NovelToon NovelToon
Tertulis Dalam Imam Ku

Tertulis Dalam Imam Ku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: ainuncepenis

Seorang wanita karir yang harus dilema dengan kehidupannya yang tidak seindah dengan karirnya dengan materi yang melimpah.

Tetapi apa yang kita miliki di dunia membuat kita lupa dengan pencipta yang menitipkan semua itu hanya untuk sementara.

Rania Anastasya Syah Reza gadis berusia 25 tahun. Gadis keras kepala yang memiliki ambisi yang tinggi. Jangan tanya masalah kekayaannya. Rania bahkan tidak kekurangan uang dalam hidupnya. Dan semua pasti bukan mendapat warisan atau rezeki nomplok. Tetapi semua adalah hasil kerja kerasnya sendiri.

Tetapi apa yang di milikinya membuatnya bahagia jelas tidak sama sekali. Rania seperti merasa tidak hidup terasa hampa dan belum lagi permasalahan keluarganya yang selalu menjadikannya bahan kesalahan.

Rania sangat berbeda dengan Rendy Aris Sutono. Pria berusia 28 tahun yang berfrofesi sebagai Dokter yang saat taat agama dan mendapat bimbingan yang baik.

Pria yang tampan dan sopan itu. Harus terikat pernikahan dengan Rania tanpa ada rencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 33 kekecewaan membawa bencana.

Rania terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan pikirannya yang kemana-mana, pikirannya yang sama sekali tidak menentu. Dan di dalam lintasannya hanya mengingat calon suaminya melakukan hubungan yang tidak senonoh di atas ranjang.

" Gilang, aku mengira kamu adalah laki-laki yang baik. Laki-laki yang bertanggung jawab yang bisa aku percayai. Aku mempercayai mu Gilang. Aku menaruh harapan besar kepadamu. Tetapi apa yang kau lakukan. Kau sanggup menghiyanati ku. Kau menghiyanatiku. Aku tidak menyangka jika kau bisa melakukan hal sehina itu Gilang," ucapnya dengan tangisannya yang sengugukan yang merasakan begitu sesak di dadanya.

" Wanita itu adalah orang yang kukenal. Kenapa Gilang kenapa kamu harus bermain dengan wanita yang tak lain adalah rekan kerjaku sendiri. Apa selama ini kamu menipuku kamu mempermainkanku dan bersenang-senang dengan dia," ucap nya lagi semakin sakit kala mengingat wanita yang bersama Gilang.

Pasti sakit rasanya. Karena wanita itu adalah rekan kerjanya. Merasa bodoh dan di tipu pasti ada.

" Kenapa. Kenapa nasibku seperti ini. Kenapa harus aku. Kenapa aku tidak pernah mendapatkan kebahagian. Dia saat semuanya benar-benar akan lancar. Tapi apa, semuanya sia-sia. Gilang menghancurkan semuanya dia benar-benar tega menghiyanatiku dia berselingkuh di belakangku bersama dengan wanita lain,"

" Semuanya kembali hancur pernikahanku hancur, Gilang kamu sungguh jahat. Kamu tega melakukan semuanya, kamu benar-benar kejam Gilang, kamu manusia kamu laki-laki yang sangat kejam yang pernah ku temui," umpatnya yang benar-benar merasa kecewa dengan menyetir dengan kecepatan tinggi yang tidak fokus sama sekali.

" Aku memang tidak akan pernah bahagia. Aku orang yang tidak pantas untuk mendapatkan kebahagian," ucapnya dengan berteriak-teriak.

Sementara Rendy terus mengikuti mobil Rania. Dia juga harus melaju dengan kecepatan tinggi agar tidak kehilangan mobil Rania yang terlihat ugal-ugalan dan bahkan Rania mengalahkan pembalap dunia.

" Apa yang di pikirannya. Apa dia ingin menghilangkan nyawanya," batin Rendy yang terlihat panik. Bagaimana tidak panik melihat Rania yang yang beberapa kali hampir tabrakan. Dia saja beberapa kali hampir bertabrakan dengan mobil yang berlawanan arah dengannya. Apa lagi Rania. Rendy terus mengejar mobil itu.

Rania memang seakan tidak mempedulikan apa-apa dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dengan perasaanya yang penuh kekecewaan, sakit sesak di dadanya yang membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya.

Sampai akhirnya Rania yang menyetir yang semakin tidak menentu tiba-tiba melihat mobil besar dari depannya yang sangat dekat dan Rania pun akhirnya tersadar dan melotot ketika mobil itu hampir berdekatan dengan mobilnya.

