NovelToon NovelToon
Dokter Pribadiku, Istriku

Dokter Pribadiku, Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Dokter / Tamat
Popularitas:567.9k
Nilai: 5
Nama Author: RieyruNa

Kisah cinta Dokter cantik dan seorang Pengacara tampan yang dingin. Dipersatukan oleh perjodohan. Dipertemukan oleh takdir cinta keduanya.

Akankah mereka berdua pada akhirnya bersenyawa? 💕💕💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RieyruNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Dokter Asef selaku Kepala Rumah Sakit Mahardika, mendadak memerintahkan Dokter dan Perawat yang dia tunjuk untuk berkumpul di ruangannya melalui grup chat online.

Hyorin dan Nita tidak terkecuali, mereka segera menuju ruangan Dokter Asef.

"Selamat siang semuanya, tujuan saya mengumpulkan kalian di ruangan ini adalah untuk membahas sebuah hal yang cukup penting." Ucap Dokter Asef ketika semua yang dia undang sudah berada di ruangannya.

Diantara semua yang hadir, ada Dokter Indra yang duduk tepat diseberang Hyorin.

"Di Desa Z, ada wabah penyakit yang menyebabkan hampir seluruh warganya tertular, akses disana sudah ditutup." Sambung Dokter Asef menarik nafasnya berat.

"Lalu apa yang harus kita lakukan Dok?" tanya Dokter Indra.

"Kalian akan saya bagi menjadi Tiga tim masing-masing berisi Lima orang anggota yang akan bertugas menjadi relawan disana, untuk nama-nama anggota tim sudah saya bagi sesuai dengan kapasitas kalian yang terdiri dari Dua orang Dokter dan Tiga orang Perawat." Terang Dokter Asef panjang lebar.

Hyorin berpikir cukup keras, sebab dia pasti akan terpisah dengan Ayesh dalam waktu yang cukup lama dan apakah suaminya itu akan mengizinkan, tapi ini tugas kemanusiaan yang tidak mungkin ia tolak sebagai salah satu bentuk integritas.

Indra melihat raut wajah bimbang Hyorin, dalam hati Indra tertawa puas.

Rasakan kau Tuan Pengacara, kau akan berpisah cukup lama dengan istrimu. Hahahaaaaa

"Baik saya rasa cukup jelas terkait tugas apa yang akan kalian emban, kita akan segera bersiap dan akan melakukan pemberangkatan dalam Tiga hari ke depan. Silahkan kalian cek nama kalian ada di tim mana!" Dokter Asef menyerahkan file kepada masing-masing yang hadir di ruangan itu.

Betapa terkejutnya Hyorin ketika melihat dia berada dalam satu tim dengan Dokter Indra sedangkan dari bagian Perawat dia cukup lega sebab dia bisa satu tim dengan Nita dan Dua Perawat yang lain yaitu Rio dan Iqbal.

Indra semakin dibuat bahagia melihat susunan anggota tim yang telah ditentukan oleh Dokter Asef.

Hyorin mengangkat tangan tanda mengiterupsi.

"Iya silahkan Dokter Orin," Dokter Asef mempersilahkan.

"Mohon maaf sebelumnya Dok, apakah penugasan ini bersifat wajib dan bolehkah diantara anggota tim bisa untuk saling bertukar?"

"Iya Dokter Orin terimakasih untuk pertanyaannya, yang pertama saya katakan ini sebuah kewajiban sebagai seorang Dokter, coba tanyakan kepada hati nurani kita masing-masing apakah kita akan menghilangkan rasa kemanusiaan kita terhadap saudara-saudara kita disana? Terkait

pertukaran antar anggota tim, itu sudah saya bagi sesuai dengan penilaian kinerja yang ada, jadi saya rasa sudah cukup ideal, mungkin seperti itu. Baik apakah ada yang mau bertanya lagi?"

Suasana menjadi hening, Indra semakin tertawa puas di dalam hatinya, seolah Dewi Fortuna sedang berpihak kepadanya.

****

Ayesh menjemput Hyorin seperti biasa, kali ini tidak ada drama harus menghindari Dokter Indra sebab mau dihindari bagaimanapun mereka akan tetap bertemu.

"Orin kenapa murung gitu?" tanya Ayesh begitu istrinya telah duduk disampingnya.

"Eeemmm...tidak ada apa-apa Mas, ayo pulang saja."

"Kamu kelihatan sedang banyak pikiran Rin?"

"Mungkin aku hanya capek saja Mas,"

"Beneran? Nggak bohong kan?"

"Iya Mas," jawab Hyorin singkat.

Mobilpun melaju menuju ke Apartemen.

"Mas ada sesuatu yang mau aku sampaikan?"

Hyorin memberanikan diri untuk mengungkapkan kegundahan hatinya dengan hati-hati setelah mereka selesai makan malam dan tengah beristirahat di ruang depan.

"Iya ada apa Rin, kamu kok kaya sungkan gitu?"

