Ingat! Di depan orang tuaku kamu istriku. Tapi itu tidak berlaku jika hanya sedang bersama ku. Karena kamu hanyalah istri yang Aku nikahi di atas surat perjanjian.
Suci Lestari, remaja polos yang terpaksa menikah dengan pria dewasa yang begitu kejam dan sering berbuat semaunya, Suci terpaksa menikah dengannya, karena butuh uang untuk kelangsungan hidup keluarganya. Watak: penyabar dan pemaaf dan penuh kasih sayang
Edo Sanjaya, pria arogan, kejam, dan selalu bertingkah semaunya dia adalah penguasa perusahaan besar di negeri ini.
Pernikahan yang mereka jalani hanyalah pernikahan settingan, keluarga Edo tidak mengetahui apa yang mereka rencanakan, sampai-sampai suatu hari kedua orang tua Edo mengetahui semua rahasia besar itu.
Lambat laun keduanya memiliki perasaan saling mencintai, walaupun ada wanita lain yang terus mengganggu kehidupan keduanya, akan tetapi Suci selalu sabar dan selalu memaafkan semua kejahatan yang Cindy lakukan.
Siska ibu tiri yang kejam, matre dan pendendam, ingin menghancurkan kehidupan Suci anak tirinya itu, akan tetapi semua usaha yang dilakukannya selalu sia-sia.
Rika, mertua yang baik hati dan penyayang.
Penasaran?
Yuk lanjut membaca.
Novel karya dan imajinasi pribadi tanpa melibatkan siapapun di dalamnya
Happy Reading All😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrikanal29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pliisss
Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, kedua orang tua Edo menyuruhnya untuk segera tidur. Lalu Edo pun menuruti perkataan orang tuanya dan mengajak istrinya.
"Sayang, yuk kita tidur," ujar Edo, seraya menggenggam pergelangan tangan Suci.
Suci pun mengangguk, tanda setuju akan ajakan suaminya dan mereka berdua berjalan menuju kamarnya di lantai 2.
Sesampai di pintu kamar Edo mengangkat tubuh Suci, lalu membaringkannya di ranjang.
"Mas Edo, apaan sih?" ujar Suci kaget.
"Sudah diam, kamu malam ini milikku."
"Maksudnya?"
"Sudah berapa malam kita tidak melakukannya, dan sekarang aku mau kita melakukan ritual itu." ucap Edo, sambil mengerlingkan matanya sebelah, dan gadis itu hanya terdiam pasrah, karena dia takut mendapatkan hukuman atau ancaman dari suaminya.
"Mas, pelan-pelan kenapa! maen nyosor aja," ujar Suci.
"Nggak bisa sayang, kamu terlalu nimat dan membuatku mabuk Cinta."
"Dasar kamu, kalau lagi pengen gak bisa di tahan," jawab Suci, sambil mendengus kesal, karena jika suamimu sudah meminta itu tidak bisa di bantah.
Edo pun sudah pada puncak hasratnya, lalu dia menindih tubuh istrinya, dengan penuh cinta mengecup bibir mungil Suci lalu memainkan lidahnya di dalam mulut istrinya itu. Suci pun sudah pintar membalas kecupan dari suaminya, dia sudah tidak lagi canggung memeluk erat sang suami.
Mereka berdua saling menikmati satu sama lainnya, sampai-sampai tidak cukup satu kali melakukannya.
Edo benar-benar seperti macan yang kelaparan ketika melakukannya dengan Suci, yang dahulu tidak mau menyentuh tubuh istrinya, sekarang malah hampir tiap malam dia ingin melakukannya.
Desahan demi desahan keluar dari mulut sexy Suci, semakin mendesah semakin membuat hasrat Edo memuncak, benar-benar mereka melakukan lebih dari 3 x sampai kelelahan dan tertidur pulas sampai pagi tiba.
Pukul 05.00 WIB, Suci bangun terlebih dulu di banding suaminya, seperti biasa Suci membangunkan Edo, sebelum ia menyiapkan sarapan pagi untuknya.
"Mas, mas Edo bangun sudah pagi," ujar Suci seraya menggoyangkan tubuh kekar suaminya.
"Emmm," sahutnya.
"Cepet bangun, nanti telat ke kantor."
Pria itu pun membuka matanya, lalu menarik kembali istrinya kedalam pelukannya.
"Sayang, dingin." bisik Edo ke telinga istrinya.
"Makanya bangun, aku siapkan air hangat."
"Sebentar, aku masih pengen peluk kamu." ujar Edo sambil memeluk erat istrinya tanpa memberinya celah.
"Lepasin mas, aku mau mandi dan siapin sarapan untuk kamu."
"Kita lakuin lagi ya, sekali saja," bujuk Edo.
"Mas,, bukannya kita semalam melakukan beberapa kali." dengus Suci kesal, karena suaminya begitu bernafsu.
"Pliss, sekali lagi aja, kamu lihat dong, kasian sudah tegang."
Edo terus mencumbu dan mengecup seluruh tubuh Suci, dan membungkan mulut istrinya tanpa memberinya kesempatan untuk bicara.
Dengan terpaksa Suci pun melayani suaminya kembali, padahal dia begitu lelah dan masih terasa bekas semalam.
Yah mau bagaimana lagi, ini juga salah satu kewajiban dirinya sebagai istri.
Lagi enak-enak nya Mami Rika mengetuk pintu kamar mereka.
"Edo, Suci ini sudah siang, kenapa belum turun? bukannya Edo mau ke kantor," ujar Mami Rika.
Tanpa menggubris Mami Rika, Edo terus melanjutkan aktifitasnya dengan sang istri, walaupun wanita paruh baya itu terus mengetuk pintu kamarnya.
Ah Mami ganggu aja, nggak tau apa anaknya lagi enak. batin Edo.
"Bentar Mi, ini lagi mandi, bentar lagi Edo dan Suci turun" teriak Edo.
"Benar-benar mengganggu saja ya Mami," bisik Edo pelan.
Tak lama merekapun sudah menyelesaikan aktifitasnya, lalu segera membersihkan diri.
Suci menyiapkan baju Suaminya untuk ke kantor, setelah itu mereka turun dan menuju meja makan untuk sarapan bareng.
*
*
*
Hay Reader, jangan lupa like dan vote yang banyak author akan up 2 bab sehari 😊, Terimaksih yang sudah Vote 🙏
Happy Reading 😍
blm pada plng para karyawan 🤭
tapi di sini kok asisten nya lebih hebat dari bos nya....
berkuasa tapi seakan kekuasaan nya ga ada artinya,,, ngadepin satu perempuan yang ga punya urat malu dan ngejar ² dia kok gak di lawan malah diem aja....
jd mau nya itu nempel terus dekat SM istrinya 🤭🤣🤣🤣
ga mau jauh dari istrinya 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
makanya jd gempur istrinya terus ²an....