan tanggung jawab sepenuhnya sama kamu" ucap Daffin lagi.

Tetapi justru bukan lah itu yang Vanya harapkan sebenarnya dia hanya ingin mengulang waktu dan berharap tidak pernah bertemu sekalipun dengan Daffin..

Tapi apa daya semuanya sudah terjadi, Sekarang Vanya sendiri pun bingung, Tidak tahu harus berbuat apa, dan Ia pun sebenarnya tidak pernah berharap tanggung jawab dari Daffin.

Tanpa sadar air mata Vanya mulai meleleh membasahi pipinya, Daffin berusaha menghapusnya tapi lagi-lagi ditepis oleh Vanya.

Mama Vanya yang melihat dari kejauhan segera turun dari mobilnya.

"Vanya?" ucap Mamanya

"Ma.." ucap Vanya yang langsung memeluk Mamanya

"Kamu siapa? Kenapa mengganggu anak saya?" tanya Mama Vanya dengan marah

"Saya ga mengganggu Vanya tante, Oh iya perkenalkan saya Daffin tante" ucap Daffin sambil mengulurkan tangannya.

Plakk

Mama Vanya menampar dengan keras pipi Daffin, Uluran tangannya pun sekarang dipakainya untuk mengelus pipinya sendiri.

"Daffin? Jadi kamu, Orang yang merusak hidup anak saya !" ucap Mama Vanya dengan penuh emosi

Satu tamparan dirasa masih belum cukup untuk Mamanya, Ia ingin sekali memukuli Daffin sepuasnya, Akan tetapi Mama Vanya sadar ia tidak mau mengundang perhatian banyak orang, Apalagi saat ini mereka masih ada di dekat sekolah Mama Vanya pun memutuskan untuk pergi membawa Vanya pulang.

"Tunggu tante" ucap Daffin kemudian

Mama dan Vanya menghentikan langkahnya

"Saya akan mempertanggungjawabkan perbuatan saya, Tante terima atau enggak saya akan tetap menikahi Vanya karena dia sedang mengandung anak saya" ucap Daffin dengan yakin.

Mama Vanya tidak menghiraukan Daffin ia segera membawa Vanya masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraannya.

Sesampainya di rumah,

Vanya duduk di sofa, dan Mamanya mengambilkan segelas air untuk Vanya.

"Ini sayang diminum dulu ya" ucap Mama Vanya sambil memberikan segelas air kepada Vanya

Vanya pun meminumnya.

"Ma, Vanya takut Vanya harus gimana sekarang" ucap Vanya

"Tenang sayang ada Mama disini, Kamu enggak perlu takut" ucap Mamanya

Sore hari saat Papa Vanya datang , Ia melihat Mama Vanya yang begitu gusar

"Kamu kenapa? Vanya mana?" tanya Papa Vanya

"Vanya di kamarnya , Tadi siang aku ketemu dengan orang itu" ucap Mama vanya

"Siapa?" tanya Papa Vanya

"Laki-laki yang menghamili Vanya, Dia bilang dia akan tanggung jawab dan Vanya pun cerita kalau malam ini dia akan datang kesini bersama orang tuanya untuk melamar Vanya" ucap Mamanya

"Ya bagus lah kalau mereka masih punya itikad baik dan mau bertanggung jawab"ujar Papanya

"Tapi aku tidak setuju Vanya menikah dengan dia" ucap Mama Vanya marah

"Kenapa lagi? kita sudah bahas ini dari kemarin" ujar Papa Vanya

"Jadi kamu benar-benar tega memberikan Vanya pada dia??" tanya Mama Vanya

"Aku sudah katakan sama kamu, Ini bukan masalah tega atau tidak, Ini menyangkut dua orang bukan cuma Vanya seorang tapi juga bayinya" ujar Papa Vanya.

"Kamu mau Vanya jadi bahan cemoohan orang nanti? Kamu mau anaknya nanti diolok-olok karena tidak memiliki ayah?" ucap Papa nya lagi

"Kita sudah pernah mengalaminya, Dan Vanya juga mau tidak mau harus mengambil jalan yang pernah kita tempuh" ucap Papanya

"Tapi kita berbeda kamu dan aku kita sama-sama khilaf waktu itu, Tapi Vanya? Dia dijebak bahkan dia sendiri juga belum terlalu mengenal orang itu" ucap Mamanya

"Terserah kamu aku sudah pusing sudah capek, Kalau kamu punya jalan lain ya sudah kamu tidak usah tanya pendapat aku" ucap Papa Vanya

Ternyata Vanya diam-diam mendengarkan percakapan kedua orang tuanya

Papa sama Mama belum pernah bertengkar tapi karena aku dari kemarin setiap bertemu mereka pasti bertengkar batin Vanya.

Vanya menuruni tangga, Lalu mulai berbicara kepada kedua orang tuanya.

"Ma.. Pa.. Vanya akan menikah sama dia" ucap Vanya kemudian

Seketika kedua orang tuanya pun syok

"Apa?? kamu ngomong apa sih Vanya

kamu jangan melantur " ucap Mamanya marah

"Enggak Ma, Vanya serius Vanya akan menikah dengan dia, Seperti Mama dan papa dulu, Dulu kalian juga enggak pernah saling suka kan? Tapi kalian korbankan perasaan kalian buat Vanya, Sekarang giliran Vanya lakukan hal yang sama, Semuanya untuk kebaikan anak Vanya, Cucu Mama dan Papa" ucap Vanya yang mencoba menahan tangis

"Kalau gitu Vanya ke atas dulu ya mau siap-siap " ujarnya lagi sambil berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.

