NovelToon NovelToon
Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Istrimu

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Danie A

Roxy pria yang nyaris sempurna. Tampan, berkarisma, berbadan atletis dan kaya raya. Semua ada dalam genggaman nya. Tak ada satupun wanita yang bisa menolak pesona seorang Roxy.


Hanya satu hal yang tidak ia punya, ketertarikan pada wanita. Selebriti, model, pemain bahkan seluruh wanita sudah pernah ia coba, namun tak kunjung membuatnya tertarik. Lebih tepatnya membuat juniornya berdiri.


Dan suatu ketika, segalanya berubah. Roxy terpikat pada sosok wanita berjilbab yang ia temui saat sang sopir menjalankan kewajibannya di masjid Jamal.

Wanita yang membuat debaran di dada Roxy meningkat tajam,membuat tubuhnya tak mampu bergerak sesuai kehendaknya. Membuat akalnya tak bekerja.


Namun, kenyataan memukul keras wajahnya. Wanita itu sudah bersuami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

Setelah melalui banyak pergolakan batin, dan mencoba mencari kerja yang bisa membawa Uwais serta. Namun, tak ada satu pun yang menerima. Akhirnya, Ayla menandatangani juga perjanjian kontrak kerja dari Selia. Tanpa tau itu semua sudah menjadi bagian dari rencana Roxy.

"Ooohh, Tante?"

Selia terkaget. Lalu mengeluarkan sebatang eskrim dan memberikannya pada Uwais.

"Ini untukmu. Aku masih punya banyak camilan untuk kamu makan di perjalanan." Ucap Selia yang dengan cepat merubah wajah tegang menjadi wajah ramah.

Ayla mengerutkan kening, merasa aneh karena Uwais sepertinya mengenal Selia. Sebenarnya, Ayla sendiri merasa cukup familiar dengan wajah Selia. Akan tetapi, Ayla tak mengingat di mana pernah melihatnya. Dan Ayla tak ingin ambil pusing.

Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam. Mobil merah yang membawa Ayla berhenti di sebuah mansion.

Mata Ayla mengedar ke sekeliling mansion. Dia sudah beberapa kali menginjakkan kaki ke sana. Mulut Ayla ternganga lebar.

"Kenapa aku jadi kembali kesini?"

"Waaahh, ini kan rumah papa...." Seloroh Uwais riang. "Papa...." Seru Uwais.

"Uwais!"

Tapi, bocah itu seakan tak dengar dan justru asal masuk ke dalam rumah utama. Ayla bingung, seperti ada hal yang tidak semestinya.

"Ayo masuk, kenapa malah bengong?" Tegur Selia menoleh ke belakang karena merasa Ayla malah berhenti dan tak mengikuti melangkah masuk. Selia tak terlalu mempedulikan Uwais, karena tau akan kemana bocah itu, lagi pula ia tau, tuannya memang tidak bekerja hari ini. Dan sedang menunggu di dalam.

"Uummm, Uwais..."

"Tidak apa, biarkan saja, dia udah terbiasa di sini. Kamu tak perlu khawatir."

"Ummm... Jadi majikan ku bernama tuan Roxy, ya?" Tanya Ayla ragu walau tau jawaban Selia nanti, namun tetap saja dia lontarkan pertanyaan itu.

"Iya."

Ayla tertawa canggung.

***

Ayla menatap bagian samping bangunan besar itu. Di sisi agak jauh dari rumah utama ada bangunan yang memang di khususkan untuk tinggal para pelayan dan koki.

Bangunan itu terdiri dengan kamar-kamar yang terpisah memanjang dan mengitar seperti setengah lingkaran. Dengan sebuah taman kecil yang di hiasi kolam ikan dan air mancur. Di sisi yang lain, terdapat garasi motor untuk para pelayan dan sebuah jalan kecil yang mengarah ke pintu pagar samping. Sepertinya dari sanalah para pelayan keluar masuk.

"Kamarmu nomor dua dari ujung sini." Jelas Selia.

"UMM.. baiklah."

