NovelToon NovelToon
My Lovely Presdir From The Mars

My Lovely Presdir From The Mars

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Pengantin Pengganti / Romansa / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Gadis cantik ber'dress bunga itu adalah Cut Aisyah Zahra Ananta, lulusan universitas keperawatan yang harus menerima takdir perjodohan akibat kelakuan absurd kakak keduanya. Dipertemukan di sebuah pusat perbelanjaan, membawa keluarga Zahra pada keputusan menjodohkannya dengan salah satu dari 2 orang saudara kembar seorang pengusaha ternama.
Siapa sangka, si kembar berbeda sifat ini adalah teman dan musuh kecilnya dulu. Lantas siapakah yang akan menjadi pendamping sejati Zahra.

"Abi, Umi! Zahra ngga mau sama dia! Yang tampilannya kaya alien dari Mars, kelakuannya minus kaya kacamata umi!"

"Cewek cerewet bin harimau, gembul gitu jauh dari tipe gue. Buat lu aja!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RENCANA LAMARAN

Suara klakson terdengar memenuhi pendengaran, security rumah sudah memonyonk'kan bibirnya untuk menyeruput kopi panas, tapi kemudian ia kembali menciutkan mulut dan segera menaruh gelas saat si empunya rumah membunyikan klakson.

"Iya pak!" jeritnya.

Sesampainya di rumah si bakwan udang itu langsung menggeledah kotak P3K, mencari obat kesayangannya sejak memiliki 2 anak bujang beranjak dewasa, koyo. Kalau perlu ia akan memborong seluruh koyo yang ada di dunia untuknya menghadapi kedua anak bujang terutama Sadewa.

Ibu CEO masih jaman koyoan? Ini Humaira Khairunissa, ibu CEO yang sampe sewa gerobak kerak telor, martabak bangka, dan es dawet buat pertemuan para presdir, investor dan rekan bisnis lokal maupun bule.

"Koyoan terus lama-lama kulit kamu kebakar, sayang." Jihad mengemukakan pendapatnya.

Ica memijat-mijat pangkal hidungnya, "biar siap menghadapi anak-anaknya kamu bang, lagian salon kecantikan sama klinik kulit masih banyak, kalo aku tetep cantik kasian mereka ngga akan makan! Pengangguran di Indonesia makin banyak."

Betul sekali! Jawaban paling pintar yang pernah tercetus, bahkan Thomas Alva Edison pun ngga kepikiran buat jawab gini. Zahra tertawa renyah, "tante bisa aja,"

Ica mengikat rambutnya dan menempelkan koyo tepat di pelipis kanan. Meskipun terlihat konyol, aura orang kaya dan cantik calon mertuanya ini tetap saja menguar.

"Abang mau aku bikinin kopi, lemon tea, wedang jahe atau racun?" tanya nya, setelah berganti pakaian, sementara ia sendiri membuat teh chamomile untuknya sendiri dan Zahra. Zahra terkikik.

"Samain sama kamu aja,"

"Zahra, sebentar. Tante bikinin dulu teh chamomile biar tetep waras nerima takdir," ucapnya melengos setelah Zahra mengangguk.

"Untung aja ada anak gadis yang mau nerima anak-anak gue gusti! Gue aja yang emaknya udah mabok-mabok!" omelnya menuju dapur.

Jihad keluar setelah berganti pakaian casual, ia tak berniat kembali ke kantor setelah peristiwa ini.

"Om sama tante mau minta maaf atas kejadian ini Zahra," Jihad menyilangkan kaki kanan diatas kaki kiri.

Zahra menggeleng, "engga om. Ini bukan salah om atau tante. Ini murni karena Allah yang sudah mengatur semuanya," jawab Zahra bijaksana, jikalau Rayyan disini, mungkin ia akan tertawa paling kencang sambil dangdutan adik bungsunya ini bisa berkata seperti ini, kapan si manja nan absurd ini bisa bijak.

