Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.
Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.
Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.
Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.
tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.
Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
" Benarkah, Ayah, Bunda?" ucap keduanya penuh selidik.
" Tentu saja benar sayang...! mana mungkin kami berbohong," ucap mereka berdua serempak.
Yang membuat Andy dan Andrea saling melirik, kemudian mereka berdua pun tersenyum melihat ke kompakan Ayah dan Bunda mereka.
" Hore...! akhirnya kita bisa berfoto bersama, nanti aku akan memajang foto-fotonya di dalam kamarku," ucap Andrea.
" Aku juga, akan memajangnya di dalam kamarku," ucap Andy terlihat sangat bahagia.
" Kakak mana Ponselnya? Dan kita akan melakukan selfie bersama dengan Ayah dan juga Bunda, cepatlah keluarkan dari dalam tasmu, aku sudah tidak sabar," ucap Andrea dengan sangat antusias.
" Kau ini, bersabarlah sebentar lagi."
" Dan ini juga, kenapa tiba-tiba kancing tasku susah di buka, disaat aku sedang membutuhkan gerakan cepat, dia malah sebaliknya menyusahkan ku," celoteh Andy.
" Hum...! Kakakku ini, kenapa kau tiba-tiba berbicara dengan Tasmu sendiri, apakah kamu pikir Ia akan mendengar ucapan mu itu, kau ini lucu sekali, mari sini aku bantu," ucap Andrea.
Andrea pun mendekat ke arah Kakaknya, dan mulai membantu membuka kancing tas kakaknya.
Sementara Andre dan Sheila, tersenyum melihat ke akraban kedua anak kembar mereka, dan tanpa sadar Andre pun mendekat ke arah Sheila dan ingin memeluknya, tetapi Sheila yang menyadari hal itu, seketika menatap Andre dengan sangat tajam, yang membuat Andre salah tingkah, dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian Ia tersenyum sambil menunduk.
" Nah, ini sudah bisa Kak," ucap Andrea, kemudian Ia meraih Ponsel tersebut dan menyerahkannya kepada sang Kakak.
Lalu keluarga itupun, melakukan selfie bersama, dengan gaya mereka masing-masing.
Setelah selesai melakukan foto selfie bersama, kemudian mereka menyanyikan lagu ulang tahun untuk Bunda tercinta.
" Bunda, ini kue buatan kami berdua lho," ucap Andy.
Seketika Sheila pun sedikit terkejut dengan pengakuan anak-anaknya.
" Serius sayang," ucap Sheila dengan bola mata yang hampir keluar, menatap Andy dan Andrea bergantian.
" Seriuslah Bunda, tapi masih di bantu oleh BI Sumi," ucap Andrea.
" Wah...! Kalau begitu kuenya benar-benar spesial untuk Bunda ya."
" Iya Bunda, kami berdua menyiapkannya khusus untuk Bunda," jawab Andy.
" Yaudah sekarang silahkan Bunda potong kuenya, dan potongan pertama harus diberikan kepada Ayah," ucap Andrea.
" Kok bisa begitu, terserah Bunda dong mau memberikan potongan pertama kepada siapa, kan Bunda yang u....?" ucap Sheila terpotong.
" Sudah, sudah...! Apa susahnya sih menuruti permintaan anak-anak kita," ucap Andre menatap kearah Sheila dengan sangat intens.
Yang membuat Sheila, secepat kilat menghindari tatapan mata Andre, dengan mengalihkan pandangannya kearah kue ulang tahun itu, kemudian iapun memotong kuenya dan memberikan potongan pertama kepada Andre.
" Hum...! Enak banget kuenya, boleh Ayah minta satu potong lagi."
" Tentu saja boleh Ayah, tapi sekarang harus potong sendiri, sebab kami berdua ingin di suapi oleh Bunda, iya kan Bunda," ucap Andy.
" Iya sayang," ucap Sheila dengan tersenyum manis.
Mereka semua pun menikmati kue buatan Andy dan Andrea, dengan sangat gembira dan bahkan sesekali terdengar suara gelak tawa dari saudara kembar itu.
Yang tanpa mereka sadari, bahwa saat ini ada seseorang yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka.
Ya dia adalah Lulu sahabat Sintia, yang kebetulan sedang bersama dengan kekasihnya, tanpa sengaja melihat Andre bersama dengan perempuan yang sudah mempunyai Anak, dan itu membuatnya sangat kesal, sebab sepengetahuannya Andre adalah tunangan sahabatnya Sintia.
