NovelToon NovelToon
Cinta Bertahan

Cinta Bertahan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rati Tiwi

Sepasang kekasih yang terlihat baik-baik saja, pada akhirnya bisa berakhir juga. Ayra Grizelle mengakhiri hubungannya pada Bagas Cakra Wardana kekasihnya, di hari bahagia mereka yaitu saat wisuda. Keduanya tampak bahagia, tapi sayang seribu sayang Bagas mendengar ucapan Ayra bahwa wanita itu ingin mengakhiri hubungan mereka.

Bagas sangat terkejut dan tidak suka dengan keputusan Ayra secara sepihak yang menurutnya egois. Bahkan Bagas belum mengetahui penyebab Ayra memutuskan hubungan mereka.

Maka dari itu, Bagas bertekad untuk membuat Ayra kembali padanya sekaligus ingin mengetahui penyebab Ayra meninggalkan dirinya. Semua usaha Bagas untuk mendapatkan Ayra menjadi miliknya kembali haruslah dia tempuh dengan caranya sendiri. Setiap perjuangan bahkan ujian akan dia hadapi walau itu membuat dirinya kecewa. Tapi kalau jodoh pasti tak akan kemana. Bagas yakin jika Ayra memang jodohnya maka dia pasti akan bersatu dan kembali bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rati Tiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dingin Padaku

Ayra meminta untuk dirahasiakan dari Bagas kebenaran atas dirinya yang selama ini merupakan anak perempuan yang bernama Ella. Karena Ayra tidak ingin masalah ini semakin panjang. Jika Bagas tau rahasia ini, bisa jadi Bagas akan membencinya. Itu lah yang ada dipikiran Ayra.

"Kenapa harus dirahasiakan?" tanya mama Rima.

Ayra menatap wajah mama Rima dengan sangat risau dan penuh kegalauan.

"Ayra takut jika Bagas akan marah. Apalagi aku dan Bagas pernah menjalin hubungan. Jadi pasti Bagas menyesal telah mengenal Ayra, Tan!" ucap Ayra dengan rasa kalut dan kecemasan.

"Nggak mungkin Bagas seperti itu, Ay. Tante paham betul Bagas orangnya seperti apa. Jadi jangan mikir yang macem-macem. Kamu itu wanita satu-satunya yang dicintai oleh Bagas, jadi Bagas nggak akan marah dan benci sama kamu. Percaya sama Tante," ucap mama Rima meyakinkan Ayra.

"Nggak Tante, pokoknya tolong rahasiakan hal ini dulu sama Bagas," ujar Ayra lagi.

"Sampai kapan, Ay? Bagas harus tau masalah ini," ucap Tante tak mau kalah.

"Tolong Tante, Ayra mohon. Dari kecil Bagas tidak menyukai Ayra, jadi Bagas...," ucap Ayra yang terpotong perkataannya.

"Kamu salah Ay, Bagas itu bukannya nggak suka sama kamu. Tapi Bagas nggak suka kalau keluarga kami mengadopsi kamu. Dia nggak mau punya saudara angkat, itu saja kok?" mama Rima mencoba untuk menjelaskan pada Ayra.

"Tapi...," ucap Ayra yang kali ini menggantung.

Ayra seolah tak sanggup bicara pada mama Rima bahwasanya dirinya sangat kecewa kepada Bagas karena dirinya tidak jadi diadopsi. Padahal dulu Ayra sudah sangat senang untuk tinggal dan hidup bersama keluarga baru. Tapi nyatanya hal itu kandas. Apalagi saat itu Ayra mendengar Bagas yang tidak mau jika orang tuanya mengadopsi Ayra.

Sejak saat itu lah Ayra membenci Bagas hingga Ayra melupakan kejadian itu, dan bahkan Ayra melupakan Bagas dan orang tuanya termasuk mama Rima. Makanya kenapa saat pacaran dulu Ayra tidak mengetahui kalau Bagas adalah orang yang dia kenal saat di panti.

Sebenernya Ayra lebih besar sakit hatinya pada Bagas dalam peristiwa puluhan tahun lalu. Tapi bagaimana kalau Bagas tau Ayra adalah Ella? Rasanya Ayra ingin menghilang dari keluarga ini. Sungguh tak bisa dibayangkan oleh Ayra.