"Seandainya aku ada tugas kemanusiaan di tempat yang jauh, apakah kamu mengizinkan aku pergi?"

"Maksud kamu Rin?"

Hyorin menceritakan semuanya secara detail kepada Ayesh.

"Apa? Dalam Tiga hari ini kalian akan diberangkatkan?"

Hyorin hanya mengangguk khawatir suaminya akan marah. Benar saja Ayesh kemudian bangkit dari tempat duduknya tanpa mengatakan apapun lagi.

Hyorin merasa semakin gundah, tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini.

Hyorin memutuskan menyusul Ayesh masuk ke dalam kamar, ternyata Ayesh sedang berdiri di balkon memandang suasana kota di malam hari yang dipenuhi oleh lampu yang berkelip.

"Mas...," panggil Hyorin.

Ayesh menoleh ke arah Hyorin masih dengan mode diamnya, pandangan mereka saling bertemu.

"Mas ayo masuk sudah sangat larut, angin malam tidak baik untuk kesehatan."

Ayesh masuk begitu saja, baru beberapa langkah ponsel Ayesh berdering menandakan ada panggilan masuk. Ayesh mengurungkan niatnya untuk masuk dan mengangkat panggilan yang ternyata dari Doni.

"Hallo Don, ada apa?"

"Gawat Yesh ada hal penting yang harus kita selesaikan besok," jawab Doni dari seberang telfon.

"Sebegitu gawatkah Don?"

"Iya Yesh besok kita harus segera terbang ke kota Y pagi-pagi sekali, aku sudah memesan tiketnya untuk jam Enam pagi."

"Apa tidak bisa loe aja yang selesaikan Don?"

"Tidak bisa Yesh, loe harus ikut!"

Sambungan telfonpun terputus, Ayesh semakin dibuat frustasi dengan beberapa hal yang tiba-tiba saja harus diselesaikan segera, belum lagi soal Hyorin yang ditugaskan sebagai relawan kemanusiaan dan lebih parahnya Hyorin akan berada dalam satu tim dengan Indra yang merupakan rival baginya.

Saat ini Ayesh hanya ingin selalu dekat dengan Hyorin, membayangkan harus terpisah jarak dengan gadis yang disayanginya itu saja sudah membuat frustasi.

Ayesh masuk ke dalam, ternyata Hyorin telah tertidur dengan pulas. Ayesh kemudian naik ke atas ranjang dan menyelimuti gadis di sampingnya.

Mengecup keningnya dengan sayang, kemudian mengikuti Hyorin merebahkan tubuhnya di atas kasur berharap malam ini dia bisa tidur dengan nyenyak sebab besok harus berangkat pagi-pagi sekali ke Bandara.

Hingga tengah malam, Ayesh benar-benar belum berhasil membuat dirinya masuk ke alam mimpi. Entah jam berapa dia baru bisa tertidur.

Pintu kamar digedor dengan keras dari luar, Hyorin terbangun karena terkejut dengan suara gedoran pintu itu.

"Iya siapa?" tanya Hyorin dengan suara serak khas bangun tidur sambil menggercap-nggercapkan matanya.

"Aku Dokter Orin...Doni," jawabnya dari luar.

"Tunggu sebentar ya Kak, aku bangunkan Mas Ayesh dulu."

Doni kemudian menuju dapur untuk membuat kopi, Doni yang terbiasa keluar masuk Apartemen Ayesh sudah barang tentu mengetahui kata sandi Apartemen yang Ayesh tinggali.

"Mas bangun ada Kak Doni di luar."

Ayesh terbangun dari tidurnya masih dengan diamnya seperti tadi malam, ngacir ke kamar mandi dan merampungkan aktivitas paginya dengan segera takut ketinggalan Pesawat.

Ayesh saat ini sudah berada di dalam Pesawat yang akan membawanya ke Kota Y.

"Kenapa loe Yesh, murung amat kayaknya."

"Gue nggak kenapa-kenapa, diam ah jangan gangguin gue lagi males ngomong!"

"Idih yang maunya nempel sama istrinya terus, ingat woy hidup itu nggak cuman soal cinta tapi butuh yang namanya penghidupan,"

"Diam loe Don, masih jomblo juga nggak usah sok nasehatin gue."

Doni memilih memejamkan matanya kembali, sebab melanjutkan perdebatan dengan Ayesh sama saja bunuh diri apalagi disaat suasana hati Ayesh sedang tidak bagus.

Hyorin yang merasa ditinggalkan oleh Ayesh tanpa kata, semakin merasa bersalah dan juga bimbang.

Hyorin beraktivitas seperti biasanya, namun kali ini lebih disibukkan dengan persiapan keberangkatan ke Desa Z.

Tiga hari dari jadwal keberangkatan Tim Kemanusiaan rumah sakit Mahardika telah jatuh tempo, esok hari mereka harus berangkat.

Hyorin semakin merasa risau, sebab suaminya belum juga kembali dari urusan pekerjaannya di luar Kota. Bahkan Ayesh tidak mengirimi Hyorin pesan apapun, dalam Tiga hari ini Ayesh benar-benar mengabaikan Hyorin.

