NovelToon NovelToon
My Chosen Wife

My Chosen Wife

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:11.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Putritritrii

Lanjutan Dari Novel Terpaksa Menikah. Sebelum membaca kisah dari Anak - Anak Raka dan Eva beserta sahabatnya. Mohon di baca untuk Season pertamanya.


Sebelum ke sini tolong baca dulu Terpaksa Menikah.

Memilih pasangan yang pas, seperti sang mama adalah keinginginan Rava Atmadja. Banyak keinginan yang ia dasari dari kisah cinta papa dan mamanya, yang bersatu karena sebuah kesalahan. Kesalahan yang menurut sang papa dan juga mamanya, adalah berkat dan kebahagiaan dengan hadirnya, Rava di kehidupan mereka.

.
Karena di Jodohkan oleh sang mama dengan anak sahabatnya, Rava mencoba untuk lari dari kenyataan. Dan berusaha untuk memilih yang terbaik antara pilihan sang mama dan juga pilihannya sendiri. Mari baca dan berikan dukungan kalian. Terima Kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KENA MARAH!!!

“Saya Defan, Om” balas Defan dengan menyipitkan matanya menatap Jimmy, lalu Defan menyapa yang lainnya dengan membungkukan badannya.

“Selamat datang Aunty ku tercinta,” sapa Defan ke Eva, Eva membalasnya dengan tersenyum.

“Selamat Datang, Bibi Casandra, Paman Varel.” sapa Defan lagi, lalu ia berpindah ke Anna.

“Selamat Datang, Bibinya Kak Rena, adiknya Aunty Elsa.” Kali ini Defan tersenyum manis.

Anna sontak tersenyum lucu, “Terima kasih Defan, kau sangat berbedah dengan papamu,” ledek Anna.

“Benar.. Kau sangat berbedah, Nak. Dari papamu, Renata sering banget bercerita tentang dirimu,” sambung  Casandra dengan senyum yang di paksakan. Seketika itu juga, suasana yang tegang karena kekhawatiran berubah sedikit dengan wajah ceria Defan.

“Wah… Pantas papaku bilang, dia punya anggota band dari jaman mudanya,” celetuk Defan asal, “Ayo semuanya kita langsung ke Rumah Sakit, Kak Rena menunggu kita.” Ajak Defan dengan membantu membawakan koper. Sedangkan James masih  menatap ke Defan, yang seakan tidak terima, cuma dirinya seorang yang belum di sapanya.

“Defan?” gumam Jimmy dengan memiringkan kepalanya, sedangkan yang lain sudah berjalan mengikuti Vara dan juga Defan. Lalu ia tersadar dengan berlari ke arah Defan,  Jimmy menatap Defan, menyusuri wajah Defan dengan serius.

“Kenapa kau memanggilku,Om?” tanya  Jimmy yang di samping Defan.

“Bukankah itu cocok dengan tampang, Om?” balas Defan melirik sekilas ke Jimmy.

“Apa kau benar.. anak dari orang-orangan salju itu?” tanya Jimmy cepat.

“Orang-orangan salju? Maksud Om?” tanya Defan bingung, tak lama James sudah di sebelah Defan tepatnya Defan berada di tengah-tengah bapak dan anak itu.

“Siapa Lo?” tanya James sok oke.

Dengan cepat Defan melirik ke James, “Gua? Tanya sama bokap lo, wajah lo itu mirip banget sama bokap lo. Coba tanya pasti tahu jawabannya,” jawab Defan ketus dan segerah menambah kecepatan langkahnya. Tampang Defan lebih oke, dari masa muda papanya.

James dan Jimmy saling memandang, lalu Jimmy kembali memiringkan kepalanya dan berpikir.

“Sepertinya benar… dia itu anak si Frans, wajahnya sangat mirip dengan orang-orangan salju itu. Hanya saja, wajah anaknya lebih tampan. Kenapa dia bisa berbahasa Indonesia ya?” tanya Jimmy pada James.

“Mana James tahu, Pa.” balasnya dengan santai.

“Apa sih yang lo tahu ,  nak?”

“James tahunya, papa dan mama dulu jatuh cinta saat aksi kejar-kejaran yang di bar terus  balapan di jalanan dengan si Mira yang badai itu. Soal teman-teman papa, manalah semua James mengingatnya.”

“Tidak usah kau ingat yang satu ini, membuat pikiranmu nanti tersiksa. Karena yang ini papanya ada kurang-kurangnya.” balas Jimmy dengan bangganya.

