NovelToon NovelToon
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:379.1k
Nilai: 5
Nama Author: El_Shally

Tak pernah terpikirkan sebelumnya jika nasib nahas akan menimpa dirinya. Setelah sang ibu mengalami kecelakaan dan koma, Melati harus mau menikah dengan seorang pria dan menjadi yang kedua.

Dan lebih parahnya lagi dia harus merelakan anak yang di kandungnya sebagai syarat terwujudnya sebuah perjanjian. Namun seiring berjalannya dengan waktu, rasa cinta hadir diantara mereka dan membuat pria tersebut di landa kegalauan dalam hatinya. Siapakah yang akan di pilih oleh pria tersebut, istri pertama atau istri keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El_Shally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekonyolan Tia

"Tampan sekali dia, ya Tuhaan!!" pekik Tia dalam hati. Sekuat tenaga dia menekan gejolak hatinya yang ingin meledak di depan Irawan.

Namun seketika berubah ketika tragedi tak mengenakkan terjadi,

Brught!!!!!

Irawan dengan cepat menangkap tubuh Tia yang terhuyung ke depan karena tersandung kakinya sendiri. Sedangkan Tia reflek memeluk tubuh Irawan karena takut terjatuh karena tubuhnya yang belum seimbang.

"Makanya kalau jalan hati-hati, jatuh kan?"

Tia menunduk malu. Karena kecerobohannya dia mempermalukan dirinya sendiri. Ingin rasanya dia tenggelam di dasar bumi agar tak terlihat oleh Irawan lagi. Sungguh, jika bukan sudah terlanjur janji dengan dokter itu, mungkin dia sekarang sudah berlari menjauh dari dokter tersebut.

"Masih sakit tidak?"

Tia menggelengkan kepalanya.

"Jika sudah tak sakit, bisakah kamu melepas pelukanmu, Tia. Kamu berat sekali!!"

Tia mendelik, kemudian dengan cepat dia menarik tubuhnya menjauh dari tubuh Irawan. Malunya bertambah, karena dengan gamblangnya Irawan mengatakan dia gemuk, dan itu membuat Tia minder seketika.

"Ya sudah kalau berat, aku pulang saja. Kamu bisa nyari yang nggak berat di luaran sana." Tia melengos dan berniat hendak pergi dari sana. percuma dia bela-belain karena tak akan nampak juga.

"Aaakhhh!!!!" Tia mengerang kesakitan karena merasa rambutnya tersangkut sesuatu. Kemudian dia menoleh ke belakang dan ternyata Irawanlah yang menarik rambutnya ketika dia akan pergi menjauh. "Lepaskan dokter. Sakiiiit!!" erangnya masih menahan sakit di kepalanya.

Irawan melepaskan tarikan di rambut Tia, kemudian tersenyum penuh licik ke arah Tia. "Kamu mau kemana? Heem??!" tanya Irawan, senyum tersungging di bibirnya. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celananya. Menatap Tia dengan tajam.

"Pulanglah, ngapain disini coba?" Tia masih berusaha menghilangkan sakit kepalanya dengan mengusap kepala berulang kali.

"Pulang sana kalau berani!! jangan lupa gaunnya lima belas juta, biaya salon dua setengah juta, dan total semua tujuh belas juta setengah." Tukas Irawan.

Kedua mata Tia membulat sempurna, mulutnya menganga lebar, tak menyangka jika gaun dan salon begitu mahalnya.

Glek..

Tia menelan ludah pelik. Bingung sekarang mau bagaimana. Sedangkan dia tak pegang uang sebanyak itu, hanya cukup untuk makan dan kirim untuk ibunya saja.

"Kenapa diam? Ayo bayar cepat!!" Irawan menahan tawanya ketika melihat Tia yang sudah mulai gusar. Dia nampak memikirkan sesuatu dan terlihat sangat gugup. Pandangannya menunduk dan membuat Irawan agak tak tega ingin terus mengerjainya. Tapi mau bagaimana lagi karena ini adalah jalan satu-satunya menaklukkan kucing anggora satu ini.

"Ayo bayar!!" Irawan menyodorkan tangannya, seolah meminta uangnya pada Tia.