Vanya menangis dikamarnya sambil memeluk kedua kakinya.

Mamanya terduduk lemas, Tidak tahu harus berbicara apa lagi , Karena Vanya sendiri yang telah memilih untuk menerima Daffin.

Malam harinya Daffin benar-benar datang bersama kedua orang tuanya.

Diruang tamu

"Sebelumnya kami sekelurga benar-benar minta maaf dan menyesal untuk apa yang telah putra kami lakukan" ucap Papa Daffin

"Untuk itu kami sekeluarga kemari berniat untuk melamar putri anda Vanya, Untuk putra kami Daffin, Jadi bagaimana apa Bapak, Ibu dan Vanya setuju?" ucap Papanya lagi

"Demi kebaikan bersama saya akan coba menerima, Bagaimana dengan kamu Vanya?" tanya Papanya

"Saya..." Lidah Vanya terasa kelu, berat sebenarnya untuk menerima semua

Daffin melirik ke arah Vanya, Vanya masih belum bisa meneruskan kata-katanya.

"Iya saya juga " jawab Vanya kemudian sambil mengepalkan tangannya

Mama Vanya bangun dari duduknya lalu pergi disusul oleh Mama Daffin.

Mama Vanya menangis tidak rela kalau nasib putri kesayangan berakhir seperti dirinya.

Mama Daffin datang dan mengelus pundak Mama Vanya seraya berkata

"Saya tahu pasti berat, Saya juga punya seorang putri dan saya juga pasti tidak rela, Tapi kembali lagi kita hanya ingin yang terbaik untuk semua, Dan saya berjanji akan menjaga Vanya sebaik mungkin, menyayangi dia seperti anak saya sendiri"

Mama Daffin pun kembali ke tempat duduknya disusul dengan Mama Vanya,

"Jadi kita sudah sepakat pernikahannya akan diadakan setelah lusa, Besok istri saya yang akan membantu Vanya untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan juga mengurus dokumen pernikahannya, untuk resepsi kita akan tunda sampai Vanya melahirkan karena mengingat Vanya juga masih bersekolah jadi kita akan menikahkan mereka dulu baru nanti kita bicarakan lagi mengenai resepsinya" ujar Papa Daffin

"Iya baik lah" ucap Papa Vanya

Daffin tersenyum puas, Dan ia berserta keluarganya pamit pulang.

Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊

1
a'la Din
aku like, aku tim nona nona petualang ya, makasih udah like. mohon dukungannya mau bikin lanjutannya...
merti rusdi
karena Tupperware adalah kunci! 😂
merti rusdi
Dan 'karma' ke anaknya
arfan
up
Amina Rengil
lanjutkan ceritamu
Becky D'lafonte
bagus bgt
Kartika
permisi kak, izin promote, mampir yuk ke karya aku * ketulusan hati Luna
makasih 🙏🏻😊
Lala Pricilla
bego vnya
Lala Pricilla
vanya kyk gatel dsini..daffin udah segitux masih aja kekeh...lebih baik dafin cari yg lain dah
Lala Pricilla
daffin ampk gk perduli m kerjaanx sking gk mau istrix ngambek
Lala Pricilla
vanya giliran ma daffin gk gk aja eh malah si leo dia mau mau aja..jd comblng lgiii parah..kasihn daffinx
Lala Pricilla
ngak mau tidur berdua d cium tp udah sering ya van
Lala Pricilla
niko kasihan serasa d phpiiin...dafin jg ksian sih selepas dia salah tp dia mau bertanggung jawab..vanya jg ksihan mendem rasa harus nerima...sma2 kasihan
Lala Pricilla
dafin tajir bgt kykx..santai bingit main game doank kerjaanx skliiix bntuiin kkx ngajar..
SMILE😊™
aku cari ga ada
Sya'wanah
ah, mungkin jika Vanya bilang k mom's nya malah bisa ketolong. kn bisa ya Vanya suruh minum pil KB.
tp kn emang niatnya Thor bikin skenario yg kayak gini.
nunggu Vanya positif Bru mom's nya d kasih tau kl Vanya kecolongan d perkosa kakak kelas.
pokok ngikut kakak Thor aja lah
indy
kangen Vanya kakak...😃
Hiatus: Eh 🤭 Nanti ya kita sambung lg😁
total 1 replies
Ida Blado
makanya fin,jangan di larang2 selagi gk melewati batas
Ida Blado
sandra aja masih tinggal sama ortunya,padahal masih lengkap.tpi knp vanya hrs tinggal sama mertuanya,padahal ibunya vanya tinggal sendiri,,,,
Hiatus: biar terpantau sama ibunya daffin yang full time di rumah, kak. soalnya ibunya vanya kan Dokter. ga sllu ada di rumah 24 jam
ga ky ibunya daffin. jd bisa jagain 2 bumil
total 1 replies
Ida Blado
wkwkwk rasain kmu fin,sapa suruh dulu semena mena
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!