***

Sesampainya di Rumah Sakit, sekampung mereka semua menginjakkan kaki di loby Rumah Sakit dan menuju lift. Varel dengan erat, menggenggam tangan istrinya yang sudah mulai tampak gusar, karena ingin cepat-cepat melihat keadaan sang putri. Masuk  ke dalam lift hingga tiba di koridor lantai lima di mana ruangan Renata berada.

Sampai di depan kamar Renata, dengan cepat Casandra berlari menuju Renata yang masih setia di temani oleh Rava di sampingnya , “Renata” seru Casandra mendekati ranjang Renata yang sudah terpasang berbagai alat itu dengan terisak sedih. Sekejap itu juga Rava berdiri saat mendengar dan melihat kedatangan Casandra. Wajahnya yang lelah dan juga kurang tidur itu , menoleh kebelakang dan mendapatkan pandangan Varel.

“Paman,” gumamnya pelan.

Varel sendiri menpuk pundak Rava dengan ringan, ada kekecewaan tapi tidak ada kemarahan.

“Maafin Rava, Paman. Tidak  bisa memenuhi janji Rava, “ ucapnya tertunduk malu.

“Sudalah nak, jangan salahkan dirimu.” balasnya dengan menahan pedih melihat Renata yang terbaring dengan damai. “Berikan, paman dan bibimu waktu.” Ucap Varel lalu  mendekati Casandra yang sudah menangis dengan sedihnya.

Rava menatap pedih pada Casandra, tidak berani berkata apapun, ia mengikuti  perintah Varel yang memintanya untuk meninggalkan ruangan itu secara halus. Rava berjalan gontai meninggalkan ruangan itu, saat di luar banyak pasang mata menatapnya terutama Raka. Tidak berpikir untuk menyapa yang lain, dengan perlahan ia menghampiri Raka, walaupaun tatapan tajam dari Raka membuatnya sempat takut.

Tetapi Eva berdiri cepat dan memeluk Rava, “Sayang… kau baik-baik saja?” tanya Eva dengan khawatir dan langsung memeluknya.

“Ma… Apa yang harus Rava lakukan?” tanyanya dalam pelukan Eva dan dengan bergetar, hanya pelukan Evalah yang mampu menenangkan dirinya.

“Jangan memanjakan dia!” bentak Raka tiba-tiba.

Semua orang menatap ke Raka, hingga Jimmy pun merinding menggenggam erat tangan Anna. Entah kenapa, Jimmy dari dulu kalau melihat Raka marah jantungnya langsung berasa oyong. Bukan kepalanya, tapi jantungnya yang langsung merespon membuat tubuhnya gemetaran tak menentu.

Eva dengan cepat melepaskan pelukannya pada Rava, keduanya menoleh pada Raka.

“Sayang… kau  ini kenapa? Kenapa kau memarahinya? Apa kau tidak lihat anakmu sedang terpukul. Kau jangan membuatnya malu di depan banyak orang,” ucap Eva dengan pelan.

“Ayo Rava, ikut papa. Papa mau ngomong dengan kamu,” Raka langsung saja berjalan ke arah lorong koridor lainnya.”

“Sudah sana sayang, jangan takut. Kamu katakan saja yang sebenarnya pada , Papamu.” ucap Eva dengan menyentuh wajah Rava.

“Baik, Ma.” jawab Rava lalu menuju ke Raka yang menunggunya.

Di sana Vara duduk bersampingan dengan Defan dan Harsen, lalu ia menoleh ke Defan.

“Fan.” panggil  Vara mendapatkan tatapan Defan dan Harsen.

Defan langsung berkata, “Apakah kau sama dengan pikiranku?” Defan menatap dalam pada Vara, begitu juga Harsen.

Vara langsung berlari untuk mencari kakak dan juga papanya.

*Iklan :

Author “ Jangan Lupa VOTE dan likenya, biar emak semangat loh nak. Yang Favorit 10.000 orang, yang like dan Vote cuma segitu, jangan jadi Silent Reader dong! enggak menghargain penulis mah itu namanya.

Netizen :  Dih.. lo memang la thor, gangguin aja lagi serius INI , Enggak punya mata! Udahlah, pake-pake  Iklan segala, kek enggak ada kerjaan  Lo! Udah sanaaaa! Kenapa masih di sini?

Author  : Gua aduin Lo sama Raka, Wekzz, Minggir pipi Lo!

Plaakkkkkkk!!!

Tamparan itu tepat di pipi Rava di saksikan oleh Vara sendiri.

