IG @Amisari
Muchamad Mahadam, seorang Dokter bedah saraf yang tampan nan sukses,
selama 4 tahun Aam biasa dia di panggil, hanya mampu mencintai dalam doa seorang Dokter Ais, kisah cinta yang bermula dari pandangan pertama nya pada gadis manis berlesung pipi itu di sebuah kegiatan amal
Namun cinta nya harus dia tahan dalam diam, karena wanita itu telah di jodohkan dari kecil oleh orang tua nya.
Apa kah Allah mengijabah doa Aam yang meminta Ais jadi jodoh nya ?
Bagaimana cara aam meluluhkan hati ais yang mengalami trauma?
Bagaimana pesantren abi menjadi saksi perjuangan Aam?
semua akan terjawab di sini
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amisari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bihun goreng
..."Ketika cinta itu karena Allah, maka cinta itu tidak akan pernah mati"...
Ais melihat posisi tidur Aam sangat tidak nyaman, Sofa yang hanya pas-pas di badannya membuat dia tidak bisa bergerak, di tambah cuaca yang lumayan dingin, membuat Aam membekapkan kedua tangan di dada, Ada perasaan tidak tega melihat itu akhir nya Ais berinisiatif mengambil selimut dan menyelimuti tubuh suaminya.
Saat dia sedang membenarkan posisi selimut di tubuh suaminya, mendadak tangannya di pegang erat, membuat dia terkejut dan segera menarik cepat sambil memperhatikan mata Aam yang dalam keadaan terpejam.
" Aneh " batin nya.
Segera melangkah menuju ke ranjang untuk menjauh, dia beristighfar untuk menetralkan jantungnya, rasa sesak di dada nya lama-lama berkurang.
Aam membuka mata melihat istrinya sudah di posisi tidur, dia tersenyum, tadi dia memang sengaja memegang tangan Ais, dia bahkan berencana akan sering melakukannya untuk membuat tubuh Ais terbiasa dan menerima kehadirannya.
" Tunggu bagaimana aku membuat mu sembuh sayang," Ujar nya lalu mulai memejamkan mata untuk segera tidur.
Menghabiskan malam pertama berharap bertemu sang pujaan hati di alam mimpi.
Pria itu terbangun dari tidur nya, dia melihat ke arah jam dinding menunjukan pukul 3, segera dia merapikan selimut dan berjalan ke arah Ais, di rabanya pelan wajah lembut istrinya.
" Sayang...,"
" Ini sudah jam 3, hayo bangun kita tahajud bersama."
Ais membuka mata dan melihat pria yang sudah menjadi suami nya itu tersenyum.
" Mas..,"
" Ya istri mas,"
" hayo bersih-bersih, kita sholat tahajud berjamaah."
" Sebentar lagi mas, Ais masih mengantuk."
" Hayo sayang bangun, atau mau mas gendong ke kamar mandinya."
Ais yang mendengar ucapan itu langsung membuka matanya lebar, sambil membenarkan jilbabnya dia berlari keluar kamar, masuk ke kamar mandi.
" Hahaha, kamu itu lucu sayang," tawa Aam melihat tingkah lucu istri nya.
Setelah sholat, Ais dan Aam berzikir dan di lanjutkan mengaji sampai azan Subuh berkumandang.
" Mas, ke Masjid dulu ya sayang. nanti kamu berangkat sama umi aja ke masjid nya,"
" Assalamu'alaikum."
" Ya mas, Walaikumsalam."
Setelah sholat Ais segera ke dapur untuk membuat sarapan.
Dia berencana membuat bihun goreng hari ini.
" Sini mas bantu," Aam dengan tiba-tiba merangkul dari belakang tubuh Ais dan mengambil alih pisau yang sedang Ais pakai untuk memotong bakso dan tahu.
Ais yang terkurung antara meja dan tubuh Aam terkejut, dia menaikan kepala nya keatas untuk melihat wajah orang yang berada di belakang tubuhnya. Aam tersenyum manis ke istrinya, namun yang di senyumi wajahnya memerah. Melihat perubahan wajah istri nya, Aam segera menarik satu tangan nya dari sisi meja, agar Ais bisa bergerak ke kiri tubuh nya.
" Sayang, gini potongannya sudah benar belum?" Aam menunjuk ke bakso yang dia potong.
" Ya mas, belah dua saja bakso nya,"
Ais yang masih berusaha mengendalikan rasa sesak di dada nya, menjawab dengan pelan.
"ini rencana nya mau bikin apa?" dia sengaja menampilkan wajah santai dan berusaha mengajak bicara Ais, agar istri nya itu cepat bisa menghilangkan rasa sesaknya.
" Mau bikin bihun goreng mas, buat sarapan," sambil tangan nya mengambil wajan penggorengan dan mulai memasukan, minyak goreng , bumbu yang telah di halus kan, bakso, tahu, sayur dan selanjut nya bihun.
" Oh ini kesukaan umi," Ais langsung menatap suami nya,
" Adek harus tahu kalau mertua adek itu pencinta segala mie. dari kuah sampai yang goreng."
Ais tersenyum melihat Aam menceritakan umi nya, rasa sesak di dada nya sudah mulai menghilang.
" Kalau Adek, suka nya makan apa?"
Ais terdiam sebentar, lalu menjawab
"Ais suka makanan yang berkuah mas."
" Seperti soto dan bakso ya?" Aam bertanya lagi dan di jawab anggukan oleh Ais.
" Adek gak nanya mas suka makan apa?" Aam sedang menggoda Ais dengan menatap wajah istrinya dalam sambil tersenyum tipis. Ais hanya menunduk kan kepala nya, merasa malu di godain suami nya.
" Semua makanan halal mas suka, tapi paling suka kalau makanan nya langsung di masakin sama istri mas, apa lagi kalau di suapi, pasti lebih nikmat," Aam berhasil langsung membuat wajah Ais memerah lagi.
Untuk menutupi rasa malunya Ais segera berjalan ke kulkas untuk mengambil kecap, di tuangkannya sedikit ke dalam wajan lalu di aduk kembali bihun yang telah berubah warna menjadi kehitaman.
Di ambilnya sedikit mie kemudian diletakannya di tangan lalu di rasa,
"kurang apa ya? ucap nya pelan.
Lalu mengulang mengambil lagi sedikit, tapi belum sempat dia merasakan nya, sudah duluan Aam memegang tangan Ais dan mengarahkan tangan itu ke mulut nya.
" Sudah pas kok dek rasa nya, sudah enak," Aam menaikan ke dua jempol nya ke arah wanita di samping nya.
" Ini orang suka banget ya buat dada aku sesak," batin Ais sambil menatap tajam suaminya, sedangkan orang yang ditatap hanya memasang wajah santai.
Co sweet.... manis banget sih kamu🤭
♥️♥️♥️♥️♥️
happy reading
tp jgn d kasih sndri" bingung jdnya