Shen Yue yang seorang gadis Jenius di abad modern terbuang Dari keluarga yang semula menyayangi nya. Namun Karena perbuatan seorang wanita . Dan akhirnya dia jauh dari keluarga. lalu terbunuh Karena gadis itu pula . dan Dia terlahir kembali di tubuh anak seorang Perdana mentri yang juga di buang dan di abaikan Karena tidak memiliki kekuatan . Dia hidup Menderita seorang diri juga jauh dari keluarga. Dan kini Ada jiwa Shen Yue di dalam tubuh gadis yang Namanya sama. yaitu shen Yue .
"Trimakasih Kau telah memberikan tubuhmu padaku, jadi kini biarkan aku membalas sakit hatimu. akan Ku tunjukkan pada mereka kalau mereka akan menyesal telah membuangmu dari kehidupan Mereka, Yueyue..." ucap Shen Yue sambil tersenyum dingin.
Namun bertemu nya dia dengan Pria menyebalkan yang selalu ingin menempel padanya. hingga membuat dia kesal dan marah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PESTA MELIHAT BUNGA .
Mereka menatap Shen Yue bagai melihat sebuah benda yang tak pernah mereka lihat. Apalagi saat mendengar ucapan Shen Yue .
"Yue'er...Kau itu memiliki teman atau sebuah pasukan ,..? Tanya tuan Yuan sambil menatap Shen Yue .
"He he he... Mereka hanya sekelompok orang terbuang yang berkumpul bersama Paman. Kami berlatih untuk membela diri. Di dalam kehidupan ini, jika kami lemah kamilah yang tertindas paman, apalagi pengalaman yang pernah kami alami . Jadi sebisa mungkin kami akan berusaha bertahan.." ucap Shen Yuen sambil tersenyum .
"Lalu siapa guru yang melatih kalian.?" tanya Tuan Yuan.
"Tidak ada paman...Diantara kami yang memiliki kekuatan lebih akan memberikan ilmu untuk teman yang lain... Kebetulan di antara kami beberapa orang memiliki kekuatan lebih. Ada mantan guru sebuah perguruan, ada mantan seorang pengawal pribadi. Dan banyak dari mereka orang - orang yang berilmu namun terbuang karena jebakan atau keadaan yang memaksa.." ucap Shen Yue menjelaskan . Semua orang kecuali sang Kakak menatap Shen Yue bagai tak percaya.
"Kenapa mereka tidak masuk keprajuritan..?" tanya Tuan Ma.
" Mereka Shen Yue beli dari pedagang Budak. Latar belakang mereka penuh kesedihan Paman...." ucap Shen Yue.
"Boleh Kapan- kapan Paman mengenal mereka...?" tanya tuan Yuan.
"Tentu saja boleh paman...Dan jika mereka mau ikut ke prajuritan Shen Yee juga mengijinkan. Asalkan itu murni kemauan mereka..." ucap Shen Yue.
Dan setelah berbasa -basi sebentar, tuan Yuan berkata.
"Yue'er...tiga minggu lagi, di istana akan di adakan pesta perjamuan melihat bunga. Paman harap Kau bisa ikut kami pergi kesana.." ucap Jendral Yuan.
"Tapi Paman... Yueyue tidak pernah pergi ke pesta. Mana mungkin Yueyue kesana. Nanti malah akan mempermalukan Paman dan Bibi..." ucap Shen Yue.
"Tidak akan ..apalagi ini undangan langsung dari Raja dan Permaisuri kau tidak bisa menolaknya.." ucap tuan Yuan . Terlihat Shen Yue termenung.
"Dan kau harus datang dengan memakai riasan seorang wanita , bukan seperti ini..." lanjut tuan Yuan yang membuat Shen Yue terbelalak kaget .
"Tapi Paman...!" seru Shen Yue panik.
"Raja telah tahu identitasmu. Dan Dia ingin kau tampil sebagai Shen Yue, bukan tabib Jin Kai.."ucap Tuan Yuan melanjutkan dengan nada lembut . Terlihat wajah Shen Yue cemberut. Melihat tingkah Shen Yue, Semua orang menahan tertawa mereka. Saat melihat melihat wajahnya yang terlihat lucu saat kesal Mereka tak bisa membayangkan apa yang terjadi saat Shen Yue merias wajahmya dengan wajah seorang Wanita.