“Berulang kali papa katakan! Kalau kau tidak  mampu mencintai Renata, lepaskan dia. Kenapa kau malahan  membuatnya dalam masalah. Hanya karena kau menolaknya, Renata jadi mau bunuh diri, dengan menabrakan tubuhnya ke jalanan! Bagaimana kau ini Rava, kau membuat papa dan mamamu tidak punya muka di depan sahabat mamamu. Papa enggak habis pikir denganmu, papa kecewa sama kamu Rava!” teriak sang papa pada Rava yang hanya mematung dan menunduk.

Sedangkan Vara menangis dan terduduk di lantai, karena ia tahu, Rava berbohong demi dirinya. Terasa sakit dia menyaksikan tamparan sang papa.Eva yang melihat Vara langsung saja berlari ke arah sang anak dan memeluknya.

“Vara sayang, kenapa kamu menangis, Nak? Kasi tahu mama,” ucap Eva ikut sedih.

“Ma… Kak Rava enggak salah, kenapa papa menampar Kak Rava.” Vara memeluk erat tubuh Eva.

“Nanti mama yang kasi tahu Papa, Vara jangan begini sayang. Di lihat banyak orang, ayo kita duduk dulu.” Bujuk Eva dengan mengangkat tubuh sang Anak yang terus menggelengkan kepalanya seraya menolak.

“Tapi Ma, Kak Rava enggak salah. Vara yang salah, Vara yang membuat kak Renata terbaring di sana” katanya dengan menangis sejadinya.

Harsen dan Defan mendekati keduanya, Harsen membantu Eva membujuk Vara yang sudah menangis dengan  terisak.

“Sudah Vara, jangan menangis lagi” bujuk Harsen, menarik lengan Vara lembut.

“Bibi, biar Harsen antar  pulang saja. Vara mungkin sudah lelah,” Harsen izin agar semua tidak terbawa emosi.

Eva mengangugukan kepalanya, “Jaga Vara ya Harsen, Defan kamu juga, pulanglah. Ajak bibi Anna dan paman Jimmy  beserta James. Mereka juga sudah sangat lelah,” Eva menyentuh pelan pundak Defan.

“Baik, Bibi.” Defan langsung menjalankan perintah Eva, berjalan mendekati Anna dan yang lainnya.

Eva sendiri berjalan ke arah Raka dan Rava, “Papa, apa yang kamu lakukan ke Rava” Eva berucap dengan pelan hanya saja dengan sedikit penekanan dengan merapatkan giginya.

“Sayang, kau tahu sendiri kan? Renata mencoba bunuh diri, karena Rava menolak cintanya Renata” Raka mengatakannya dengan tidak terima tuduhan sang istri padanya.

“Tidak baik di selesaikan dengan emosi, kau ini tidak pernah berubah dari dulu!” Eva mulai kesal dengan tingkahnya Raka pada Rava, lalu Eva menoleh pada Rava yang masih menunduk dalam sedih, “Vara tadi katakan, dia yang salah bukan  Rava. Berarti ini semua hanya alasan kamu saja kan Rava?” tanya Eva dengan tegas.

Eva menarik wajah sang anak  agar menatapnya, “ Rava apa kau pernah mama ajarkan untuk berbohong? Tolong jujur nak,” Eva tidak emosi dia masih tenang, hingga membuat Rava menatap sang mama dan memeluknya.

“Semuanya karena Rava, Ma. Karena Rava terlambat menyadari  perasaan Rava pada Renata. Biar semuanya ini Rava yang tanggung, Vara tidak bersalah sedikitpun.” Rava kembali terisak.

“Sssssst…Sudah sayang, jangan menangis. Kau itu anak laki-laki, jadilah kuat. Tunjukkan memang kau mencintai Renata, kau harus mampu membuatnya tersadar, karena Casandra dan juga Varel hanya punya Renata seorang nak,” balas Eva dengan mengelus pundak sang anak.

“Dan kau.. jangan menghakimi anakmu sendiri, selalu saja menanggapi masalah dengan emosi! Jika ada masalah itu, semuanya harus di ungkapkan, di dengar, bukan seperti ini caranya, mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Apa itu bisa merubah situasi yang lagi genting seperti ini?” kali ini Raka yang di marahi oleh Eva dengan tatapan Valak sang istri.

Raka menarik napasnya kasar, harusnya dia mengerti sifat Rava yang selalu menutupi kesalahan sang adik dan menanggungnya. Eva tahu betul, Rava dan Vara itu memiliki kerja sama yang baik jika menghadapi masalah. Tetapi bagi Rava, dia tidak mau Vara di marahin oleh papa dan mamanya. Cukup dirinya saja, itu juga sebenarnya dia tidak sampai hati memarahinya. Karena Vara merupakan Adik yang paling dia jaga dan dia sayangi. Meskipun tamparan dan amarah dari Raka sesekali ia terima.

