Lavinia Xerxes pergi dari Inggris menuju ke Amerika untuk mencari kakaknya yang tak ada kabar selama sebulan lamanya.
Hal itu membuat dirinya tinggal di apartemen sang kakak yang ditinggalinya bersama teman sekamarnya yaitu Rocco Robert yang sebenarnya adalah pemilik asli apartemen itu.
JANGAN LUPA FOLLOW
INSTAGRAM @ZARIN.VIOLETTA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
RoccLavia 34
Lavia kali ini bangun sangat pagi. Dia mengendap-endap keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke pintu keluar.
Pasalnya semalam Rocco mengetuk-ngetuk pintu kamarnya karena sepertinya ingin melanjutkan kegiatan panas mereka.
Lavia masih belum siap untuk hal itu dan mencoba menghindari Rocco.
Lavia mengelus dadanya dan merasa lega. Lalu dia berjalan cepat ke arah lift dan menuju ke parkiran basement.
Lavia akan ke rumah Reese dan makan pagi di sana. Kini Lavia masih berada di dalam mobil menuju ke rumah Reese.
Ponselnya berbunyi dan Lavia merogoh-rogoh tasnya untuk mengambil ponselnya.
"Halo, Paman Fred. Ada apa?" Sahut Lavia.
"Bagaimana kabarmu, Nak? Kau jarang menelepon paman sekarang," jawab Fred.
"Aku sibuk dengan pekerjaanku," kata Lavia.
"Paman ikut senang mendengar kau tampak bahagia," sahut Fred.
"Bagaimana kabar paman?" tanya Lavia.
"Paman sangat baik. Begini, Becca akan dioperasi kakinya. Bisakah kau membantu biayanya? Rocco sudah memindah semua aset yang diambil oleh Sammy sebelumnya kembali padamu lagi. Itu membuat mereka tak bisa membiayai pengobatan Becca. Paman sudah membantunya tapi paman tak bisa menyokong biayanya terus menerus," jawab Fred.
"Mengapa paman membantu mereka?" tanya Lavia dengan raut wajah yang berubah.
"Ini adalah pesan dari ayahmu sebelum ayahmu meninggal. Paman harus menjaga mereka," jawab Fred.
"Lalu dia tak menyuruh paman menjagaku juga?" tanya Lavia.
"Lavia, ini berbeda. Semenjak ayahmu meninggal, kakek sama sekali tak memperhatikan mereka dan kau lah yang menguasai kakek," jawab Fred.
"Itu wajar karena mereka telah mengambil ayahku selama hidupku. Aku bahkan tak tahu rasanya memiliki ayah," sahut Lavia.
"Dan sekaeang mereka iri dengan kasih sayang kakek padaku? Cih, bullshiiit!!" Lanjut Lavia.
Fred terdiam.
"Aku tak akan membantu mereka. Biarkan saja Becca cacat seumur hidupnya. Anggap saja itu karmanya karena telah mengambil harta yang bukan hak-nya," ucap Lavia lagi dan akhirnya menutup sambungan teleponnya.
Lavia mengumpat keras dan mood nya seketika memburuk.
Dia meminggirkan mobilnya dan keluar dari sana. Sesaat kemarin, Lavia sudah melupakan hal ini. Tapi hari ini Fred seakan memancing kebenciannya lagi pada Sammy serta Becca.
Lavia duduk di kursi yang ada di pinggir taman itu.
*
Rocco tak melihat Lavia di kamarnya. Dia melihat kamar Lavia sudah rapi dan artinya Lavia sudah pergi dari apartemen.
Rocco mengambil ponselnya dan melihat posisi Lavia kini melalui GPS yang dipasang di mobil serta ponselnya.
Rocco melakukan hal itu tanpa diketahui oleh Lavia. Rocco hanya ingin mengawasi gerak-gerik Lavia dan pada awalnya ini adalah ide dari Velvet -- sang mommy.
Rocco segera mengambil kunci mobilnya dan keluar dari apartemen menuju ke tempat Lavia kini berada.
Mobil Lavia terpantau berada di jarak 3 km dari apartemennya.
Rocco mencoba menelepon Lavia, tapi wanita itu sama sekali tak mengangkatnya.
Setelah beberapa menit perjalanan, Rocco melihat mobil Lavia terparkir di pinggir jalan.
Rocco menghentikan mobilnya di belakang mobil Lavia dan turun dari mobil.
"Ke mana dia? Mengapa dia berhenti di pinggir jalan?" gumam Rocco ketika ia melihat Lavia duduk di bangku taman yang berada sekitar 15 meter dari mobilnya.
Lavia terlihat menghisap rokok dan matanya menerawang menghadap ke arah pohon di depannya.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Rocco yang langsung duduk di sebelah Lavia.
Lavia terkejut melihat Rocco sudah ada di sebelahnya.
"Ya Tuhan ... Kau benar-benar membuatku hampir terkena serangan jantung, Rocco!!" Sahut Lavia hampir berteriak.