"Baiklah...tapi jangan salahkam Shen Yue jika penampilan Shen Yue membuat bibi dan Paman malu.." ucap Shen Yue masih dengan wajah kesal .
"Tidak akan ...kami percaya putri paman akan terlihat cantik nanti... " ucap Paman ke dua Mo.
"Kak...biarkan soal merias Yue'er serahkan padaku.." ucap bibi Yua dengan wajah bahagia.
"Boleh ...buat Dia secantik mungkin..." kata Jendral Sam Yuan sambil tersenyum .
Percakapan mereka berakhir saat pelayan mengatakan kalau makan malam telah siap. Mereka segera pergi ke ruang makan. Setelah selesai makan, mereka kembali ke ruang keluarga. Karena Shen Yue datang ke rumah itu untuk pertama kalinya, Mereka mengajak Shen Yue berbincang dengan Nenek , bibi , paman dan beberapa sepupu. Dan saat hari telah semakin malam barulah mereka kembali pergi rimah tinggal mereka masing- masing . Dan malam ini Bibi Sen Yua menginap Di sana . Shen Yue dan Shen Haoyi di bawa kekamar yang sudah di siapkan untuk mereka. Saat Shen Yue akan tidur, tiba- tiba Dia membuka jendela.
"Si..masuklah, di luar dingin..." ucap nya pelan. Dia tahu gadis itu pasti mengikuti dia .Shen Yue tahu tanpa diajak Lu An Si akan mengikuti dia pergi dengan ilmu meringankan tubuhnya . Dia bagai Pengawal pribadi Shen Yue . Saat baru pertama Dia masuk ke tempatnya, Dia memilih tidur di atap atau di pohon dekat kamar Shen Yue dari pada di kamar yang sudah di siapkan untuknya , yang ada di rumah lantai duanya. Akhirnya Shen Yue menempatkan dia tidur di kamar dekat dengan Kamar nya . Dan Kini Dia yakin gadis itu mengikuti dirinya dengan ilmu meringankan tubuhnya. Dengan cepat sesosok hitam ramping masuk kedalam kamar Shen Yue.
"Saya tuan ...." ucap Lu An Si .
"Kau ini...tidurlah di dalam, Di luar dingin..." ucapnya lembut. Walaupun Dia bawahannya, tapi gadis itu sudah Shen Yue anggap sebagai saudara sendiri .
"Nona.. tidak masalah hamba ada di luar, ini sudah biasa untuk hamba..." ucap Lu An Si.
"Ini perintah. Kau menuruti perkataanku atau kau menjauh dariku aku tidak suka sahabat atau anak buah yang membangkang. tidurlah di dalam ,Ada kursi panjang di sana. Dan jika paman mengetahui kau di luar, Paman bisa salah paham . Dan itu merepotkan.Nanti Jika beliau tahu, aku akan mengatakan siapa kau sebenarnya..." ucap ShanYue.
"Baiklah Tuan." ucap Lu An Si.
"Kau tadi sudah makan..?" tanya Shen Yue.
Ada perasaan hangat di dalam hati Lu An Si.mendapatkan perhatian Shen Yue . Dia tahu wanita ini memang sangat perhatian pada semua orang terdekat nya.
"Sudah tuan..tadi Hamba sempat keluar sebentar.." jawan Lu An Si.
"Baguslah...sekarang Tidurlah,..." ucap Sjen Yue .
Akhirnya Dua orang tadi tidur dalam satu kamar. Dua hari Shen Yue tinggal di rumah sang Nenek. Karena Bibi Yua memaksa Dia pergi ke toko bahan baju untuk memesan pakaian yang akan di pakai ke pesta di istana . Shen Yue hanya bisa menuruti kemauan sang Bibi. Dua haribkemudian. Shen Yue dan Shen Haoyi berpamitan . Dengan berat hati sang Nenek mengijinkan Shen Yue pergi .
Tanpa terasa hari di mana Pesta melihat Bunga Plum di Istana telah Tiba. Sehari sebelum hari pesta di istana ,Jendral San Yuan telah mengutus Seseorang untuk menjemput Shan Yue .