“Sayang,” panggil Raka mulai takut dan menyentuh lengan Eva.

Eva menepisnya, “Sudah Rava, sekarang Rava pulang. Biar, mami dan papinya Renata di sini. Sampai mereka tenang, mama yang akan menemani mereka. Mama tahu, kau belum pulang sedari kemarin kan? Ayo pulang dulu, makan yang banyak, kau harus sehat saat Renata terbangun. Mama  akan membantu kamu membicarakan ini semua pada mereka,”

“Tapi, Ma.” Balas Rava.

“Jangan membantah, Mama. Kalaupun Renata tersadar, mama akan memberitahukannya ke kamu.” Eva membujuknya dengan menyentuh pipi Rava.

“Baiklah, Ma.” Ucap dengan lesu.

“Pa.. Rava pulang dulu.” Ucapnya permisi pada Raka, yang menatap bekas tamparannya di pipi Rava.

“Baiklah... Hati-hati dijalan. Sampai di rumah, kabarin papa atau mamamu,” balasnya dengan nada terendahnya.

Rava pun berjalan meninggalkan mama dan papanya yang masih memasang wajah berperang itu.

“Sayang… “ panggil Raka ke Eva.

“Hemmm… kau itu sangat emosian. Aku tidak suka,” ucap Eva kemudian berjalan meninggalkan Raka. Raka sendiri  meremas rambutnya dan  mengacaknya, lalu mengejar Eva menuju ruangan Renata.

“Sayang.. Tolong jangan diamin aku,” Raka menarik lengan sang Istri sebelum sampai di depan pintu.

“Tergantung dengan sifatmu,” Eva menepis tangan Raka dan dengan ketus ia menjawab dan dengan cepat masuk ke ruangan Renata.

Bersambung

>>>>>>

VOTE dan LIKE  nya ya anak-anak mommy semuanya ^^ , pada tahu kan cara VOTE? Kalau enggak tahu yuk DM dan follow IG Mommy @putritritrii_

1
Fatim Ummu Ayes
ciri khas frans banget ni si defan....😁😁😁😁
Fatim Ummu Ayes
bebal bnget si vara nih... jadi pengen getok kepalanya....
Fatim Ummu Ayes
kok q brasa cosplay jadi renata ya thos... sakitnya nyesek bangetttttt.....
Fatim Ummu Ayes
apakah nanti si zyan yg bikin rava cemburu na dia suka renata...?
Fatim Ummu Ayes
q nyangkax di awal si alice yg bkaal jadi pembantu di rumah rava🤭🤭🤭
Fatim Ummu Ayes
kok aku bacanya kayak bakal ada sakit"nya ya thor... secara q tim renata yg tetep swtia cintanya ke rava.. meskipun rava dah pernah khianat ma vanesa... masak iya sekrang mo khianat ama alice lagi...
❦վαղղí❦
tiba2 kangen pengan baca lagi,,novel favorit aku,,padahal bukan pertama baca tapi ttp mewek..☺️
Ema Sham
good 👍👍👍
Mohammad Ryan Haisy
bagus
VEI
🤩
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
numpang lesehan bentar kak 🙏🏻🤭
A⃟🍏 ⍣⃝Sɾყ✪ƚҽɾʂҽɳყυɱ🖋️🎗️🌼
kukira akan ada season berikutnya ternyata judul baru,,siap meluncur lah 😉😉
Entin Fatkurina
siap meluncur.
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kk :)
total 1 replies
Wayan Raningsih
Hai Kak Put apa kabar? /
terima kasih krn masih mau menulis cerita untuk kami di sini 😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Hehwehe puji Tuhan sehat kak. Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
༄༅⃟𝐐✰͜͡w⃠🆃🅸🆃🅾ᵉᶜ✿☂⃝⃞⃟ᶜᶠ𓆊
waaoooo kayaknya kereeen
Putritritri IG: @_putritritrii: Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
Jumriana
semangatt kakak 😍😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kak. Mampir ya 🤗
total 1 replies
Diana Hartati Tampubolon
hadirrrrr
Putritritri IG: @_putritritrii: Wah masih ada yg baca. Mampir ya kak 😍
total 1 replies
Mamaya Mamafaren
ya
Pratiwi Mulyani
lho belum
sarah Nhk
novel terbaik yg aku baca d noveltoon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!