NovelToon NovelToon
My Enemy Is My Love

My Enemy Is My Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: seizy kurniawan

Tak ada yang menyangka jika orang yang dianggap musuh ternyata orang yang dikirim Tuhan untuk menjadi orang yang berarti dalam hidupnya.

Walau banyak sekali rintangan untuk mengucap janji suci. Tapi jika Tuhan sudah berkehendak rintangan seberat apapun tidak akan mengalahkan tekadnya.

Gama Alexander berubah menjadi posesif ketika sudah menjadi suami Elata. Tegas dan mempunyai karismatik yang menawan. Sehingga tak banyak yang kagum pada sesosok pengusaha muda tersebut.

Elata wanita yang dari dulu sangat dicintai dan diinginkan Gama. Siapa yang tidak kenal dengan wanita jutek itu. Tapi, setelah menikah dengan Gama, Elata berubah menjadi sosok yang ramah. Berbeda jika pada saat dengan Gama, wanita cantik itu akan berubah 180 derajat. Tingkah absurdnya akan kembali.

Apakah Gama dan Elata akan tetap bertahan dengan pernikahannya seperti waktu mereka pacaran dulu dengan cobaan yang akan datang menimpa pernikahan mereka. Ataukah akan sebaliknya?

Simak di MEIML

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seizy kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah Masa Lalu (2)

Satu minggu sudah Neliel meninggalkan Gama dan orang tuanya. Dan satu minggu itu pula Gama tak banyak bicara dengan orang di sekitarnya. Dia menjadi pendiam dan sangat acuh. Tak memperdulikan siapa orang yang mengkhawatirkannya.

Sudah tiga hari Elata kembali di rawat di Rumah Sakit, karna demam yang tak kunjung sembuh. Gadis kecil itu terus memanggil nama Gama dalam tidurnya.

"Pa, bagaimana panas Elata tak kunjung turun juga?"

"Papa juga gak tau, Ma. Dokter sudah memberikan obat penurun panas pada Elata, bahkan dosisnya di tambah"

Papa Tio duduk di sofa Rumah Sakit. Memijat pangkal hidungnya. Tak tau lagi harus bagaiman. Elata terus mengigau memanggil nama Gama.

"Gama, El minta maaf" Elata terus mengulang kata itu di dalam tidurnya.

"El, bangun, sayang! Disini ada Mama sama Papa, Nak." Mama Dara mengusap pipi Elata dengan sayang. Terus meneteskan air matanya tanpa henti.

"Ma, gimana kalau Papa minta tolong sama Gama saja?"

"Tapi Pa, Gama masih sangat menyalahkan Elata." Ragu Mama Dara dengan ide suaminya.

"Tapi, kita coba aja dulu. Papa akan minta tolong sama orang tuanya. Mungkin mereka bisa membujuk Gama.

****

"Gama, ayolah Nak. Kasihan Elata, panasnya gak turun-turun." Bujuk Mama Sonia pada Gama. Saat Papa Elata kerumahnya dan menceritakan kondisi Elata.

"Gama gak mau" ucapnya dingin dan tak perduli.

Mama Sonia melirik Papa Doni. Agar membujuk anaknya.

"Gama, kamu percaya takdir?" tanya Papa Doni Dan Gama hanya melirikkan matanya. Kemudian mengangguk.

"Kamu tahu 'kan takdir Tuhan itu indah?" Gama kembali mengangguk.

"Kalau kamu percaya takdir, kamu percayakan bahwa apa yang terjadi dengan Kak Naliel adalah takdir?"

Gama beranjak dari duduknya.

"Gama, tak ada satu pun manusia yang bisa melawan takdir Tuhan. Dan tak ada satu manusiapun yang akan lolos dari kematian." jelas Papa Doni panjang lebar. Suaranya yang lembut dan bicara pelan agar Gama mengerti apa yang terjadi.

Gama hanya terdiam menyimak dan bagai berpikir.

"Kamu harus yakin kalau Kak Naliel sudah bahagia dengan tempatnya sekarang. Kamu harus tahu, mungkin, kalau Kak Naliel melihat kamu seperti ini terus, Kak Naliel pasti akan kecewa. Kamu gak mau kan melihat Kak Naliel mu sedih? Apa lagi kamu terus menyalahkan Elata. Mungkin kalau Kak Naliel masih ada disini, Kak Naliel juga tidak akan tega melihat kondisi Elata yang sakit. Mungkin kalau Kak Naliel..."

Belum Papa Doni melanjutkan kalimatnya. Gama sudah lebih dulu mengangguk.

"Gama tau, Pa. Kak Naliel sayang Elata. Dan Gama tau Kak Naliel gak akan biarin Elata sakit"

Ya, Gama tau kalau Kakaknya sangat menyayangi Elata. Karna ia sering mengatakan itu pada Gama.

