NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17.

Di tengah rasa panik Salindra menemukan ide, namun apakah berhasil atau tidak. Ia ingin segera keluar dari tempat itu secepatnya. Ia mencoba dengan susah payah menggosok tali di tangannya dan di kakinya pada tiang, walaupun lama setidaknya ada usaha. Tangannya terasa perih mungkin juga sudah lecet karena gesekan. Ia tidak memikirkan rasa itu justru membuatnya semakin cepat dan segera lepas ikatannya.

Satu orang pria mendekat hendak mencium Salindra, berhasil ditolak dengan cara meludah tepat di wajah pria itu, membuatnya tertawa sambil membersihkan wajahnya menggunakan pakaiannya. Mata Salindra membulat, rasanya ingin muntah melihat kelakuan pria tersebut.

Pria itu semakin mendekatkan tubuhnya pada tubuh Salindra ketika akan membuka pakaian bagian atas, mendadak membeku melihat di leher Salindra ada tanda lahir membuatnya teringat seseorang.

Pikiran pria itu bekerja sempurna kemudian menatap wajah Salindra yang sembab akibat menangis. Ia menyibak anak rambut Salindra dan menatap lekat wajah cantik tanpa cacat. Kemudian ia mencium kening Salindra dan menjauhkan tubuhnya lalu, melepaskan ikatan di tangan dan kaki Salindra.

Salindra tertegun melihat pria tersebut justru melepaskannya dengan wajah penuh penyesalan. Salindra hendak beranjak tapi pria itu menahannya.

"Salindra," panggilnya dengan suara berat sambil menunduk malu.

Salindra terkejut mendengar perkataan pria itu dengan hati bertanya-tanya. Siapa pria ini, bisa tahu namanya hatinya di buat penasaran. Ia menelisik wajah pria tersebut tapi sama sekali tidak ia kenal.

"Arman, kamu sudah selesai belum kok sepi amat tidak ada suara desahan," panggil temannya yang ada di luar.

"Arman," nama itu terdengar asing di telinga Salindra.

Kedua teman Arman masuk ke dalam dan terkejut melihat Salindra sudah lepas ikatannya sedangkan Arman diam tertunduk di depan Salindra. Membuat mereka heran, dia teman Arman saling pandang kemudian menarik Arman dan memukulnya.

“Lepaskan dia," teriak Salindra.

Arman menatap Salindra penuh penyesalan sambil menggeleng menyuruh Salindra pergi dari tempat itu. Tapi tidak dilakukannya justru Salindra ingin tahu ada apa dengan pria bernama Arman.

"Kenapa kamu membebaskan perempuan itu, atau jangan-jangan kamu kenal sama dia," tanya teman berambut panjang.

"Bisa aku jelaskan_"

Dua teman Arman mengerutkan alisnya kemudian berhenti memukul. Jadilah mereka bertiga duduk di dalam tempat tersebut sedangkan Salindra berdiri tak jauh dari mereka.

Arman melirik Salindra sekilas lalu melihat kedua temannya. "Dia, Salindra_"

"Lalu?“ tanya temannya berambut cepak dan ikal.

"Dia adalah sepupuku anak dari adik ibuku," jawab Arman dengan perasaan bersalah.

Deg

Salindra terkejut mendengar penjelasan Arman menoleh dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Ia berjalan mendekati mereka dan berjongkok menatap wajah Arman.

"Apakah kamu yang dulu pernah menolongku waktu aku terjatuh saat mengejar motor ayahku?" tanya Salindra mengingat waktu pulang sekolah melihat ayahnya pergi bersama seorang perempuan.

Arman mengangguk, Salindra mengusap airmatanya dengan kasar. "Berarti kamu tahu tentang ayah dan ibuku!"

Arman menatap Salindra dengan perasaan bersalah dan menyesal. Sejak saat itu Arman menghilang tidak pernah ada di sekitar Salindra untuk menolong.

"Apa kamu sengaja membuat aku dan kakakku berjuang sendirian di tengah kesulitan tanpa kedua orang tua, atau kamu berkomplot sama ayah untuk menghancurkan kami?" bentak Salindra.

Kedua teman Arman hanya menjadi pendengar setia dan tidak bisa berkomentar karena mereka tidak tahu masalah mereka. Keduanya ikut merasa bersalah karena hendak memperkosa Salindra ternyata masih saudara dengan Arman.

"Maaf aku terpaksa karena tidak mau ikut campur dan itu justru membuatku merasa tertekan hingga sekarang," kata Arman.

Ponsel Salindra berdering lalu melihat ternyata kakaknya memanggil segera mengangkatnya.

"Maaf kak. Aku pulang terlambat," kata Salindra.

