NovelToon NovelToon
The Power Of Love

The Power Of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / CEO / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:95k
Nilai: 5
Nama Author: Suci Komala

Syakira Anandita. Gadis cantik berusia dua puluh tiga tahun, rela bekerja menjadi apa saja demi menghidupi diri dan adiknya-Jonathan.

Sepuluh tahun lalu, ibu yang menjadi sandaran satu-satunya harus menghadap Sang Ilahi setelah melahirkan Jonathan, sedangkan sang ayah entah di mana rimbanya.

Hadirnya dua lelaki merubah perjalanan hidup Syakira. Sedih, tangis dan tawa mewarnai hari-harinya.

"Aku memang tak pandai mengungkapkan rasa cinta, tetapi izinkan aku menjagamu semampu dan sepanjang usiaku." Edric Michael Anderson.

"Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihanku, tetapi jatuh cinta padamu di luar kendaliku." Alex Gavin Diaz.

Namun, Syakira, Edric dan Alex harus sama-sama menelan pil pahit karena sebuah kenyataan yang membuat mereka enggan mengenal cinta kembali.

Apa yang sebenarnya terjadi dan siapakah yang menjadi pelabuhan terakhir cinta Syakira?

Daripada penasaran, simak ceritaku, yuk!😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Komala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Edric Kecelakaan

Alex merengkuh tubuh Syakira dan membawa ke dalam pelukannya. Sang adik menangis tersedu. Sungguh pukulan keras untuk Syakira.

"Panggil pihak berwajib! Dan tiga orang, masuklah," titah Diaz dalam sambungan telepon kepada pengawalnya.

"A-apa? Ka-kau memanggil polisi?" tanya Lidya gugup, "u-untuk apa?"

Diaz tidak memedulikan Lidya, yang ada ia memegangi adik iparnya agar tidak melarikan diri.

Setelah para pengawalnya masuk, Diaz meminta mereka untuk memegangi Lidya juga John.

"Kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan keji kalian kepada Arumi!" tegas Diaz.

Keduanya hanya bisa pasrah dengan keputusan Diaz. Mereka mengakui kesalahannya.

Mata John tak lepas dari wajah Jonathan. Ingin rasanya ia memeluk putranya itu.

Jonathan yang menyadari sedang diperhatikan oleh John pun bersembunyi di balik tubuh Diaz.

"Ke mari, Nak. Aku Papamu," tutur John.

Anak itu menggeleng seraya berkata, "Papa Jo, Papa Diaz. Bukan Om!"

Sakit, itu yang John rasakan setelah mendengar penuturan Jonathan. Ia menunduk dan menangis. Ya, sakit yang ia rasa tak sebanding dengan sakit yang Arumi dan Syakira rasa, dirinya mengakui itu.

Edric yang tak tega melihat orang tuanya, menghampiri Syakira. Ia berlutut di hadapan perempuan itu karena bagaimana pun Lidya dan John adalah papa dan mamanya, harus ia bela.

"Maafkan kedua orang tuaku, Sya. Maaf ...." ucap Edric memohon, "biarkan aku yang menggantikan mereka. Kau mau aku seperti apa, akan aku lakukan, Sya," sambungnya memelas.

Syakira yang melihat Edric seperti itu hanya acuh, ia berpaling dan malah menelusupkan wajahnya di dada bidang Alex.

"Sudahlah, Nak. Ini memang kesalahan kami," ucap Lidya.

Syakira menghela napas dalam-dalam lalu melerai pelukan Alex. Ia bangkit dan melangkah pergi.

"Mau ke mana, Nak?"

"Mau ke mana, Sayang?"

Ucap Diaz, Rachel dan Arini serempak.

Syakira menghentikan langkahnya. Tanpa menoleh ia berucap, "aku ingin sendiri dan jangan mencariku."

"Ini sudah malam, Sya. Mau ke mana?" tanya Alex, tetapi sang adik tidak menghiraukan.

Diaz yang merasa khawatir, langsung menghubungi pengawalnya untuk mengikuti kemana Syakira pergi.

Dengan langkah gontai Syakira menyusuri lorong hotel, hingga akhirnya ia menaiki taksi.

