Remake dari karya berjudul Emas yang belum lama di rilis dan karya teman penguasa berlengan satu yang sudah di drop.
Kisah seorang pria yang selalu di hina akibat dia hanya memiliki satu lengan. Dia di khianati istri yang sewaktu smp di tolongnya sampai mengorbankan lengannya. Mertua dan iparnya menganggap dia sampah karena dia sering di pecat karena kondisi nya.
Dia sempat berpikir mengakhiri hidupnya dan di tolong, dia mendapat lengan bionik karena kebetulan dan sempat mau di bunuh oleh selingkuhan istrinya, namun di saat kondisinya sudah kritis, lengan bionik nya malah menolongnya dan memberinya kekuatan untuk mengubah nasib. Bagaimanakah kisah perjalanan hidup baru nya ?
Genre : Fiksi, fantasi, drama, komedi, supranatural, psikologi, menantu terhina, urban.
100 % fiksi, murni karangan author. mohon like dan komen nya ya kalau berkenan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
Mark menarik nafas dalam dalam kemudian menghembuskan nya kembali untuk meredam emosi nya yang memuncak, matanya masih terus menatap Teddy sampai dia masuk ke dalam mobil nya dan pergi. Mark menoleh melihat Amanda yang memeluk dirinya,
“Bagaimana kamu bisa kenal dia ?” tanya Mark dengan nada sedikit tinggi.
“Ma..maaf mas, nan...nanti aku ceritakan,” jawab Amanda tergagap.
Melihat wajah Amanda yang nampak ketakutan dan merasakan tubuh Amanda gemetar, Mark tersadar kalau dia tanpa sengaja menaikkan suaranya, dia paham sekali apa pekerjaan Amanda sebelum menikah dengan diri nya. Tangannya naik memeluk Amanda dengan lembut dan berbisik pada Amanda.
“Ma...maaf, aku terbawa emosi,” bisik Mark.
“I..iya, tidak apa apa mas,” balas Amanda.
Tiba tiba Stephen mendekati keduanya bersama dengan Julita, Mark melepaskan pelukan Amanda dan menoleh melihat keduanya,
“Maaf pak kalau saya membuat keributan,” ujar Mark meminta maaf pada Stephen.
“Tidak apa apa, maaf boleh tahu nama anda ?” tanya Stephen.
Mark langsung memperkenalkan dirinya dan Amanda kepada Stephen, kemudian Mark juga berkenalan kepada Julita yang di perkenalkan Stephen, ternyata Julita merupakan keponakan Stephen dan bertugas menjual atau menyewakan beberapa asset Stephen melalui kantor nya. Mark dan Amanda mengatakan minat mereka pada ruko milik Stephen dan meminta melihat bagian dalam nya sesuai perjanjian.
Julita mengantar keduanya untuk melihat ruko tiga lantai yang di sewakan atas ijin dari Stephen, kejadian dengan Teddy pun tidak di bahas lagi, walau Amanda masih diam dan menyerahkan semuanya pada Mark yang sudah stabil. Selesai melihat lihat bagian dalam ruko, mereka berkumpul di lantai satu,
“Gimana ? anda tertarik pak Mark ?” tanya Julita.
“Saya ikut istri saya saja (menoleh melihat Amanda) kamu gimana Manda ?” tanya Mark.
“Aku...berminat sih, tapi...boleh pikir dulu ?” tanya Amanda.
“Ok, kita pikir pikir dulu ya,” jawab Mark dan langsung mengatakan nya pada Julita.
“Hmm saya mengerti, kejadian barusan memang sangat di sayangkan (berpikir sejenak) tapi setelah bicara sama orang tadi, saya memutuskan untuk menjual ruko ini saja,” ujar Stephen.
Julita langsung menoleh melihat paman nya yang mengatakan kalau dia mau menjual ruko nya, dia langsung menarik paman nya menjauh sedikit dari Mark dan Amanda, mereka terlihat berdiskusi secara pribadi, Mark yang melihatnya mulai berpikir,
“Hmm beli ya,” gumam Mark.
“Ga usah lah mas kalo beli,” balas Amanda.
“Lihat dulu saja harganya,” balas Mark.
“Tapi kalau orang tadi balik lagi gimana ? nanti dagangan ku di ganggu,” ujar Amanda.
“Untuk dagangan kamu, kita sewa tempat lain, ruko ini untuk invest dan kita sewakan lagi, tapi kalau situasi sudah aman ya kalau kamu mau pake langsung pake aja,” balas Mark.
“Gitu ya,” balas Amanda.
Tak lama kemudian, Stephen dan Julita kembali mendekati Mark dan Amanda yang menunggu mereka berdiskusi.
“Um...pak Mark, bu Amanda, om saya berniat menjual ruko ini senilai 1,4 miliar,” ujar Julita.
“Loh....saya pikir di atas 2 atau 3 miliar,” balas Mark.
“Gini pak Mark, kalau boleh jujur, orang tadi sudah bolak balik ketemu saya, dia terus memaksa saya untuk menjual ruko ini, tapi dia selalu kasih tawaran rendah dan bikin saya pusing meladeni dia, akhirnya saya memutuskan jual murah saja tapi untuk pak Mark saja,” balas Stephen.
