NovelToon NovelToon
Permaisuri Tidak Mungkin Jahat

Permaisuri Tidak Mungkin Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Time Travel / Harem / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:310.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Zhuzhu

Setelah mengalami percobaan mesin waktu yang gagal, Han Ziqing tiba di dunia kuno sebagai permaisuri yang siap dikubur di peti mati. Di hari dia membuka mata kembali, dia bertengkar dan bertarung dengan Wei Shiqi, sang Kaisar yang selama ini membencinya.

Di dalam harem yang kejam dan dingin, selain menghadapi sikap dingin Wei Shiqi, Han Ziqing juga harus menghadapi dan mengurus selir-selir yang memusingkan.

Wei Shiqi yang menyadari kepribadian Han Ziqing yang berubah total mulai mengubah pemahamannya. Dia secara tidak sadar melakukan segala hal untuk melindunginya dan membuatnya tetap berada di sisinya.
***
"Yang Mulia, Permaisuri meracuni Selir Yun karena kesal!"

Wei Shiqi menjawab, "Panggil tabib dan obati Selir Yun!"

"Yang Mulia, Permaisuri pergi menemui Sarjana Song!"

Wei Shiqi menjawab, "Batalkan gelar sarjananya, kirim ke perbatasan!"

"Yang Mulia, Permaisuri pergi berkencan dengan Tuan Fu!"

Wei Shiqi mengerutkan kening, "Kirim Fu Dou kembali ke negaranya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Mencari Tahu

“Yang Mulia, Menteri Ritus datang untuk melapor,” ucap Jin Bao.

Saat ini, Wei Shiqi masih berada di ruang baca Istana Yongqian. Dia meniadakan salam pagi dan menyuruh pejabatnya menulis laporan dan menemuinya jika ada yang ingin dilaporkan.

“Suruh dia menunggu.”

Jin Bao keluar lagi. Di dalam ruangan itu masih ada Han Ziqing yang membereskan berkas. Melihat Wei Shiqi membiarkan Menteri Ritus menunggu, perlahan dia mengerti situasinya. Kemarin, Menteri Ritus bernama Yuan Jing itu merekomendasikan Kong Meisun untuk menjadi Menteri Pertahanan, namun belum disetujui.

Kong Meisun adalah orang berbakat di bawah pengawasannya langsung. Mengetahui dia direkomendasikan orang, Wei Shiqi pasti tidak senang. Apalagi posisi yang ditawarkan sangat penting. Wajar jika dia ingin memberi sedikit pelajaran pada Yuan Jing.

“Orang ini suka sekali mempersulit orang,” gumamnya. “Aku seorang Permaisuri, kenapa aku dipekerjakan seperti pelayan?”

“Kalau kau punya keluhan, katakan langsung di depanku. Jangan bergumam di belakang.”

“Astaga, telingamu ini sensitif sekali ya?”

Berkas menumpuk di meja Wei Shiqi sekarang sudah ditata. Hanya tinggal menyuruh orang mengembalikannya ke kementerian terkait. Ini tidak mudah. Setumpuk masalah yang dibawa oleh para menteri membuat Han Ziqing perlahan mengerti beban pekerjaan yang diemban Wei Shiqi di pundaknya setiap harinya.

“Apakah tidak melelahkan menjadi Kaisar?”

“Apakah tidak melelahkan menjadi Permaisuri?”

Kalau Han Ziqing tidak menikah dengannya dan tidak menjadi permaisuri, mungkin saat ini dia menjadi wanita bebas yang tidak terikat perasaan. Namun karena pilihan bodohnya, dia terkurung di sangkar emas ini. Pada akhirnya Han Ziqing baru-lah yang harus menanggung konsekuensi dari pilihan tersebut.

“Yang Mulia tidak perlu mengujiku. Aku tahu kau setuju menikah denganku karena kau membutuhkan ayahku.”

Han Ziqing tidak mempermasalahkan tujuan awal dari pengangkatannya sebagai permaisuri. Itu sudah terjadi, mundur lebih tidak mungkin lagi. Kalau pun para menteri ingin melengserkannya dan mengirim petisi bertubi-tubi, Han Ziqing akan melakukan segala hal yang ia bisa untuk mempertahankan posisinya.