"Gama mau pergi ke Rumah Sakit"

****

"El, maafin Gama. Gama udah buat El jadi sakit. Gama janji, sekarang Gama yang akan jagain Elata menggantikan Kak Naliel." ucapnya Gama kecil lirih.

Elata mulai sadar. Ia bangun dari tidurnya. Panasnya sudah mulai turun. Gama bagai obat penyembuh Elata.

Semua yang ada di ruangan itu sangat lega. Doktet memeriksa Elata yang sudah mulai membaik. Gama tersenyum senang. Gama berjalan mendekat ke arah ranjang yabg Elata tempati. Tapi pandangan Elata malah berbalik. Elata merasa tak suka jika ada Gama di dekatnya.

Elata merasa sakit hati dengan perkataan Gama dan perlakuan atas dirinya. Selalu menyalahkan Elata atas kematian Naliel.

"Ngapain kamu disini?" tanya Elata ketus. Gama hanya diam membisu. Mama Dara dan orang tua Gama hanya saling melempar pandangan. Dasar bocah!

"Elata, gak boleh gitu, Nak!" Mama Dara rasanya malu. Ingin sekali Mama Dara membungkam mulut Elata saat ini.

"Biarin!" Sarkas Elata. Gadis itu malah menjulurkan lidahnya pada Gama. Sungguh sangat menggemaskan.

Gama hanya terdiam. Kini pemuda itu yang mulai merasa bersalah.

****

Waktu terus berjalan. Banyak waktu yang di lalui Elata dan Gama bersama. Tapi, tak seperti di kala Naliel masih ada.

Elata selalu marah jika Gama mendekatinya. Kini bukan Gama lagi yang marah pada Elata. Tapi sebaliknya. Elata yang selalu memperlakukan Gama tidak baik. Elata yang punya sifat keras kepala masih tak terima dengan perkataan Gama waktu itu. Walau kini Gama menyadarinya.

Walau Elata sering marah dan sering memperlakukan Gama dengan tak baik. Tapi Gama sudah berjanji pada dirinya sendiri jika dia yang akan menggantikan Naliel untuk menjaga Elata.

Awal dari sanalah sifat Gama menjadi sangat cuek. Dan Elata malah tambah keras kepala saja. Sangat ogah jika harus dekat dengan Gama. Menurutnya kalau dia dekat dengan Gama harinya bakalan sial. Sungguh aneh!

Tapi takdir Tuhan kini berkata lain. Walau Elata mencoba menghindar, tapi takdir Tuhan lah yang kuat. Sehingga tak ada yang menyangka jika mereka akan terus bersama hingga kini menginjak umur tujuh belas tahun.

flashback off

Elata tersadar dari lamunannya saat Gama menjentikkan jarinya ke wajah Elata.

"Ngapain bengong?" saat Elata sudah sadar dari lamunan sepuluh tahun silam yang membuat dirinya menjadi orang yang semakin sangat keras kepala.

"Ngapain? Ganggu aja, loe" selalu seperti itu. Sifatnya yang jutek kini come back.

Gama hanya mencebikkan bibirnya. Kemudian duduk di samping Elata.

****

"El, lagi nunggu siapa?" tanya Marcell yang melihat Elata berdiri di gerbang sekolah.

Elata hanya tersenyum samar. Elata hari ini tidak bawa mobil. Karna pas berangkat Elata nebeng sama mobil Mamanya. Elata lagi malas untuk bawa mobil sendiri.

"Loe, gak bawa mobil?" Elata hanya menggeleng.

"Gue anter aja ya!" tawarnya. Marcell masih di dalam mobil. Ia hanya membuka kaca cendela sampingnya saja.

Dan Gama, kenapa Elata gak nebeng sama Gama? Karna pemuda itu masih ada latihan di lapangan dengan teman-temannya. Sialnya lagi Cindy dan Flora menemani pacar mereka masing-masing.

Nasib jomblo ngenes emang kaya Elata.

"Ayolah, El. Sekalian gue mau ngajak loe ke Rumah Sakit. Mama gue nanyain loe terus. Mau 'kan?"

Elata berpikir. Kalau Elata nolak lagi. Gak enak 'kan? Apa lagi Mamanya Marcell lagi sakit. Kasihan juga. Ok lah kali ini Elata iyain aja ajakan Marcell. Moga aja gak ada salah paham lagi antara Marcell, Gama dan dirinya. Kalau itu terjadi, sungguh sangat akan merepotkan.

Akhirnya Elata pulang dengan Marcell. Tapi sebelun ke Rumah Sakit, Elata meminta Marcell untuk ke rumahnya dulu. Sekedar untuk ganti seragamnya. Gak mungkin dong Elata ke Rumah Sakit pake seragam sekolah.