"Alhamdulillah, ya...beginilah kami Zahra. Istri om, Ganesha dan Dewa...."

Ica kembali menbawa nampan berisi 3 cangkir teh chamomile, "nge-teh dulu biar tetep waras pas nanti Ganesha sama Dewa balik," ucap Ica. Ibu dua orang itu menepuk kaki Jihad dan duduk di pangkuan Jihad membuat Zahra spechless, jadi inget umi-abi di rumah, Rayyan dan Eyi pun seperti itu. Jika semua pasangan seperti itu tukang sofa mewek guling-guling karena ngga laku.

"Zahra, sebelum duo racun datang. Tante mau nanya sama Zahra...."

Gadis itu mendongak, Dewa saja berani memperjuangkan perasaan mereka, maka ia pun harus berani memperjuangkan perasaannya.

"Zahra masih sehat kan?" tanya Ica.

"Be go," Jihad menggigit pundak istrinya gemas sambil tertawa.

Sontak saja Zahra tertawa, "sehat tante, alhamdulillah."

"Zahra engga sedang dalam tekanan pihak manapun kan, engga lagi dipelet, penglihatan ngga kunang-kunang kan?" tanya nya lagi.

Zahra menggeleng geli, ia benar-benar ingin tertawa mendapatkan calon mertua yang begini.

"Kenapa ngga sekalian bikin pernyataan lamaran kerja? Orang dipelet mana sadar, perkedel ! !" dengus Jihad.

"Suutt!" Ica mencomot bibir Jihad, "abang diem dulu deh!"

"Sekarang tante minta Zahra jujur, apa Zahra suka Ganesha?"

Zahra menunduk ia kemudian menghela nafasnya, "suka. Dalam artian, Ganesha pria baik-baik, berasal dari keluarga baik-baik, punya attitude yang baik."

Jihad menarik nafasnya, "kamu suka Dewa?"

Zahra mendadak diam.

"Assalamualaikum!!!" teriak makhluk dari Mars datang bersama kembarannya mengejutkan ketiganya, memang betul, kini Zahra semakin yakin jika Dewa lahirannya ngga diadzani oleh Jihad tapi oleh dewa petir.

"Astagfirullah!"

"Allahuuuu!" Ica yang terjengkat dan mengelus dada biar tetep dikasih kesabaran seluas hamparan padang pasir, ia kembali memijit pangkal hidungnya, untung jantungnya masih duduk manis di posisinya belum jatuh ke lantai.

"Bisa ngga salamnya pelan-pelan?! Ngga usah kaya sales nawarin tigerpaw?!"

Dewa tertawa, meski berjalan tertatih dibantu Ganesha. Kedua kembar ini duduk di samping kiri dan kanan Zahra.

"Lagi pada nginterogasi nih ceritanya?" tanya Dewa, sementara wajah kalem Ganesha tetap terlihat datar saja meski ia melemparkan senyuman tipis.

"Lanjut pake L..." ucap Ica sontak saja membuat mereka menyemburkan tawa dan Jihad mendorong kepala istrinya itu. Jika sudah ada Dewa dan Ica dunia berasa panggung komedi.

"Ngga usah ngajarin ngga bener, itu calon mantu kamu sawan dengernya!" Jihad menarik ujung kaosnya dan memasukkan Ica ke dalamnya. Zahra bahkan sudah tergelak, gadis itu justru terlihat begitu manis.

"Abang ih!" Ica berontak.

"Dih, suster mesum nih!" colek Dewa membuat Zahra bereaksi, "ihh, engga! Emang kamu tau apa yang aku pikirin?!"

"Tau, aku kan cenayang!"

"Boong banget,"

Mungkin hanya Ganesha yang tersenyum simpul sekarang, meski terlihatnya hanya ia yang tak memiliki pasangan disini, setidaknya ia ikut bahagia meski tak bisa menebus dosa selama ini.