"Aku akan menjelaskan pekerjaan mu dan berkenalan dengan para pelayan lain. Kamu bereskan dulu barangmu. Aku beri waktu satu jam."

Setelah berkenalan dengan para pelayan lainnya, Ayla juga sudah mengenakan pakaian khusus pelayan, hanya miliknya sedikit berbeda.

"MMM.... Nona Selia."

"Panggil Selia saja."

"UMM, Selia, kenapa seragamku berbeda dengan yang lain?"

"Itu karena kamu bekerja di bagian khusus." Jawab Selia sambil terus melanjutkan langkah, Ayla menyamai ritme kaki nya.

"Bagian khusus."

"Iya, jadi area kerja ada kamar pribadi tuan Roxy dan ruang kerjanya."

"Apa?" Ayla memekik,

Selia berhenti dan menatapnya sedikit tajam.

"Maaf."lirih Ayla menutup mulutnya sendiri.

Selia lalu memulai melangkah lagi. Ayla mengikuti.

"Ini ruang kerja tuan Roxy." Selia membuka pintu sebuah ruang yang 30% nya berisi buku sisanya hanya satu set meja kerja, dan kursi santai di bagian sisi yang lain.

"Membersihkan tempat ini standar, hanya kamu harus berhati-hati karena ada banyak file dan berkas penting di sini."

"Baik."

Selanjutnya, mereka melangkah ke kamar Roxy.

"Pintu kamar ini menggunakan pintu otomatis. Dan hanya orang tertentu yang bisa masuk kemari." Jelas Selia menempelkan telapak tangan nya di sebuah alat samping pintu.

"Kemarikan tangan mu."

Ayla menurut, Selia menempelkan tangan Ayla di alat deteksi sidik jari. Lalu tangannya dengan lincah menekan tombol-tombol di sisi kiri benda itu.

"Yang bisa masuk kemari hanya kamu, tuan Roxy sendiri, kepala pelayan Pitung, aku dan asisten Veloz." Jelas Selia. Memasuki ruang pribadi milik tuannya.

Ini untuk kedua kalinya Ayla masuk ke kamar itu, masih terlihat sangat rapi, bersih dan wangi aroma khas Roxy.

"Kamu harus ektra hati-hati membersihkan tempat ini."

"Baik."

Selia menjelaskan setiap sudut dan apa saja yang menjadi perhatian Ayla untuk membersihkan kamar pribadi majikannya.

"Apa hanya ini saja area kerjaku?"

Selia menatap Ayla sesaat.

"Untuk area kerja memang dua ruangan khusus itu. Karena itu kamu memakai seragam khusus."

Ayla menyimak, Selia melangkahkan kakinya dan mengajak Ayla berkeliling bangunan utama.

"Dan.... Kamu punya tugas lain. Saat ini tuan Roxy sedang mengalami cidera. Dia membutuhkan seseorang untuk membantunya menyelesaikan masalah sehari-hari."

"Mak-sud-nya?" Tanya Ayla hati-hati entah kenapa ia jadi memiliki perasaan yang tak enak.

***

Malam itu, Agya menginap di rumah Alfa. Karena sudah tak mendapatkan jatah dari Ayla sejak ia menjatuhkan talak. Agya lah yang kini menjadi satu-satunya pemuas hasratnya.

Selepas pertempuran hebat mereka, Alfa merokok di teras rumah kontrakan dengan hanya mengenakan sarung dan membiarkan malam membelai dada bidang nya.

"Mas, kopinya."

Agya keluar dengan secangkir kopi yang tampak mengebul uap panasnya. Lantas duduk di sisi kanan sang suami setelah meletakkan kopi di atas meja.

"Mas, gimana kalau kita nikah siri aja dulu. Nanti, kalau mas sudah bercerai resmi dari Ayla, barulah kita menikah secara resmi."

"Mas nggak akan menceraikan Ayla, Gy!"

"Mas!"

"Ayla istri sah mas. Mas tetap mau dia jadi istri mas."

"Lalu aku bagaimana mas? Gimana dengan anak ini?" Agya beremosi.

Alfa mengusap kasar wajah. "Mas akan tetap tanggung jawab."