***

Petir saling bersahutan, angin berembus kencang menyapa kulit membuat siapa saja menggigil, tetapi tidak untuk Syakira. Ia seperti tidak merasakan embusan angin dan tidak pula ngeri dengan adanya petir.

Ya, Syakira menyusuri jalan setapak menuju pusara Arumi. Tatapannya seolah kosong, walau Kakek Mus menyapa ia tidak bergeming.

Kedua mata kakek tua itu menangkap adanya beberapa orang bertubuh tinggi besar dan memakai baju hitam. Sontak saja Kakek Mus menghampiri.

"Maaf, Tuan. Apa Anda semua sedang membuntuti Non Syakira?" tanyanya, "ada perlu apa?" sambung kakek itu.

Salah satu dari mereka menjelaskan jika ia ditugaskan oleh Diaz agar menjaga dan mengikuti Nona Mudanya pergi.

Ada apa sebenarnya, Non? Kakek berharap, apa pun masalah yang menerpa, Non bisa kuat dan sabar. Batin Kakek Mus sembari menatap punggung Syakira.

"Ke makam siapa, Kek, biasanya?" tanya seorang pengawal.

"Ibunya, Tuan," jawab Kakek Mus.

Syakira meringkuk di atas pusara dan menyandarkan kepalanya pada batu nisan sembari menangis.

"Kalo Sya enggak ninggalin mama dulu, mama pasti masih hidup," tuturnya sembari tersedu, "maafin, Sya, Ma ... maafin, Sya."

Hujan turun dengan deras. Tak peduli seberapa kencang petir menggelegar, Syakira tetap bertahan dengan posisi seperti itu. Air matanya ikut mengalir terbawa kucuran hujan.

Syakira yang semula terpejam, membuka kedua matanya karena merasa hujan yang tadi turun dengan derasnya tiba-tiba berhenti.

Ya, Alex memayungi Syakira. Rupanya sang kakak mengikuti sang Adik pergi. Percuma saja dia menunggu kabar dari pengawal Diaz, tetapi hatinya tidak tenang.

Gadis itu hanya mengangkat kepalanya-menoleh. Setelah tahu siapa yang datang, ia kembali menyandarkan kepalanya dan terpejam.

Alex yang melihat Syakira seperti itu, ikut merasakan sakit. Syakira yang dulu periang, sabar, kuat menghadapi segala kesulitan yang menerpanya, tetapi kini ia lemah, seolah hanyut dalam keterpurukan dan tidak menerima garis takdir.

Alex berjongkok seraya berkata, "bangunlah, Kakak mohon ... kamu jangan seperti ini, Sya."

Syakira tidak bergeming.

Lagi, Alex mencoba membujuk, "Sya, kalau kamu seperti ini, mamamu akan merasa sedih. Dan lihatlah Jo, sepeninggal dirimu yang ia lakukan hanya menangis. Tidakkah kau kasihan kepadanya?"

"Bangunlah, kita hadapi masalah ini bersama-sama," sambungnya lagi.

"Kakak saja yang pergi, Sya masih ingin di sini," ucap Syakira.

"Syakira!" bentak Alex.

Alex melempar payung dan mengangkat tubuh Syakira. Ia meronta, tetapi tak lama berselang tubuhnya terkulai. Syakira pingsan.

"Syakira! Bangun, Sya!" seru Alex.

Dengan langkah cepat, Alex menyusuri jalan Setapak yang licin juga gelap. Beruntung, Kakek Mus juga beberapa pengawal menghampiri dengan membawa senter juga payung.

Sang pengawal memacu mobil dengan kecepatan tinggi membelah derasnya hujan menuju rumah sakit.

***

Di hotel, Edric menyaksikan kedua orang tuanya digelandang oleh pihak berwajib. Pemuda itu tak tinggal diam, ia mengubungi beberapa pengacara.

Dalam benaknya memang mengakui bahwa kedua orang tuanya bersalah, bahkan fatal. Akan tetapi, sebagai anak ia harus menunjukkan bakti walau akhirnya mereka akan masuk sel.

Pikirannya benar-benar kacau. Tidak hanya memikirkan kedua orang tua, tetapi nama baik keluarga. Apalagi sebuah pesta besar dibatalkan. Pun memikirkan Syakira, karena sampai saat ini belum ada yang mengabarinya.