"Mom---dad, Zahra..." ia angkat bicara. Mereka sontak menoleh kompak. Ganesha beranjak dari sofanya mendekati posisi Zahra, ia bahkan berjongkok di depan Zahra, "eh, Nesh jangan kaya gini..." gadis itu memundurkan posisi duduk.

Ganesha meraih tangan Zahra di depan semuanya, ditatapnya netra indah Zahra, "Ra, maafin aku jika dengan ucapanku ini kamu tersinggung. Tapi ngga ada niatanku untuk bikin kamu sakit hati, atau mempermainkan kamu atau keluarga kita. Hari ini, aku memutuskan mundur dari perjodohan...bang Dewa lebih cocok untuk jadi pendamping kamu. Aku yakin bang Dewa bakalan sayang, lindungi kamu lebih dari aku. Begitupun kamu, aku ikhlas kalo kamu bisa lebih bahagia sama bang Dewa, dan sebaliknya. Aku harap kalian bisa saling melengkapi dan mengingatkan," mata teduh itu menatap hangat pada Zahra.

Dewa menyunggingkan senyuman miring. Sementara Mom Ica dan daddy Ji saling bertukar pandangan.

Zahra tersenyum dengan mata berkaca-kaca, seketika ia memeluk Ganesha, "thanks, Ganesha! Kamu laki-laki baik-baik...aku yakin Allah bakalan kirim seseorang yang baik juga buat kamu," balasnya mengusap-usap punggung CEO ini.

Dewa tak marah melihat pemandangan ini, ia justru terharu.

"Thanks," Ganesha justru mengeratkan pelukannya terhadap Zahra dan keduanya tertawa bersama. Memang benar, pelukan Ganesha begitu menenangkan, hangat pantaslah Cyara nyaman bersamanya.

"Woyy---woyy, udah kali! Gue juga mau!" ujar Dewa sewot ingin menjauhkan keduanya ditertawai Ganesha dan Zahra untuk menggodanya.

Keduanya melepaskan pelukan, "mom--dad...maafin Ganesh, Ganesha ngga bisa lanjutin perjodohan." Ucapnya kini pada kedua orangtuanya.

Jihad tak mengangguk ataupun menggeleng, ia justru menunggu jawaban Zahra tadi.

"Jadi, gimana Zahra? Tentang pertanyaan om yang tadi?" tanya Jihad kembali.

"Zahra ngga suka Dewa om," jawaban itu sontak membuat raut wajah mereka terkejut terlebih Dewa.

"Ra," tangan besarnya bahkan sudah menyentuh dan menarik tangan Zahra mengernyit tak percaya.

Zahra mengulas senyuman, "Zahra sayang sama Dewa," Ica tergelak melihat wajah pias Dewa untuk pertama kalinya, putra usilnya itu kini diusili orang.

"Ah, ngomong dong neng dari tadi nape! Jadi abang ngga jantungan! Sini abang sun dulu!" belum ia mendaratkan kecupan, momy Ica mendaratkan bantal sofa ke arah wajah Dewa.

"Ck, ini anak gadis terhormat. Main sun-sun aja, sun go kong maksudnya?!" cebiknya kesal.

"Oke, biar ini jadi pr buat daddy sama momy minggu depan. Pak Zaky dan bu Salwa mengundang kami sekeluarga minggu depan ke kediaman mereka untuk memantapkan rencana perjodohan ini, semoga saja keluarga Zahra memaklumi dengan kekacauan yang dibuat Ganesha dan Dewa," pungkas Jihad.

"Muka aku mau ditaro dimana bang, kalo bu Salwa sama pak Zaky kecewa gimana?" Ica merengek.

"Kita datang sebagai orangtua Ganesha untuk memutuskan perjodohan, lalu kita datang sebagai orangtua Dewa untuk meminang anak gadis keluarga Ananta," jelas Jihad.