Bahkan cahaya lampu mobil yang di depannya membuat matanya silau dan Rania dengan cepat membanting stir mobil kekanan untuk mengelakkan kecelakaan.

" Ahhhhhhhhh," teriak Rania.

Dan alhasil Rania menabrak pembatas jalan yang langsung mengarah pada tebing yang di bawah sana lautan.

" Aaaaa!" Rania berteriak dengan mobilnya yang sudah menabrak entah apa-apa saja dan Rendy merem mobilnya dengan cepat ketika melihat Rania yang mengalami kecelakaan dan melihat jelas mobil Rania oleh berjalan tidak menentu.

" Astagfirullah," lirih Rendy dengan wajah paniknya dan langsung buru-buru keluar dari mobilnya dan mengejar Rania.

Rania berada di dalam mobil dengan tangannya yang bergetar memegang stir mobil. Wajahnya begitu memucat ketika mengetahui keberadaannya. Di mana mobilnya berada di pinggir tebing yang mungkin jika dia melepas injakan remnya Rania benar-benar akan masuk kedalam jurang itu bersama mobilnya.

Suara napas berat Nayra terdengar begitu kuat ketika melihat keberadaannya yang membuatnya begitu ketakutan melihat curangnya lautan itu.

" Tolong! tolong! lirih Rania yang ketakutan meminta pertolongan dengan suaranya yang begitu bergetar. Air matanya tidak henti-hentinya keluar.

Dia jelas ketakutan ketika nyawa berada di depan matanya.

" Hiks, hiks, hiks. Apa yang harus aku lakukan, bagaimana aku keluar, dari tempat ini," ucapnya penuh kebingungan.

" Aaaaa," teriak Rania saat ban mobil itu melaju sedikit. Rania semakin ketakutan bahkan sudah berkeringat dingin.

" Mungkin memang sudah waktunya. Aku mungkin lebih baik mati. Sudah tidak ada lagi gunanya aku hidup mungkin memang ini jalannya. Aku sudah lelah dengan semuanya," ucap Rania dengan kepasrahan hidupnya.

" Dunia ini terlalu kejam untuk tempat ku berada. Tidak ada yang peduli kepadaku dan memang lebih baik aku tiada," ucapnya lagi yang selain pasrah juga putus asa. Karena memang tidak ada yang bisa di lakukannya selain pasrah.

" Aku berharap kematian ku, masih di tangisi keluargaku," batinnya memejamkan matanya dan mungkin akan merelakan dirinya untuk tiada.

" Rania!" panggil Rendy membuat Rania kembali membuka matanya dan menoleh perlahan kekananya dan melihat Rendy sekitar 5 meter dari mobilnya.

" Rendy!" lirih Rania yang tidak percaya. Jika Pria itu sampai mengikutinya.

" Rania, kamu tenang, kamu jangan panik. Semuanya akan baik-baik saja, kamu jangan lihat kebawah, tenangkan diri kamu dan berserah kepada Allah. Kamu akan baik-baik saja percayalah," ucap Rendy yang memberikan Rania semangat dengan kata-kata Rendy yang cepat-cepat yang terlihat panik.

Rania mendengarnya tertekun dan hanya melihat Rendy yang sepertinya menjadi satu-satunya orang yang menginginkan dia hidup.

" Rania, kamu mendengarku?" tanya Rendy. Rania menganggukkan kepalanya.

" Baiklah! kamu tenang ya. Jangan memikirkan apa-apa," sahut Rendy. Rania mengangguk yang sepertinya ada power di dalam dirinya sehingga dia harus hidup.

" Apa yang harus aku lakukan?" tanya Rania.

" Kamu tetap tahan remnya. Jangan bergerak sedikit pun. Jika kamu bergerak, mobilnya akan maju. Jadi kamu tenangkan diri kamu," ucap Rendy memberi arahan dan Rania mengangguk pelan.

Rendy melangkah mendekati pintu di bagian Rania dan dia semakin jelas melihat wajah pucat dan penuh ketakutannya Rania. Dengan perlahan tangan Rendy membuka pintu mobil dan saat membuka ban mobil kembali melaju.

" Aaaa," teriak Rania dengan napas beratnya.

" Tenang Rania jangan takut," ucap Rendy. Rania mengangguk dan berusaha untuk tenang. Pintu mobil terbuka.

" Dengarkan aku. Kamu tenang dan jangan banyak bergerak. Setelah kamu memegang tanganku. Kamu lepas remnya," ucap Rendy memberikan arahan.