Dengan wajah lesu, Edric meninggalkan hotel. Sudah cukup kejutan malam ini yang berhasil membuatnya akan sulit tidur. Ketika sampai di area parkir, ia mendapat kabar bahwa Syakira masuk rumah sakit.

Tanpa pikir panjang, ia pacu roda hitamnya menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Hujan tak membuatnya menjadi penghalang, toh jalanan sepi. Namun, tiba-tiba saja seseorang menyebrang tanpa menoleh kanan-kiri. Edric mencoba menghindar, tetapi jalanan yang licin tentu saja membuat Edric sulit mengendalikan laju mobil hingga akhirnya terjadilah kecelakaan tunggal. Mobilnya menabrak pembatas jalan lalu terguling beberapa kali.

Jalanan yang sepi tentu saja membuatnya tak langsung mendapat pertolongan. Beruntung, selang beberapa saat ada mobil patroli yang melintas. Gegas mereka melakukan penyelamatan dan membawa Edric ke rumah sakit.

***

Di rumah sakit, Diaz beserta istri, Arini juga Jonathan sedang menunggui Syakira. Wajah cantik gadis itu kini terlihat pucat pasi. Dokter mengatakan jika Syakira mengalami depresi dan tekanan yang dialaminya bisa saja mempengaruhi cedera pada otaknya.

Semua yang mendengar penuturan sang dokter merasa terpukul. Lantunan do'a tak henti terucap dari mulut mereka.

Alex yang baru saja mengambil pakaian ganti di mobil, dikagetkan dengan suara sirine yang meraung.

Sayup terdengar dari mulut salah satu petugas yang mendorong blankar menyebutkan nama Edric. Rasa penasaran tentu saja menggerogoti hati Alex, ia berlari menghampiri blankar yang hendak masuk ke ruang ICU.

"Astaga, Edric!" seru Alex.

Alex bertanya kepada para petugas polisi apa yang sebenarnya terjadi.

Tak lama berselang, seorang perawat keluar memanggil pihak keluarga. Sudah jelas Alex lah yang maju. Perawat itu mengatakan bahwa Edric harus segera mendapatkan donor darah.

Lelaki jangkung itu berlari ke kamar dimana Syakira dirawat. Ia mengabarkan kepada Diaz dan lainnya.

Diaz dan Alex ikut mendonorkan darahnya. Namun, itu belum mencukupi karena Edric memerlukan transfusi banyak dan stok darah bergolongan B di rumah sakit itu habis.

Alex tak tinggal diam, ia menghubungi beberapa rekannya yang mungkin bisa dimintai bantuan. Pun dengan Diaz, ia mengerahkan pengawalnya untuk mencari ke PMI terdekat.

Suasana bertambah tegang kala dokter mengatakan jika Edric harus segera melakukan operasi.

Sungguh cobaan berat sedang menimpa keluarga Louis di hari ini. Belum kering air mata menangisi nasib Syakira, sekarang kemalangan datang menimpa Edric.

1
Gweny Dafhyci
nah, kan.
Gweny Dafhyci
aww, kalian sweet syekaliii🥰🥰🥰
Gweny Dafhyci
toxic gak tuh..
Gweny Dafhyci
baper kali woii😍😍😍
~🌹eveliniq🌹~
Perfect bintang 5 buat kamu
~🌹eveliniq🌹~
lanjutkan Thor
~🌹eveliniq🌹~
lanjut thor
~🌹eveliniq🌹~
next Thor semangat
~🌹eveliniq🌹~
lanjut Thor
Aku hadir kak suci
sdng mimpi
next
sdng mimpi
nice
Xianlun Ghifa
up... up
Xianlun Ghifa
lanjut
Xianlun Ghifa
😭😭
Xianlun Ghifa
nyicil jejak
Xianlun Ghifa
lanjut
Xianlun Ghifa
next
Sheran Razhelly
Semangat kakak...😘😘😘
SheRaz suka smaa ceritanya🤗🤗🤗🤗🤗
Sheran Razhelly
cih.. sombong amat mentang mentang orang kaya..😏😏😤😤😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!