"Tapi apa? Sudahlah, kamu tidak usah cemas seperti itu. Untuk saat ini Tante akan merahasiakan nya dari Bagas," ucap mama Rima menenangkan Ayra.

"Terimakasih Tante," ujar Ayra sedikit lega.

*******

Keesokan harinya di kantor, Ayra bekerja dengan biasanya. Tapi ada yang berbeda tak seperti biasanya. Saat Bagas menggoda Ayra, namun Ayra tampak tak peduli dan biasa saja. Tak ada raut wajah atau ekspresi merespon. Ayra hanya memasang wajah datar.

Kemudian, saat Bagas memanggil Ayra ke ruangannya namun Ayra masih memasang raut wajah datar seperti orang yang kaku. Padahal Ayra dan Bagas sudah lama kenal, lalu kenapa masih kaku seperti orang yang baru pertama kali masuk kerja.

"Kau sakit, Ay?" tanya Bagas.

"Tidak," jawab Ayra singkat.

Bagas mencoba untuk menyentuh kening Ayra dengan tangan kanannya untuk memastikan bahwa Ayra baik-baik saja. Namun siapa sangka, Ayra langsung menepis kasar tangan Bagas begitu saja. Sontak Bagas kaget bukan main.

"Aku tidak sakit," ujar Ayra.

"Aku hanya memastikan saja, Ay. Kenapa kamu malah menepis kasar tanganku?" kata Bagas yang terlihat tidak suka.

"Ini kantor, tidak baik bersikap seperti itu pada bawahan," ucap Ayra.

"Kita sudah lama kenal, Ay!" tekan Bagas.

"Tolong profesional dalam bekerja," tekan Ayra pula.

"Tapi kamu itu...," ucap Bagas yang langsung dipotong oleh Ayra.

"Saya permisi," ujar Ayra memotong ucapan Bagas dan langsung beralih melangkahkan kakinya ke luar ruangan Bagas.

Bagas mengumpat dan mengacak-acak rambutnya. Sungguh Bagas tak mengerti sifat perempuan yang berubah-ubah mood nya. Kemarin wanita itu biasa saja dan tertawa-tawa dengannya. Tapi keesokan harinya suasana hatinya mulai berubah menjadi singa yang diam.

"Ada apa dengan Ayra?" sungguh Bagas menjadi bingung.

Beberapa jam kemudian, hari pun mulai sore. Waktunya untuk pulang. Bagas sengaja masuk ke dalam ruangan Ayra. Bagas bermaksud untuk mengajak Ayra untuk pulang bersama.

"Ay, aku antar kamu pulang ya?" tawar Bagas.

"Nggak usah, aku ada janji sama Stevi," kata Ayra sambil mengambil tas nya yang dia tenteng ke tangan kanannya. Lalu beranjak berdiri dari tempat duduknya.

"Aku duluan!" ucap Ayra yang langsung melenggang pergi melewati Bagas begitu saja.

"Ay, tunggu dulu," ucap Bagas, namun Ayra tak merespon.

Bagas yang ingin menyusul Ayra akhirnya dia urungkan niatnya. Karena percuma saja kalau yang dikejar tak akan bisa dia raih dalam sekejap.

"Ada apa dengan kamu, Ay? Kalau begini bagaimana aku bisa memiliki kamu lagi, Ay?" ucap Bagas dengan sendirinya. Bagas benar-benar frustasi dibuat Ayra. Sungguh sifat Ayra tak bisa ditebak.

*******

Lagi, keesokan harinya di kantor. Ayra dan Bagas bekerja dengan profesional apalagi saat meeting berlangsung, mereka berdua sangat fokus dan meeting berjalan dengan lancar. Bekerja profesional yang dipinta oleh Ayra sudah Bagas lakukan. Namun kalau untuk berdiam saja tidak mungkin Bagas lakukan terhadap Ayra.

"Kita makan diluar, Ay. Aku mau makan soto daging," ajak Bagas pada Ayra.

"Tidak bisa. Aku sudah ada janji dengan staf lain untuk makan siang bareng," ucap Ayra datar.

