NovelToon NovelToon
Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Patahhati / Duda / Janda
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mia Ismi

Arsilla kanaya janda cantik dengan dua anak, harus berjuang demi kesembuhan sang buah hati di karenakan perceraiannya dengan mantan suaminya.
Arsya Mahesa seorang duda kaya sekaligus CEO di Mhs Group bertemu dengan Sila yang mampu membuat hatinya bergetar dan nyaman, menjadikan Sila sebagai sekretarisnya, yang ternyata Sila adalah anak dari sahabat alm. kedua orang tuanya yang dulu ingin dijodohkan dengannya.

akankah mereka memutuskan untuk bersatu, ikuti terus kelanjutannya....!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Ismi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

Arsya membiarkan Sila tertidur di kamar pribadinya, ia sedikit menyesal karena telah menyalahkan Sila dan berlaku kasar atas apa yang terjadi antara ia dan Aldi.

" tak sepantasnya aku marah padamu, tapi melihat mantan suamimu menyentuhmu aku benar - benar cemburu",guman Arsya yang terus menatap sekretarisnya yang sedang tertidur.

Arsya kembali ke meja kerjanya dan membiarkan Sila tidur dengan tenang di kamar pribadinya.

" pesankan aku makan siang untuk dua porsi" perintah Arsya kepada Asistennya.

" jam segini anda baru ingin makan siang Tuan?, kemana Sila, kenapa anda menyuruhku, Tuan", tanya Reno dengan penuh selidik.

Arsya segera mematikan telponnya karena tak ingin asistennya yang kepo itu akan semakin banyak pertanyaan.

Reno segera melaksanakan perintah bosnya dengan menggunakan aplikasi Gofood, sehingga ia tak perlu keluar kantor untuk mencari pesanan Arsya.

" pasti terjadi sesuatu diantara mereka berdua" guman Reno, namun ia tak ingin ikut campur urusan mereka berdua, masih banyak pekerjaan yang menantinya di meja kerjanya.

" ini Tuan pesanan anda", Reno meletakkan pesanan sang bos di atas meja, matanya menyisir seluruh ruangan mencari sesuatu.

" apa kau mencari sesuatu Ren?, selidik Arsya pada asistennya.

" apakah nona Sila sudah pulang, Tuan?, Tanya Reno penasaran.

" aku menyuruhmu membelikan aku makanan, bukan menyuruhmu menyelidiki ku, kau seperti wanita saja yang ingin tahu urusan orang lain" sindir Arsya dan melemparkan pena miliknya kepada Reno.

Reno yang merasa misinya diketahui oleh Arsya hanya nyengir kuda, dan segera meninggalkan ruangan CEO.

Arsya menyiapkan makanan untuknya dan Sila, lalu membawanya ke kamar pribadinya. Arsya perlahan membangunkan Sila untuk memakan makan siangnya.

Sila yang merasa tubuhnya disentuh oleh seseorang segera membuka matanya, ia mendapati Arsya duduk di samping ranjangnya dan sedang memegang piring berisi makanan.

" Apa aku membuatmu sangat lelah, sehingga kau tidur sangat nyenyak" sindirnya pada Sila.

Sila merasa malu karena tertidur di kamar Arsya, ia segera bangun dan merapikan rambut dan bajunya, kemudian mencuci mukanya agar tidak kelihatan bangun tidur.

" buka mulutmu" perintah Arsya ketika Sila sudah kembali dan duduk di sampingnya.

Sila yang tak mengerti maksud Arsya, justru menutup mulutnya dengan kedua tangan, karena tak ingin kejadian memalukan itu terulang lagi.

" buka mulutmu, atau aku akan memasukkan makanan ini melalui mulutku bukan tanganku" ucap Arsya, yang baru di pahami maksudnya oleh Sila.

" saya bisa makan sendiri Tuan" jawab Sila dan ingin mengambil piring dari tangan Arsya, namun mendapatkan tatapan tajam darinya.

" kau ingin menantang ku, aku menyuruhmu membuka mulut tapi kau masih tidak mengerti juga, baiklah aku akan menyuapi mu dengan mulutku saja" ancam Arsya dan ingin memasukan makanannya ke mulutnya, namun Sila segera membuka mulutnya sehingga Arsya mengurungkan niatnya.