Dia mulai nyaman dengan kedudukannya. Ternyata menjadi orang besar yang dihormati cukup menyenangkan juga. Posisi teratas yang menempati kursi nomor satu wanita paling mulia di Kekaisaran Wei Agung ini menawarkan banyak keuntungan untuknya.

Ketika kedua pihak sama-sama diuntungkan, maka untuk apa lagi mempermasalahkan tujuan awal? Selain itu, Han Ziqing sepertinya sudah terbiasa berada di dekat Wei Shiqi meski pertemuan mereka selalu diawali dengan pertengkaran dan hal-hal tidak terduga.

“Pernikahan transaksional pada dasarnya tidak melibatkan perasaan. Aku yang terlalu bodoh karena naif, mengejarmu seperti orang kesetanan.”

“Sekarang bagaimana?”

“Biasa saja.”

Hati Wei Shiqi seperti dicubit. Biasa saja? Apa maksudnya? Apakah Han Ziqing ingin mengatakan dia tidak lagi punya perasaan apa-apa terhadapnya?

Tapi, Wei Shiqi lebih suka Han Ziqing yang sekarang. Sifat menjijikannya yang selalu mengejarnya tanpa memedulikan apapun sepertinya sudah menghilang. Dia lebih masuk akal dan tenang dalam bertindak. Tapi, tidak dapat dipungkiri Wei Shiqi seperti kehilangan sesuatu juga.

“Oh, ada yang ingin kutanyakan.”

“Soal apa?”

“Di mana peliharaanmu?”

“Peliharaan?” Wei Shiqi mengernyitkan dahi. “Peliharaan apa?”

Wei Shiqi tidak memelihara hewan. Istana melarang penghuninya memelihara kucing atau anjing karena dapat membahayakan. Wei Shiqi jelas tidak memelihara satu pun dari hewan itu.

“Maksudku, orang yang kau rawat di paviliun itu. Aku belum melihatnya lagi.”

Fu Dou? Maksudnya Fu Dou?

“Dia bukan peliharaan. Sebaiknya kau tidak tertarik dengannya.”

Han Ziqing hanya asal bertanya. Identitas Fu Dou baginya sangat misterius. Di dunia ini selain Wei Shiqi, mungkin tidak ada orang lain yang tahu soal identitasnya. Tapi yang jelas, pasti latar belakangnya tidak biasa. Wei Shiqi mana mungkin mempertahankannya dan menjaganya sangat ketat di istana kekaisaran selama sepuluh tahun.

Suasaa jadi hening. Wei Shiqi sibuk membaca berkas, Han Ziqing duduk di dekatnya sambil memegang berkas yang tidak dibaca. Dia bosan. Jika di Istana Ningxi, setidaknya dia bisa pergi ke ruang rahasia untuk membuat catatan penciptaan senjata dan alat-alat yang masih ia ingat. Mungkin bisa dikembangkan secara sederhana jika dia mencobanya.

Han Ziqing langsung teringat akan pemilik Istana Ningxi yang misterius saat dia mengingat tempat itu. Mungkin saja Wei Shiqi bisa menjawab pertanyaan yang selama ini bersemayam dalam benaknya mengenai pemilik istana tersebut di generasi terdahulu. Seorang kaisar biasanya sangat hafal sejarah negaranya, kan?

"Yang Mulia, kau tahu kapan Istana Ningxi dibangun?"

Wei Shiqi mengernyit begitu dia mendengar pertanyaan itu. Untuk apa Han Ziqing menanyakan hal itu?

"Tahun ketiga ratus kekaisaran ini berdiri."

"Siapa pemilik pertamanya?"

"Putri Pingyang."

"Apa dia mahir bela diri?"

"Dia juga cerdas. Dia adalah putri paling berbakat dan putri paling hebat sepanjang sejarah Kekaisaran Wei Agung."

"Sampai tahun berapa dia hidup?"

"Enam puluh tahun setelah Istana Ningxi didirikan."

"Siapa pemiliknya setelah itu?"

"Kau bisa lihat di Kantor Arsip Kekaisaran."

Wei Shiqi malas memberi tahu. Itu adalah cerita panjang yang tak akan habis diceritakan meski bermalam-malam lamanya. Han Ziqing sangat cerdas tapi dia pemalas dan menyebalkan. Jadi, biarkan saja dia mencari tahu sendiri.

