Sekuel dari Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. Keduanya sama-sama memiliki rasa lebih tapi mereka ragu untuk mengungkapkan perasaan masing-masing.
Rian, papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu terbuka dengan perasaan mereka masing-masing. Namun karena sebuah kejadian Zafrina dan Zico dipaksa menikah.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Simak selengkapnya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Terima Kasih
******
Mohon maaf ya ramadhan ini aku rada sibuk, di tambah kondisi badan yang amburadul.
..........
Semuanya kembali ke kediaman masing-masing. Papa Leo ikut dengan Zico dan Zafrina. Kapal milik Black shadow sudah di eksekusi oleh Raiden dan Marvel. Zafrina yakin hal ini nantinya akan membuat heboh berita pagi.
"Istirahatlah dulu, aku ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan papa," ucap Zico setelah mengantar Zafrina ke kamarnya.
"Apakah ini mengenai hal tadi?"
"Ya, papa memanggilku untuk membicarakan hal itu."
"Baiklah, jangan lama-lama tapi," kata Zafrina dengan bibir cemberut. Zico langsung menyambar bibir Zafrina dan melu*matnya.
"Jangan menggodaku dengan bibirmu itu, my Queen!"
"Siapa yang menggodamu, dasar menyebalkan." Zafrina memukul dada Zico pelan, lalu ia masuk ke dalam kamar mandi. Zico terkekeh dan lalu pergi meninggalkan kamar itu. Ada dua orang yang kini berjaga di pintu.
"Selamat malam, Tuan." sapa Miranda dan Paula berbarengan.
"Jaga istriku dengan benar. Aku tidak mau kecolongan lagi," Kata Zico sambil berlalu.
"Baik, Tuan."
Zico menemui papanya di ruang kerja papa Leo. Sesampainya di sana, Zico hanya mendapat tatapan sinis dari papanya.
"Kau tidak pantas memegang tampuk kekuasaan organisasi, Zi. Apa kata para bawahanmu? jika kamu saja tidak bisa menjaga istrimu, bagaimana kamu akan menjaga semua anggota organisasi kita?"
"Sejak awal aku sudah menolaknya pah, papa lah yang memaksaku untuk duduk di singgasana itu."
"Tapi kamu satu-satunya penerusku."
"Apa papa pikir aku berada di sana karena keinginanku? papa yang menginginkan aku menjadi ketua. Bahkan sudah berkali-kali aku menolaknya."
Papa Leo memijat pelipisnya. Tak di sangka Zico akan bereaksi seperti ini. Dia tahu Zico tidak mau meneruskan organisasi White Tiger. Tapi bukan berati dia tahu apa yang ada dalam pikiran putranya.
"Gara-gara mempertahankan organisasi ini kita kehilangan mama. Apa papa pikir, aku tidak akan mungkin mengulang kisah yang sama sepertimu?
"Semua hal bisa terjadi, Pah. Maka dari itu sebaiknya kita lepaskan saja sumpah mereka. Aku juga ingin menjalani kehidupan normal seperi orang-orang pada umumnya."
Papa Leo semakin mengusap kasar wajahnya. Dia jadi merasa sangat bersalah pada putra semata wayangnya itu.
"Baiklah, Papa akan cabut jabatan kamu di organisasi. Berbahagialah dengan istrimu.. " kata Papa Leo.
Zico yang awalnya menunduk karena merasa bersalah akhirnya mengangkat kepalanya saat mendengar ucapan papanya.
"A-apa papa serius?"
"Tentu saja. Papa dan uncle Rian sudah menentukan penggantimu."
Zico tampak berpikir. Sepertinya mereka akan mengganti dirinya dengan Raiden.
"Apakah Raiden?"
"May be... "
"Baiklah, terserah kalian saja. Yang penting aku bisa punya banyak waktu dengan istriku."
Zico akhirnya berjalan keluar dari ruangan papanya. Dia gegas menuju ke kamarnya.
Zico membuka pintu kamarnya, tampak Paula dan Miranda sedang membantu Zafrina mengeringkan rambutnya.
"Kalian, keluarlah!!" perintah Zafrina pada kedua pelayan wanitanya.
Dengan patuh Miranda dan Paula meninggalkan kedua pasangan itu. Zico berjalan mendekat dan meraih hair dryer dari tangan Zafrina lalu dengan cekatan membantu istrinya itu.
"Terima kasih, King."
"Terima kasih untuk apa?"
"Terima kasih untuk semuanya, terima kasih kamu sudah mencintaiku dan terima kasih kamu sudah menyelamatkanku." Zafrina memeluk perut Zico. Zico tersenyum lembut dan membelai puncak kepala Zafrina.
"Sudah jadi kewajibanku, my Queen."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
author masih dalam mode pelit mohon maaf sekali lagi.
*saat suami tidak percaya istri, maka novel itu akan bawa2 asas kepercayaan dalam hubungan dan suami yang salah karena tidak percaya istrinya
*saat istri tidak percaya suami tetap saja suami yang salah, asas kepercayaan dalam hubungan langsung kalian buang, suami salah karena tidak bisa menjaga perasaan istri
coba author dan kalian cari di novel mana pun, jika konflik suami tidak percaya istri maka suami yang salah, dan ketika istri tidak percaya suami tetap saja suami yang salah
jadi author itu bukan hanya pantai buat cerita tapi harus netral buang sisi wanita dalam berkarya, jadi novelis netral, jadi berlaku adil pada sang suami dan sang istri, jika suami salah maka suami yang salah, jika istri salah maka istri yang salah, jangan suka memutar balikan fakta