Ayra langsung pergi meninggalkan Bagas sendirian di ruang meeting. Kalau seperti ini Bagas sangat kuwalahan. Sebenarnya ada apa ini? Aneh tapi nyata. Bagas mencoba untuk mencari kesalahan yang dia buat pada Ayra namun tidak berhasil menemukannya.

Hari pun kembali sore, lagi-lagi Bagas tak henti menemui Ayra, tidak ada kapoknya. Lelaki itu sungguh ingin memiliki Ayra namun Ayra jual mahal, gengsi dengan kenyataan.

"Ay, nanti malam kamu ada acara? Kita dinner yuk?" ajak Bagas untuk yang kesekian kalinya.

"Nggak bisa. Aku capek mau istirahat," jawab Ayra yang lagi-lagi berwajah datar.

Ayra langsung saja pergi meninggalkan Bagas sendiri. Bagas sangat kesal kali ini. Sikap Ayra sungguh sangat keterlaluan. Bagas tidak tahan lagi dengan perlakuan Ayra terhadapnya.

Tiba-tiba Bagas menarik tangan Ayra sedikit kasar. Bagas genggam tangan Ayra cukup kuat lalu menatap mata indah Ayra dengan sangat dalam penuh cinta.

"Kenapa sikap kamu beberapa hari ini dingin padaku?" tanya Bagas.

"Tidak ada, biasa saja," jawab Ayra sambil mencoba untuk melepaskan tangannya dari Bagas.

"Bohong, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku," ucap Bagas masih menggenggam tangan Ayra.

"Nggak ada, lepaskan tanganku Bagas!" Ayra berontak.

"Jawab dulu pertanyaan ku, apa salahku sampai kau dingin padaku sampai saat ini?" tanya Bagas kembali, kali ini tatapan Bagas kian memuncak.

Wajah Bagas memerah dan matanya sedikit melotot, memperlihatkan rahangnya mengeras. Memperlihatkan pula otot tangannya yang besar. Ayra menjadi semakin panik, wanita itu tau bahwa Bagas sedang dalam kondisi marah.

"Lepaskan tanganku Bagas," Ayra meronta-ronta hingga menangis.

Bagas pun mulai melemah dan merasa tak tega pada Ayra, gadis pujaan hatinya.

Bersambung....

1
Ayu Femini
huahahaaa, ini mah kesempatan dlm kesempitan🤣 ngakak Bagas gila
Ayu Femini
udh sih ay diem aja knpa? org Bagas mau obatin jg kok, enak kali kesempatan kamu dpt perhatian sama bagas. toh kamu jg suka sama dia😁😁
Ika Rika
❤️❤️❤️❤️❤️
Farah
ceritanya ngak berbelit2, cepet tamatnya, enak bacanya
sukses selalu author ❤️
Farah
sweet bgt, Bagas bisa menganalisa kondisi saat yg tepat untk taklukan Ayra depan mama nya😁
tinggal ayra nya aja yg malu krna ulah bagas🤣
Ika Rika: betul bgt❤️
total 1 replies
Jil Andrew
berani ya Bagas bilang sayang depan mama Rima, bagussss😁👍
Violetta
yeayyy pacaran lagi, selamat ya Bagas kamu emang tau bgt situasi buat ayra patuh sama kamu 👍
Violetta
aku ikut bahagia ya utk kalian berdua Bagas dan ayra❤️
bagus thor, lanjuttttt
Tea Tea
ternyata ayra bisa manja ya😁
Michle Khan
mantul ceritanya, seru dan sangat menarik❤️❤️❤️❤️❤️
Michle Khan
akhirnya Bagas jujur nih, bagus Bagas kamu yg terbaik👍
Michle Khan
pasti dimaafin ayra👍
Jenifer Jeni
apa reaksi ayra nanti
lanjut thor
Ika Rika
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ika Rika
lanjut kak
Ika Rika
bagus❤️❤️
Ibun Once
romantis bgt bagas❤️
Only Hope
ngakak🤣🤣🤣🤣
Only Hope
emang jodoh kalian tuh
Winner
sama, aku dulu jg prnh ktmu mantan di mall bedanya😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!