Aku sadar siapa diriku karna dari itu biarlah rasa ini tetap di sini ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariz Kopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Candaan Taufiq..
Adzan dzuhur berkumandang entah mengapa hari ini waktu begitu cepat berlalu.... kenapa koq gak berhenti sejenak... atau kalau bisa sih langsung lewat aza juga boleh...ha .. ha .. ha ..
kan gak mesti ketemu Taufiq...
kenapa aku jadi bingung sendiri... ya biar aja ketemu Taufiq khan dia gak bakal berani macem macem kalau ada ibuk ama bu khofsoh..
hahay..ahirnya aku dapat jalan keluar juga..
aku berjalan menuju kamar mandi hendak mandi karna dari pagi aku belum mandi ... itu sudah jadi rahasia umum di keluarga ku setiap aku baru pulang dari pesantren mandinya cukup 1X sehari...maklum hawa pegunungan sangat dingin...
(( ternyata Afiqah orangnya ga bersihan ya..pantes aza MR.W ga mau sama dia...wkwkwwkwk...mbak Author tertawa ngakak..))
"mandi enggak mandi enggak..."
kata ku sambil berjalan menuju kamar mandi..Uti yang dengar itu langsung menabok ku sambil berkata
"anak prawan koq gak bersihan nanti dapat jodoh duda baru tau rasa..."
"gak papa Ti yang penting dudanya berilmu,baik hati dan yang paling penting ganteng Ti.....ha .. ha .. ha .."
jawab ku sambil tertawa..
"dasar anak jaman sekarang kalau di kasih tau sukanya ngeyel... mbok ya nyari jodoh itu yang anak nya pak Yai..setidaknya yang punya masjid atau mushola..seperti Taufiq .."
"uhuk ... uhuk ... uhuk... "
aku langsung tersedak ludah ku sendiri mendengar Uti menyebut nama Taufiq
"kenapa..kamu.."
"gak papa Ti ... ya udah Ama mandi dulu biar Cantik kan Ti.. .. biar dapan jodoh anak nya pak yai..duda juga gak papa Ti...asal anak pak Yai kan..."
gurau ku ke Uti dan langsung lari menuju kamar mandi.. .. ..aku tau persis bagaimana Uti ku sangat suka sekali ngomong istilah jahatnya sih crewet...ha..ha..ha...
Ahirnya selesai juga mandi setelah melalui perdebatan sengit dengan diri sendiri....
cuzz..langsung sholat dzuhur..
selasai sholat ternyata ibuk sudah datang...sedang ngobrol sama Uti... entah apa yang di bicarakan sepertinya seru.. hingga membuat ibu ku tertawa lebar hal yang jarang sekali terlihat..
"ibuk..sudah dari tadi "
tanya ku ke ibuk..
"cukupan lah dek.. .. ibuk sholat dulu terus pulang ya..."
"iyesss...ga jadi ke rumah Taufiq..."
teriak ku dalam hati..
"iyya..buk.."
ibuk pun bergegas pergi ke kamar mandi dan tentu saja aku sangat bahagia...
selesai ibuk sholat kami pamitan sama Uti dan seperti biasa drama india,Drama korea atau Drama Drama lainnya lah di mulai ... setiap kali aku mau pulang selalu ada nasehat sepanjang kereta api jurusan Surabaya dan lebih baik aku diam saja daripada semakin panjang kali lebar kali tinggi nasehat yang di berikan ketika aku menjawab.....ha.. ha... ha...
((perasa'an Afiqah kalau di rumah jadi lebay dan manja banget sih...))
"dek bawa motornya pelan-pelan saja.."
kata ibuk setelah kami mulai naik motor..
"siap buk..."
sebenarnya aku mau sengaja agak kencengan begitu sampai di depan rumah Taufiq ehhh...ibuk malah nyuruh pelan pelan ..belum aku fokus lagi ke arah jalan ..tiba tiba ibuk udah nyuruh berhenti
"dek..mampir bentar di rumah bu khofsoh..itu orangnya ada di depan..."
kata ibuk..yahh mau ga mau aku harus ngerem dan berbelok ke rumah bu Khofsoh...
"Asslamu'alaikum....mbak Asoh.."
ucap ibu ku
"Wa'alaikumussalam...mbak Maryam.."
jawab bu Khofsoh..
"Fika...kapan datang ..duhh..udah gede makin kelihatan cantiknya aja.."
lanjut bu Khofsoh .