Melihat kereta telah tiba, Dengan terpaksa Shen Yue segera pergi bersama Lu An Si. Sedangkan sang Kakak kembali Ke rumahnya. Dia harus berangkat bersama keluarga Perdana Mentri Shen.
Sesampainya di rumah besar Perdana Mentri , kebetulan Mereka sedang berkumpul di ruangan sang Nenek .
Ternyata mereka sedang datamg kesama untuk mengucap salam di Pagi hari. Melihat semua itu membuat Shen Haoyi teringat penderitaan Shen Yue saat Doa di kucilkan dulu. Dia merasakan hatinya sakit mengingat semua itu . Perlahan dia berjalan kearah pintu rumah tinggal sang Nenek. Sebenarnya Dia enggan melangkah kesana, tapi bagaimana pun juga mereka tetaplah keluarganya. Saat Dia masuk kedalam ruangan, terlihat Ayah dan Sang Nenek kaget. Begitu juga dua selir sang Ayah dan beberapa adiknya. Melihat kedatangan Shem Haoyi Sang Ayah berkata.
"Hao'er kau datang..?" ucap sang Ayah gembira .
"Salam Ayah, salam Nenek.. Hao datang member salam..." ucap Haoyi sambil duduk memberi salam.
"Ternyata kau ingat pulang juga..." ucap sang Nenek sinis.
"Apakah aku sudah tidak di harapkan di sini... ? Kalau begitu aku akan pergi..." ucap Haoyi dingin. Terlihat sikapnya yang Dingin .
" Kaauuu..." seru Nyonya Shen Tua marah.
"Maaf Hao tidak ingin Nenek marah. Tapi Jika Hao menjadi masalah di rumah ini, Hao akan pergi..." ucap Haoyi digin. Dia memang sudah muak pada sang Nenek yang selalu membeda -bedakan Cucunya.
"Cukup Hao... Tidak ada yang menginginkan kau pergi dari sini.. jadi jangan Bicara yang bukan- bukan..." ucap sang Ayah . Hao menatap sang Ayah dengan dingin . Hao terdiam, sedangkan sang Nenek terlihat sangat marah. Tak lama terdengar suara dang Ayah.
"Ibu...tolong jangan Menyalahkan Hao'er... semua ini memang salahku..." ucap Tuan Shen Li Ran . Terlihat sang Ibu berwajah Merah karena marah .
"Kau terlalu memanjakan Putramu... Dia akan semakin kurang ajar padamu...!" seru Sang Ibu marah. tuan Perdana Mentri memilih Diam . Sebab jika di teruskan akan terjadi pertengkaran.
"Hao'er...kenapa Adikmu tidak kau bawa Pulang....?" Tanya sang Ayah.
"Apakah itu perlu, bukan kah dia bukan Putri Ayah. Untuk apa Dia datang kerumah ini...?" ucap Haoyi sinis.Terlihat sang Ayah menghela nafas berat. Doa tahu Putra Putri nya masih marah padanya.
"Hao'er...dia juga putri Ayah.. Dia Putri Keluarga Shen .Seharusnya dia berada di keluarga ini. Apalagi besok semua gadis bangsawan harus datang ke pesta Permaisuri. Bukankah seharusnya adik mu juga ikut kesana.." ucap tuan Shen Li Ran. Mendengar ucapan sang Ayah Shen Haoyi berkata.melihat kesingguhan sang Ayah, Shen Haoyi sedikit kasihan . Dan akhirnya dia berkata .
"Lain hari aku akan mengajak dia kemari, tapi kalau dia tetap tidak mau. Aku tidak bisa memaksa.." ucap Shen Haoyi datar.
Medengar ucapan Shen Haoyi, sang Ayah merasa bahagia walaupun Dia belum yakin Putrinya akan mau datang kesini. Dia sadar kalau luka di hati sang Putri terlalu dalam.
"Baiklah Yah. nenek..aku kembali dulu ke kamar, sebab ada sesuatu yang harus aku lakukan..." ucap Shen Haiyo berpamitan.
