^^^^^
》》》》》》》
Seorang gadis berkerudung kini tengah berjuang untuk kehidupan nya .. dengan sikap nya yang lembut,sederhana, anggun dan r
amah , membuat semua orang menggumi nya ,,bekerja sebagai office girl di sebuah perusaan terbesar se asia tenggara
'Alysa saufika aisyah
Tampan,kaya,dingin,dan tak tersentuh ini adalah salah satu billionare terkaya dan termuda se asia tenggara , siapa yang tak mengenal lelaki dingin ini? Nama bahkan wajah nya tak pernah lepas dari majalah majalah internasional..
' Gabriel nathan smith
Takdir mempertemukan mereka dan membuat si billionaire tergila gila kepada gadis sederhana yang tak lain karyawan nya sendiri?????
" ini cerita pertama ku dan ini real dari fikiran ku sendiri ya" btw DON'T COPY MY STORY
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dahlia Rinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hati putih
Haloooo
Author alay up lagi nih wkwk ,
Tok tok tokk....
Aisyah kaget mendengar suara yang berasal dari luar pintu ,,
" saya alif, anak ibu fatimah , saya ingin memberikan obat , bisakah saya masuk?" Suara alif terdengar setelah beberapa ketukan nya tak kunjung di respon
" i...iya silahkan" balas aisyah canggung
Dan pintu itu pun terbuka,
" assalamu'alaikum , " sapa alif
" wa'alaikum salam," jawab aisyah menundukan pandangan nya
" ehmm ini obat yang diresepkan dr alika, sudah saya tebus , silahkan dimakan setelah makan sebanyak 3 kali sehari, " ucap alif lalu meletakan obat di nakas samping aisyah
" hm terimakasih banyak" jawab aisyah halus
" yahh , bagaimana rasanya? Apa kah masih sakit?" Sebenarnya alif merasa sedikit canggung dan salting , namun entah apa yang membuat nya betah berada dikamar ini, mungkin kah suara lembut itu?
" sudah lumayan , berkat bantuan anda dan bu imah , sekali lagi terimakasih" jawab aisyah
" hm , berapa usia mu?"
" dua puluh empat "
" baiklah aisyah, usia mu berada di bawah saya, terserah mau memanggil apa, yang jelas jangan "anda ",saya adalah anak dari ibu Yang dulu pernah kamu selamat kan , maka dari itu terima kasih "
" hm " aisyah hanya mengangguk dan tersenyum tipis sebagai jawaban " iya sama sama"
" baikla saya permisi, kamu silahkan istirahat" ucap alif yang sudah berbalik kearah pintu kamar
" iya mas" langkah alif terhenti mendengar panggilan dari aisyah , entah kenapa ia merasa begitu banyak kupu kupu yang berterbangan dalam dada nya
" kenapa mas? Ada yang tertinggal yaa?" Tanya aisyah ketika melihat alif menghentikan langkah nya
Aliff menoleh " ehmm t...tidak , tidak ada " jawab aliff lalu berjalan kembali
Tiba tiba ia berbalik menghadap aisyah " saya sudah tau kondisi kamu melalui penjelasan dr alika, hmm jika kamu merasa skit nya tak kunjung hilang jangan segan untuk mengatakan nya kepada saya ataupun mami ,"
" ehm iya mas"
" jika saya boleh tau , dimana suami mu syah? Nanti biar saya bantu untuk menemui nya untuk menjemputmu disini" tawar aliff
Jujur alif merasa hati nya sedikit tercubit ketika tau bahwa aisyah telah bersuami , apalagi ia sudah keguguran, itu artinya aisyah sempat mengandung
Aisyah mendongak namun hanya mampun menatap warna kaos yang di pakai aliff
" a..apakah kehadiran saya merepotkan mas alif dan bu imah ?" Tanya aisyah balik
" apa???" Tanya alif tak paham
" hmm tidak , mas tidak perlu repot untuk menemui suami saya, mas pasti sibuk, nanti biar saya saja yang menghubunginya, terima kasih tawaran nya mas, maaf saya ingin istirahat " usir aisyah halus
Siapa sangka jika wanita lemah itu merasa sedikit terlukai dengan perkataan alif yang seperti menolak kehadiran nya
" ohh ehmm b..baikla , saya permisi " pamit alif bingung
Alif keluar bersama tanda tanya di fikiran nya, ia merasa tamu cantiķ nya mungkin tersinggung karna ucapa nya tadi, tapi bukan itu maksud alif , ia hanya ingin membantu , mengapa aisyah begitu sensitif saat alif. Menyebut nyebut suami nya
"Ehh aliff? Dari dalam yaa nak?" Tanya bu imah saat melihat anak nya keluar dari kamar aisyah
" iya mi, alif ngasih obat yg td diresepin sama dr alika buat aisyah, " jelas alif
" ohh gitu , yaudah kamu minggir dong , mami mau ngasih aisyah makan dulu biar dia bisa minum obat nya"ucap bu imah
Alif pun menyingkir dari pintu lalu mempersilahkan maminya masuk
" assalamu' alaikum " sapa bu imah yang mendekat dan duduk di ranjang samping aisyah
" wa'alaikumsalam bu"
" makan dulu ya syah, abis itu minum obat "
Ucap bu imah sembari mengangkat sesendok bubur
" terima kasih bu , biar saya makan sendiri saja, ibu juga harus istirahat , ibu pasti lelah setelah mengurus saya dr pagi kan ?"tolak aisyah halus sembari mengambil mangkuk bubur tersebut dari tangan bu imah
" gak kok , sini gapapa bjar ibu suapin yaa, kamu kan lagi sakit pasti lemes ," balas bu imah yang menarik mangkuk tersebut
" anda baik sekali bu, semoga allah menyehat kan anda selalu, orang baik seperti anda pasti akan merasakan limpahan kebahagiaan , aminn" doa aisyah tulus
" tidak nak"
" mksd ibu? "
" kau juga orang baik , bahkan sangat baik, tapi allah memberimu hidup yang malang , sungguh ibu percaya jika allah maha baik,disaat hidup mu dimasa kecil kau menjadi yatim piatu, lalu setelah dewasa kau ditimpa musibah yang di anggap fase tersulit bagi wanita, allah memberimu hati yang kuat , kau wanita kuat nak, ibu .. ibu bahagia , bahagia sekali bisa kenal kamu"ucap bu imah berkaca kaca, sungguh ia merasa tersayat jika mengingat perjalanan hidup wanita mallang dengan hati seputih awan ini ,
Aisyah tersenyum perih " bu , allah maha mengetahui , tidak apa apa jika saya menderita semalang ini di dunia, asal allah mengizinkan dan memberikan ku tempat untuk hidup kekal di surga nya kelak, disana kebahagiaan abadi bu, saya percaya itu "
Bu imah tersenyum haru dengan keteguhan wanita teduh itu , tiba tiba alif mengetuk
Tok tok tok....