Kemudian Iapun meraih Ponselnya dari dalam tas, dan melaporkan apa yang dilihatnya kepada Sintia.
" Hallo Beb," ucap Lulu yang langsung terhubung dengan sahabatnya Sintia.
" Hallo juga Beb," tumben kamu menghubungiku di Jam seperti ini, biasanya kamu tidak mau diganggu, sebab dirimu sedang berduaan dengan kekasihmu itu kan," ucap Sintia menggoda sahabatnya.
" Jangan menggodaku, saat ini aku mempunyai informasi tentang tunanganmu Andre."
" Informasi," ucap Sintia di sebrang bumi lainnya, dengan sangat terkejut.
" Iya informasi? Tapi ingat, aku mengatakan ini tidak gratis, sebab ini beritanya sangat... sangat...?" ucap Lulu terhenti, karena Sintia sudah memotong perkataan sahabatnya.
" Cepat katakan, kalau mengenai hal itu, kau tidak usah khawatir, nanti aku akan transfer langsung, tapi ingat, kalau informasi yang kau berikan tidak menarik, jangan harap kamu bisa mendapatkan uang sepersen pun dariku," jawab Sintia sedikit kesal, sebab sahabatnya yang satu ini memang mata duitan.
" Baiklah, aku setuju, dan ingat transfer langsung ya," ucap Lulu sedikit menggoda Sintia, sebab dalam hatinya, Ia merasa sangat bahagia bisa mendapatkan uang secara cuma-cuma dari sahabatnya itu.
" Iya," ucap Sintia sedikit kesal.
" Tunggu sebentar, kau jangan mematikan sambungan Ponselmu, dan satu lagi saran dariku, kau jangan sampai pingsan melihat foto yang aku kirimkan ini," ucap Lulu.
" Sudahlah, jangan banyak bicara, cepat ambil saja Fotonya, lalu kirimkan padaku, nggak usah basa-basi," ucap Sintia yang sudah tidak sabar, melihat foto yang akan dikirimkan oleh sahabatnya.
" Hum...!"
Kemudian Lulu berjalan perlahan mendekat kearah tempat duduk Andre, sambil mengendap endap ke pohon yang satu dan lainnya, setelah menemukan tempat yang pas, barulah Ia bersembunyi dibalik salah satu pohon yang cukup rindang.
" Nah, aku rasa disini tempat yang sangat strategis untuk mengambil fotonya," ucap Lulu yang sedari tadi berbicara didalam hati.
Setelah itu Iapun langsung mengambil beberapa foto Andre dan juga Sheila, yang terlihat sedang bercanda gurau dengan kedua anaknya.
Hingga terdengar beberapa kali suara jepretan kamera, yang Ia arahkan ke arah Andre dan juga Sheila.
" Hum....! Aku rasa ini sudah cukup," ucapnya sambil berlalu pergi dari tempat persembunyiannya, dan tidak lupa pula Ia mengirimkan hasil jepretannya kepada Sintia.
Kemudian Ia menghampiri sang kekasih dengan senyum yang bahagia.
****
Sementara Sintia yang sedang menunggu informasi dari sahabatnya, mulai merasa sedikit gelisah, dan sudah beberapa kali juga Ia mondar-mandir mengelilingi ruang tamu itu.
Sehingga membuat Nyonya Anita yang baru tiba dari acara arisan sosialitanya, sedikit heran melihat calon menantunya itu.
Tanpa pikir panjang Ia pun segera menghampiri Sintia, dan memegang pundaknya dari arah belakang.
Kemudian Sintia membalikkan badannya, setelah menyadari ada seseorang yang memegang pundaknya, dan melihat kalau calon Mama mertuanya sudah berada di hadapannya.
" Hum...! Mama membuatku kaget saja," ucapnya sambil mengusap dadanya beberapa kali.
" Sintia, Apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa sejak tadi Mama perhatikan kamu mondar-mandir nggak jelas sayang," ucap Nyonya Anita dengan penuh kasih sayang.
" Mama, Aku saat ini sedang menunggu sesuatu yang sangat penting, maka dari itu aku terlihat sangat gelisah."
" Dan kegelisahanku semakin memuncak, saat seorang sahabatku menceritakan, bahwa saat ini Andre sedang bersama dengan perempuan yang sudah mempunyai anak, dan saat ini mereka sedang melakukan piknik di taman," ucap Sintia.
" Apa...?" ucap Nyonya Anita kaget, mendengar penuturan Sintia.
di sumbersari
Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