“Hmm dia mau buat apa sih di sini ?” tanya Mark.
“Dia bilang sih buat adiknya karena adiknya mau buka usaha di sini, tapi dia ga mau sewa dan mau beli karena sekalian untuk invest,” jawab Stephen.
“Hmm ok (hah si Vania mau dagang di sini, sori deh, ga bisa dan ga boleh, gue dan Amanda ga mau deket deket keluarga keparat itu),” gumam Mark.
Mark nampak berpikir sejenak, kemudian dia melihat lihat sekeliling ruko kosong itu, dia memperhatikan dinding, langit langit, toilet, ubin dan tangga.
“Hmm misa saya ok nih pak, apa kerusakan kerusakan kecil di dalam ruko di perbaiki ?” tanya Mark.
“Wah berat pak, harga segitu saya ga dapat untung, hanya ongkos bangun nya saja, belum lagi di potong pajak dan komisi keponakan saya,” jawab Stephen.
Mark kembali berpikir, tapi tiba tiba “bwuuung,” sebuah layar hologram muncul di matanya karena dia menyelesaikan misi menolong titik hitam yang tidak lain adalah Amanda.
[Reward mission 1.500.000.000 R......received in dimensional storage.]
Mark tersenyum, kemudian dia langsung menaruh tas punggungnya dan membuka dimensional storage nya, dia mengambil laptop baru nya dan menyalakannya, dia juga mengambil token untuk memindahkan dana menggunakan internet banking.
“Ok pak Stephen, saya tidak nego, malah saya tambah 100 juta untuk bantu membereskan kerusakan ruko ini, gimana ?” tanya Mark tersenyum.
Tentu saja Stephen, Julita dan Amanda langsung menatap Mark, terutama Amanda yang nampak lebih kaget dari yang lain,
“Mas, ga salah dengar nih ?” tanya Amanda.
“Sori, nanti aku ceritakan alasan nya,” jawab Mark.
“Oh...ok,” balas Amanda langsung diam.
Mark menoleh melihat Stephen dan Julita yang berdiskusi untuk hitung hitungan biaya renovasi nya, kemudian mereka menoleh melihat Mark dengan tersenyum lebar,
“Ok setuju pak,” ujar Stephen sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Mark menjabat tangan Stephen, setelah itu mereka pergi ke kantor Julita yang tidak jauh dari sana dan langsung membuat perjanjian jual beli. Setelah tanda tangan, Mark membayar 500 juta sebagai down payment dan biaya renovasi awal kepada Stephen. Julita langsung membuatkan kuitansi nya dan perjanjian pun selesai. Setelah itu, Mark dan Amanda boncengan motor untuk pulang ke rumahnya. Begitu sudah di dalam dan selesai mandi bersama, keduanya duduk di sisi ranjang,
“Trus kenapa beli ruko itu mas ?” tanya Amanda.
“Aku kenal orang yang menyerang kamu, dia mantan kakak ipar ku yang selalu meremehkan ku dan selalu menekan ku menceraikan mantan istri ku,” jawab Mark.
Amanda kaget dan terdiam, dia menoleh melihat Mark kemudian memeluk Mark di sebelahnya, setelah itu,
“Aku....juga mau cerita,” ujar Amanda.
Amanda menceritakan hubungan dirinya dengan Teddy, menurut Amanda, Teddy adalah pelanggan tetap nya, dia tahu Amanda masih perawan dan ingin mengambilnya bahkan rela memperistrinya hanya untuk itu. Tapi Amanda terus menolak dan memilih melayani dia seperti biasa saja, yaitu pijit dan memuaskannya menggunakan tangan dalam keadaan telanjang. Mendengar cerita Amanda, tentu saja Mark menjadi geram sekali terhadap Teddy,
“Jangan marah ya mas, semua itu terjadi ketika aku belum bersama mas,” ujar Amanda.
“Aku tahu, aku tidak marah sama kamu, aku marah sama makhluk itu,” balas Mark.
“Terima kasih mas,” balas Amanda.
Mark merangkul Amanda, hatinya masih berdegup kencang dan kembali terbalut kemarahan karena ulah mantan kakak iparnya.
[Tuan.]
“Apa Aisha ?”
[Tuan bukan diri tuan yang dulu, tapi untuk hubungan tuan kedepannya, sebaiknya tuan menceritakan semuanya pada istri anda tanpa ada yang di tutupi, termasuk asal usul nya.]
Mark terdiam, walau sekilas, dia melihat Amanda mati matian melepaskan dirinya dari cengkraman Teddy karena memikirkan perasaan dan kesetiaan nya pada Mark. Akhirnya setelah mempertimbangkan semuanya, Mark menceritakan semuanya,
“Manda, ada yang mau ku ceritakan,” ujar Mark.
“Apa mas ?” tanya Amanda bingung.
“Kamu harus tahu siapa diriku....dan siapa dirimu,” ujar Mark.
Mulailah Mark menceritakan semuanya, siapa nama aslinya, siapa mantan istrinya dan kakak iparnya juga siapa Amanda dan Andika sebenarnya.
mohon maaf lahir dan batin
tapi juga jangan lupa jaga kesehatan dan kebarokahan diri sendiri