" mii alif ada operasi dadakan di rumah sakit , alif izin pergi dulu yaa, mami gapapa kan kalau alif tinggal bentar " ucap alif dari balik pintu
bu imah menoleh ke arah pintu " iya lif , mami gapapa kok , ada aisyah yang bisa mami jadika temen ngobrol "
" kalau ada apa apa langsung telpon alif yaa mi " ucap alif lagi
" iya liff, udah gih berangkat sana " usir mami nya
Sudah tidak ada sautan dari alif, mungkin sudah pergi
" nahh aisyah , sudah bisa kah kamu menceritakan masalah suami dan ibu mertuamu yang baik itu pada ibu" tanya
Bu imah ramah
Aisyah hanya diam
" oke baiklah , sekarang gini , kamu pasti bingung yah liat isi rumah ini kenapa cuma ada saya dan alif? Dimana papi nya alif"
Aisyah mengangguk ragu
" bagaimana kalau saya bercerita tentang papinya alif dan sebagai gantinya kamu juga bercerita tntng masalahmu, bagaimana sayang? Setuju gak?"tawar bu imah lagi
" bu, masalah saya merupakan aib rumah tangga kami, jika saya bercerita ? bukan kah itu namanya membuka aib keluarga saya" jawab aisyah takut menyinggung bu imah
" nak , ibu mengerti rasa tanggung jawab mu sebagai istri yang baik, tapi percaya sama ibu, terkadang manusia tidak bisa menyimpan nya sendiri, dia butuh teman untuk membagi masalah nya, dan jika kamu mau ibu mau di bagi masalah mu, ibu mau menguatkan mu , ibu mau membantu mu " nasehat bu imah
Aisyah diam menunduk merenungkan ucapan bu imah
" ibu tidak memaksa , ibu hanya ingin membantu mu , salah satu caranya adalah dengan meringan kan beban di hati mu yaitu bercerita, ibu percaya kamu wanita kuat nak, tapi sekarang kamu terlihat begitu rapuh , pasti masalah mu berat" lanjut bu imah
" ibu benar , saya rapuh bu, sangat rapuh " lirih aisyah
Bu imah menatap mata yang sudah menggenang di depan nya, dengan seksama ia mendengarkan penuh sabar cerita aisyah yang sesekali harus terhenti karna isak tangis , bu imah tau pasti bahwa aisyah mati matian meredam tangisnya namun sekuat apapun wanita sholehah ini tetap seorang wanita , hal ya amat lumrah jika aisyah menangis sampai sepilu ini ,
bu imah memeluk tubuh lemah itu , ia juga tanpa sadar ikut menangis
" anggap saja ibu adalah ibu kandung mu nak, tumpahkan semua keluh mu pada ibu, ibu akan memberikan pelukan menenangkan untuk mu nantinya, "
" anda sudah sangat baik dengan mengirimkan seorang dokter untuk memeriksa keadaan saya bu, gak ada yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan anda ini" sedu sedan aisyah
" hei kamu putri ibu? Ibu tidak meminta pamrih atas semuanya?"
Air mata aisyah semakin deras saja mendengar kalimat " putri ibu"
" saya hanya wanita lemah yang terlalu banyak meminta ke pada allah, tt...tapi allah selalu mempertemukan saya dengan hamba hamba nya yng berhati putih , dan anda salah satunya hiks, trima kasih , terima kasih banyak,," ucap aisyah mencium punggung tangan bu imah..
^^^^&
Assalamu'alaikum wkwk kelamaan ya? Iyahh authornya kehilangan inspirasi hehe
Maapppp
makasih
sudah kayak agen rahasia
gak masuk akal.
sakit tak berdarah Tor...
pokoke bikin dia kesakitan deh.
kasihan tau ... Aisyah...
Kamu akan membayar mahal Nathan, klo kamu nyamperin Citra lagi.
ojok Sampek nyesel kamu...