Arsya merasa menang, karena akhirnya wanita di sampingnya menurut padanya, Arsya dengan senang hati memberikan suapan demi suapan kepada Sila.

" sudah Tuan, aku sudah kenyang" ucap Sila pada Arsya.

Arsya menghentikan suapannya kepada Sila, lalu ia menyuapi dirinya sendiri dengan sisa makanan yang di makan oleh Sila.

" Tuan, kenapa Anda memakan makanan sisa saya, saya bisa mengambilkan yang baru" ucap Sila dan segera berdiri untuk mengambil makanan di meja, namun Arsya segera menarik tangan Sila agar kembali duduk.

" aku tak masalah dengan makanan sisa darimu, aku bahkan sudah beberapa kali menyesap bibirmu, jadi kau tak perlu sungkan begitu" goda Arsya yang membuat pipi Sila merona.

Sila segera beranjak menuju meja kerjanya, dari pada harus menemani Arsya menikmati makan siangnya.

" kenapa dia sekarang selalu mesum sih", batin Sila mengingat ucapan Arsya.

Arsya kembali ke meja kerjanya dengan penampilan yang sudah rapi, tidak seperti saat - saat yang menegangkan tadi dan kembali berkutat dengan pekerjaan yang sudah menantinya.

Reno datang dengan setumpuk berkas di tangannya, dan meletakkan di atas meja Arsya.

" ini Tuan, berkas yang harus anda tanda tangani" ucap Reno

" perintahkan seseorang untuk memantau dan mengawasi Sila dan anak - anaknya, aku tak ingin siapapun mengganggu dan menyakiti mereka, jika itu terjadi kau tau akibatnya" perintah Arsya kepada asistennya, tentu Reno tak berani menolak atau mengungkapkan pendapatnya melihat wajah Arsya yang begitu serius dan tegas, hanya kepada Sila, Arsya memperlakukannya dengan sangat posesif tidak seperti saat bersama Anna mantan istrinya dahulu.

" baik Tuan, akan saya laksanakan" jawab Reno dan segera undur diri karena tak ingin terlibat perdebatan antara dua insan yang sedang ingin merajut kasih.

Sila yang mendengar percakapan antara Reno dan Arsya tak berani menolaknya meski hatinya ingin, karena mood Arsya yang belum stabil bisa membuatnya kembali lose kontrol hingga ia yang akan menjadi tempat pelampiasan. semua yang dilakukan Arsya hanya ingin melindungi dirinya dan kedua buah hatinya.

1
Anonim
Katanya mendukung pengobatan suami, kok ngambek
Bunda
Kuliah
Bunda
ijin baca kak 🙏
Sugito
kok Ngantung sih ceritanya. lanjutan nya mana thor....
Esjasz Malek
Kecewa
Esjasz Malek
Buruk
Anawati ana
lanjut
Eltri
bagus
Elok Pratiwi
kok kebanyakan drama yg ga penting bikin bosan
Dian Kusmayani
ini teh ga ada kelanjutannya yas,,,, ko mandegkya lamaaaa banget
Dian Kusmayani
bagus
Abel Yasmin
good
mamah putri
lanjut atau sudah tamat ini thor
mamah putri
ceritanya sangat menarik mengundang emosi pembaca juga seolah2 kita ikut terbawa dalam masalah rumah tangga sila dan Aldi begitu juga dengan pernikahan kedua antara sila dengan Arsya...dan yang terpenting peranan Vania yang sangat hebat menurut saya ..bisa menempatkan diri sebagai seorang sahabat sekaligus saudara...acung jempol pokoknya.
Desi PransiskaDewi
kekuatan rindu mengalahkan semua rasa yg ada..semoga ada kesempatan kedua untuk pertemuan ini .
Diana Budhiarti
aduhhh galak benerrr deh bos
Sara Goza
knpa nd di lnjt Thor,,aku msh setia menunggu mu🙏🙏☺️☺️🥰🥰
Endang Susilawati Polly
bagus ceritanya
Sunarti Sunarti
ak le Moco ngebut wuuusss Ben cepet tekan ngisor
Sunarti Sunarti
menghibur skl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!