Berawal dari aku suka sekali duduk dibawah pohon besar, yang berada di belakan sekolah ,ya pohonnya sangat rimbun dan memiliki dahan-dahan yang kokoh,sehingga nyaman untuk bersantai dibawahnya .
Aku dan Lisa suka berada di situ, walaupun pohon ini terkesan seram ditambah lagi gak ada yang berani kemari, kecuali hanya kami berdua saja.Banyak yang bilang kalau pohon ini angker,tapi aku gak peduli,aku gak percaya yang namanya hal -hal mistis begitu.
Hingga pada waktu itu sesuatu yang cukup buat bulu kuduk ku merinding,tapi aku cuek dan tiba- tiba ada sekelebat bayangan melintas dihadapan ku .
Siapa ...??(ucapku takut)
Penasaran gimana cerita selanjutnya ,yuk ikutin kisah nya dikarya terbaruku "Rahasia mengerikan disekolah".
Jangan lupa beri rate dan like ya 😊.
Jika berkenan boleh di vote 😊.
Happy reading guys😊😊.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah ajha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Din,aku kok ragu ya?"
"Calm down Lis,udah woles aja ok."
"Kamu yang ketuk pintunya ya?"
"Iya."
Assalamu'alaikum permisi!(ucap Dinda).
"Kayaknya gak da orang nya deh Din,mending kita balik aja yuk, besok-besok kita kemari lagi."
"Idih Lisa kamu kok ketakutan gitu sih,aku yakin pasti ada orang nya,tunggu biar ku panggil lagi mungkin aja orang nya lagi tidur jadi gak dengar."
"Permisi Bu!"
"Tu kan Din gak da orang,rumah nya juga sepi,yaudah yuk(ajak Lisa)."
"Ck kamu ni gimana sih Lis,udah sampe sini asyik ajakin pulang aja,nanggung tau ."
Disela kami berdebat muncul seorang ibu-ibu,ya tidak terlalu tua masih terlihat bugar .
"Waalaikum salam,mau cari siapa ?(ucap ibu Shireen).
"Bu ,ini bener rumah nya Shireen?"(tanyaku).
"Kalian kenal dengan anak ibu?"
"Kenal Bu."
"Hmm,mari masuk(ajak ibu Shireen)."
"Terima kasih bu."
Kami pun dipersilahkan masuk.
"Silahkan duduk."
"Iya Bu."
"Bagaimana kalian bisa mengenal Shireen?"(tanya ibu Shireen penasaran).
Apa kalian tidak tau kalo Shireen sudah meninggal?"
"Kami tau Bu kalo Shireen sudah meninggal,kami kesini hanya ingin mencari tahu saja Bu(ucap Dinda berani)."
"Jawab dulu pertanyaan ibu,darimana kalian mengenal Shireen?"
"Pasti ibu sulit untuk percaya,jika Shireen sendiri lah yang mendatangi saya(ucap Dinda serius)."
"Maksud kamu arwah anak saya tidak tenang begitu?"
"Iya Bu."
"Apa saja yang Shireen katakan pada kalian,soalnya semenjak dia meninggal dia tidak pernah sekalipun menemui ibu padahal ibu ingin sekali bertemu dengan nya biarpun hanya lewat mimpi saja,ibu juga dah senang,tapi ini dia tidak pernah sekalipun muncul dihadapan ibu, Shireen ibu kangen nak,temui lah ibu mu nak walau hanya sekilas (ucap ibu Shireen sedih)."
Tanpa mereka sadari arwah Shireen juga ada disitu menyaksikan mereka ,tapi dia tidak mau memperlihatkan diri,dia takut ibu nya akan makin sedih.
"Hik hik ibu maafin Shireen Bu, gara-gara Shireen ibu jadi sedih gini.
Shireen belum tenang Bu, sebelum kebenaran terungkap,mereka harus tau apa yang menyebabkan Shireen memilih mengakhiri hidup dengan cara begini Bu."
"Shireen meminta bantuan kepada kami Bu (ucapku)."
"Bantuan,bantuan seperti apa?(tanya ibu Shireen).
"Iya Bu,dia ingin kami mengungkap misteri kematian nya."
"Tapi sebelum nya kami meminta izin terlebih dahulu kepada ibu,apakah ibu mengizinkan kami untuk mulai menyelidiki kematian Shireen?(aku memberanikan diri untuk bertanya dan Lisa hanya diam)."
"Tidak usah nak,ibu sudah ikhlas dengan kepergian Shireen(ucap ibu Shireen tulus)."
"Tapi Bu,kami harus kalo tidak arwah Shireen bisa kecewa pada kami dan dia pasti tidak akan tenang Bu di sana(ucap Dinda meyakinkan ibu Shireen)."
Saat aku berbicara,ibu Shireen memperhatikan ku dengan sangat serius.
"Wajah kamu mirip nak,sama anak ibu(ucap ibu Shireen).
Kamu mau lihat fotonya?"
"Boleh Bu,saya juga penasaran banyak yang bilang kalo wajah saya dan Shireen mirip."
"Iya nak,tunggu ya ibu ambilkan dulu fotonya dikamar."
"Baik Bu."
Ibu Shireen kembali dengan membawa sebuah bingkai foto kecil.
"Lihat lah nak,mirip kan wajah kamu?"
"Eh iya Din,mirip banget lho,cuma beda dari warna kulit aja deh,sama hidung doank , selebihnya kalian mirip pake banget (ucap Lisa terkejut)."
"Iya kamu bener Lis,aku juga gak nyangka kalo bisa semirip ini(ucap Dinda )."
"Ini Bu fotonya (Dinda menyerahkan kembali foto Shireen kepada ibu nya)."
"Kangen ibu jadi terobati,begitu melihat wajah kamu nak(ucap ibu Shireen tulus)."
Aku hanya tersenyum.