"semalaem buk.."
jawab ku singkat..
"ayo ayo masuk.."
"di sini saja mbak ..."
kata ibu ku...
"ehh...koq di luar sih...masuk sini..Fiqqq...ini loh Fika ada di sini.."
suara bu Khofsoh manggil Taufiq..yang sedang berjalan ke dalam..
"haduhhh...kenapa mesti di panggil sih..biarin aja kenapa..."
batin ku berucap seraya bibir ku sudah mulai manyun...
bu Khofsoh keluar dengan membawa teh hangat dan juga cemilan...
"ayo ayo mari di nikmati..."
"iyya..mbak koq repot repot "
jawab ibu ku..
"ayo...Fik..di makan...sebentar tak bangunin Taufiq nya..."
kata bu Khofsoh seraya bangkit dari kursinya untuk memanggil Taufiq..tentu saja segera aku cegah...
"gak usah di bangunin buk.. .. biar saja istirahat..kasihan.."
kata ku mencari alasan sendiri agar tidak usah ketwmu Taufiq..
"ahh..ga papa ..pasti dia senang tau kamu di sini.."
jawab bu Khofsoh sambil berlalu meninggalkan kami...
tak berapa lama bu Khofsoh keluar bersama Taufiq...
"Assalamu'alaikum.."
sapa Taufiq...
"Wa'alaikumussalam..."
jawab ku dan juga ibu..
"sudah dari tadi buk.."
tanya Taufiq ke ibu ku...
"cukupan lah Fiq..."
jawab ibu ..aku hanya diam dan menunduk saja...
setelah cukup lama kami diam hanya mendengarkan ibu dan juga bu Khofsoh ngobrol gak tau apa yang membuat mereka begitu seru ngobrol.. .. di tengah keseruan mengobrol tiba tiba mereka berpamitan ke dapur..
"dek ...tunggu sebentar ya...ibuk mau lihat dapur dulu.."
kata ibu ku ..yang lihat aku cemberut..
dan ku jawab dengan nada agak kesal...
"iyya...jangan lama lama.."
"ya udah kali..cuma ke dapur juga.. jangan lebay gitu napa..."
jawab Taufiq..
"nahhh...itu bener Fiq...nih anak manja nya kebangetan kalau di rumah..."
jawab ibu ku sambil berjalan mengikuti bu Khofsoh yang sudah berjalan duluan...
"di minum tehnya.."
kata Taufiq memulai obrolan..
"iyya..makasih.."
"iyya itu sambil di angkat kan bagus.. .. kamu kapan datang.."
"semalem.."
"jawab panjang dikit kenapa sih..pelit banget tuh suara keluar.."
kata Taufiq seraya mengambil cemilan ..
"kamu kapan datang.."
tanya ku balik...
"3 hari yang lalu...berapa hari di rumah..??"
tanya Taufiq..
"mungkin 10-15 harian.."
"Ok ..berarti aku punya waktu kurang lebih 10 hari.."
"waktu..??..waktu untuk apa??"
tanya ku bingung .. .. ..
"untuk mendapatkan hati mu..kecuali hati mu memang sudah untuk ku dari semula..."
"uhuk.. uhuk ..uhuk..."
lagi lagi kesedak ludah ku sendiri..
"minum gih..."
kata Taufiq.. sambil menyodorkan teh ke arah ku..
"maaf ..gak usah trimakasih..."
jawab ku menolak gelas yang di sodorkan pada ku..
"kamu baca kan yang aku tulis dulu sebelum kamu berangkat ke pesantren.."
tanya Taufiq..
huh..dasar Taufiq gak lihat apa kalau aku sudah enggak nyaman dengan situasi saat ini malah nanyain hal konyol yang gak ada manfaatnya sama sekali..
dan hanya ku jawab dengan anggukan kepala pertanyaan Taufiq..
gak tau lagi bagaimana wajah ku rasa panas banget di bagian pipi...mungkin juga udah kayak udang rebus kali....
"Manis banget sih...kalau malu gitu.."
kata Taufiq lagi ..
dan berhasil membuat kau semakin tertunduk malu..
"baiklah aku tunggu jawaban kamu seminggu lagi ya..."
lagi lagi Taufiq membuat aku semakin galau dengan ucapanya.....
bebarengan dengan itu ibu dan juga bu Khofsoh keluar dari dalam rumah..
"apanya yang seminggu Fiq..."
kata bu Khofsoh...