"Pergilah..." ucap sang Ayah. Terlihat Nyinya Shen Tua masih marah pada Shen Haoyi. Tapi Shen Haoyi tak perduli. Saat Shen Haoyi telah keluar, Nyonya Shen Tua berkata .
"Kau terlalu memanjakan Dia Ran'er...lihatlah itu. dia sekarang sudah berani membantah ucapanmu. " ucap Nyonya Shen Tua dengan nada marah.
"Semua ini salah siapa... Sudahlah Bu, Kita akan bertengkar jika membahas masalah ini .. Aku pergi dulu.." ucap Tua. Shen Li Ran datar.
Dia masih marah pada sang Ibu. Walaupun kesalahan itu tak sepenuhnya kesalahan ibunya , Tapi dia juga sangat bersalah . Dia terlalu percaya pada Selir Kin yang dia anggap baik hati. Dengan langkah cepat dia kembali ke ruangannya. Kini hatinya sangat merindukan sang Putri. Beberapa hari yang lalu, Dia menyuruh seseorang mengikuti Shen Haoyi . Dia ingin tahu tempat tinggal Putrinya. Namun Pria itu kehilangan jejak Shen Haoyi , entah karena Haoyi tahu di buntuti orang, atau orang yang dia suruh memang bodoh.
"Apakah Hao'er akan mengajak adiknya pergi ke istana...tapi mana mungkin, bukankah dia pergi bersamaku dan Wan'er.." Ucap tuan Yuan sendiri. Akhirnya dia memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. Biar nanti dia akan menanyakan soal Yue'er pada Hao'er secara perlahan .
Keesokan hatinya di tempat Perdana Mentri Shen, terlihat Hao sudah bersiap berangkat bersama Shen Li Wan , Selir Saoli dan sang Ayah. Mereka membawa dua kereta. Satu kereta tempat Perdana Mentri Shen, Sedangkan yang lain berisi Selir Saoli dan Li Wan. Sedangkan Haoyi sendiri menaiki kuda dan berjalan di sebelah kereta sang Adik. Terlihat di jalanan beberapa kereta mewah juga lewat. Mereka berjalan ke arah Istana .
Sedangkan di tempat Jendral Yuan, terlihat keluarga Jendral telah bersiap. Jendral San Yuan, Tuan San Yan Ma serta Suami dari Bibi Yua dan beberapa sepupu telah menunggu di depan gerbang. Mereka akan segera berangkat ke istana. Mereka tinggal menunggu nyonya Yua yang sedang Mendandani Shen Yue yang berpakaian wanita. Tak berapa lama terlihat nyonya Yua yang juga sudah berdandan cantik sedang berjalan bersama gadis muda dengan pakaian Biru langit. Semua orang menatap kagum dan kaget saat melihat Shen Yue memakai gaun. Dengan gaun warna biru langit , memperlihatkan kulit putihnya semakin terlihat putih . wajahnya yang cantik dan mata yang hitam semakin membuat orang enggan mengalihkan wajahnya dari wajah Shen Yue .Hingga para sepupu Pria ternganga tak percaya. Mereka baru sadar dari pesona Shen Yue saat suara menegur mereka terdengar.
"Ada Apa dengan kalian...jangan macam- macam dia sepupu kalian.." ucap Jendral Yuan yang sadar saat melihat tatapan para anak mudah di sekitarnya.saat melihat Shen Yue . Mereka pun sadar dan malu .
"Dia cantik sekali Ayah...." ucap Rian pada sang Ayah.
"Benar...dia seperyo Bibimu Yuanli..." ucap Sang Ayah .
Tak lama terlihat beberapa kereta dan kuda keluar dari rumah kediaman Jendral Yuan. Di dalam perjalanan mereka , mereka banyak berpapasan dengan kereta para Mentri dan bangsawan yang juga akan pergi ke istana. Dan saat sampai di istana, mereka juga harus antri masuk kedalam halaman istana.. Beberapa saat kemudian, barulah mereka bisa masuk kedalam . Dan saat kereta mereka berhenti di halaman istana. Para keluarga bangsawan dan Mentri sudah banyak yang datang. Dan kebetulan Perdana Mentri Shen Li Ran juga datang. Mereka melihat kalau keluarga Jendral Yuan datang . Shen Haoyi yang berjalan bersama sang Ayah terlihat mendekati kereta kuda Jendral Yuan. Setelah menyapa para Paman dan Sepupu, Dia mendekati kereta Jendral Yuan. Tak kama para Bibi kekuar dari dalam Kereta. tiba- tiba terlihat dia Mendekati salah satu kereta dan membantu seorang gadis keluar dari dalam kereta. Dan saat mereka melihat wajah gadis itu. Banyak orang tertegun melihatnya. Wajah gadis itu , teramat cantik dan anggun . terlihat gadis itu tersenyum manis pada Shen Haoyi .
