Kosuke Arashi adalah seorang anak yang tinggal disebuah desa dengan malas dan tak memiliki ambisi apapun
Kehidupannya berubah ketika ia diketahui memiliki energi naga dalam tubuhnya kemudian sebuah tawaran datang padanya untuk bergabung dengan Akademi Red Eagle
Dan setelah itu melalui beberapa petualangan dan pertarungan ia memperoleh julukan "Si Pengacau"
Season 1 : Chapter 1-42
Season 2 : Chapter 43-102
Season 3 : Chapter 103-143
Season 4 : Chapter 144-247
Season 5 : Chapter 248-289
Season 6 : Chapter 290-393
Season 7 : Chapter 394-481
Season 8 : Chapter 482-575
Season 9 : Chapter 576-697
Season 10 : Chapter 698-887
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Basiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34 : Selamatkan Aku!!
"Lawanmu adalah aku!! Jangan lihat yang lain!!" teriak Masamune bersemangat
"Ciih... bodoh!! Kau tau?? Kakakku Ichiro itu 10 kali lipat lebih kuat dari pada aku..." ucap Jiro yang telah bangkit, "jadi satu orang takkan berpengaruh apapun!!"
"Memangnya aku peduli hal itu!! Yang aku tahu Arashi pasti menang!!" Masamune penuh percaya diri.
Keduanya saling tatap menatap dengan tatapan tajam, sambil membersihkan diri dari kotoran air, Jiro berkata, "kau tau?? Sungai Maso sungai dangkal yang penuh batu raksasa"
"Apa maksudmu?" Masamune menatap lawannya dengan tatapan tajam.
"Hahahaha..."
"Maksudnya kau kurang beruntung aku bisa saja menciptakan raksasa batu tapi itu akan menghabiskan banyak cakra." jelas Jiro.
"Jangan banyak omong!!" Masamune kesal.
"Kau tau!! Di sungai ini ada batu yang super keras!!" Ucap Jiro sambil merapal jutsu
"Elemen Bumi : Prajurit Batu"
Tanah bergetar, batu-batu disungai berkumpul menjadi satu menciptakan raksasa batu.
"Apa itu??" Masamune agak terkejut.
"Kreek... Kreek..." tiba-tiba raksasa batu retak dan kemudian runtuh, sesosok makluk hitam yang terbuat dari batu muncul dari runtuhnya sang raksasa.
"Aku menciptakan prajurit batu ini dari inti sari batu-batu yang ada di sini..."
"Ukurannya memang tidak begitu besar tapi kekuatan dan kerasnya tiada dapat dibandingkan dengan baja..." jelas Jiro yang telah terlapisi batu hitam
"Hehehe... baiklah!!"
"Kita lihat seberapa keras prajuritmu itu!!" Ucap Masamune sambil memfokuskan energi pada bagian kaki dan tangan
"Wuussh..." Masamune melesat dan sudah berada di depan Jiro.
"Terima ini!" Masamune memukul tubuh batu Jiro sekuat tenaga.
"Jbbllaasst..."
"Aw... Aw... Aw...!!" teriak Masamune sambil memegang tangannya.
"Ini benar-benar tidak sakit kok!!" teriaknya yang kesakitan sambil berguling-guling.
"Hahaha... jangan merasa kau kuat!!" teriak Jiro sambil mencoba menginjak Masamune yang masih berguling-guling tapi Masamune berhasil menghindarinya
"Ini benar-benar tak sakit!!" Ucap Masamune sambil melihat tangannya yang memar.
"Wuussh... Dyyeess..." Jiro melesat memukul Masamune.
Serangan mendadak Jiro tak dapat dihindari Masamune dan tepat mengenai perut Masamune.
Masamune bergeser beberapa meter tapi masih dalam kondisi berdiri.
"Uhuk... Uhuk..." Masamune memuntahkan darah.
"Hehehe... Kau benar-benar tak beruntung." Masamune tersenyum penuh percaya diri.