"seminggu lagi Taufiq mau berangkat buk..."
kata Taufiq membuat alasan...
"lhoh...Fika koq beleum di minum sih tehnya.."
tanya bu Khofsoh ke padaku...
"maaf bu .. Fika sedang perlu.."
jawab ku..
"ohhh..gitu tow.."
"iyya..mbak Asoh..Ama sedang puasa hari ini.."
jelas ibu ku..
"tuhhhhh...buk ... calon mantu idaman banget kan.."
kata Taufiq...ke ibunya dan berhasil membuat tawa semuanya kecuali aku...
"ahhh...Taufiq ini bisa aja.."
kata ibu ku di sela sela tawanya...
"kalau memang jodoh juga gak apa apa mbak Maryam..saya malah seneng banget bisa besanan sama sampean..apalagi punya mantu kayak Afiqah.."
kata bu Khofsoh menimpali...
ku tatap tajam Taufiq ehhh dianya malah sok manis dan merasa tidak berbuat salah sama sekali
"gimana Fik...Restu sudah dapat nih.."
lanjut Taufiq lagi.. .. ..
"apaan sih..gak lucu tau.."
kata ku sebal..
"ihh..siapa yang bilang ini lelucon kalau jadi benar juga gak papa kan buk Mar.."
jawab Taufiq seraya memandang ke arah ibu ku..dan berhasil membuat ibu ku serta ibunya tertawa lagi..
"iyya..gak papa .."
jawab ibu ku dan membuat aku semakin memajukan bibir ku..
"kamu itu kalau bercanda suka kelewatan Fiq... tuh ..lihat Fika makin nunduk karna malu ....kasihan kan.."
kata bu Khofsoh..
"siapa yang bercanda sih buk...emangnya ibuk gak seneng kalau Fika beneran jadi mantu ibuk..."
kata Taufiq dengan nada suara agak tegas ..seperti memberi penjelasan ke ibunya bahwa ini bukan sekedar gurauan
"iyya...seneng banget malahan..tapi Fika apa mau sama kamu.."
jawab bu Khofsoh dan di sambut tawa oleh ibu ku lagi...
"ini koq malah ngomong nya jadi ngelantur tow.."
kata ibu ku..
"ayo buk..pulang.."
pinta ku ke ibu ...aku benar benar sudah tidak nyaman dengan keaada'an seperti ini..
ibu memandang ku seperti tau kalau aku tidak sudah tidak nyaman dengan keaada'an..
"mbak Asoh..sudah makin siang ini ..kasihan bapaknya Fika sama Hanan tadi ke sawah mungkin juga sudah pulang saya tak pamit dulu.."
pamit ibu ku ke bu Khofsoh..
"ohhh..iya mbak Mar..trimakasih sudah mampir ke sini.. Trimakasih ya Fika .. sudah mau mampir.."
kata bu Khofsoh..
"makasih..ya calon Istri idaman sudah berkunjung ke rumah calon mertua.."
kata Taufiq ..lagi lagi ibu ku dan juga bu Khofsoh tertawa mendengar ucapan Taufiq seolab mereka menganggab itu wajar saja...aku semaki sebal saja..
ku tarik tangan ibu agar segera bergerak dari tempat duduknya..
"iyya..iyya...dek..ya sudah mbak Asoh kami permisi...Asslamu'alaikum.."
kata ibu ku sambil berdiri dan ku ikuti di belakang setelah sebelumnya bersalaman ke bu Khofsoh..
gimana dengan Taufiq jangan ngareb aku mau bersalaman dengan dia ..
dia yamg tersenyum penuh kemenangan sudah berhasil menggoda ku di depan ibu ku dan juga ibunya merangkulkan tanganya di pinggang ibunya seraya tersenyum nakal ke arah ku..
ahh...dasar Taufiq...
di sepanjang perjalan pulang aku banyak diam mendengarkna cerita ibu dari a-z ..
dengan alasan aku mau konsen dengan jalan jadi ibuk tidak banyak nanya kenapa aku lebih suka diam ...
hemmm...masih juga punya PR .. waktu satu minggu yang di beri Taufiq... sebenar nya aku sudah tau mau bilang apa cuma aku takut itu akan membuat persahabat ku dengan Taufiaq maupun persahabatan ibu ku dengan bu Khofsoh meregang..
tidak ada pilihan lain mudah mudahan Taufiq bisa ngerti dan nerima aza...