NovelToon NovelToon
Tukang Sayur Itu Milyader

Tukang Sayur Itu Milyader

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Identitas Tersembunyi / Cinta Murni / Romansa / Konglomerat berpura-pura miskin
Popularitas:591.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Pena_Senja

Belajar dari kisah kakaknya yang gagal dalam berumah tangga, Kamil rela menyamar sebagai tukang sayur keliling demi mendapatkan cinta sejatinya. Dia pergi keluar kota hanya untuk berjualan sayur.

Dia tidak menyangka jika akan jatuh cinta pada seorang janda muda beranak satu, Medina. Bagaimana perjuangan Kamil mendapatkan cinta Medina karena ternyata
putranya Malvin tidak mengijinkannya dekat dengan Medina.

Yuk cari jawabannya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Menjaganya dengan Baik

”Darimana saja Sayang?” tanya Kamil begitu melihat Medina masuk ke kamar.

”Eh, itu aku baru saja ke dapur, Bang Kamil sudah selesai?”

”Mm.”

Medina beranjak meraih handuk yang dikenakan suaminya dan menaruhnya di keranjang cucian.

”Apa besok Abang kerja? Mm, maksudku kalau iya aku siapkan sarapannya sekalian.”

”Iya tentu saja, memangnya kamu mau ngajakin aku kemana?”

”Gak ada sih hanya nanyain aja.”

”Bentar ya, aku mau ke kamar mandi dulu.” Medina ke kamar mandi membawa air yang tadi dia bawa dari dapur membuat Kamil mengernyitkan alisnya.

”Ngapain dia bawa air itu, bukannya di kamar mandi banyak air,” gumam Kamil.

Hampir lima belas menit Medina baru keluar dari sana.

”Sudah selesai?”

”Eh?” Medina terkejut karena Kamil masih menunggunya di tempat tidur sambil bermain ponsel.

”Kemarilah!” Kamil menepuk samping tempat tidurnya yang masih kosong. Medina menurut duduk di samping Kamil.

Pria itu menatap ke arah Medina intens lalu melepas khimarnya membuat rambut hitam lebat jatuh tergerai dengan indahnya. ”Kenapa masih pakai ini di kamar.”

Kamil mengangkat wajah Medina yang menunduk. ”Aku malu,” ucap Medina.

”Ngapain malu kita kan udah halal lagipula gak ada orang lain di sini yang lihat selain kita berdua.”

”Apa boleh?”

Medina hanya mengangguk kecil lalu mendongak melihat Kamil sudah ada tepat di depannya.

”Bismillah,” lirih Kamil.

Kemudian mengecup kening Medina dan memulainya dengan perlahan. Pria itu memperlakukan Medina dengan baik. Kamil, pria itu mencoba berbagai gaya yang pernah dia lihat dalam film yang pernah dia tonton bersama dengan Daren temannya.

Hingga menjelang jam tiga suara lenguhan panjang terdengar di kamar tersebut pertanda keduanya sama-sama puas dan bahagia dengan aktifitasnya itu.

”Makasih ya Sayang, kamu masih menjaganya dengan baik,” puji Kamil.

Medina hanya diam dia terlalu malu jika mengingatnya. ”Kenapa diam saja, kamu pintar juga melayaniku,” bisik Kamil.

Medina beranjak bangkit dari tempat tidurnya membuat Kamil kembali menarik lengannya dan hal itu membuat Medina terjatuh di atas dada bidangnya.

”Mau kemana?” bisik Kamil.

”Aku mau ke kamar mandi Bang.”

”Nanti saja sekalian sholat subuh ya,” ucap Kamil melirik jam di dinding.

”Tetap di sini ya,” pinta Kamil. Medina pun hanya menurut dengan perkataan kamil dan sesekali dia mengecup kening istrinya.

”Boleh aku tanya sesuatu?”

”Apa itu Bang?”

”Tapi mungkin ini sedikit privasi.” Kamil tampak menimbangnya karena ragu khawatir menyakiti hati istrinya.

”Katakan saja mungkin akan lebih baik daripada menyimpannya sendiri, bikin penasaran hati tidak tenang kan?” ujar Medina.

Kamil menatap wajah Medina, ”Tapi kamu jangan tersinggung ya atau mungkin marah padaku nantinya.”

Medina tersenyum dan mengangguk, lama Medina menantinya namun Kamil tak kunjung bicara Kamil terlihat ragu membuat Medina menjadi penasaran.

”Kok gak jadi kenapa?”

”Gak lah kapan-kapan aja.”

”Hm, padahal aku udah siap mendengarkannya, ngomong aja!” Kamil menggeleng dan malah mempererat pelukan mereka hingga subuh tiba.

***

”Pa kok masih santai?” tanya Malvin waktu sudah jam enam lebih tapi Kamil masih saja menggenakan baju rumahan.

”Papa masih capek, mungkin akan siangan ke kantornya kamu diantar sama Baron saja ya,” balas Kamil menyiapkan sarapan untuk Malvin.

”Mama kemana, tumben belum bangun jam segini?”

”Mama kamu masih ngantuk, kecapekan juga dari kemarin kan belum istirahat dari jagain kakek. Udah kamu berangkat sekolah aja dulu nanti papa yang akan jemput kamu ke sekolah.”

Malvin pun tak membantah lagi dia langsung memasukan sandwich-nya ke dalam box makan siangnya asal dan meraih botol minumnya begitu suara klakson mobil Baron datang menjemputnya.

Kamil pun kembali ke kamar begitu putranya sudah pergi dan melihat Medina yang masih meringkuk di dalam selimut karena sehabis sholat subuh Kamil memang melarangnya keluar, menyuruhnya untuk beristirahat lagi.