****

Marcell dan Elata memasuki ruangan yang di tempati Mama Marcell. Saat Elata memasuki ruangan tersebut Mama Marcell menyambutnya dengan senyuman.

"Hai, Tante? gimana kabarnya hari ini?" basa basi Elata saat sudah ada di samping ranjang Mama Marcell.

"Nak El mampir ke sini lagi?"

Elata mengangguk.

"Makasih ya, El. Sudah mau repot-repot jenguk tante. Tante seneng akhirnya Marcell bisa ajakin kamu kesini." senyum di wajah Mama Marcell mengembang.

"Tante titip Marcell, ya! Dia itu anak nya masih belum dewasa. Masih manja kaya anak kecil." Ucapnya. Elata terkekeh. Dia hanya bisa tersenyum. Kemudian mengangguk.

Mama Marcell begitu sangat menyenangkan jika di ajak ngobrol Semangatnya untuk sembuk sangatlah kuat.

Tiba-tiba suara getaran Hp dari Marcell berbunyi tanda bahwa ada panggilan masuk.

"Gue, keluar bentar, ya" pamit Marcell. Elata hanya mengangguk.

"El, tante ingin kamu bisa menjadi teman Marcell. Marcell sering menceritakan tentang kamu." Elata hanya tersenyum simpul.

"Katanya kamu anaknya baik walau sering jutekin dia" Mama Marcel tertawa di akhir kalimatnya.

"Tapi tante percaya kamu bisa merubah sikapnya yang punya tempramen buruk." Mata Mama Marcell menatap Elata penuh harap.

"Tapi, Elata lihat Marcell tidak punya sifat seperti itu, Tan. Marcell baik orangnya" Elata terkekeh. Walau kenyataannya Marcell nyebelin karna suka gangguin Elata. Tapi gak mungkin di bilangin dong sama Mamanya.

Mamanya hanya tersenyum samar.

Tak lama Marcell pun kembali.

"Ma, aku ada urusan dulu. El, loe ikut gue aja ya! Mama gak apa kan aku tinggal dulu?" Mama Marcell hanya tersenyum dan mengangguk senang jika Marcell dekat dengan Elata.

Kemudian Elata dan Marcell pamit. Dan pergi dari ruangan tersebut.

"Kalau loe ada urusan. Gak apa gue naik Taxi saja!" ucap Elata. Senyumnya ia paksakan

"Cuma bentar kok. Abis itu gue langsung anterin loe balik." Marcell tersenyum penuh arti. Entah apa yang akan di rencanakan Marcell kali ini.

TBC

Penasaran gak gays??

Kalau penasaran terus stay di cerita MY ENEMY IS MY LOVE ya! Jangan lupa bantu vote dan like sertakan komen juga. Biar akunya makin cemungutttttt nulisnya..

Follow ig aku ya seizyll_koerniawan

Tengkiuuu 😘😘

Salam sayang

My Enemy Is My Love

Seizy Kurniawan

1
Indah Sari
kmmmnuygrfeeĺllllllhkrdfxc, hcdnnikno p frsvtr
I’m Aylaa
Lumayan untuk bab pertama..
Suci Narala Lendra
aku suka cerita ini, selain alurnya mengasyikan partnya banyak2 lagi, trima kasih kk thor👍
Suci Narala Lendra: Sma2 kk thor, thank ceritanya👍👍👍
Good luck
total 3 replies
PENGEPUL MAMAH MUDA
gamalama 🤣🤣🤣
dewi deshita
ih nyebelin ngeselin banget, airmata aku udah se ember kirain elata meninggal huhuhu
dewi deshita
mssa meninggal sih jadi males deh
Angun Elok
huhfhhttt kirain bneran ninggl tor
Angun Elok
ini beneran mati elatax ... g suka ... 😭😭😭😭😭😭
Angun Elok
qg gama gitu ... beda dari suami yg laen... biasax law usg kan antusias
Angun Elok
hamil paling elata .. dr nya aja yg bego
Angun Elok
cintax awet semua ... dri SMA smpe pelaminan semua.. indah ya g px mntan
Angun Elok
pinjm kt" x diln 2
Angun Elok
wah kirain marsel dah tewas tor
Angun Elok
bener kata elata .. g mo jd milia klo akhirx di tingglin
Morta Pangaribuan
wom keren
Ichy
nggak asyik de masa elata meninggalkan 😭
faradilla aulia azzahra
thor jngan bnyak² dong ngsih bawang nya kan perih😭😭😭😭😭
Karina Hilya Ajibah
jangan di gantung dong thor😫😫
Agus Sohe
ggpppp
Morta Pangaribuan
baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!