Keputusan telah dibuat, apapun reaksi dan respon keluarga Ananta akan mereka terima. Disaat mereka sudah sepakat seorang satpam masuk dan mengetuk pintu.

"Pak, maaf...ada pak Kompol di depan."

Dewa dan Ganesha saling lirik, ada kasus apa dan sejak kapan daddy mereka berurusan dengan rekan kepolisiannya, om Rajid.

"Ah iya. Suruh masuk saja. Minta tolong bu Eli buatkan minum nanti saya ke ruang tamu." Jawab Jihad.

"Zahra, om tinggal sebentar."

"Om Rajid, dad?" tanya Dewa.

"Ya. daddy sengaja undang buat mengusut project Miracle," jawabnya menatap pada Ganesha singkat.

Ganesha mengerutkan dahinya, "kenapa daddy ngga bilang Ganesh dulu dad," ia beranjak mengekori Jihad. Begitupun Dewa, "sebentar, kamu sama momy dulu ya. Kalo mau pulang panggil aku..."

"Dad, tunggu!" Dewa mengikuti. Pasalnya jika sudah melibatkan om Rajid dan terbongkar, secara otomatis Ganesha akan ikut terseret ke dalam pusara kasus pak Difta.

Zahra mengerutkan dahi, "ada apa tante?" tanya nya. Ica melemparkan senyuman kecut, "ngga apa-apa, terindikasi ada pegawai yang korupsi, om sama om Milo sudah membiarkan terlalu lama, semula om kasih wewenang sama Ganesha, tapi belum ada perkembangan sama sekali. Jadi om sama om Milo, sepakat mengundang rekan dari kepolisian untuk mengusut..." jawab Ica.

Zahra berohria.

"Oh iya, kamu seneng warna apa nak? Biar minggu depan momy bawa hampers lamarannya sesuai sama yang kamu suka?" tanya Ica.

.

.

.

.

1
Maritanias
😘😘😘😘😘
Dicky Sugandi
kereen
Sri Ariyanti
aku mampir lagi thor
Mini Amora
ucapan adalah doa loh Dewa...
istri yaaaa

nahhh zahra gak mau pnya kk ipar kayak dewa... lah nanti kan jadinya suami yaaaa😄😄😄
Mini Amora
ya Alloh author ku sayang... aku padamu bgtttttttt dehhhh... bener² yaaa kerennnnn lahhh mommy ica besanan sama umi salwa😍
Mini Amora
klan Ananta ini tuh justru saya bacanya dari Sagara dulu baru abi Zaky umi Salwa, lanjut al fath Fara trus Rayyan Eirene skrg si bontot Ananta dehhh de Zahra.... 😍
Ganendra Dimitri
iya bener mana ada perawat sampe segitunya. apalgi cuma pasien bpjs. urusan minum obat ya urusan keluarganya. mau pasien minum obat apa g perawat g ngurus. 😄
Nani Haryatiyati
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
Nayra Apriliani
ngarang lu ya bang...😆😆😆
Netiihsan
tes mental buat dewa🤣🤣
Hani Ekawati
Owh Panji disini masih di cebokin😂🤭 aku malah baca kisah Panji dulu yang sekarang masih on going. Berarti Zahra istrinya dewa itu tantenya Panji ya😁
Ida Hamidah
haddeuh cape iiih baca novel KA sin...ketawa terooss...😄😄
Diaz Nayla Az Zahra
itu hanya berlaku untuk RS eksklusif dan pasien VVIP,kalo perawat di RS tingkat kabupaten kok boro2 selembut dan seperhatian Zahra,nusukin jarum aja gak pake perasaan plus muka jutek bermasker
Triana Oktafiani
Terrrrr The Best 👍
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
Bunda Fiya
/Good//Good//Good//Good//Good/
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
itumah mau lu aja🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sabar ya om miki🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
astaghfirullah🤣🤣astaghfirullah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!