Tia mendongak dan tersenyum lebar, menampilkan jejeran rapi giginya yang putih. Mencoba mengambil hati Irawan kembali karena sudah memikirkan kesalahannya sendiri. Dia yang bersalah namun dia yang ingin melarikan diri. Sungguh tak tau diri, makinya dalam hati.

"Maaf, dok. Tia nggak punya uang segitu banyaknya." Tia berusaha bersikap manis meskipun di paksakan. Dia juga memasang puppy eye untuk merayu dokter tersebut.

Irawan sendiri mengepalkan tangannya di saku celananya, bukan dendam atau ingin memukul Tia. Melainkan menekan keinginan untuk mengecup wajah super menggemaskan itu.

"Aaaggghht!!! Sial-sial. Kenapa dia harus semenggemaskan itu sih?! Ingin rasanya, Aaargght!!" maki Irawan dalam hati. Buru-buru dia melengos untuk menatap sekitar. Jika tidak, sudah di pastikan dia akan menjadi gila hari ini.

"Ya sudah, masuk mobil." titah Irawan.

Tia mengangguk, kemudian melangkah ke dalam mobil dengan kaki yang sedikit terpincang.

Irawan yang memperhatikan Tia sampai masuk mobil pun memiliki tanda tanya. "Kaki kamu kenapa? Sakit? Terkilir lagi?" Tanya Irawan ketika mereka telah masuk mobil.

Tia menatap Irawan seraya menggeleng. "Bukan!!"

Kening Irawan berkerut. "Lalu kenapa kog pincang?"

Tia meringis, "Tali sendalnya putus sebelah."

Irawan menggelengkan kepalanya, gemas sekaligus ingin sekali menerkam gadis di sampingnya ini. Bisa-bisanya membuatnya jungkir balik seperti ini padahal baru pertama kali bertemu.

"Kenapa nggak bilang dari tadi?!"

"Kenapa harus bilang, wong putusnya tadi pas aku jatuh. Mau bilang tapi kamu duluan yang bikin aku jengkel. Ya sudah aku diem!!" cerocos Tia. Kemudian dia melengos menatap ke luar kaca jendela, karena tak ingin menatap wajah Irawan yang sangat menjengkelkan.

"Untung ganteng. Kalau nggak, tamat riwayatnya gue gaplok pake sendal gue. Emang enak? Rasain?" Batin Tia. Tanpa sadar Tia mencengkram tangannya sendiri, dan itu tak luput dari pandangan Irawan yang masih belum melajukan mobilnya.

"Tangan kamu kenapa?"

Tia menoleh, "Yah, tangan?" Dia mengangkat tangannya yang masih mencengkeram tangan satunya.

"Itu kenapa saling mencengkeram gitu? Kamu sebel sama aku?"

Kontan Tia langsung membuka tautan tangannya. Memasang senyumnya seolah Irawan hanya salah paham padanya.

Kemudian Irawan segera melajukan mobilnya. Cukup kencang tapi tak membuat Tia ketakutan. Karena dia melihat Irawan cukup lihai mengemudikannya.

Selama perjalanan, entah kenapa mata Tia seolah tak hentinya melirik ke arah Irawan, seolah pesona dokter tampan itu membuatnya ingin terus menatapnya. Apalagi lesung pipinya yang seperti penyanyi hits tanah air. Lengkap sudah rejeki Tia hari ini.

"Kenapa melirik seperti itu? Jatuh cinta tanggung sendiri akibatnya."

Uhuk..uhukk..uhuk..

Tia tersedak ludahnya sendiri. Malu sekaligus kesal menjadi satu.

"Kenapa pura-pura nggak tau saja sih? Kenapa juga harus ngomong, aku kan jadi malu sendiri." gumam Tia. Dia membuang muka ke arah jendela seraya memukul kecil kepalanya.

Irawan tersenyum tipis mendengar gumaman Tia. Memang dia sengaja membuat Tia malu karena dia sangat suka sekali menggoda Tia.

Mereka kembali saling diam, lebih memilih mendengarkan music di mobil Irawan. Dan tanpa sadar juga Tia ikut bernyanyi lagu Rossa, wanita yang kau pilih. Dan entah kenapa sangat pas menggambarkan hatinya saat ini.