Tiba saatnya Hyorin dan kawan-kawannya diberangkatkan ke Desa Z untuk misi kemanusiaan disana. Dokter Asef mengecek persiapan seluruh tim dengan mengumpulkan mereka di aula rumah sakit.

Suara tepuk tangan mengiringi keberangkatan mereka. Hyorin nampak berjalan bersama Nita menuju mobil yang akan membawa mereka ke Desa Z.

"Rin sepertinya kamu tidak semangat untuk misi kali ini?"

"Aku semangat kok Nit," jawab Hyorin berbohong.

"Kamu tidak usah khawatir Rin, ada Dokter Indra diantara kita. Dia pasti akan membantu kita jika kita mengalami kesulitan."

Hyorin hanya mengangguk sambil tersenyum, sejujurnya justru dia sangat takut karena ada Dokter Indra di tengah-tengah mereka. Ditambah lagi soal Ayesh yang sebenarnya tidak mengizinkan Hyorin pergi, terbukti dengan sikap Ayesh yang mendiamkannya. Namun, dia tidak bisa mengkhianati sumpah janjinya sebagai seorang Dokter.

Hyorin sebenarnya sudah mengirimkan pesan kepada Ayesh yang hanya centang satu sejak kemarin. Bahkan sebelumnya dia sudah berkali-kali mengirimkan pesan yang hanya di read saja oleh Ayesh tanpa dibalas satupun sejak hari keberangkatan Ayesh ke luar Kota.

Hari ini Ayesh kembali dari tugas luar Kota yang sebenarnya dipercepat Dua hari dari jadwal yang seharusnya, dia bergegas kembali agar bisa meminta maaf secara langsung kepada Hyorin atas sikapnya yang mungkin sudah sangat keterlaluan.

Ayesh masuk ke dalam Apartemen dan mendapati ruangan demi ruangan kosong tak berpenghuni.

Ayesh sungguh menyesal atas sikapnya, dia sadar mendiamkan istri bukan sesuatu hal yang dapat menyelesaikan masalah.

Seharusnya dia bisa berbicara dengan cara yang lebih baik dan memikirkan setiap masalah dengan pikiran yang lebih jernih.

Maafkan aku Rin, pasti kamu sangat sedih karena sikapku....

-----------------------------------------------------------------------

Hai Kak, maafkan Author yang updatenya telat ya. 🙏🙏

Terus dukung Author ya dengan cara like dan komen, jangan lupa jadikan favourite ya Kak. 🤗🤗

Big thank's ya Kak, Love U All 😘😘😘

Happy reading 💕💕💕

1
Zikran Zikran
Lumayan
Ray
apakah Ayahnya menikah lagi?
Ray
ada rahasia apa Ayah?
Ari Suci Ekawati
Luar biasa
Sarah Yuniani
kasihan indra
Sarah Yuniani
jadi indra buat cadangan nih ?? Orin kok nggak teges ya , kok gak bilang kalo dia udah dijodohin
Habibah Hamid
keren
RieyruNa Ernawati: Terimakasih Kak 🤗🤗🤗💕💕
total 1 replies
Habibah Hamid
lanjut
bunda abie
di kira Silvia mau di jambak2 gitu sama Nita 😂
bunda abie
di pukul terus yaa Orin!!??
Dyass Stia Clalu
makasih thor, 😘
RieyruNa Ernawati: Sama-sama Kak, terimakasih juga karena sudah baca ceritaku ya Kak 🥰🥰🥰💕💕💕
total 1 replies
Nina Mardiana
salfok sama foto sampulnya yangzi & lixian, jdikngeun kebaperan mereka
RieyruNa Ernawati: Wah pecinta dracin juga rupanya ya kak, sama dong kak 💕💕😁😁😁
total 1 replies
Regita Regita
menarik..semoga makin banyak yg baca.
RieyruNa Ernawati: Aamiin yaa Allah, terimakasih ya kak atas dukungannya. 💕💕💕
total 1 replies
Abidatiz ZH
menarik...🌹
RieyruNa Ernawati: Terimakasih kakak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Yurniati
lanjut thorr,,,,
tetap semangat thorr
Yurniati
lanjut thorr
Liesdiana Malindu
di part ini kok Aq gak suka dgn sikap Orin,,,kok gak tegas gitu. membuat suasana jdi makin panas aja,
Liesdiana Malindu
Ayesh kok kayak anak2 ya, kalau Aq yg jdi Orin sudah kubyat jerah suami kayak gitu.
Liesdiana Malindu
bukanya di cctv sdah jelas Ayesh?
klau jovvanka menyakiti Orin?
Liesdiana Malindu
Berubah2,,,habis 2 thn,,3 thn lgi,,, kemudian berubah lgi jdi 2 thn, yg benar yg mana Thor?
RieyruNa Ernawati: Coba dibaca sekali lagi ya Kak ☺️☺️🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!