NovelToon NovelToon
Pelangi Senja

Pelangi Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Nadziroh

Terhalang oleh sebuah masa lalu orang tuanya, Devan dan Alisa tidak bisa bersatu. Hubungan yang terjalin selama lima tahun harus kandas saat Sang Ayah menjodohkannya dengan Raisya, putri pertama Randu.

Tinggal satu rumah dengan Raisya adalah hal yang sangat mustahil bagi Devan, tapi ia tetap bertahan demi memenuhi permintaan bundanya. Meskipun Raisya adalah istrinya, faktanya Devan tak pernah menyentuhnya sedikit pun, bahkan mereka pisah kamar. hingga berputarnya mentari menyadarkan Devan jika kehadiran Raisya bagaikan Pelangi Senja.

Mampukah Devan menyembuhkan luka yang pernah ia torehkan untuk Raisya?

Ataukah Raisya memilih pergi, membiarkan Devan dan Alisa bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan dari Afif

Syakila yang sudah berada di dalam mobil terus melambaikan tangannya ke arah Afif yang ada di depan gerbang. Begitu juga dengan Afif, ia melakukan hal yang sama pada Syakila yang kini malah membuka kaca mobilnya.

Obrolan semalam membuat Afif dan Syakila yakin jika hubungan mereka tak sekedar teman. Meskipun akan berpisah, Afif dan Syakila sudah siap untuk menjaga hati masing-masing.

Afif mendekat saat Devan menghentikan mobilnya tepat di depannya.

"Apa ada yang ketinggalan, Kak?" tanya Afif seraya membunguk.

Devan melirik Syakila dari pantulan spion lalu memakai kaca mata hitam dan menatap Afif dengan lekat. Raisya memilih cuek dan memainkan ponselnya.

"Tidak, aku hanya mau mengucapkan terima kasih, kalau ada waktu luang silakan mampir ke gubuk kami, ini alamatnya." Devan menyodorkan kartu nama di depan Afif.

Dengan senang hati Afif menerimanya, menurutnya itu adalah tanda jika dirinya diterima di keluarga Devan.

"Baik, Kak. nanti kalau libur aku bakalan ke sana. Tapi nggak bisa janji, karena di tempat aku kerja hanya ada dua dokter bedah yang gantiin, itu pun sekarang lagi bertugas di luar kota."

Devan mengangguk mengerti.

"Tapi kalau mau bertemu Syakila, kamu bisa datang langsung ke rumah ayah."

Afif menoleh menatap Syakila dengan tatapan penuh arti.

"Terima kasih, Kak. Pasti nanti aku main."  Setelah cukup bicara dengan Devan, Afif beralih mendekati Syakila.

"Aku akan datang dengan penuh kejutan, apa kamu mau menungguku untuk itu?"

Syakila menatap sang kakak dari spion lalu mengangguk kecil.

Meskipun hubungannya sudah berakhir, Afif tak lupa dengan Raisya, gadis yang pertama kali singgah di hatinya.

"Apa kamu tidak mau mendukungku untuk lebih dekat dengan Syakila?"

Raisya mengangkat tangannya dan menerbitkan senyumnya.

 

"Selamat berjuang, aku yakin semua akan berakhir dengan indah, jangan sakiti adikku, kalau sampai itu terjadi, kak Devan akan mencincangmu."

Afif menyatukan jari telunjuk dan jempolnya hingga berbentuk lingkaran.

"Hati-hati, Kak! Jaga dua bidadari ini," pesan Afif.

Terakhir Afif dan Syakila saling melambaikan tangannya lagi tanda perpisahan.

Afif menatap mobil Devan yang berlalu hingga di ujung jalan lalu kembali  menuju mobilnya. 

Hubunganku dengan Raisya sangat lama, dan ternyata kami berpisah sebelum menikah, aku tidak akan mengulangi hal yang sama, aku baru mengenal Syakila, tapi aku yakin kalau dia adalah tulang rusukku yang sebenarnya. 

"Kita pulang ke mana dulu, Kak?" tanya Raisya seraya menguap.

"Ke rumah bunda, nanti malam kita tidur di sana saja."

Raisya menoleh ke belakang menatap Syakila yang menyandarkan kepalanya di pintu dengan mata terpejam.

"Kak, sepertinya Syakila dan dokter Afif itu cocok. Mereka sangat serasi. Gimana kalau dokter Afif menyukai Syakila, apa Kakak setuju?"

Devan mengusap kepala Raisya dengan pelan. "Aku tidak berhak melarang hubungan mereka. Syakila sudah dewasa, dia tahu mana yang baik dan tidak, jika Afif memang serius, aku akan dukung mereka."

Mas Afif adalah orang yang bisa dipegang janjinya, dia pasti bisa membuat Syakila nyaman.

Selang beberapa jam, akhirnya mobil yang ditumpangi Devan sudah tiba di depan rumah ayah Mahesa.

Sebelum turun, Raisya membangunkan Syakila yang masih terlelap, sedangkan dirinya tak bisa tidur karena ulah Devan yang terus mengusiknya.

"Sudah sampai, ya." Syakila mengucek matanya saat merasa tubuhnya bergoyang, ia mengedarkan pandangannya ke arah halaman yang sangat familiar itu. Meskipun sudah berada di rumah, Syakila merasa ada yang tertinggal hingga membuatnya melamun. 

Syakila terus menatap punggung Devan dan Raisya yang berlalu menuju pintu utama, dan bunyi ponsel membuyarkan lamunannya. 