"Suka sekali ya sama lagu ini?" tanya Irawan.

"Sangat!!"

"Kenapa?"

"Karena aku juga akan sangat bahagia jika di pilih oleh seseorang yang bakal menjadi kekasihku, eh enggak dink. Kalau bisa langsung menikah saja, karena kata emak nggak boleh pacaran. Takut dosa." jawab Tia seolah tanpa beban di pundaknya.

Irawan hanya manggut-manggut, tanpa menimpali apa yang di ucapkan Tia padanya.

\*\*\*

Wajah Tia kembali berbinar cerah, setelah mendapatkan Gaun mahal dan make over di salon. Dia kembali mendapatkan alas kaki yang baru. Sandal barunya pun dia buang, berganti dengan wedges hak rendah, sangat pas untuk kepribadiannya yang agak tomboy iti.

"Terima kasih," ucap Tia dengan semburat bahagianya. Dia merasa tersanjung dengan apa yang di lakukan oleh Irawan padanya. Dia merasa Irawan sangat menghargainya sebagai seorang wanita, dan itu membuatnya sangat tersentuh.

"Ok, sekarang giliran kamu menebus semua apa yang sudah aku keluarkan untukmu. Jadi bersiapa-siaplah sekarang. Kamu harus menuruti apapun yang aku suruh hari ini."

Tia melongo, "jadi aku masih harus tetap membayarnya? Begitu?" tanya Tia sedikit tak terima. Jika tau begini, mending dia menolaknya lebih dulu.

Irawan menggeleng, "jika kamu sudah melakukan yang aku mau, semua yang aku beli ini semua milikmu. Bahkan, aku akan mentransfer beberapa uang untukmu sebagai hadiah untukmu hari ini."

+++

Untuk Melati dan Arka, mereka libur sejenak. karena dia lagi honeymoon sama suaminya. mas Arka juga berpesan jangan mengganggunya dulu untuk sementara waktu karena mereka lagi nyicil kuping calon anak mereka.

Sekarang masih fokus Tia sama Dokter Irawan dulu ya, biar nggak bosen.

Happy reanding.. ❤️❤️❤️😍

1
Enok Renmaur
mgkin ni crita trburuk yg bner" mnjengkelkan bgi sy😠😠😠
mf authooorr....lo sy blg trburuk yg su bkin z kecewa bc crita author.
krna dsni tokoh utama yg trtindas mpe su brjuang ksh anak tp msh kalah sm perem mandul😏🙄😠😠
su mandul tp g tau diri jg msh mo kuasai lakix, bner" perem g brguna.
sumpah.....sy bner" rasa rugi bc crita ni biar sy bc jg lompat" , endingx bkin emosi
Zhang Mila: sukses bikin kakak jengkel y...🤣🤣
total 1 replies
💐ERNA💐🥀🌹
Ceritanya Bagus 👍👍👍👍👍 Dan Menarik ❤️🌹❤️
Nurfatihah Tiha
/CoolGuy/
Nurfatihah Tiha
/Frown/
Nurfatihah Tiha
/Drool/
Nurfatihah Tiha
/CoolGuy/
Nurfatihah Tiha
/Drool/
Yundari Gayosa
Luar biasa
Safa Almira
otw bucin
Eka 'aina
di sini harusnya yg terpaksa adalah melati, seterpaksanya arka dia yg butuh dia butuh anak harusnya jngn sekasar itu sama melati
Elsje Emilia
yaaaaa melati pergi. kasian betul
♡Ñùř♡
kasian melati😭😭😭
Zhang Mila: Inn Syaa Allah kak...
total 3 replies
Daulat Pasaribu
bodoh Annisa mau dipoligami
Sena Fiana
mudah mudahan seru ceritanya
Diana M
next thor
herdaize
tamu hebat masih pagi sudah berkunjung,sua ta'ada garam dirumahnya warung masih tutup 😀😀😂😂💃💃💃
Diana M
next thoor 👍👍❤️
Ivana Theresia
tim Annisa cerai sm aryaa
Ivana Theresia: *arka jadi typo saking keselnya
total 1 replies
Nilam sari Nasution
up lagi thor seru
♡Ñùř♡
kapan up lg thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!