Medina mengerjapkan kedua matanya begitu menyadari pergerakan di sampingnya.

”Bang, jam berapa ini?” Medina menoleh ke luar hari sudah terang.

”Astaghfirullah, sudah siang rupanya kenapa kamu gak bangunin aku Bang!” Medina panik.

”Sudah tenangkan diri dulu semua sudah aku urus dengan baik, Malvin sudah berangkat sekolah.”

Medina menghela nafasnya setelah mendengar penjelasan Kamil.

”Masih pusing?” Kamil menatap Medina memastikan jika istrinya baik-baik saja.

”Tidak.”

Tangan Kamil terulur merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Medina lagi hal kecil itu membuat wanita itu merona seketika.

”Kamu cantik, sangat cantik buatku,” puji Kamil.

”Apa ini Bang?” tanya Medina ketika belum menyadari sesuatunya.

”Kita lanjutkan yang semalam yuk, Abang masih pengen lagi,” bisik Kamil dengan cepat menyambar bibir Medina membuat si pemilik bibir terkejut namun juga menyambutnya dengan baik.

Pergulatan kembali terjadi kali ini Kamil begitu berhasrat untuk mendapatkan lebih dan lebih dari apa yang dia dapatkan semalam.

”Kamu terlalu nikmat Sayang,” bisik Kamil setelah beberapa kali melakukan pelepasan bersama.

”Karena aku merawatnya dengan baik Bang, meskipun sekian tahun sendiri aku tetap teratur olahraga dan minu jamu,” ucap Medina pelan.

”Abang boleh ya minta tiap malam.”

Medina mengangguk, ”Sudah siang aku mau masak perutku lapar Bang, Abang juga bukannya harus ke kantor?”

”Rasanya malas penginnya di rumah aja,” sahut Kamil.

”Ya ampun jangan dong Bang, nanti bagaimana nasib karyawan jika pimpinannya malas.”

Kamil terkekeh kecil mendengar perkataan Medina, ”Iya nanti Abang berangkat sekalian jemput Malvin.”

”Abang mau ajakin dia ke kantor?”

”Iya gak apa kan?”

”Khawatir saja dia belum siap dengan ucapan karyawan di sana, dia kan masih labil,” seru Medina.

”Jangan khawatir itu takkan terjadi, ya udah Abang bersiap dulu ya.”

Kamil pun lebih dulu mandi sedangkan Medina memakai kamar mandi di kamar Malvin.

”Makan dulu, nanti tolong bawakan nasi ini buat Malvin ya biar dia makan di kantor.”

”Baik.”

Kamil menikmati makan pagi sekaligus makan siangnya karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul dua belas siang.

"Abang pergi ya, kalau ada apa-apa hubungi nomor Abang.”

Mobil Kamil melesat dengan kecepatan tinggi karena dia tahu Malvin telah menunggunya di sekolah.

”Pa,” panggil Malvin.

”Kita langsung ke kantor ya, makan siangmu udah papa bawa nanti makan di ruangan papa.”

Malvin menurut dan langsung naik di kursi samping kemudi.

”Kamu tampak berseri-seri, apa semalam habis bertarung,” ejek Daren.

”Diam kamu, ada anakku di sini jangan bicara yang aneh-aneh Daren!”

Daren hanya melirik sekilas pada Malvin yang bingung dengan bahasan kedua orang dewasa di sampingnya.

”Kamu makan dulu ya, papa mau ngecek kerjaan dulu.”

Baru beberapa menit Kamil duduk, Alea datang masuk begitu saja ke ruangan Kamil.

”Tolong jelaskan padaku apa ini?” Alea melempar foto-foto di atas meja Kamil namun dengan santainya dia menanggapi semua itu.

”Darimana kau dapatkan semua ini Alea?”

1
Eko Nur Yanto
Lumayan
Herma Wati
ibunya Kamil kok berubah nama jadi Maryam?
Zaiziluu
sejauh ini masih luruss🤭
Zaiziluu
torrr pliss kasih visualnnya dongg ☝️🥲
Nada Cinta
cerita ini nie sudah tamat apa blum sich kok dah lama ngk ada di lanjut yo
Pena_Senja: belum kakak, insyaAllah nanti tak lanjutkan, sibuk di duta 🙏
total 1 replies
Nada Cinta
hilang
Reny Saputro
semangat
AR Althafunisa
iya udah, sama Daren aja udah kamu Alea. biar si Farhan hancur baik percintaan bgtu juga kerjaan. Ngeselin tuh orang
AR Althafunisa
ampun deh kagak bapak kagak anak 🤦
kasihan kamu Alea 🤣
AR Althafunisa
kaya ga ada kerjaannya Kalea, mau menghasut orang Bae 😌
AR Althafunisa
Cantikkkk
AR Althafunisa
si Daffa eror apa bagemana itu orang, plin plan. Tadi dia kagak berani ngelawan mamanya ngikutin maunya. Bercerai terus nikah lagi, sekarang udah nikah malah bikin nambah dosa ke istri barunya. Kalau masih cinta sama Medina seharus nya tegas lah... sekarang udah bercerai udah nikah lagi sama orang lain malah bikin masalah 😌
Iing Panru
lanjutkan thor
Choirul Anam
l1qllaaQaaAAa laal
Anonim
Ah malas baca sory thor aku unfav kecewa aku
Miuchan Jr.
ceritanya gantung
Cantika Ahtania
medina cantik
muthia
kapan bahagianya masalah terus🙏
Miuchan Jr.
masa ayam 3 ekor buat 75 nasi kotak. sekecil apa potongan ayamnya ya🤔
Cantika Ahtania
kamil aku padamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!