Arsip Kekaisaran memiliki ratusan ribu dokumen. Menyenangkan rasanya melihat Han Ziqing bekerja keras membaca satu per satu dokumen yang berkaitan dengan hal yang dia tanyakan.

Han Ziqing memberengut. Sebenarnya dia malas membaca. Tujuan dia bertanya pada Wei Shiqi adalah untuk menghemat waktu. Wei Shiqi itu seperti kamus berjalan, wawasan luas dan berbakat. Bertanya padanya sama seperti membaca buku.

Tapi ternyata harapannya pupus. Pria itu tak hanya tak mau memberi tahunya, bahkan menyuruhnya membaca sendiri! Betapa marahnya dia dan betapa tertekannya dia saat ini!

Tapi demi mencari tahu kebenaran mengenai Istana Ningxi dan memahami misteri pemiliknya, dia harus rela!

Han Ziqing langsung pergi begitu saja. Melihat permaisurinya pergi tanpa pamit, Wei Shiqi jadi agak tertekan. Sekarang sikap Han Ziqing padanya jadi semakin dingin dan tak sopan.

Perasaannya jadi tak karuan. Ada apa dengannya? Mengapa dia merasa seperti kehilangan sesuatu?

Dia merasa seperti dicampakkan begitu saja. Han Ziqing yang sering mengabaikannya seperti ini sungguh membuatnya frustasi.

Fu Dou tiba-tiba masuk dari pintu samping. Sepertinya seseorang baru saja pergi dari sini. Apakah Wei Shiqi diam-diam memanggil pejabatnya lagi untuk merencanakan sesuatu?

"Ada apa dengan ekspresimu itu? Apa beberapa menteri mengacau lagi?"

Fu Dou rasanya ingin tertawa. Setiap kali melihat Wei Shiqi tertekan, itu adalah masa yang menyenangkan untuknya. Ini tidak baik, tapi menertawakan Wei Shiqi adalah kesenangan tersendiri baginya.

"Sepertinya aku melihat bayangan Permaisuri tadi. Apa dia datang kemari?"

"Dia sudah pergi."

"Secepat itu?"

Wei Shiqi mengangguk malas. Kepalanya jadi pusing. Menghadapi wanita dan menghadapi perasaan sendiri ternyata sangat sulit. Ini lebih sulit daripada mengendalikan para menteri yang berbuat onar di belakangnya.

Ah, jadi karena ini ekspresi Wei Shiqi sangat buruk. Rupanya baru saja Permaisuri pergi tanpa pamit. Siapapun tidak akan berani bersikap kurang ajar kepada Wei Shiqi, namun ada pengecualian untuk Permaisuri. Sesuatu yang menarik sepertinya sudah terjadi pada diri Wei Shiqi.

"Yang Mulia, apakah Yang Mulia merasa tertekan?"

"Sedikit."

"Merasa frustasi?"

"Agaknya begitu."

"Merasa tak berdaya begitu menghadapi sikap Permaisuri yang sulit diprediksi?"

"Dari mana kau tahu?"

"Wah, celaka."

"Apanya yang celaka?"

Fu Dou terdiam. Dia sengaja ingin memancing rasa penasaran Wei Shiqi. Kalau langsung dikatakan, tidak akan seru. Orang ini sangat kaku karena terbiasa memandang orang dari segi keuntungan dan kerugian. Ketika menghadapi orang yang berada di luar kendalinya, dia kehilangan ketenangannya. Bahkan sampai tak sadar akan perasaannya sendiri.

"Yang Mulia, kau sudah jatuh cinta."

Wei Shiqi langsung menyangkal dengan tegas. “Jatuh cinta? Omong kosong macam apa itu?”

Kini Fu Dou benar-benar tertawa. Rasa hormatnya pada Wei Shiqi menghilang untuk sesaat. Seorang pria kaku yang sehari-hari bersikap serius jadi sangat bimbang dan dibuat kacau oleh seorang wanita petakilan yang tidak terprediksi. Benih-benih itu bisa saja tumbuh tanpa disadari.

“Yang Mulia akan tahu setelah kau menyadarinya sendiri.”

“Sudahlah, jangan bahas dia. Ada apa kau datang kemari?”

“Aku ingin hadir di perjamuan utusan negara asing,” ungkapnya.