"Ciih... bodoh!! Tapi kau tak beruntung!!"
"Dan juga masih berlagak sok kuat..." Jiro agak kesal
Berpindah ketempat Misaki dan Layla yang sekarang berhadapan dengan Ichiro.
"Aku tak bisa lari lagi!! Aku harus melawannya!!"
"Seni Ninja : Hujan Anak Panah"
Misaki menggambar ratusan anak panah dan melempar gambar tersebut kelangit.
"Booft..." Gambar yang diciptakan Misaki memunculkan ratusan anak panah yang siap menghujani Ichiro.
"Kau anak yang lumayan berbakat..." Ichiro meningkatkan daya apinya dan mampu membakar seluruh anak panah ciptaan Misaki, "tapi semua usahamu akan percuma..."
"Mustahil!! dia mempu menghanguskannya dengan mudah..." Misaki tak percaya
"Sllaassh..."
"Menyingkirlah!! Bocah!!" Ichiro telah berdiri didepan Misaki dan memukulnya, "Jbbuuaak...!!"
Misaki terlempar tak berdaya oleh hantaman siku Ichiro. Kuas dan kertas gulungan Misaki terjatuh dari tangannya
"Larilah Layla...!!"" teriak Misaki yang masih rebah, "dia berbahaya!!"
Tubuh Layla tak dapat bergerak, keringat dingin bercucuran diwajahnya dan ia gemetar ketakutan melihat kekuatan Ichiro.
"Jangan sakiti temanku!!" Misaki memegang erat kaki Ichiro yang berusaha mendekati Layla.
"Berhentilah mengganggu!!" Ichiro memfokuskan api dikakinya dan membuat tangan Misaki terbakar, "Arrgh...!!"
Kemudian Iciro menendang tubuh Misaki dengan tendangan api membuatnya terlempar, "Jbbuuaak...!!"
"Tap... Tap... Tap..." secara perlahan Ichiro berjalan mendekati Misaki yang rebah.
"Apakah aku akan diselamatkan lagi..." guman Misaki dalam hati yang masih rebah dan tak berdaya
Ichiro semakin dekat
"Akanku buat kau tak bisa berdiri lagi..." Ichiro menginjak kaki Misaki dengan dilapisi api.
"Arrggh...!!" teriak Misaki yang kesakitan.
"Hahahaha... Bagimana rasanya?? nikmat bukan??" Ichiro tertawa puas.
Layla sudah tak tahan lagi dan berteriak sekeras-kerasnya, "Arashi!! selamatkan aku!!'
"Wuuussh..." Arashi melesat dan memukul wajah Ichiro
"Jbbuuaak..." Ichiro terlempar oleh pukulan Arashi.
"Maaf... karena aku terlambat!!"
Arashi menoleh pada Ichiro yang telah berdiri dengan tatapan tajam, "kau takkan ku ampuni!!"
Disisi lain, tempat Masamune yang bertarung dengan Jiro
"Hehehe...
"Bagus... kau menciptakan penghalang empat sisi...
"Itu sangat bagus karena dampak kehancuran dapat berkurang karena kekuatanku." jelas Masamune.
"Heh?? Kekuatanmu?? coba buktikan padaku!!" Jiro Meremehkan
"Jangan-jangan hanya omong kosong!!"
"Temanku tidak ada di sini!! Jadi aku takkan menahan lagi!!" Teriak Masamune sambil melepas tas yang berisi besi dan sepatu yang ternyata terbuat dari besi juga.
"Hiiiaaa..." Masamune memfokuskan cakra yang sangat hebat dan kuat hingga tercipta pusaran angin disekitarnya
Penjara empat sisi berguncang seakan-akan mau runtuh akibat tekanan cakra Masamune.
"Sebenarnya apa yang akan ia lakukan?" guman Jiro dalam hati.
"Hihihi... Jangan lari, ya?" Masamune tersenyum lebar
"Meskipun kau juga tak dapat lari.."
Saatnya Rewatch... Lupa kemarin sampe mana🤣