Dengan malas Syakila merogoh benda pipihnya yang ada di tas dan membukanya. Seketika senyumnya mengembang saat melihat pesan dari seseorang yang mulai menerobos dan bersemayam dalam hatinya.

Hei,  aku yakin sekarang kamu sudah sampai, ingat ya, jaga hati, jaga mata dan jaga cintamu untukku. Aku akan segera datang untuk meminta restu ke ayah dan bundamu.

Syakila hanya membaca pesan itu tanpa ingin membalasnya, ia menempelkan ponselnya di dadanya, tulisan teks yang berjejer rapi itu bagaikan air es yang mengguyur tubuhnya hingga terasa sejuk.

Bunda Sabrina dan Ayah mahesa menyongsong kedatangan Devan dan Raisya, baru saja berpisah tiga hari, bunda sudah kangen dengan gadis itu.

"Apa kabar kalian di sana?" tanya bunda setelah melepaskan pelukannya.

"Alhamdulillah, kami baik, Bunda," jawab Raisya.

"Malam ini kami mau nginep di sini, dan mulai besok aku mau menggunakan jasa asisten untuk membersihkan rumah,"  imbuh Devan. 

"Terserah, apapun yang kalian butuhkan, bilang saja."

"Mana Syakila?" tanya Ayah seraya menatap ke arah pintu.

Devan dan Raisya ikut menoleh lalu keduanya saling tos. 

"Dia masih di mobil, Yah. Biasa, kalau orang lagi kasmaran pasti lupa waktu dan tempat."

"Siapa yang kasmaran?" sahut si kembar dari ujung tangga, disusul Asyifa yang mematung di tengah-tengah keduanya.

"Kakak kalian, sepertinya dia sedang jatuh cinta," teriak Devan, suaranya memenuhi seluruh ruangan membuat semua tertawa renyah, karena ini adalah berita yang sangat bagus bagi Daffa dan Daffi, karena mereka sudah punya banyak rencana untuk menjahili kakak perempuannya.

"Jatuh cinta sama siapa?" lanjut Bunda antusias. Sebagai seorang ibu, bunda juga ingin tahu tentang putrinya yang sudah dewasa.

"Namanya dokter Afif, dulu dia teman Raisya waktu kuliah, dan sebentar lagi akan menjadi menantu Ayah dan Bunda." 

Bunda dan ayah saling pandang, ayah tak bisa mengekspresikan wajahnya, di satu sisi ayah bahagia karena anak keduanya akhirnya mendapatkan jodoh, namun di sisi lain, ada rasa takut akan kehilangan satu anaknya lagi setelah Devan.

"Bunda, Ayah, aku mau istirahat dulu, capek." Devan mengelus tengkuk lehernya.

Setelah mendapat izin, Devan menggandeng tangan Raisya dan berjalan menuju kamarnya. 

"Assalamualaikum," sapa Syakila diiringi dengan senyuman manis, gadis itu berlari kecil dan berhamburan memeluk bunda dan Ayah bergantian.

Ayah menangkup kedua pipi Syakila dan menatap matanya. 

"Siapa yang sudah membuat anak ayah bahagia seperti ini?" tanya Ayah basa-basi.

"Ada deh, nanti kalau sudah waktunya,  aku kasih tahu, sekarang aku mau istirahat dulu."

"Cie…. cie….yang lagi jatuh cinta," goda Daffa.

"Pasti tadi dapat ciuman pertama," imbuh Daffi menaik turunkan alisnya. 

Syakila yang merasa geram memukul kedua adiknya menggunakan tas yang ada di tangannya hingga sang empu meringis.

"Kalian pikir aku apaan, nggak ada ciuman sebelum halal, tapi kalau sampai aku melihat kalian melakukan itu pada wanita yang bukan mahram, akan kupastikan kalian dihukum seberat-beratnya," ancam Syakila seperti yang sering dilakukan ayah Mahesa. 

Daffa dan Daffi hanya menatap Syakila sinis karena selalu patuh dengan omongan sang ayah dan tak membiarkannya bebas. 

1
Aghnia Raina
ya Allah nyesek banget😭
Bundanya Pandu Pharamadina
terimakasih udah di ijinin baca marathon kak
TAMAT
Bundanya Pandu Pharamadina
Alhamdulilah semoga bahagia Alfan Alisa.
Bundanya Pandu Pharamadina
Sabrina Mahesa 🌹🌹🌹🌹
fahrisa asyifa 91
suka sikap devan walaupun belum cinta dengan sepenuh hati tp mau berusaha ..dan salut dengan ayah emir yang menjaga alisa agar tidak mengganggu rumah tangga orang lain
Siti solikah
Daffa Daffa ada ada aja
Siti solikah
aku nangis terus thor
Siti solikah
bener tuh alfan
Siti solikah
alhmdllh hubungan Rasya dan Deva baik
Siti solikah
semua novelmu bagus2
Siti solikah
seharusnya sama Afif aja sya
Siti solikah
seperti nya bagus
Ida. Rusmawati.
/Smile/
Yusatiqahariana Yunus
terbaik
Pelangi Senja
semangat
Ara Dhani
ngakak aq di part ini😅😅😅😅
marlina djalis
kisahnya bagus n suka thoe
Ina's
karyanya author...keren-2...semangat selalu yaa
Ina's
mata hati devan sedang ketutup
Ukhtinindie
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!