Sekuel dari novel HeavenlyEarth..
Gala ArMikha Rahardian Wijaya, pengusaha muda yang tertarik pada adik angkatnya sendiri yang tak lain adalah anak dari salah satu ART di rumahnya, tapi sayang cinta Gala tak pernah di Terima oleh sang gadis pujaan hati sampai sosok pria lain yaitu Sean hadir dalam hubungan Gala dan Ara yang masih belum jelas kepastiannya.
Siapakah yang akan di pilih Ara? .
Gala yang ia cintai atau Sean yang selalu Ada?
Yuk, kepoin kisah Gala Asmara dan jangan lupa klik ❤️ ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tantangan Bumi.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Mau apa?" tanya Reza pada putra keduanya yang datang tiba-tiba kerumah utama. Kedua pria hebat itu kini sudah duduk saling berhadapan di ruang tamu.
"Aku ingin Gala menikah dengan Aish, Pah" tegas Bumi lagi mengulang maksud yang sedang ia bicarakan.
"Memang mereka pacaran?" tanya Reza masih santai, bahkan tak ada raut terkejut di wajahnya.
"Menikah tak harus pacaran, nunggu Gala dateng bawa pacar tuh kelamaan" jawab Bumi, selama ini ia sudah sangat sabar untuk tahan tak terlalu ikut campur dengan urusan hati putranya tapi semakin lama, Gala seakan sibuk dengan dunia nya sendiri seolah ia lupa harus ada pasangan halal yang menemaninya.
"Tak ditunjukkan bukan berarti tak punya, Kak. Jangan tanya anakmu perihal mau atau tidak menikah tapi tanya pada Gala Ada siapa di hatinya saat ini "
Bumi langsung diam saat di berikan arahan seperti itu oleh papanya, pria yang selalu memberikan rasa nyaman luar biasa.
"Pahami dulu hatinya, baru turuti maunya" tegas Reza lagi.
"Aish, gadis yang baik, solehah dan pintar, Pah" ucap Bumi.
"Penilaian itu hanya keluar dari mulutmu, bukan dari Gala. Biarkan mereka mendapatkan kenyamanan lebih dulu karna pernikahan bukan hanya mengikrarkan janji di depan penghulu tapi akan ada berbagai aktifitas bersama, dalam satu rumah, satu kamar, satu ranjang dan satu selimut dan akan ada penyatuan penyatuan lainnya setelah itu."
"Gala terlalu dingin dengan wanita, bahkan terkesan cuek dalam memikirkan pasangan. Aku hanya Khawatir, pah" lirih Bumi.
"Tak perlu berlebihan, biarkan ia memilih kemana hatinya akan berlabuh."
.
.
Bumi pulang dengan perasaan tak tenang, dari semua yang di ucapkan sang Papah ia sudah bisa mengartikan jika pria baya itu seolah tak setuju dengan rencananya yang akan menikahkan Gala dengan Aish si putri pengusaha kayu di kota kembang, padahal ia sudah merencanakan semuanya dengan sebaik mungkin terutama berdiskusi dengan istrinya. Tapi Bumi seakan lupa jika peran dan pendapat Gala lah yang terpenting.
"Anak itu selalu kabur jika aku ingin membahas soal ini dengannya" gumam Bumi sambil memijit kepalanya yang mendadak pusing.
perjalanan yang tak memakan waktu banyak itu kini sudah membawa Bumi sampai di kediaman mewahnya. Rumah besar itu akan sepi jika tak ada Ara di dalamnya karna putri cantiknya memilih untuk tinggal di pondok pesantren usai kuliah.
Braaak...
Pintu mobil di tutup Bumi dengan sedikit keras, ia masuk dengan berjalan biasa menuju arah tangga. Tapi, langkahnya terhenti saat melihat Gala duduk sendiri di meja makan.
"Kak, lagi apa?" tanya Bumi yang berdiri di belakang putranya.
"Hem, Abi"
Bumi menarik kursi tepat disisi Gala, jika kemarin rasanya mereka sulit sekali mengobrol, mungkin kali ini saatnya ia akan menjadi pendengar yang baik.
"Ada masalah? Umi dan yang lainnya kemana?"
"Mungkin di kamar mereka masing-masing. Entahlah"
Putra kedua Rahardian Wijaya itu tersenyum kecil, ia usap punggung Gala yang terlihat malas bicara atau mungkin lebih tepatnya malas di ganggu.
"Bagaimana? jadi menikahi Aish" satu pertanyaan yang tak ingin di dengar Apalagi dijawab oleh Gala.
"Enggak, cinta juga enggak. Enak aja asal nikah" cetus si pria tinggi besar yang memiliki dada lebar.
"Yakin gak cinta Aish? lalu kamu cintanya sama siapa? bawalah wanita pengisi hatimu itu kerumah ini, kak" tantang Bumi.
.
.
.
Gimana bawanya, orang dari lahir juga udah muter muter disini...
langsung bubar jalan itu chatting 👻
🐒:"pisang ya 1 Tundun 👻🤣😎"
gue malah suudzon di tabrek Jessy 😆
😂😂😂😂😂😂🌹
ijin pingsan oey