"Siapa gadis itu...?" batin mereka .
"Ge kau sudah datang...?" sapa Shen Yue.
"Tentu saja...aku takut adik kesayanganku akan di tindas orang..." goda sang Kakak.
"Cih..Apakah mereka mampu..." jawab Shen Yue sambil tersenyum . terdengar tawa mereka .
"Yue'er..kau cantik sekali saat memakai gaun...." ucap sang Kakak memuji.
"Kalau aku tidak Cantik, aku takut orang tak percaya kalau aku adikmu..." jawab Shen Yue asal.
"Kok bisa...?" tanya sang Kakak heran dengan jawaban Shen Yue.
"Mana ada Pria berwajah tampan memiliki seorang adik yang jelek..." ucap Shen Yue. Jawaban Shen Yue membuat sang Kakak tertawa pelan. Begitu juga nyonya Yau yang sempat mendengar percakapan mereka.
Sedangkan tuan Perdana Mentri yang melihat kehadiran gadis cantik yang berada di sebelah Shen Haoyi tertegun tak percaya. Wajah gadis itu mirip sekali dengan wajah sang Istri. Malah lebih cantik. Mungkin karena masih muda. Tanpa sadar langkah kakinya mendekati keluarga Jendral Yuan terutama kedua Putranya.
"Yue'er..kaukah itu ...?"ucap tuan Shen Li Ran.
Mendengar sapaan seseorang, Shen Yue dan Shen Haoyi segera memalingkan wajah mereka kearah asal suara. Terlihat wajah pria yang membuat Shen Yue membeku. Dia memang sudah mengira kalau Dia pasti bertemu dengan Sang Ayah. Tapi saat pria itu berada di depannya, seketika membuat darahnya membeku. Namun segera dia tersadar. Dia segera membungkukkan badannya dan berkata.
'"Salam tuan Perdana Mentri Shen..." ucap Shen Yue lembut. Dia tahu Dia harus menjaga sopan santun di depan umum . Apa kata mereka jika dia berkata kasar pada sang ayah. Tanpa dia duga, tuan perdana Metro berjalan kearah Shen Yue dan memeluk gadis itu erat. Tentu saja perbuatan nya membuat semua orang yang masih ada di halaman Istana terkejut bukan main, Terlihat Tuan Shen Haoyi meneteskan air matanya sambil memeluk tubuh langsing di depannya
"Nak...maafkan Ayah. Maafkan Ayah yang tak memperhatikan dirimu. Maafkan ayah yang tega mengusirmu..Ayah Salah sayang...maafkan Ayah...." ucapnya di sela tangisannya tanpa malu . Shen Yue yang tertegun dan kaget segera sadar. Sang Ayah tak segan memeluk dan meminta maaf padanya di depan umum . tanpa memperdulikan kedudukan . Walaupun merasa tak enak Shen Yue membalas pelukannya , Dia sadar kalau pria di depannya adalah Ayah kandungnya.
"Ayah.. Sudahlah... Ini di muka umum, tak baik untuk diri Ayah..." ucap Shen Yue pelan. Mana mungkin Dia menolak tubuh Pria di depan nya
Perlahan tuan Perdana mentri merenggangkan pelukannya. Melihat air mata di wajah tua itu yang memperlihatkan penyesalan di matanya, membuat hati Shen Yue yang lembut mencair. Perlahan tangannya terulur untuk mengusap air mata di pipi sang Ayah.
"Kau mau memaafkan Ayah kan... ?" ucap tuan Shen Li Ran lembut.