"Dengan menikahi ku?"

Alfa mengangguk.

"Tanpa menceraikan Ayla?"

Alfa mengangguk lagi. Agya tertawa jengkel.

"Apa mas nggak bisa milih salah satu dari kami?"

Alfa menatap jengah Agya. "Kalau mas milih Ayla, kamu bagaimana?"

"Mas!" Sentak Agya tak percaya. Sakit hatinya karena Alfa dengan terang-terangan memilih Ayla. Wanita yang sudah Alfa talak.

Agya tak mengerti apa yang membuat Alfa berubah. Dulu dia sangat yakin bisa membuat Alfa bertekuk lutut padanya. Sangat yakin di pilih oleh Alfa. Tapi, kenapa sekarang Alfa berubah.

"Mas... Kenapa mas berubah? Kenapa mas jadi seperti ini? Dulu mas sangat mencintai ku." Agya mulai terisak.

"Itu dulu gy. Perasaan manusia bisa berubah."

"Beberapa menit yang lalu kita masih bercinta mas."

Alfa menutup matanya, tentu saja ia tak memungkiri itu. Nafsunya sangat besar karena sudah lama tidak tersalurkan.

"Maafkan mas. Kamu mau kan jadi madu nya Ayla."

Agya meremas sisi baju dasternya. Sangat sakit sekarang, saat ia hamil Alfa bahkan hanya menjadikan dirinya istri kedua. Agya hanya ingin menjadi istri satu-satunya. Kenapa hal ini aja begitu sulit? Kenapa kini Alfa justru mengejar istri yang udah pergi entah kemana, dan sudah dia talak?

Malam itu, meski telah sempat bersitegang. Alfa dan Agya tetap bisa menyalurkan hasrat mereka. Malam itu memang sedikit lebih dingin. Hingga keduanya secara sadar melakukan hubungan itu lagi, mencari kehangatan dan menengguk nikmatnya.

Saat kedua tubuh itu masih dalam penyatuan. Tiba-tiba pintu depan di gedor dengan sangat kuat.

Brak! Brak!

"Buka!"

Wajah kedua anak manusia itu berubah menjadi sangat tegang.

Bersambung ...

1
Ellya Muchdiana
nanti kalo punya anak namanya Gerald Ford, Innova, Ferrari, Bentley
Ellya Muchdiana
si bule benar2 sudah bucin akut
Ellya Muchdiana
si Ayla terlalu naif, sudah ditalak dan ditampar masih saja menunggu suami brengseknya pulang,,,
Lia Kiftia Usman
menarik..
lanjut aah
Anonymous
/Good/
Hari Saktiawan
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😂🤣👍👍👍👍👍👍👍😔
Bunda
salken kak,ijin baca🙏🏻
Carlina Carlina
uuuhhhuuuuiiiii🤭🤭🤗🤗😅😅😂😂😂😂😂
Carlina Carlina
itu wajar sama" sudah dewasa🤗🤗😅😅😅
Carlina Carlina
bener" dah si roxy🤦🤦🤦🤣🤣🤣🤣
Carlina Carlina
dasar roxy🤦🤦🤦😂😂😂🤣🤣🤣🤣
Carlina Carlina
dasar buleee licik🤭🤭😂😂😂🤣🤣🤣
Carlina Carlina
bner" si jon nya mesuumm bngeett yaaaa🤭🤭🤭😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣
Carlina Carlina
belaaiin sono lu gundiik jalaaaang agya😛😛😛😡😡
Carlina Carlina
alfaaa gilaaaaa,sinting😡😡😡😡🤜🤜
Carlina Carlina
iiihhh alya msh aja d anggap orng ky alfa😡😡🤦🤦
Carlina Carlina
alfaa gilaaaa,streeesss 😡😡😡😡
Carlina Carlina
ha ha haaaa 😅😅😂😂😂😂😂🤣🤣🤣
Carlina Carlina
roxy 🤦🤦🤭main jadi wanita ku ajasediki dulu dong istri irang tuh 😂😂😂😂
Carlina Carlina
kok bisa gitu sih rox🤔🤔😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!