"Ini sudah malam, cepat pulang Kakak khawatir sama kamu. Di tunggu dari tadi tidak pulang, tadi aku telepon Hafsah kata dia kamu masih di pasar malam tapi kenapa tidak jawab panggilan kakak dari tadi," Jayanti dengan nada tinggi membuat telinga Salindra sakit.

"Kakak kamu, ya. Aku antar kamu pulang sampai rumah," kata Arman beranjak dari tempat duduknya dan diikuti kedua temannya.

"Tidak usah, aku pulang sendiri saja," sahut Salindra berjalan meninggalkan mereka bertiga.

Salindra menyalakan motor dan meninggalkan area pasar malam dengan perasaan kesal dan marah. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan Arman di pasar malam hampir saja melupakan pria itu dan semakin membuatnya marah kepada kedua orang tuanya.

Arman dan kedua temannya mengikuti dari belakang memastikan Salindra selamat sampai rumah. Tapi, malang nasib Salindra belum sampai rumah di hadang beberapa preman jalanan membuat Salindra ketakutan. Baru saja menghadapi Arman dan kedua temanya, sekarang menghadapi beberapa preman jalanan yang wajahnya jauh lebih seram daripada Arman dan kedua temannya.

Melihat Salindra berhenti di jalan membuat Arman penasaran perasaannya tidak enak.Ia melihat beberapa preman menghalangi Salindra di jalan sepi. Dua teman Arman ikut berhenti dan turun dari motor melihat Salindra seperti sedang adu mulut dengan seseorang.

"Man, sepertinya kita akan menghadapi banyak musuh di sini," kata teman Arman berambut panjang.

“Kita lihat dulu, siapa mereka," sahut Arman memperhatikan gelagat preman yang sedang mendekati Salindra.

Salindra tidak turun masih duduk di motor mengumpulkan tenaga dan pikiran untuk melepaskan diri dari para preman di depannya. Salah satu preman mendekati Salindra dengan senyum licik.

“Nyalinya besar sekali mau melawan kita," kata preman tersebut sambil menoleh ke belakang memberi kode kepada teman-temannya.

Dua preman maju menuruti perintah temannya. Salindra menyalakan mesin motornya menderu sangat kencang membuat para preman tertawa nyaring. Tanpa mereka sadari Salindra menancapkan gas dengan kencang membelah para preman tersebut dan meninggalkan mereka dengan tatapan terkejut.

Dari jauh Arman dan teman-temannya melihat aksi Salindra terkejut dan kagum tapi pikirannya bekerja dengan isegera bertindak. Para preman melihat Salindra lolos hendak mengikuti tapi ditahan oleh Arman dan teman-temannya. Akhirnya mereka adu kekuatan di jalanan tersebut, tidak lama kemudian terdengar suara mobil polisi membuat mereka bubar dan berlari dengan kocar-kacir menyelamatkan diri.

Arman dan teman-temannya masih diam di tempat melihat para preman berhamburan meninggalkan tempat tersebut. "Baru suara saja sudah takut gimana kalau beneran polisi yang datang," kata teman Arman sambil mematikan suara klakson motornya.

“Payah sekali mereka, lihat saja nanti kalau mereka berulah lagi, gak bakalan aku ampuni,“ kata Arman menahan marah.

"Mereka sering nongkrong di daerah sini dan juga di pangkalan pertigaan sebelah barat," sahut teman Arman berambut panjang.

"Darimana kamu tahu?" tanya Arman menatap temannya.

"Aku sering lihat mereka pas lewat tempat itu," jawabnya dengan yakin.

"Kita pulang ke rumah besok aku akan suruh orang untuk mengawasi Salindra agar tidak di goda oleh preman tadi," kata Arman menyalakan motornya dan meninggalkan tempat tersebut bersama kedua temannya.

Salindra sampai di rumah mengetuk pintu dengan terburu-buru. Jayanti tertidur di ruang tamu mengerjapkan mata dan langsung beranjak membuka pintu. Salindra langsung nyelonong masuk berlari ke dalam kamar dan menguncinya. Jayanti melihat tingkah Salindra merasa ada yang tidak beres, ia melihat keluar memastikan keadaan tapi tidak ada yang dicurigai menutup pintu dan menguncinya kemudian pergi ke kamarnya.

Di kamar Salindra merebahkan diri dan menyelimuti seluruh tubuhnya karena ketakutan. Ponselnya berdering membuatnya terkejut dan melihat notifikasi chat masuk dari Hafsah. Ia membaca tapi tidak di balas justru dibiarkan saja.

“Salindra, aku minta maaf. Tolong jangan membenciku, aku menyesal," Hafsah meninggalkan pesan.

1
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
Rain Aricia
Negara eropa?
Anyue: belum di kasih tahu 🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!