"Iya Ayah...sudah jangan menangis. Tidak baik untuk kesehatan Ayah ..."ucap Shen Yue lembut. Membuat kehangatan di hati tuan Shen Li Ran .
"Trimakasih nak... Trimakasih kau telah memaafkan Ayah.." ucap Tuan Shen lembut.
"Ya Sudah ayo kita masuk... Kita menjadi tontonan orang..." ucap Shen Haoyi sambil mengusap air mata yang sempat jatuh melihat Ayah dan sang adik berpelukan.
"Yue'er..." sapa suara seorang Wanita membuat mereka menatap ke arah suara. Terlihat Nyonya Saoli berdiri bersama Li wan . Shem Yue melihat wanita cantik yang dulu selalu membelanya terlihat meneteskan airmata saat melihat dia.
"Ibu.. Kau ada di sini juga...apa kabar Bu...?" sapa Shen Yue sambil melangkah kearah wanita cantik yang menatapnya dengan derai air mata.
"Yue'er...apakah ini benar- benar kau nak...?" ucap Selir Saoli .
"Benar Bu... Ini putri Ibu..." jawab Shen Yue. Segera wanita itu menangis sambil memeluk Shen Yue.
"Ternyata ibu masih bisa melihatmu Nak..." ucap selir Saoli kembali.
"Benar...Dewa masih mengijinkan ibu melihat diriku..." ucap Shen Yue.
Akhirnya mereka masuk kedalam bersama- sama setelah Nyonya Saoli melepas pelukannya dan menyapa Keluarga Jendral San Yuan. Saat itu juga keluarga San yang telah lama berseteru setelah kepergian Shen Yue, akhirnya bisa di damaikan kembali oleh Shen Yue. Mereka segera masuk kedalam istana. Para wanita segera masuk kedalam taman Istana, sedangkan para Pria berjalan kearah lain. Nyonya Yue selalu berada di sebelah Shen Yue, wanita itu terlihat bangga pada Putri sang Kakak yang wajahnya hampir sama dengan sang Kakak. Putri Sen Yuanli memang terkenal kecantikannya saat muda dulu. Dia wanita tercantik di kerajaan Huang.
Ketika mereka memasuki area taman, mereka menjadi pusat perhatian para wanita yang sudah lebih dulu datang kesana. Dan salah sati dari mereka itu, terlihat Nona Rong Yan keponakan dari Selir Rong . Saat melihat kedatangan Shen Yue. Terlihat keterkejutan di matanya. Apalagi melihat kalau perhatian semua orang teralihkan pada wanita yang baru masuk itu . Dia sangat marah dan Kesal, sebat Dia merasa kalau Dia wanita terhebat di Kerajaan Huang Ini. Wanita yang memiliki banyak talenta . Apalaho saat dia mendengar pembicaraan mereka.
"Ya Dewa...diapa gadis itu.. Aku tak pernah melihat wajah cantik seperti itu. Dia benar- benar cantik dan anggun...aku merasa dia lebih cantik dari Putri Rong Yan..." ucap salah satu wanita yang ada tidak terlalu jauh dari Nona Rong Yan.
"Benar...siapa dia perasaan baru sekarang aku melihat wanita itu..." ucap yang lain .
"Hey...bukanya itu Nona Li Wan putri tuan Perdana Mentri Shen. Lihatlah mereka terlihat sangat akrab. Dan kita juga tahu tadi dia berjalan bersama keluarga Jendral San Yuan..." ucap yang lain.
Shen Yue sekarang memang sedang berjalan bersa Lin Wan, Karena para ibu sudah bergabung bersama ibu- ibu yang lain . sedangkan para gadis ada di kelompok lain.
Nona Rong Yan sangat kesal saat perhatian mereka teralihkan oleh wanita itu. apalagi mendengar ucapan mereka .
"Siapa Dia, sialan...gara- gara dia perhatian orang teralihkan padanya. tidak...dia bukan diapa- siapa di bandingkan aku... Dia hanyalah rakyat Jelata... " teriak hati Nona Rong Yan. Sedangkan Shen Yue sendiri sekarang dengan tenang berjalan bersama Li Wan kearah para gadis yang sedang berbincang dengan yang lain.
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .
Bersambung .
.