Oh benar juga, Wei Shiqi berkata agar Fu Dou memberitahunya jika ingin muncul di perjamuan besar nanti. Ini bagus, tapi juga sangat berisiko. Mereka tidak tahu orang dari negara mana saja yang akan hadir bersama rombongan tersebut. Tapi, membiarkan Fu Dou terus mengurung dirinya di paviliun juga bukan langkah bagus.

“Kau sudah memikirkannya dengan jelas dan yakin?”

“Ya.”

“Baiklah, aku akan membuat pengaturan untukmu.”

“Aku menunggu pengaturanmu. Kalau begitu, Yang Mulia, selamat bekerja kembali. Jangan lupa, jangan memasang ekspresi masam ketika kau bertemu Menteri Ritus nanti.”

“Karena kau akan keluar, sekalian kau panggilkan dia untukku.”

Yuan Jing mungkin sudah menunggu di luar selama satu jam. Mungkin saja sudah pergi, tapi mengingat agenda yang dibawanya, dia bisa saja menunggu dengan sabar. Wei Shiqi sudah puas memberinya pelajaran. Sekarang sudah waktunya membicarakan urusan resmi.

“Tidak. Aku bukan pesuruhmu.”

Fu Dou menolak, lalu pergi dari pintu samping juga. Wei Shiqi sudah pusing menghadapi sikap Han Ziqing, sekarang dia tambah pusing karena Fu Dou juga ikut-ikutan bersikap tidak sopan. Kedua orang ini kenapa punya temperamen yang mirip?

Akhirnya, Wei Shiqi menyuruh Jin Bao mempersilakan Yuan Jing masuk.

1
Yana Phung
aku juga penasaran siapa sih dalang sebenarnya??
apa murni perdana menteri??
atau ada org lain lagi??
atau org lain yg berhubungan dg fudou??
Yana Phung
makanya kaisar kalo ada rencana dan masalah jgn dikumpul di kepala sendiri
permaisuri han dg senang hati membantu
apalagi dg fudou,, sayangnya fudou pun sedang sibuk
Yana Phung
masih menanti rencana kaisar spt apa
Yana Phung
sebenarnya tujuan fudou apa sih merekrut 3 selir??
apakah benar fudou bakal kembali ke tempatnya utk balas dendam??
Yana Phung
masih penasaran dg dalang sebenarnya
Santy Susanti
Akhirnya mereka ada dalam 1 kapal💞💞💞💞👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻 mkasih Othooor😘😍🥰
Arix Zhufa
Pintar galak,pemberani & ilmu beladiri nya tinggi...memang permaisuri di dlm novel 😀
Biyan Narendra
So sweeeeeeeet
Melelehkan aku...
capekku selepas keliling langsung hilang
Biyan Narendra
Emang keren abis permaisuri satu ini
Biyan Narendra
Apakah ada udang di balik bakwan?
Biyan Narendra
Kaisar...
Jangan cuekin permaisuri ya..
Ga mau aku pokoknya
A
bisa gila dia klo mikirin itu ziqing😅 bucin akut begitu mana kepikiran buat menggal bininya, ya nggak thor?
panty sari
lanjut
Biyan Narendra
lanjut nanti ya, thor..
mau keliling kompleks dulu
😅😅😅😅😅
Febriani Nazularahmatika
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Muslika Lika
wuaaaahhh.....makin seru.... menegangkan........, apapun itu...... keterbukaan adalah kuncinya......, Jalan bersama......lewati badai.....bisa saling menjaga dan melindungi..... everything will be ok, ........ semangat thor dengan karya awesome mu......💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Raudah Anis
nah kan bagus kalau saling terbuka.
dari awal kan sejak hubungan kalian membaik, kalian berjanji akan saling percaya dan mendukung apapun keadaannya.
semangat terus thor, ku menunggu mu
Maria Lina
mantap thor aku suka semangat💪💪😍😍
mawar hitam
salut lo aku sama han han ini. gk ada takutnya mski hrus nodong pedang kewajah si kaisar.emang pntaslah han han marah udah menyeret ia dan bapaknya si kaisar gk bilang² dulu lgi.ayo han beri mereka pertunjukan yg epik sambil menebar jala buat tangkap musuh²mu.juga dalam pertunjukkan itu aku hrap terselip sedikit hukuman buat kaisar yg udah buat kmu marah..biar gk diulangi kedepannya..
Santy Susanti
tambah penasaran tambah seruuuuuuu🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!