" Tapi apa itu tidak akan membuatku ikut masuk kedalam?" tanya Rania yang sepertinya takut untuk mati.

" Percaya kepadaku, semuanya akan baik-baik saja," sahut Rendy meyakinkan dan Rendy mulai mengulurkan tangannya.

" Ayo cepat!" ucap Rendy. Dengan perlahan satu tangan Rania beralih dari stir mobil. Tangan bergetar itu pun sampai pada tangan Rendy dan Rendy bisa merasakan tangan Rania yang sangat dingin.

" Kamu siap?" tanya Rendy melihat Rania. Rania mengangguk.

" Kamu lepas injakan remnya dalam hitungan 3," ucap Rendy memberikan arahan. Rania dengan napas beratnya mengangguk.

" 1, 2, 3," ucap Rendy dan Rania dengan yakin melepas injakan remnya dan dengan cepat Rendy menarik Rania dari mobil.

" Aaaaaa," teriak Rania dengan matanya yang di pejamkannya.

Byurrrr

Mobil Rania beserta isinya masuk kedalam jurang dan Rania sediri berada di atas tubuh Rendy yang terbaring di tanah di pinggir tebing.

Suara napas berat ke-2nya terdengar sangat kuat dengan debaran jantung yang ke-2nya bisa merasakan masing-masing. Rania masih memejamkan matanya saat berada di bidang dada itu.

Dengan perlahan Rania mengangkat kepalanya dan membuka matanya melihat Rendy yang juga memejamkan matanya dengan napas Rendy yang berat dan perlahan Rendy membuka matanya dan melihat Rania yang ada di depannya.

" Kamu tidak apa-apa?" tanya Rendy. Rania menggeleng pelan.

Rendy terlihat membuang napasnya panjang dan Rendy langsung duduk dengan memegang ke-2 bahu Rania dan Rania pun bangkit dari tubuh Rendy dan mereka duduk bersebelahan dengan arah yang berlawanan saling menghadap.

Bersambung

1
Neng
sangat bagik
Dyah Oktina
😁😁😁😁😁😁😁😁 dasar bocil ya... polosssss...
Dyah Oktina
banyak banget typo thor... terima kasih..ceritamu bagus.. 😍
Dyah Oktina
lah kan kamu dokter ...elang.. apa tiba2 amnesia ya..
Dyah Oktina
hehehe...maklumi aja ya gam... ibu hamil emang suka ada2 aja pikirannya... d maklum pengaruh hormon
Dyah Oktina
menantu kali....kan ada d rumah agam
Dyah Oktina
rendy....kamu suami idaman banget.. begitu membela,mencintai & menghargai juga meratukan istrimu...❤️
Dyah Oktina
sarah...kamu ..masih aja jd orang julid bin jahat mulutmu... coba aja kmarin d masukin penjara biar kapok..
Dyah Oktina
rendy...thor... bukan adrian 🤭 😁😁 banyak typo ya..
Dyah Oktina
masa d dalam mobil yg d sewa orang kaya ngak pakai jok..tp pakai tempat tidur.. 🤭
Dyah Oktina
tuh...apa yg kamu hembuskan k rania.. sekarang kamu menerimanya langsung.. bukan lagi fitnah...terima dgn ikhlas ya yg sudah terjadi.. lupakan suami orang
Dyah Oktina
waduh...agam..kla suka..jangan d apa2in dong anisanya walaupun jahat ke rania..apa ini balasan kamu ya biar ngak terus iri & ganggu rumah tangga rania
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂 sampe tikus juga d bawa2 thor 🤭
Dyah Oktina
awas ada yg panas...bukan api.. lihat kalian bermesraan..🤭😁😁
Dyah Oktina
purwasih siapa thor???apa art nya mama ratih?
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
emang kamu papa yg bodoh.. d setir willo terus.. ngak bisa apa2.....hah... bodoh
Dyah Oktina
thor banyak salah tempat & namanya jd kadang bingung bacanya..🤭
Dyah Oktina
rania emang aneh... apa2 ngak terus terang.. kla nnt rumah tanggamu hancur ..mau ngeluh ke siapa..sdh punya suami baik hati... lagian sama orang lain bisa panggil kak sm suami yg jelas2 lebih tua panggil nama doang.. kesannya ngak menghormati suami & orang yg lebih tua
Dyah Oktina
suaminya yang....yang....sakit.. pasti... 🤭😁😁 kalimat nya blm selesai..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!