🏆Juara l Event Pembuat Topik (Perjalanan Balas Dendamku)🏆
Kealeksa seorang gadis pendiam dan lugu, sejak kematian kedua orang tuanya ia terpaksa tinggal di rumah pamannya.
Ia sering di siksa oleh bibi dan kedua sepupunya, pamannya juga pura-pura baik karena ingin mengicar perusahaan milik Papanya.
Mereka yang membully Kealeksa akibat mereka mendapatkan tekanan dari rumah, lalu melampiaskannya di sekolah, karena Kealeksa tampak lemah, ia menjadi sasaran empuk bagi mereka.
Pada akhirnya, ia di bully di sekolah secara fisik dan mentalnya dan sampai di rumah ia di siksa lagi oleh bibi dan kedua sepupunya dan hingga ia sampai di titik terendahnya.
Tiba-tiba saja sistem muncul di ponselnya dan muncul tulisan.
"Apa Nona ingin balas dendam?"
Ya atau tidak.
Dengan tekad yang bulat Kealeksa menekan tulisan Ya.
Dan mulai saat itulah, ia di beri misi untuk membalaskan dendam kepada orang yang menyakitinya dan merebut kembali perusahaan Papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Kealeksa membuka pintu kamar itu, sayangnya pintu itu terkunci.
"Hm ... bagaimana ini? Kalau kuncinya aku rusak pasti ketahuan. Hm benar juga, aku gunakan sistem saja," ucap Kealeksa.
[Mengendalikan objek]
Memuat...
Loading...
Selesai...
Kealeksa melihat ke arah kunci itu, dan kunci itu pun terbuka.
"Sangat mudah," ucap Kealeksa tersenyum. Ia pun membuka pintu kamar itu dan melihat isi kamar Surya.
"Aku harus segera cari suratnya," ucap Kealeksa.
Kealeksa pun membuka laci dan lemari pakaian.
Kealeksa menemukan surat rumah tersebut, tapi ia tidak menemukan surat tanah perusahaannya.
"Dimana dia meletakkannya ya? Apa dia meletakkan pada notaris?" tebak Kealeksa.
"Tidak apa, surat tanah rumah ini juga tidak masalah, aku simpan saja surat ini, mungkin suatu saat nanti bakal berguna," ucap Kealeksa. Ia merapikan kembali laci dan lemari tersebut lalu keluar dari kamar tersebut.
Kealeksa kembali masuk ke dalam kamarnya.
Ting tong!
Ting tong!
Kealeksa mendengar suara bel dan ia secepatnya menyimpan surat tersebut di bawah bajunya.
Ia pun berjalan mendekati pintu tersebut.
Cklek!
Kealeksa mengangkat alisnya saat melihat beberapa pengawal datang sambil membawa banyak barang.
"Ini ...."
"Tuan Alqazio yang meminta kami untuk mengantarkannya Nona, harap Nona menerima," ucap pengawal itu membungkukkan badan.
Kealeksa tak bisa berkata-kata karena barang yang di bawa oleh pengawal itu mungkin akan memenuhi kamarnya.
"Ya udah, bawa masuk ke dalam kamar ku," ucap Kealeksa.
Mereka pun membawa barang itu masuk ke dalam kamar Kealeksa.
Barang itu memenuhi kamarnya, terpaksa barang-barang itu juga di letakan di atas ranjangnya karena sudah tidak ada tempat lagi.
"Baiklah Nona, kamu permisi dulu," ucap pengawal itu membungkukkan badannya lalu pergi.
"Astaga! Dia pikir kamarku seluas kamar dia apa? Kamar dia satu mall aja masih muat. Kemana akan ku letak barang-barang ini?" tanya Kealeksa bingung.
Ia penasaran apa saja isi kotak hadiah tersebut dan ia pun membuka satu persatu.
Isinya baju dress, Hells, tas branded, ponsel, perhiasan, berbagai produk kecantikan, berbagai parfum dan banyak lagi.
"Ku rasa jik di jual semua mungkin lebih dari 1 M," ucap Kealeksa.
Terdengar suara riuh dari luar dan mereka pun masuk ke dalam rumah.
Terdengar suara tawa Riska dan Juli karena kesenangan.
"Eh, Kealeksa sedang apa ya? Kita kerjain yuk," ucap Riska jail.
"Ayo," ucap Juli.
Surya dan Karin tidak peduli dengan tingkah kedua anaknya itu dan mereka langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Tok! Tok!
Tok! Tok!
"Kealeksa! Cepat bangun!" teriak Riska menggedor-gedor kamar Kealeksa.
"Apaan sih mereka ini, berisik banget," ucap Kealeksa kesal karena merasa terganggu.
"Kealeksa! Cepat buka pintunya! Kami akan terus menggedor pintu kamar mu sampai kau membukanya," ucap Juli menendang-nendang kamar Kealeksa.
"Ikh! Mereka ini benar-benar membuatku kesal saja!" ucap Kealeksa geram.
Cklek!
Pintu pun terbuka.
"Mau apa kalian!" sergah Kealeksa dengan membelalakkan matanya.
"Seram amat. Eh, banyak banget barang-barang mu sampai penuh kamar mu, ini dari Om-om itu ya?" tanya Juli terpana dan ia masuk memegangi sari buah kotak berwarna pink.
"Hey! Jangan sentuh barang ku! Kalau kalian mau kalian cari sana sendiri!" tukas Kealeksa.
Juli dan Riska manyun. "Aku juga mau punya barang kayak gini," rengek Riska.
cuma beda 1 huruf
mending minta saran sekalian
3 karya namanya mcnya Hampir sama semua
ini system pelit
gua aja ngebaca jadi kleak kleak gitu...
jadiin kea aja Napa??